Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 53 — Kekuatan Jiang Qisha


__ADS_3

Jiang Qisha adalah ketua keluarga Jiang sekaligus pemimpin dari Kekaisaran Bulan saat ini. Hampir semua orang mengetahuinya terutama kemampuannya yang dapat mengeluarkan api biru.


Jiang Qisha juga merupakan jagoan nomor 1 di kekaisaran bulan, sejauh yang diketahui dia adalah pendekar tingkat tinggi di dunia persilatan, hanya segelintir orang yang bisa menandinginya.


Saat Zhou Yuan menjalani kehidupan pertama, Jiang Qisha sudah menjabat menjadi kaisar. Keluarga Jiang yang merupakan keluarga bangsawan terkuat sangat kokoh dan tak bisa digantikan posisinya untuk memimpin Kekaisaran Bulan.


Jiang Qisha terus menebas belati yang sedang mengarah padanya, dalam waktu yang relatif singkat, belasan belati itu hancur meleleh sesudah pedang api biru mengenai mereka.


Pusaka yang umumnya sangat kokoh untuk dihancurkan kini tampak empuk di hadapan api Jiang Qisha. Xian Li yang melihat pusaka-pusakanya hancur merasa tersiksa namun saat ini bukan itu yang ia pikirkan.


Xian Li memelotot ke arah anggotanya yang semenjak tadi menonton, "Apa yang kalian tunggu, serang kakek tua itu!"


Anggota salju abadi yang lain menelan ludah serta ragu melakukannya tetapi mereka tidak mempunyai keberanian mengabaikan perintah atasan mereka.


Delapan puluh anggota salju abadi yang tersisa segera bergerak menghampiri Jiang Qisha.


Jiang Qisha menggeleng pelan, "Dari dulu organisasi kalian tidak ada yang berubah, selalu mengorbankan yang lain demi kepentingan diri sendiri..."


Ucapan Jiang Qisha di peruntukan untuk Xian Li, gadis itu sepertinya tidak peduli dengan nyawa bawahan-bawahannya.


Jiang Qisha kemudian mengalirkan tenaga dalam pada tangan kirinya, seperti sebelumnya ia menciptakan api lalu membentuknya menjadi pedang, kini ada dua pedang api di tangan Jiang Qisha.


Tanpa memiliki keraguan, Jian Qisha melompat ke arah anggota salju abadi, dengan dua pedang api di tangannya ia menebas lawannya dalam sekali serangan.


Jiang Qisha bukanlah ahli pedang, titik kekuatannya adalah pengendalian tenaga dalam dan perubahan jenis. Ayunan pedang Jiang Qisha tidak secepat Zhou Yuan namun tidak ada dari musuhnya yang berhasil selamat dari serangan pria paruh baya tersebut.


Api biru Jiang Qisha dapat membelah pusaka kelas tiga dengan mudah, jika di arahkan pada tubuh manusia yang lebih lemah tentu saja serangan pedangnya tidak bisa dihentikan.


Alhasil dalam waktu setengah menit Jian Qisha sudah membunuh dua puluh lawannya. Elemen apinya seolah pedang yang tajam, tidak peduli lawannya mengenakan baju pelindung, mereka tetap terbunuh dalam sekali tebasan.


"Sialan, dia benar-benar Kaisar-!" Xian Li mengepalkan tangannya, kini tidak ada lagi keraguan dihatinya melihat kemampuan pria paruh baya itu lebih jauh.

__ADS_1


Xian Li tidak berniat lebih lama disini, ia segera berbalik dan melarikan diri tanpa memperdulikan anggota organisasinya yang lain. Xian Li bergerak cepat meninggalkan kawasan Kota Hana secepat mungkin.


Xian Li sadar, ia tidak dapat melawan Jiang Qisha meski mempunyai sepuluh tubuh sekalipun, kedatangannya kesini sudah dipastikan penyerangan ke kota Hana akan gagal bahkan berakhir buruk bagi organisasinya.


Jiang Qisha melihat Xian Li yang kabur sambil tersenyum sinis, ia sudah menebak gadis itu akan mengorbankan bawahannya untuk jalan kaburnya.


Jiang Qisha tidak berniat mengejar, lebih tepatnya ia ingin memfokuskan serangannya melawan anggota salju abadi yang tertinggal. Jiang Qisha tidak melewatkan kesempatan ini untuk mengurangi kekuatan organisasi salju abadi tersebut.


Disisi lain Zhou Yuan memanfaatkan kedatangan Jiang Qisha untuk memulihkan kondisinya, ia menelan pil pemulih tenaga dalam sebelum menyembuhkan luka-luka yang di alami tubuhnya.


Sesudah kondisinya stabil dan memiliki tenaga dalam yang cukup, Zhou Yuan bergerak membantu Jiang Qisha dalam membasmi anggota salju abadi yang tersisa.


***


Zhou Bing memberikan satu tebasan diagonal pada dada Tetua Ketiga, membuat laki-laki itu buru-buru mengambil jarak dengannya sebelum pedang Zhou Bing menembus tubuhnya lebih jauh.


Tetua Ketiga meringis menahan sakit, selain luka tebasan ada juga luka bakar di dadanya.


"Sial, dia lebih kuat dari yang aku duga!"


Tetua Ketiga sudah bekerjasama dengan lima pendekar puncak alam emas untuk menghadapi Zhou Bing, biarpun demikian, situasinya tidak berubah signifikan, sebaliknya justru Zhou Bing dapat melakukan penyerangan yang membuat tiga alam emasnya tewas.


"Aku tidak menduga kau dapat menguasai perubahan jenis yang langka di dunia persilatan..." Tetua Ketiga berkata sambil menyembuhkan luka dadanya dengan tenaga dalam.


Pedang Zhou Bing kini dialiri elemen petir, elemen yang sulit ditemui ditubuh seorang pendekar dan penguasaannya juga memiliki kesulitan yang tinggi.


Dibandingkan dengan elemen lain, elemen petir memang sulit dikuasai tetapi jika seseorang dapat menggunakannya, kekuatan tempurnya akan bertambah secara signifikan seperti Zhou Bing sekarang.


Zhou Bing tidak menjawab ucapan Tetua Ketiga, meski diposisi yang unggul sebenarnya kondisi tubuhnya tidak terlalu baik, ada beberapa luka di tubuhnya akibat tergores rantai Tetua Ketiga.


Belum lagi tenaga dalamnya sudah terkuras banyak setelah menggunakan elemen petir, perubahan jenis di dunia persilatan memang sangat cepat menguras tenaga dalam bagi penggunanya.

__ADS_1


Nafas Zhou Bing sudah tidak beraturan, ia tidak menunggu Tetua Ketiga itu memulihkan lukanya sehingga ia langsung bergerak menyerangnya.


"Jangan diam saja, halangi dia!" Seru Tetua Ketiga pada dua pendekar alam emas di dekatnya.


Dua pendekar alam emas itu sudah mengalami luka yang serius akibat bertukar serangan dengan Zhou Bing, tidak punya pilihan mereka harus menahan Zhou Bing untuk memberikan waktu agar Tetuanya memulihkan luka.


"Ingin menghalangiku dengan kekuatan kalian, sungguh lucu-!" Zhou Bing mengayunkan pedangnya geram, serangannya kali ini dipenuhi niat membunuh.


Zhou Bing tidak membiarkan Tetua Ketiga pulih dari lukanya, setidaknya ia harus memberikan luka yang serius pada pendekar rantai tersebut.


Dua pendekar alam emas kewalahan menerima serangan Zhou Bing dengan elemen petirnya, melawan berenam saja mereka tidak bisa menandingi Zhou Bing apalagi hanya berdua.


Zhou Bing mengerahkan seluruh kekuatan yang tersisa, dua alam emas itu hanya bertahan lima belas detik sebelum mereka tewas usai Zhou Bing menebas leher mereka satu persatu.


Tetua Ketiga berdecak kesal melihat bawahannya tidak memberikan waktu yang lama untuk ia memulihkan diri, disisi lain ia bertanya-tanya dengan keberadaan Xian Li yang tidak kunjung datang kesini.


Tidak ada cara lain Tetua Ketiga langsung melepaskan rantainya yang panjang untuk menyerang Zhou Bing.


Rantai-rantai itu bergerak seperti panah, Zhou Bing menangkis semuanya namun tubuhnya tetap mundur satu langkah karena hantaman rantai tersebut.


Sama dengan Zhou Bing, Tetua Ketiga mengerahkan seluruh kekuatannya, kali ini rantai-rantai itu menjadi lebih kuat usai dialiri tenaga dalam.


Tetua Ketiga tidak bisa bertarung dalam jarak dekat saat melawan Zhou Bing, sehingga ia memanfaatkan rantainya agar Zhou Bing jadi sibuk.


Salah satu rantai Tetua Ketiga tiba-tiba terarah pada walikota yang berada di belakang Zhou Bing, pendekar alam emas yang menjaganya terkejut dan tidak mengira akan ada serangan ke arahnya.


Zhou Bing berdecak kesal, ia segera berlari ke arah rantai yang menyerang pengawal walikota tersebut lalu menangkisnya dengan pedang.


Saat Zhou Bing menolong pengawal itu, Tetua Ketiga memanfaatkannya untuk mengambil jarak dari Zhou Bing dan bersiap kabur.


"Sesudah semua ini, akan kupastikan keluargamu binasa di dunia persilatan!" Tetua Ketiga memandang Zhou Bing dengan penuh kebencian.

__ADS_1


Zhou Bing ingin bergerak lagi tetapi tubuhnya terlalu lelah melakukan itu, ia juga tidak yakin bisa menghabisi Tetua Ketiga dengan kekuatannya.


Tetua Ketiga bersiap angkat kaki dari gedung walikota namun saat ia berbalik, Jiang Qisha sudah berdiri dan menghadang langkahnya sambil tersenyum lebar.


__ADS_2