Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 65 — Kerjasama


__ADS_3

Zhou Yuan dan Linxia mulai bergerak setelah para peserta yang lain sudah pergi, keduanya menggunakan rute berbeda saat memasuki Gunung Bambu.


Berbeda dengan semua peserta yang hampir seluruhnya bergerak masuk lebih dalam, Linxia justru memilih jalan memutar di sekitar perbatasan gunung bambu terlebih dulu.


"Kupikir di sekitar gunung ini semuanya adalah tanaman bambu, ternyata ada juga pohon dan semacamnya..."


Zhou Yuan sedikit terkejut ketika melihat hutan yang mengelilingi gunung bambu tidak berbeda jauh dengan hutan biasa, yang membedakan hutan itu hanya memiliki jumlah tanaman bambu yang lebih banyak.


Saat keduanya bersama hampir tidak ada percakapan yang terjalin, Zhou Yuan memilih diam sambil melihat strategi apa yang akan digunakan tunangannya itu untuk memenangkan kompetisi ini sementara Linxia diam karena ia bukanlah orang yang suka berbasa-basi kecuali berkata sesuatu yang menurutnya penting.


Setelah beberapa menit, barulah Zhou Yuan paham strategi gadis itu. Sebenarnya rencana Linxia sederhana yaitu ia ingin mencari Anggrek Bulan secara bertahap.


Dimulai dari mencari di perbatasan gunung sebelum nanti keduanya memasuki hutan gunung bambu lebih dalam lagi.


Memang tidak ada jaminan Anggrek Bulan akan ada di kedalaman hutan, sebaliknya boleh jadi tanaman itu tumbuh ditempat paling luar yaitu di perbatasan.


Keduanya terus bergerak hingga matahari mulai tumbang di ufuk barat, dalam perjalanannya tidak ada masalah yang serius kecuali beberapa siluman yang menghadang namun keduanya bisa mengatasinya dengan mudah.


"Apa kau akan berisitirahat disini?" Zhou Yuan membuka percakapan setelah keduanya berdiam cukup lama.


Linxia tiba-tiba menghentikan langkahnya, ia tidak langsung menjawab melainkan memperhatikan lingkungan sekitarnya. "Kurasa aman, kita akan bermalam disini..."


Zhou Yuan memperhatikan gadis itu, sebenarnya ia sedikit kagum dengan kepandaian Linxia setelah bersamanya sejak beberapa jam lalu.


Linxia tidak asal bergerak saat ia memilih jalan, hampir semuanya sudah diperhitungkan termasuk siluman-siluman yang bakal menyerang keduanya.


Hal ini menunjukkan kalau gadis itu memiliki pengalaman yang matang ketika berada di dalam hutan termasuk jika bermalam di sana.

__ADS_1


Linxia segera mencari ranting atau kayu bakar untuk bisa membuat api unggun, sementara Zhou Yuan tanpa mau diperintah memilih inisiatif memburu hewan disekitarnya untuk dijadikan makan malam nanti.


Ketika Zhou Yuan kembali dari berburu, gadis itu sudah membuat api unggun. Zhou Yuan memberikan satu ayam hutan padanya sementara ia juga memiliki satu di tangannya.


Tidak ada percakapan diantara mereka saat makan ayam bakar, ketika malam semakin larut, Linxia berniat memilih yang berjaga terlebih dahulu.


"Kau beristirahat saja, biar aku yang berjaga malam ini..." Linxia duduk di dekat api unggun sementara Zhou Yuan duduk tak jauh darinya.


Zhou Yuan mengangkat salah satu alisnya, "Hm, kau yakin, kurasa kau yang lebih membutuhkan istirahat disini?"


Linxia dan Zhou Yuan bergerak selama lebih dari delapan jam tanpa berhenti atau istirahat, Zhou Yuan mungkin tidak akan lelah karena kekuatan tulangnya tetapi tidak bagi gadis itu.


Meski Linxia berusaha menyembunyikan kelelahan itu namun Zhou Yuan yang berpengalaman mengetahui situasinya lebih jelas.


Linxia menghela nafas. "Tatapanmu itu... Apa kau memandangku seperti itu?"


"Tatapan merendahkan, tatapan seperti orang tua yang berhadapan dengan anak kecil. Kau memandangku seperti itu bukan?"


Zhou Yuan sedikit terkejut, tidak menduga Linxia bisa menebak pikirannya dengan tepat. Memang benar bagi usianya sekarang, Zhou Yuan memandang gadis itu tidak lebih dari anak-anak yang baru menginjak usia remaja.


"Baru pertama kali ini ada seseorang yang memandangku seperti itu dari generasi yang sama, aku benar-benar tidak memahamimu." Linxia sedikit melirik Zhou Yuan sebelum perhatiannya kembali tertuju ke api unggun.


Zhou Yuan tersenyum tipis, tidak membalasnya lebih jauh.


"Apa kau juga selalu menyembunyikan kekuatan aslimu dari orang lain?" Linxia kali ini yang bertanya, tangannya melemparkan ranting kayu kedalam api unggun.


"Aku tidak mengerti maksudmu?"

__ADS_1


"Jangan pura pura tidak tahu atau memandangku seperti anak kecil yang mudah dibohongi, aku tahu kau sudah mencapai tingkatan Alam Emas?"


Zhou Yuan mengerutkan dahinya.


"Aku menyadarinya saat menahan serangan gelombang pedangmu di air terjun, kekuatan setingkat itu hanya bisa dilepaskan oleh mereka yang berada di tingkatan Alam Emas."


Linxia mengetahui hal tersebut dari pengalamannya saat berlatih bersama ayahnya, kebetulan situasinya persis sama, ia terdorong ketika menahan gelombang pedang ayahnya ketika latihan.


Tentu saja Linxia terkejut dengan kekuatan yang Zhou Yuan lepaskan, alasan yang sama kenapa gadis itu langsung memilih Zhou Yuan sebagai partnernya di kompetisi ini.


"Kalau kau tidak mau menjawabnya, aku tidak masalah..." Linxia kembali melemparkan ranting. "Terlepas dari itu, aku akan memaafkan atas kejadian di air terjun sebelumnya asal kau mau membantuku memenangkan kompetisi ini.


"Aku akan memberikan semua hadiahnya padamu, tentu saja termasuk anggrek bulannya tetapi yang harus tercantum menang di atas panggung adalah aku, bagaimana?" Linxia menjabarkan singkat kerjasamanya.


Zhou Yuan terdiam beberapa saat, Linxia jelas mengincar popularitas yang di dapatkan bagi si pemenang kompetisi.


Zhou Yuan sebenarnya tidak perlu bekerjasama dengan siapapun dalam memenangkan kompetisi ini tetapi mengingat ia punya masalah dengan gadis itu, tidak ada salahnya ia membantunya.


Lagipula kerjasama itu tidak merugikannya sama sekali, Zhou Yuan membutuhkan Anggrek Bulan untuk pelatihannya.


Setelah berpikir beberapa kemungkinan akhirnya ia mengangguk dan menyetujui kesepakatan gadis itu.


Satu hal yang Zhou Yuan baru tahu meski Linxia masih berumur 14 tahunan, ia adalah wanita yang memiliki wawasan luas serta memiliki pengamatan yang tajam.


Dilihat dari reaksinya ketika Zhou Yuan setuju, gadis itu sepertinya tidak terlalu terkejut seolah semuanya sudah direncanakan.


Tebakan tersebut memang tidak salah, Linxia nyatanya sudah merencanakan semua ini jauh-jauh hari sebelum kompetisi di mulai.

__ADS_1


Harus Zhou Yuan akui, gadis ini lebih cerdas dari dugaannya, sepertinya ia tidak boleh memandang gadis itu seperti anak kecil lagi.


__ADS_2