Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 267 — Harta Melimpah


__ADS_3

Zhou Yuan menarik auranya kembali, ia tidak punya pilihan selain menggunakan cara tersebut agar mereka bisa percaya dengan ceritanya.


Semua yang ada di ruangan itu tampak menahan nafasnya meski aura Zhou Yuan telah menghilang. Baik Zhou Bing, Zhou Yao, serta Tetua lain tidak ada yang berpikir Zhou Yuan akan memiliki kekuatan sehebat itu.


"Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, ketika aku berpindah tempat ke Kekaisaran Bintang, aku sempat berlatih di sana hingga mencapai kemampuanku yang sekarang..." Zhou Yuan memperjelasnya agar semua orang di sana tidak salah paham.


Biarpun mereka kini mulai percaya namun tidak ada dari mereka yang bisa memahami, bagaimanapun Zhou Yuan masih berusia 18 tahun, tidak ada pendekar di usia yang sama telah mencapai pendekar Alam Cahaya.


Pendekar paling jenius seperti Chu Guyu saja dia menerobos Alam Cahaya di usia enam puluhan tahun ke atas, sulit memahami dengan akal sehat Zhou Yuan bisa mencapai kekuatan setinggi ini hanya dengan latihan selama 3 tahun.


"Aku percaya pada ceritamu, Yuan'er, lagipula tidak ada penjelasan di Akademi kalau kau saat itu beneran terbunuh..." Zhou Bing yang angkat bicara terlebih dahulu, mempercayai perkataan cucunya, Zhou Yao mengangguk dan sependapat.


"Ketua Bing, bukankah anda terlalu cepat memberi tanggapan?"


"Benar Ketua Bing, cerita Yuan'er di luar logika kita, bagaimana bisa anda dengan cepat menyimpulkannya seperti itu..."


Para Tetua tampak tidak sependapat dengan perkataan Zhou Bing.


"Dengar, aku tahu perasaan kalian tetapi apakah kalian mempunyai jawaban lain terhadap kekuatan Yuan'er, tidakkah kalian sadar sedari kecil cucuku sudah di penuhi keistimewaan." Zhou Bing berbicara pada para Tetua, membuat mereka saling pandang dan mulai berpikir ulang, "Kita mengetahui bahwa bakat Zhou Yuan sejak dulu sudah diluar nalar, di usia sepuluh tahun dia bisa menghadapi para pembunuh yang menyerang Keluarga kita. Dia jugalah yang berperan penting menghabisi organisasi Kelelawar Malam saat itu."


Para Tetua tidak bisa membantah perkataan Zhou Bing, kalau mereka berpikir lebih dalam, Zhou Yuan memang anak spesial ketika masih diusia balita.


Diumur yang ketiga tahun Zhou Yuan sudah bisa membaca dan menulis, selain itu pemuda itu memiliki sikap dewasa sejak dirinya masih kecil. Hal tersebut memang jarang terjadi pada pertumbuhan manusia bahkan bisa dibilang hampir tidak ada.


Zhou Yuan tersenyum lebar melihat pembelaan Kakeknya, ia kemudian mengayunkan tangannya untuk mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang, sebuah koin emas yang melimpah.


Semua orang yang melihat sampai terkejut bukan main, Zhou Yuan terlihat seperti memunculkan koin emas dari ruang kosong. Setidaknya demikian anggapan dari sudut pandang mereka.


Zhou Yuan terus mengeluarkan harta yang ia miliki di dunia lain hingga koin emas itu sampai menggunung di ruangan tersebut.


Para Tetua menarik nafas dingin, meski mereka tidak mengerti bagaimana Zhou Yuan mengeluarkan uang sebanyak itu namun mereka bisa melihat koin emas tersebut adalah asli dan bukan ilusi.


"Bagaimana bisa Yuan'er mempunyai cincin ruang?!" Zhou Bing bangkit dari duduknya, terkejut setelah mengamati cincin di jari Zhou Yuan.

__ADS_1


Zhou Yuan sedikit bereaksi ketika Kakeknya ternyata mengetahui tentang cincin ruang, ia tidak langsung menanggapi tetapi terus mengeluarkan koin emas itu sampai menumpuk besar.


Harta yang diberikan Yun Feiyu sangat banyak, jika Zhou Yuan menginginkannya ia bisa mengeluarkan koin emas sampai ruangan ini jadi penuh.


Zhou Yuan berhenti mengeluarkan koin emas setelah dirasanya cukup, ia tidak yakin dengan berapa jumlahnya namun Zhou Yuan menduga, koin yang diberikannya saat ini cukup membuat Keluarga Zhou berkembang setidaknya sampai menjadi Keluarga Bangsawan Besar.


"Kakek, ini adalah koin emas yang aku dapatkan selama tiga tahun terakhir, aku ingin memberikan sebagai kontribusiku pada Keluarga, semoga uang ini membantu Keluarga Zhou di masa depan..." Zhou Yuan menggaruk pipinya, tersenyum tipis melihat reaksi yang lain.


Seolah belum selesai Zhou Yuan memberi kejutan lagi, ia mengayunkan tangannya kembali dan kali ini yang keluar adalah sebuah sumberdaya bagi pendekar.


Sumberdaya yang dimiliki Zhou Yuan berasal dari dunia Feiyu yang berupa tanaman atau buah-buahan, khasiat mereka tidak perlu ditanyakan lagi.


Zhou Yuan berharap dengan sumberdaya yang diberikan pada keluarganya, kekuatan Keluarga Zhou akan meningkat.


"Ini..." Zhou Bing mengusap matanya berulang kali, khawatir semua yang didepannya hanya ilusi.


Sumberdaya yang Zhou Yuan keluarkan tidak kalah banyak dengan koin emas sebelumnya.


Zhou Yuan tersenyum canggung. "Ayah, semua ini bukan ilusi, emas dan sumberdaya mereka semuanya nyata."


Para Tetua yang ada di ruangan itu mematung serta mata mereka sulit untuk berkedip, pemandangan yang mereka lihat bahkan belum pernah disaksikan dalam mimpi sekalipun.


Zhou Yuan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia sudah menduga hal ini akan terjadi. Zhou Yuan ingin mengayunkan tangannya kembali namun Zhou Bing tiba-tiba mencegahnya.


Zhou Bing batuk pelan, "Yuan'er sudah cukup! Kau boleh pergi sekarang, kau bisa melakukan apa yang kau mau setelah semua ini selesai..."


Zhou Yuan tertawa kecil lalu mengangguk pelan, ia tidak membantah lalu mulai menarik diri dari sana.


"Anak ini... Jika aku biarkan begitu saja jantungku bisa berhenti betulan." Zhou Bing bisa melihat Zhou Yuan ingin mengeluarkan sesuatu lagi. Zhou Bing segera mencegahnya karena ia yakin apapun yang dikeluarkan cucunya pasti akan membuatnya terkejut lagi.


Mata Zhou Bing tidak lepas dari sumberdaya yang diberikan Zhou Yuan, dengan sumberdaya sebanyak itu dirinya yakin bisa menerobos ke pendekar Alam Cahaya.


Zhou Bing yang berpikir dirinya akan mentok di pendekar puncak Alam Kristal kini mulai menemukan harapan setelah melihat sumberdaya tersebut.

__ADS_1


"Ehem! Para Tetua, sebaiknya kita rahasiakan dulu hal ini dari orang lain..." Zhou Yao tersenyum canggung, tindakan puteranya memang tidak mudah ditebak tetapi tidak menyangka sampai seperti ini. "Sekarang yang terpenting adalah memindahkan uang dan sumberdaya itu ke gudang. Kita amankan dulu sebelum ada orang lain yang melihatnya."


Dengan koin emas sebanyak itu, tidak menutup kemungkinan seseorang akan terpancing berbuat kejahatan. Zhou Yao juga berpesan agar kejadian ini tidak dulu diketahui orang lain apalagi orang luar.


***


"Mereka pasti sangat terkejut..." Zhou Yuan tak bisa berhenti untuk tertawa ketika mengingat keterkejutan Kakek dan Ayahnya serta Para Tetua yang lain. Ia yakin mereka saat ini pasti akan sibuk dengan harta sebanyak itu.


Zhou Yuan keluar dari ruangan utama lalu hendak kembali ke adiknya tetapi ketika diperjalanan ia teringat dengan keberadaan Yifei. Zhou Yuan belum menemuinya hari ini jadi menyempatkan menjenguk gadis tersebut terlebih dahulu.


Yifei berada di kediaman khusus yang disediakan para tamu, ia tampak dilayani dengan baik oleh para pelayan yang menjamunya dengan penuh hormat.


Kedatangan Zhou Yuan pada kediamannya membuat gadis bahagia lalu buru-buru mendekatinya, namun ekspresi wajah Yifei justru tampak kesal dan cemberut ketika didekat Zhou Yuan.


"Apa kedatanganku mengganggumu?" Zhou Yuan menaikan alisnya atas ekspresi yang dibuat Yifei.


"Kenapa lama sekali, aku khawatir padamu sejak semalam."


Zhou Yuan tersenyum canggung, ia teringat belum mengabari gadis itu setelah kembali dari kediaman Keluarga Ling. "Aku lupa, maaf..."


Yifei mendengus lalu membuang wajahnya, Zhou Yuan tidak tahu bahwa semalam gadis itu tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan keselamatannya.


Meski dia mengetahui kekuatan Zhou Yuan namun Yifei tetap khawatir terhadap keselamatannya, bagaimanapun dunia persilatan sangat kejam, hal tidak terduga bisa terjadi kapan saja.


Zhou Yuan menggaruk kepala melihat Yifei marah padanya, satu hal yang terlintas dari benaknya agar gadis itu tidak marah lagi adalah melakukan sesuatu tetapi Zhou Yuan tidak yakin dengan hal tersebut.


Zhou Yuan kemudian mengecup pipi Yifei ketika gadis itu membuang wajah, sontak membuat seluruh wajah Yifei yang putih mendadak memerah seperti kepiting rebus.


"Kenapa kau menciumku..." Tanya Yifei kikuk, segera meringkuk ke pelukan Zhou Yuan.


"Entahlah, mungkin karena aku selalu senang ketika kau melakukan hal yang sama padaku..." Zhou Yuan tersenyum dan mengelus pipi Yifei.


Wajah Yifei semakin memerah, ia membenamkan wajahnya di dada bidang Zhou Yuan dengan tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2