
"Tidak kusangka ada seseorang yang bisa bertahan dari aura pembunuhku, kau mempunyai mental yang kuat juga anak muda?!" Hantu Pedang tersenyum mengejek sambil menatap ke arah Zhou Yuan.
"Jika kau tidak menarik aura pembunuhmu sekarang juga, jangan salah aku yang akan bergerak melakukannya." Zhou Yuan menjawabnya dengan dingin.
Hantu Pedang tidak tersinggung melainkan tertawa dengan lantang. "Tidak kuduga setelah hidup sekian lama akan ada suatu masa aku akan diancam oleh seseorang di generasi muda."
Hantu Pedang menggeleng pelan sambil menarik aura pembunuhnya kembali, membuat orang-orang di restoran tidak kesulitan lagi dalam bernafas.
Para pelanggan menatap Hantu Pedang dengan ketakutan, walau aura pembunuh itu sudah hilang namun tidak ada dari mereka yang berani bergerak. Para pelanggan takut hal itu bisa menyinggung Hantu Pedang yang membuat mereka dalam bahaya.
"Aku peringatkan kepadamu anak muda, sebaiknya kau berhati-hati dalam berbicara karena tidak semua orang sesabar diriku. Jika tidak, mungkin kepalamu sudah melayang hari ini." Hantu Pedang menghentikan tawanya berganti dengan tatapan pembunuh pada Zhou Yuan.
Zhou Yuan tidak menjawab, lebih tepatnya tidak peduli. Hantu Pedang bisa merasakan Zhou Yuan sama sekali tidak takut padanya.
Hantu Pedang tidak berurusan dengan Zhou Yuan lagi ketika pemuda itu tidak mengusiknya, ia lalu menoleh ke arah pendekar yang mengenal dirinya sebelumnya.
"Melihat kau mengenalku sebelumnya berarti kalian memang berasal dari serikat pahlawan. Kalau begitu berapa harga kepalaku di sana?" Hantu Pedang mengetahui dirinya jadi buronan pemerintah, ada yang memasang harga untuk kepalanya.
Pendekar itu ketakutan dan segera menjawab pertanyaan Hantu Pedang, hampir semua pendekar Serikat Pahlawan mengetahui misi untuk membunuh Hantu Pedang, karena kejahatan dan kekuatannya tinggi maka harga yang ditawarkan juga sangat tinggi.
"Tidak kuduga harga kepalaku sudah mencapai seratus ribu keping emas..." Hantu Pedang tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya pelan, ia kemudian menatap pendekar itu dengan pandangan dingin. "Sekarang ke pertanyaan inti, ceritakan Buah Surgawi yang kau ketahui dan mungkin aku akan membiarkan orang-orang di restoran ini hidup."
Mendengar pernyataan itu membuat semua orang yang ada di restoran semakin ketakutan, mereka ingin lari tetapi takut jika Hantu Pedang langsung membunuhnya.
Tanpa ditanya dua kali, pendekar itu menjelaskan informasi yang mereka dapatkan, selain yang Zhou Yuan dengar sebelumnya ternyata salah satu dari mereka ada yang lebih mengetahui tentang buah Surgawi lebih spesifik.
"Buah surgawi sekarang berada di Keluarga Bangsawan Mu, mereka akan menjualnya di pelelangan kota di tengah malam nanti. Siapapun yang memiliki uang banyak bisa pergi ke sana dan mendapatkannya..." Pendekar itu menyelesaikan kalimatnya secara terbata-bata namun dapat dimengerti dengan jelas.
__ADS_1
Hantu Pedang mengelus dagunya, "Pelelangan ya, benar-benar menarik..."
Hantu Pedang kemudian menarik pedang di pinggangnya sebelum kemudian mengangkatnya.
"Tunggu dulu, bukankah kau mengatakan aku akan membiarkan hidup setelah menjawab pertanyaanmu." Pendekar itu terkejut ketika Hantu Pedang berniat membunuhnya.
"Hmph, kau pikir orang sepertiku akan memegang janjiku, tidak hanya kau tetapi semua orang di restoran ini akan mati." Hantu Pedang tertawa sebelum kemudian mengayunkan tangannya.
Pendekar itu memejamkan mata dan bersiap akan menghembuskan nafas terakhirnya namun setelah beberapa detik rasa sakit ayunan pedang itu belum terasa.
Pendekar itu membuka mata dan melihat Zhou Yuan sudah berada dihadapannya dan menahan ayunan Pedang Hantu.
"Bukankah dia sudah memberitahukan apa yang dia ketahui padamu lalu kenapa kau ingin membunuhnya?" Zhou Yuan tersenyum lebar, dua jarinya menahan senjata Hantu Pedang.
Hantu Pedang sedikit terkejut dengan kemunculan Zhou Yuan yang tiba-tiba muncul di tengah keduanya, tidak hanya sampai di sana pemuda itu juga mampu menahan ayunan pedangnya.
"Apakah aku harus mempunyai alasan untuk tidak membunuh, bahkan ketika aku bosan, aku bisa membunuh belasan orang jika aku mau..." Hantu Pedang membalas pertanyaan Zhou Yuan dengan senyuman juga.
Zhou Yuan menghela nafas lalu melepaskan senjata Hantu Pedang, "Pergilah dari sini, kau sudah membuat suasana restoran ini jadi memburuk karena keberadaanmu."
"Anak muda, apa aku salah dengar? Kau mengusirku, mengingat kau telah menahan pedangku aku tidak akan membiarkanmu hidup."
Zhou Yuan tertawa, "Itupun jika kau bisa melakukannya."
Hantu Pedang ikutan tertawa sampai tiba-tiba ia mengayunkan pedangnya ke arah Zhou Yuan.
Zhou Yuan menghindari pedang itu dengan mudah lalu kemudian memutar tubuhnya, memberikan serangan tendangan yang sulit dihindari.
__ADS_1
Tendangan memutar yang dilakukan Zhou Yuan mengejutkan Hantu Pedang, ia segera menahan dengan pedangnya namun tendangan itu tetap membuatnya terdorong beberapa langkah.
"Kemampuanmu begitu tinggi, aku sekarang yakin kau adalah monster tua yang mempertahankan kemudaannya." Hantu Pedang berusaha tetap tenang untuk menyembunyikan tangannya yang sedikit sakit akibat tendangan tersebut.
"Apakah usia cukup penting, karena kau ingin mengajak kekerasan aku tidak keberatan melanjutkan ini lebih jauh dan kupastikan kau akan menyesalinya."
Hantu Pedang tertawa tetapi tangannya mengepal keras, ia merasakan Zhou Yuan mengancamnya dengan terang-terangan. Hantu Pedang mungkin sudah menyerang tanpa berbasa-basi jika itu bukan Zhou Yuan tetapi setelah merasakan tendangan pemuda itu dia harus berpikir dua kali untuk menyerangnya.
Dalam sekali serangan tersebut Hantu Pedang bisa merasakan kekuatan Zhou Yuan yang berada di pendekar Alam Cahaya juga.
"Aku sudah lama mendengar tentangmu namun setelah hidup sekian lama kau hanya naik dua tingkatan saja?" Setelah sedikit bertukar serangan, Zhou Yuan jadi teringat kembali tentang sosok Hantu Pedang.
Zhou Yuan mengenal Hantu Pedang bahkan di kehidupan pertamanya, kekuatan pria bertopeng itu sudah sangat tinggi ketika seratus tahun yang lalu meski kekuatannya tidak setinggi sekarang.
Di masa lalu Hantu Pedang adalah pendekar Alam Cahaya dengan 3 meridian yang terbuka namun saat ini kekuatannya meningkat menjadi pendekar Alam Cahaya dengan 5 meridian yang terbuka.
Telah banyak kejahatan yang dilakukan Hantu Pedang di masa lalu sehingga membuat namanya terkenal di dunia persilatan, banyak pihak sudah mencoba menangkap dan menghabisinya tetapi karena kemampuan Hantu Pedang yang sangat tinggi membuatnya bisa lolos dan bertahan sampai sekarang.
Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada kakinya bersiap untuk menyerang, dia bisa melihat perkataannya barusan membuat Hantu Pedang jadi emosi dan sepertinya dia akan menyerangnya.
Sebelum Hantu Pedang melakukan niatnya Zhou Yuan sudah terlebih dulu menghilang dipandang pria bertopeng itu dan muncul tepat dihadapannya.
Hantu Pedang terkejut bukan main, belum ia bereaksi Zhou Yuan mengayunkan tendangannya ke arah perut pria bertopeng itu.
Merasa tidak bisa menghindar Hantu Pedang kembali menahan dengan pedangnya namun ia tidak menduga tendangan Zhou Yuan kali ini dilapisi tenaga dalam yang diluar perkiraannya.
Tendangan Zhou Yuan segera membuat Hantu Pedang terlempar cukup jauh hingga keluar restoran. Zhou Yuan memang sengaja melakukan demikian karena tidak berniat bertarung dengannya di dalam restoran.
__ADS_1