
Zhou Yuan dan Yifei akhirnya tiba di lapangan kota, terlihat banyak sekali warga sekitar yang berkumpul disana.
Tempat pelelangan nyatanya cukup terkenal hingga membuat sejumlah besar warga berdatangan, baik itu hanya sekedar menonton atau mengikuti acara tersebut.
Terdapat puluhan kursi yang sudah disediakan, hampir seluruhnya telah terisi. Mereka yang ingin mengikuti pelelangan ini harus mendaftar terlebih dahulu sebelum bisa mendapatkan tempat duduk.
Didepan kursi-kursi tersebut ada sebuah panggung yang cukup mewah, dimana nanti panitia pelelangan akan memimpin acara ini disana.
Pandangan Zhou Yuan lalu menelusuri sekitar untuk mencari keberadaan Jiang Long, beberapa saat kemudian ia menemukan pria paruh baya itu sedang duduk di salah satu kursi. Zhou Yuan dan Yifei kemudian menghampirinya.
"Kenapa lama sekali, kupikir kalian akan terlambat datang?" Jiang Long bertanya, ia nyatanya sudah memesan dua kursi untuk Zhou Yuan dan Yifei.
"Ada sedikit kendala ketika diperjalanan, Senior." Zhou Yuan yang menjawab, matanya kemudian melihat sekeliling. "Apa pelelangan ini sudah dimulai?"
"Tidak lama lagi, ah, baru saja dibicarakan mereka akhirnya membuka acaranya..." Jiang Long menunjuk ke panggung, panitia pelelangan kini sudah naik ke atas panggung.
Zhou Yuan menoleh ke arah serupa, panitia pelelangan itu merupakan seorang gadis yang usianya 30 tahunan, mendadak ketika panitia itu muncul susana sekitar berubah menjadi hening.
"Yuan'er, aku mendengar bahwa ada banyak barang berharga yang dijual pelelangan ini, mungkin beberapa bisa membuatmu tertarik..." Bisik Jiang Long di telinga Zhou Yuan.
Jiang Long mendapatkan informasi tersebut dari obrolan orang-orang sekitarnya. Selain sebuah barang perhiasan, ada juga sumberdaya, senjata yang akan dilelang nanti.
Zhou Yuan mengangguk, ia berharap juga demikian. Mata Zhou Yuan kemudian terpusat ke panitia yang saat ini sedang membuka acaranya dengan penyambutan serta sedikit berbasa-basi.
Zhou Yuan juga melihat di kursi paling depan, mereka yang duduk di dekat panggung merupakan orang-orang terpandang serta orang-orang kaya, acara pelelangan ini nyatanya juga menarik minat para bangsawan yang ada di Kota Lily.
Bukan hanya itu, para pendekar juga ada yang mengikuti pelelangan, ini menunjukkan ada perlengkapan pendekar yang nanti akan dijual.
__ADS_1
"Baiklah, karena sepertinya kalian sudah tidak sabar dengan barang-barang yang dilelang oleh kami jadi kita mulai saja acaranya..." Panitia perempuan yang membawa acara kemudian menyuruh asistennya membawa satu barang yang berada di belakang panggung.
Sebuah guci menjadi barang lelangan pertama yang ditunjukkan, guci itu tampak mewah dengan ukiran emas dan kristal merah di tengahnya.
"Barang pertama kita adalah guci dari seorang pedagang, seperti yang kalian lihat, guci ini merupakan guci hiasan yang langka, kristal yang digunakan dalam pembuatannya merupakan kristal dari pegunungan salju utara. Seseorang bisa memilikinya dimulai dari harga 100 keping emas..."
Zhou Yuan mengamati pelelangan itu dari jauh, ia pernah mendengar gunung salju utara yang dimaksud perempuan itu, sebuah gunung yang letaknya berada di sebelah utara kekaisaran Bulan.
Seperti namanya, gunung salju utara merupakan pegunungan yang bersalju dan bersuhu sangat dingin.
"Kudengar kristal dari gunung salju abadi sangat sulit ditemukan, pantas saja harga awalnya langsung seratus keping emas..."
Seratus keping emas sama dengan sepuluh ribu perak atau setara seratus ribu koin perunggu, di dunia persilatan uang sebanyak itu sangat besar.
"Aku ambil guci itu 110 keping emas..."
"Tidak, aku akan membelinya dengan harga 130 keping emas!"
Para peserta pelelangan mulai saling bersaing untuk memperebutkan guci kristal tersebut, mereka yang menawar hampir semuanya merupakan orang yang berasal dari kalangan bangsawan.
"Baik, 130 keping emas? Tidak ada yang menawar lagi, kalau begitu guci ini jatuh pada anda, selamat, untuk pembayaran anda bisa melakukannya setelah acara ini selesai..." Panitia pelelangan kemudian mengetuk palu beberapa kali, menandakan keputusan tidak bisa diubah lagi.
Zhou Yuan menyaksikan semua pelelangan itu satu demi satu, hampir semua barang yang dilelang merupakan barang hias sehingga membuat Zhou Yuan atau pendekar lainnya tidak tertarik.
"Baik, barang selanjutnya yang dilelang kali ini sedikit berbeda, seseorang yang menjualnya mengatakan bahwa ini adalah tanaman sumber daya bagi pendekar bernama Mawar Hitam. Harga awal 5000 keping emas..."
Mendengar kata sumberdaya, kini para pendekar yang bereaksi di pelelangan tersebut termasuk salah satunya adalah Jiang Long.
__ADS_1
Mawar Hitam memang tanaman yang bagus untuk dikonsumsi pendekar terutama untuk membantu pembentukan tenaga dalam sebesar 10 lingkaran. Kelopak mawar tersebut bisa dimakan secara langsung.
"Aku beli 5300 keping emas untuk mawar salju..."
"Tunggu dulu, aku bisa mendapatkannya seharga 5800 keping!"
Jiang Long kemudian berdiri. "Aku akan membeli bunga itu dengan harga 10.000 keping emas."
Semua pandangan langsung terarah pada Jiang Long, terkejut dengan harga yang ditawarkan pria paruh baya itu sementara Zhou Yuan yang ada disampingnya hampir menepuk jidatnya.
Meski Zhou Yuan mengetahui Jiang Long sangat kaya namun ia merasa Jiang Long terlalu berlebihan ketika dia mengeluarkan uangnya.
Dengan harga sebesar itu, para pendekar yang sebelumnya tertarik dengan mawar hitam memilih bungkam.
Dengan hasil demikian, tentu Jiang Long yang mendapatkan bunga salju tersebut. Tidak ada yang cukup gila menghabiskan uang hanya dengan membeli setangkai bunga.
"Kau lihat Yuan'er, kalau aku tidak ke tempat pelelangan ini mungkin aku tidak akan mendapatkan bunga hitam itu..." Jiang Long merasa puas mendapatkan barang yang dibutuhkan dalam pelatihannya selama ini.
Zhou Yuan tersenyum canggung, memang mawar hitam sangat langka dan memiliki khasiat yang tinggi untuk pendekar namun seharusnya harga mawar hitam tidak akan sampai 10.000 keping emas.
Perhatian Zhou Yuan kembali ke atas panggung, barang selanjutnya yang dilelang merupakan sebuah cermin hias dengan harga 10 keping emas.
"Memang siapa yang akan membeli cermin dengan harga setinggi itu..." Cibir Yifei melihatnya.
Disisi lain Zhou Yuan menyipitkan matanya, ia merasa akrab dengan cermin tersebut namun tidak ingat kapan ia melihatnya. Beberapa saat kemudian Zhou Yuan menyadari sesuatu. "Tidak mungkin-! Jangan bilang cermin itu..."
Zhou Yuan yakin cermin yang ada di panggung itu adalah cermin yang sama yang diberikan Kakek Bai padanya.
__ADS_1
Cermin tersebut merupakan cermin yang dapat membuka portal ketika penyerangan di istana beberapa minggu yang lalu, Zhou Yuan tidak mungkin salah melihatnya karena hanya ada satu cermin yang berbentuk demikian.