Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 98 — Markas Organisasi


__ADS_3

Zhou Yuan menghela nafas lalu menatap kedua gadis kembar itu, ia masih tidak percaya di dunia ini ada seseorang yang memiliki kemampuan khusus seperti itu namun setelah dipikir kembali, dirinya juga tidak jauh berbeda dengan mereka.


"Kenapa kalian memberitahukan hal ini padaku, bukankah katamu ini rahasia besar kalian berdua?"


"Jangan salah paham, ini hanya agar anda bisa percaya pada kami..." Kini Huang Qiyao yang menjawab, gadis itu telah menyudahi makan besarnya.


Huang Li menyikut adiknya pelan, merasa ucapan Huang Qiyao tidak sopan pada Zhou Yuan.


"Kakak mungkin tidak tahu bahwa Saudara Yuan sebenarnya memiliki usia lebih muda dari yang terlihat, artinya dia di bawah usia kita..." Jelas Huang Qiyao memberitahu.


Huang Li tersentak, ia menoleh ke arah Zhou Yuan berharap pemuda itu membantah perkataan adiknya tetapi Zhou Yuan tidak mengelak dari pernyataan tersebut dan hal itu membuat Huang Li terkejut.


Setahunya dari adiknya, Zhou Yuan saat ini sudah mencapai Alam Kristal, awalnya Huang Li berpikir Zhou Yuan seorang pendekar yang mempertahankan kemudaanya namun tidak menduga Zhou Yuan bahkan lebih muda dari usia mereka.


Di dalam sejarah, belum pernah mendengar ada seseorang pendekar yang mencapai Alam Kristal dalam usia belasan tahun, hal tersebut membuat Huang Li merasa tidak percaya.


"Nona Qiyao benar, Nona Li, kau tak perlu berbicara formal seperti itu, usia kita juga tidak berbeda jauh..." Zhou Yuan tersenyum tipis, masih sulit menduga ada seseorang yang bisa membaca pikirannya.


Zhou Yuan merasa harus berhati-hati pada Huang Qiyao dan berusaha untuk tidak menatap mata gadis itu.


"Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, kau berpikir harus berhati-hati padaku bukan?" Tebak Qiyao.


"Kau membaca pikiranku lagi?"


"Tidak, hampir semua orang mungkin akan bereaksi sama sepertimu, tidak akan menyenangkan berbicara dengan seseorang yang dapat membaca pikiranmu..." Huang Qiyao kemudian menutup salah satu matanya. "Dengan menutup mata kananku ini, aku tak dapat membaca pikiranmu. Hanya mata kananku yang bersyarat dapat membaca pikiran orang lain."


Zhou Yuan menaikan alisnya lalu menoleh ke arah Huang Li yang mengangguk atas pernyataan adiknya.


"Jadi bagaimana kau melawan Organisasi Semut Hitam, biarpun kita sudah mengetahui markasnya namun mengalahkan mereka juga bukanlah hal mudah."


Huang Li lagi-lagi menyikut adiknya karena merasa ucapan adiknya tidak sopan, biarpun Zhou Yuan dibawah umur keduanya namun tetap saja senioritas di dunia persilatan yang terkuat adalah mereka yang dihormati.


"Untuk masalah ini aku ingin melihat situasi markas mereka terlebih dahulu sebelum membuat rencana, bisa jadi rencana yang kita susun sekarang akan berbeda dengan situasi di lapangan." Zhou Yuan mengatakan lebih baik mereka berangkat besok saat hari masih terang.


Huang Li dan Qiyao tidak membantah, mereka sudah melihat tingkatan kekuatan Zhou Yuan, setiap pertimbangannya pasti penuh dengan perhitungan matang.


Keesokan harinya ketiganya langsung berangkat, markas Semut Hitam sebenarnya tidak jauh dari kota Shena, memerlukan waktu dua belas jam dengan berlari menggunakan tenaga dalam hingga mereka bisa sampai ke lokasi.

__ADS_1


Saat ketiganya tiba, hari sudah gelap. Zhou Yuan bisa melihat markas Semut Hitam dari jarak jauh dengan pandangan matanya yang tajam.


Huang Li dan Qiyao berjalan di belakang Zhou Yuan, ketiganya berhenti di semak-semak tepat markas Semut Hitam dihadapan mereka.


Markas Semut Hitam dibangun di tengah hutan tepat di sekitar rawa-rawa, biarpun di atasnya ada dinding kayu namun menurut Huang Li markas organisasi tersebut terletak di bawah tanah.


Setelah melihat markas organisasi itu secara langsung, Zhou Yuan menilai organisasi Semut Hitam bisa dibilang merupakan organisasi kecil.


Organisasi mereka adalah penjahat yang tidak mau terikat dengan dunia persilatan, biasanya organisasi seperti ini hanya bertindak demi kesenangan mereka semata.


Hal ini dinilai dari sistem cara kerja organisasi itu yang hanya menyerang mereka yang bukan pendekar atau yang lebih lemah, menyerang desa, menjarah banyak harta, menculik, serta menjualnya menjadi budak.


Menurut Zhou Yuan, kelompok-kelompok seperti inilah yang lebih jahat daripada organisasi besar yang cenderung ingin menguasai suatu wilayah.


Ada beberapa penjaga di sekitar gerbang masuk markas, mereka semua adalah pendekar Alam Perunggu dan hanya satu yang mencapai Alam Perak.


"Jadi bagaimana rencanamu sekarang?" Tanya Huang Qiyao.


Zhou Yuan memperhatikan markas organisasi itu selama beberapa saat. "Ada satu yang ingin kutanyakan pada kalian terlebih dahulu, seberapa hebat kalian dalam menyusup?"


"Sebenarnya kemampuan terbaik kami adalah menyusup, baik aku ataupun adikku adalah pendekar yang ahli melumpuhkan lawannya secara diam-diam." Huang Li menunjukkan beberapa pisau lempar di kantong pinggangnya.


Zhou Yuan mengangguk. "Kalau begitu rencananya sempurna, kalian berdua harus menyusup ke dalam dan membebaskan tawanan mereka."


"Hm? Lalu bagaimana dengan dirimu?"


"Kita tidak menyusup bertiga bersamaan, penjagaan mereka cukup ketat, salah satu dari penjaga itu ada yang terbunuh maka yang lain akan segera mengetahuinya." Zhou Yuan menunjuk salah satu pos penjaga di atas menara. "Sementara aku membuat perhatian mereka ke arahku, kalian harus membebaskan tawanan yang lain."


"Hm, jadi kau ingin membuat perhatian mereka tertuju padamu sementara kami menyusup ke sana?"


Zhou Yuan tersenyum tipis, "Benar, karena kalian sudah mengerti jadi kita lakukan rencananya sekarang."


Kedua gadis itu terkejut, tidak menduga Zhou Yuan akan memiliki rencana gila seperti ini. Sebelum mereka menghentikan rencana Zhou Yuan tiba-tiba pemuda itu sudah keluar dari semak-semak dan berjalan ke arah para penjaga.


"Siapa kau! Apa yang kau lakukan datang ke markas Semut Hitam?!


Para penjaga segera bereaksi dan segera menarik pedang mereka masing-masing saat melihat kemunculan Zhou Yuan.

__ADS_1


"Tidak perlu marah, kalian adalah kelompok penjahat, organisasi kalian dibayar tinggi di serikat pahlawan jadi tidak perlu mengherankan ada seseorang datang kesini." Zhou Yuan tertawa kecil.


Zhou Yuan langsung bergerak cepat usai berkata demikian dan tiba-tiba muncul di dekat para penjaga itu.


Dengan jari-jarinya yang sudah dialiri tenaga dalam, Zhou Yuan mengayunkan tangannya dan memotong salah satu kepala penjaga. Semuanya begitu cepat, sebelum penjaga yang lain bereaksi, Zhou Yuan sudah menghilang dan memenggal kepala penjaga di sekitar jangkauannya.


Dalam waktu singkat Zhou Yuan sudah membunuh para penjaga di pintu gerbang.


"Hm, markas ini tidak terlalu buruk..." Zhou Yuan melihat gerbang markas yang dibangun dengan kayu yang kokoh sebelum ia mulai berjalan masuk ke dalamnya.


"Penyusup! Ada penyusup!"


Baru Zhou Yuan melewati pintu gerbang, sudah ada belasan pendekar yang menyambutnya. Zhou Yuan belum semenit disini nyatanya keberadaannya sudah cepat tersebar ke anggota yang lain.


"Oh, tidak ada basa-basi terlebih dahulu." Zhou Yuan menarik pedang pusaka ayahnya lalu menyambut belasan pendekar itu.


Hampir semuanya yang menyerangnya adalah Alam Perunggu, tidak kesulitan bagi Zhou Yuan untuk melawan belasan pendekar itu dengan kemampuannya. Dalam sekejap, Zhou Yuan sudah menghabisi belasan pendekar itu tetapi disisi lain ada banyak pendekar lain berdatangan.


"Ini lebih banyak dari yang aku duga..." Zhou Yuan tersenyum tipis melihat puluhan anggota lain sudah menarik pedang ke arahnya.


"Semuanya, serang dia!"


Bersamaan dengan teriakan itu, puluhan organisasi para penyamun itu menyerbu Zhou Yuan.


Zhou Yuan menarik nafas yang dalam sebelum kembali menyerang mereka, para anggota penyamun itu tidak terlalu memahami dunia persilatan karena mereka selalu melawan penduduk desa yang tidak memiliki kemampuan beladiri sehingga tidak mengherankan menganggap jumlah adalah kekuatan terbesar mereka tanpa tahu semua itu tidak berarti jika melawan Zhou Yuan.


Pedang Zhou Yuan mencabut nyawa mereka satu persatu sehingga kini mayat di tanah semakin banyak bahkan saling tumpang tindih. Ketika Zhou Yuan membunuh salah satu dari mereka yang lain tidak menyadari.


Barulah setelah setengah dari puluhan pendekar itu tumbang, pendekar lain tersadar. Mereka ingin mengambil jarak dengan Zhou Yuan namun semuanya sudah terlambat.


"Apa kau pikir bisa membunuh sesukamu!"


Di saat Zhou Yuan ingin membunuh lebih banyak lagi, seorang pendekar puncak Alam Emas datang dan memberikan serangan tapak.


Zhou Yuan menyambut serangan tapak itu dengan tapaknya hingga kedua tapak saling beradu dan menimbulkan daya kejut diudara.


Pendekar puncak Alam Emas yang menyerang Zhou Yuan terpental belasan langkah dengan luka dalam serius di tubuhnya sementara Zhou Yuan masih berdiri ditempatnya semula.

__ADS_1


__ADS_2