
"Mereka semua sudah mati, seharusnya kalian aman sekarang." Zhou Yuan tersenyum, berbicara pada Han Xiang dan lainnya.
Han Xiang serta warga yang menonton hanya bisa menahan nafas, serigala yang beberapa menit lalu mengancam pemukiman mereka kini sudah berubah menjadi lautan jasad.
Han Xiang menatap pedang hijau yang sekarang di pegang Zhou Yuan, jika tidak melihatnya secara langsung mungkin ia akan menganggap pedang yang bisa melayang itu adalah ilusi.
Kenyataannya pedang Ingrid sungguh membunuh serigala-serigala itu dalam sekali serangan, membuktikan yang dilihatnya merupakan realita.
"Terimakasih tuan pendekar, untuk sekali lagi kami berhutang budi kepadamu." Han Xiang berkata setelah sejenak terdiam.
Zhou Yuan mengangguk pelan sambil tersenyum canggung, jangankan mereka, ia sendiri sebenarnya terkejut dengan kemampuan pedang Ingrid.
Zhou Yuan sendiri ragu bisa menghabisi rombongan serigala itu dalam waktu yang sesingkat pedang itu lakukan, walaupun serigala tersebut mudah di kalahkan, ia tetap membutuhkan waktu.
Setelah masalah serigala itu teratasi, Zhou Yuan membiarkan warga lainnya yang mengurusi sisanya. Agar tidak terjadi kejadian serupa, warga pemukiman Ras Manusia Binatang menguburkan jasad rombongan serigala dan penyamun yang mati agar tidak mengundang hewan buas lainnya.
Zhou Yuan kembali ke kamar yang disediakan Han Xiang sebelumnya, ia ingin berbicara tatap mata dengan Ingrid.
"Bagaimana kau bisa melakukan itu?" Tanya Zhou Yuan pada Ingrid.
"Melakukan apa, aku tidak mengerti?"
"Menyerang serigala, bagaimana kau bisa mengendalikan pedang ini." Zhou Yuan menunjuk pedang Ingrid.
"Kau sepertinya masih tidak mengerti maksudku," Ingrid menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. "Aku sudah bilang kepadamu bahwa aku adalah roh dari pedang itu, dalam artian lain Pedang Ingrid adalah tubuhku."
Zhou Yuan terkejut tetapi beberapa saat kemudian ia mencoba memahaminya. "Jadi itu sebabnya pedang Ingrid bergerak, kupikir kau harus menggunakan kekuatanmu agar pedang itu hidup tetapi ternyata pedang itu adalah dirimu sendiri."
Ingrid mengangguk.
"Bukankah itu artinya kau bisa membunuh siapa pun, atau pergi dariku kapanpun yang kau mau?"
"Tidak bisa, kalau aku bisa melakukannya sudah dari dulu aku pergi dari makam itu." Ingrid memutar matanya dengan malas. "Aku adalah pedang yang di tempa oleh kehidupan, aku tidak bisa bergerak jika tidak memiliki pemilik, dan juga saat bergerak, aku membutuhkan tenaga dalam yang besar."
__ADS_1
Zhou Yuan mengerutkan dahi atas ucapan gadis itu namun tiba-tiba ia memahaminya saat merasakan Pedang Ingrid yang dipegangnya menghisap tenaga dalamnya cukup besar.
Sensasi ini bukan pertama kali Zhou Yuan rasakan sehingga ia tidak terlalu panik, Pedang Kusanagi yang dimilikinya saat ini juga melakukan hal serupa ketika disentuh.
"Semakin banyak bergerak maka semakin banyak tenaga dalam yang kubutuhkan, karena kau telah meneteskan darah padaku sebelumnya maka aku membutuhkan tenaga dalammu." Jelas Ingrid lebih jelas.
Ingrid berkata bahwa ia tidak bisa kabur dari Zhou Yuan karena pemuda itu sudah jadi pemiliknya. Dirinya akan kehilangan kekuatan jika terlalu jauh dari Zhou Yuan.
Zhou Yuan akhirnya mengerti, merasa beruntung bisa memiliki pedang secanggih Ingrid.
"Kuharap suatu saat nanti kau membawaku ke duniaku kembali karena sepertinya kau memiliki tubuh yang istimewa." Ingrid menunjuk tubuh Zhou Yuan. "Tidak ada tubuh istimewa yang lahir di dunia persilatan kecuali ada takdir besar yang akan mengiringimu."
"Apa maksudmu?"
"Saat aku menghisap tenaga dalammu aku mengetahui kalau kau memiliki tenaga dalam Yin. Jika suatu saat nanti kau dapat mengubah tenaga dalam menjadi qi, maka kau akan memiliki energi qi berjenis Yin. Qi yang lebih murni dan sempurna..."
Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia pernah mendengar qi dari Yun Feiyu namun tidak memahaminya lebih jelas. Kini kata yang sama terulang oleh ucapan Ingrid.
"Aku mengerti, lagi pula aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal tersebut." Zhou Yuan tersenyum kecut.
Zhou Yuan masih memiliki misi untuk merebut Buah Surgawi yang telah tumbuh di Kekaisaran Bulan. Zhou Yuan tidak punya waktu untuk berlatih kecuali saat ia berisitirahat.
Zhou Yuan berniat menyimpan Pedang Ingrid ke dalam cincin ruangannya namun tidak berhasil, pemuda itu mengerutkan dahi, setelah mencoba beberapa kali pedang itu benar-benar tidak bisa terhisap.
"Apa kau bodoh atau tuli?" Ingrid yang menyadari tindakan Zhou Yuan langsung melotot.
"Eh, aku hanya berniat menyimpanmu di cincin ruang agar lebih aman, tidak ada yang salah dengan itu."
"Apa kau berpikir pedang itu benda mati?" Ingrid menatap tajam Zhou Yuan.
"Bukankah semua pedang seperti itu?"
"Ya, tapi aku tidak!" Ingrid terlihat kesal. "Pedang itu adalah diriku, yang dalam artian lain dia adalah mahluk hidup."
__ADS_1
Zhou Yuan membuka tutup mulutnya tetapi tidak ada kata-kata yang keluar, ia menggaruk pipinya canggung, "Maaf, aku tidak tahu."
"Hmph! Dasar bodoh!"
Cincin ruang bisa menyimpan benda apapun dari berbagai ukuran baik yang besar maupun benda kecil tanpa memiliki batas, namun demikian ia memiliki kekurangan, cincin ruang tidak dapat menghisap mahluk hidup atau masih bernyawa ke dalamnya, sebab itu Pedang Ingrid tidak dapat dihisap oleh cincin tersebut.
Zhou Yuan sepertinya tidak punya pilihan selain menyimpan pedang itu di pinggangnya. Saat itu terjadi tiba-tiba pintu kamar Zhou Yuan diketuk dengan keras dari luar.
Zhou Yuan membuka pintu dan menemukan Han Lilis dibaliknya, gadis itu terlihat sedang panik.
"Saudara Yuan, ada serangan di luar pemukiman. Ayah memerintahkanku untuk meminta bantuan anda." Lilis berkata dengan nafas terputus-putus.
"Maksudmu rombongan serigala, aku sudah menanganinya tadi jadi kau tidak perlu khawatir."
Han Lilis menggeleng kuat. "Tidak, bukan yang itu, Saudara Yuan, ada rombongan siluman burung di atas langit. Mereka kini ada di atas pemukiman kita."
Zhou Yuan mengerutkan dahi, alangkah begitu banyaknya serangan ke arah pemukiman yang ia tinggali hari ini.
Zhou Yuan dan Han Lilis bergegas keluar untuk mendapati pemukiman terlihat gelap oleh siluman burung yang terbang di atasnya, menghalangi cahaya matahari.
Mata Zhou Yuan melebar melihat begitu banyaknya elang yang sudah menjadi siluman, dibandingkan rombongan serigala tadi, jumlah siluman elang ini jauh lebih banyak.
Setidaknya ada empat ratusan siluman yang terbang di langit dan membuat formasi yang berputar-putar.
Zhou Yuan menyipitkan mata, menyadari ada beberapa orang yang menunggangi siluman elang itu diatasnya. Zhou Yuan sadar, situasinya kali ini tidaklah biasa.
Saat siluman elang itu masih membentuk formasi tiba-tiba ada salah satu dari mereka yang terjun bebas ke bawah dan mendarat tepat di hadapan Zhou Yuan.
Para warga Ras Manusia Binatang menjadi waspada melihat orang itu, disisi lain Zhou Yuan justru bereaksi sebaliknya.
Orang yang turun itu adalah seorang perempuan dan Zhou Yuan masih mengenalnya. "Nona Miao?"
"Saudara Yuan, lama tidak bertemu." Gadis itu membalasnya dengan senyuman lembut.
__ADS_1