Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 78 — Kedatangan Kembali


__ADS_3

Di ujung gua tersebut, Zhou Yuan dan Linxia menemukan Anggrek Bulan yang mereka cari selama ini namun perhatian keduanya bukan terpusat pada tanaman tersebut melainkan sebuah kolam yang ada di dekatnya.


Kolam itu memancarkan cahaya ke sekitanya sehingga gua tampak jadi lebih bercahaya.


"Ada sebuah kolam di dalam gua..." Linxia menyentuh air kolam itu dengan tangannya. "Airnya tidak beracun bahkan terasa sangat sejuk, aku baru pertama kali melihat kolam seperti ini?"


Zhou Yuan sedikit meminum air kolam itu, rasanya sedikit manis dan menyegarkan. "Tidak salah lagi, ini adalah kolam suci."


"Kolam suci?"


Zhou Yuan mengangguk. "Kolam suci adalah fenomena alam yang terbentuk dengan sendirinya, air di dalamnya tidak hanya menyegarkan tetapi mempunyai khasiat bagi seorang pendekar..."


Zhou Yuan menjelaskan bahwa air kolam itu terbentuk dengan campuran esensi alam sehingga mereka yang berendam di dalamnya tidak hanya menghilangkan rasa lelah tetapi juga dapat membantu dalam memulihkan tenaga dalam.


Zhou Yuan kemudian melepaskan jubahnya sehingga bagian dadanya terbuka, pria itu mencelupkan tubuhnya dan mulai berendam di kolam itu.


"Apa yang kau lakukan?" Linxia segera mengalihkan wajahnya ketika Zhou Yuan tiba-tiba melepaskan pakaian atasnya.


"Berendam, aku sudah bertarung sengit dengan ular itu membuat tenaga dalam yang kumiliki terkuras banyak. Aku akan memulihkan kondisiku disini..."


Linxia sampai kesulitan berkata-kata, meski Zhou Yuan masih memakai pakaiannya namun ia merasa malu ketika pemuda itu bertelanjang dada. Gadis itu tidak berani melihat Zhou Yuan.


"Kau tidak ikut berendam?" Tanya Zhou Yuan balik.


"Saat ini aku tidak sedang menginginkannya..."


Wajah Linxia sedikit memerah, sebenarnya ia ingin berendam di kolam tersebut namun tidak berani melakukannya.


Jika ia berendam bersama Zhou Yuan maka hal itu seperti dirinya memiliki ikatan yang spesial dengan lelaki tersebut, hanya mereka yang sudah menikah yang biasanya berendam bersama.

__ADS_1


Linxia memilih menghiraukan Zhou Yuan lalu melewati kolam itu dengan berjalan di atas airnya.


'Hm, dia dapat mengontrol tenaga dalam setingkat ini, aku tidak percaya...' Zhou Yuan berdecak kagum menyaksikan Linxia mulai melangkah di permukaan air kolam.


Zhou Yuan juga dapat melakukan hal serupa namun biasanya mereka yang dapat berjalan di atas air adalah mereka yang sudah mencapai tingkatan Alam Emas.


Butuh pengendalian tenaga dalam agar bisa seperti itu dan melihat Linxia dapat melakukannya di tingkatan Alam Perak membuat Zhou Yuan jadi terkejut.


Linxia melewati kolam itu lalu memetik Anggrek Bulan dari tempatnya. Tanaman anggrek itu sangat berbeda dengan anggrek kebanyakan, yang paling mencolok adalah baik dari daunnya atau kelopak bunganya Anggrek Bulan dapat memancarkan cahaya.


Sementara itu ketika Linxia memetik Anggrek Bulan, Zhou Yuan memilih memfokuskan untuk mengumpulkan tenaga dalamnya kembali.


Seharusnya dengan kapasitas tenaga dalam yang sekarang, Zhou Yuan akan membutuhkan waktu beberapa jam untuk memulihkan tenaga dalamnya yang hilang tetapi berkat khasiat kolam tersebut, ia dapat mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya tidak kurang dari setengah jam.


Zhou Yuan juga menyerap permata siluman Ular Perak yang ia dapatkan sebelumnya, karena usia ular itu lebih panjang membuat lingkaran yang terbentuk ditubuhnya menjadi lebih banyak.


Setidaknya Zhou Yuan berhasil membentuk dua belas lingkaran tenaga dalam baru, dengan begitu total jumlah tenaga dalamnya sekarang berkisar 172 lingkaran.


'Khasiat kolam suci memang tidak bisa diremehkan, tidak mengherankan di waktu dulu ada yang pernah berperang karena merebutkan kolam jenis ini...' Zhou Yuan memperhatikan kolam yang jernih tersebut dengan beberapa pemikirannya.


Zhou Yuan kembali memakai jubahnya, yang pertama kali dia temui setelah berendam adalah melihat Linxia yang sedang menunggunya agak jauh dari kolam.


Zhou Yuan berjalan ke arah gadis itu. Barulah setelah beberapa langkah didekatnya Linxia menyadari Zhou Yuan telah selesai dari istirahatnya.


"Kau sudah pulih?" Tanya gadis itu.


"Sudah, bagaimana denganmu, apa tanaman Anggrek Bulan telah kau bawa?"


Linxia mengangguk lalu menunjukkan tanaman itu di hadapan Zhou Yuan. "Sesuai dengan kesepakatan kita sebelumnya, aku akan memberikan tanaman ini padamu setelah kompetisi selesai."

__ADS_1


Jika bukan karena Zhou Yuan yang mengalahkan Ular Perak mungkin Linxia tidak akan mendapatkan Anggrek Bulan, sebab itu Linxia masih berterimakasih kepada Zhou Yuan karena telah kerjasama dengannya.


"Kita bisa bicarakan itu nanti, yang terpenting kita harus keluar dari gua ini sekarang..." Meski gua ini kosong Zhou Yuan masih tetap waspada terhadap sekelilingnya, bukan tidak mungkin ada siluman lain yang akan datang mengingat keduanya berada di tengah hutan.


"Pergi? Apa kau tidak bertanya apakah aku mengizinkannya atau tidak?" Tiba-tiba dari mulut gua ada seseorang yang menyahut perkataan Zhou Yuan.


Zhou Yuan dan Linxia segera meningkatkan kewaspadaannya mendengar suara tersebut, keduanya kemudian melihat ada 18 orang bertudung baru memasuki ke dalam gua.


"Aku sepertinya meremehkanmu, kupikir aku akan membutuhkan banyak siluman untuk memancing ular itu keluar dari sarangnya tetapi melihatmu dapat membunuhnya sepertinya rencanaku jadi sia-sia..." Orang yang berbicara tersebut adalah pemimpin dari kelompok bertudung itu, "Tidak tahu harus kesal atau bersyukur karena bertemu denganmu tetapi yang pasti jika kau mau selamat, serahkan anggrek bulan itu!?"


Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia sepertinya baru mengerti kenapa Kelompok Bertudung itu memancing banyak siluman kedalam kompetisi ini karena mereka berencana untuk mengusik Ular Perak itu dari guanya.


Sejak awal Kelompok Bertudung sudah mengetahui letak Anggrek Bulan sebenarnya namun mereka tidak bisa mengambilnya karena ada sosok siluman ular yang berjaga.


Meski mereka berjumlah 18 orang dan semuanya berada di tingkatan Alam Emas namun untuk mengalahkan Ular Perak tidak bisa mengandalkan kekuatan jumlah semata.


Sisik Ular Perak tak dapat ditembus dengan mudah, sebuah kebetulan Zhou Yuan mempunyai Pedang Kusanagi yang dapat melukai dan mengalahkannya.


"Nona Yue, kau bisa mundur beberapa langkah dari sini, biar aku yang mengatasi mereka..." Zhou Yuan berbisik pelan di telinga Linxia, membuat gadis itu tersadar dari ketakutannya.


Linxia hampir lupa bernafas jika Zhou Yuan tidak menepuk pundaknya, Linxia menyadari situasi tidak sederhana menyerahkan Anggrek Bulan lalu bisa selamat.


Zhou Yuan memahami seperti apa kelompok mereka, yang ingin selalu tertutup dan tidak diketahui oleh orang lain, mengetahui banyak informasi mengenai mereka justru membuat kelompok itu marah, mereka tidak segan-segan untuk membunuh siapapun yang mengetahui rahasianya.


Sejak awal Kelompok Bertudung itu memang tidak berniat membiarkan Zhou Yuan ataupun Linxia lolos.


Zhou Yuan tidak menjawab pertanyaan Pemimpin Kelompok Bertudung itu melainkan mencabut Pedang Kusanagi dari sarungnya.


"Oh, jadi ini jawabanmu, ingin melawan kami?" Pemimpin kelompok bertudung itu tersenyum sinis.

__ADS_1


"Satu hal yang ingin aku tanyakan kepada kalian sebelum bertarung," Zhou Yuan menghunuskan pedangnya ke arah mereka. "Apa kalian berasal dari Organisasi Merak Putih?"


__ADS_2