
"Kau!" Lian Zhenghua terlambat menyadari pisau angin yang dilepaskan Zhou Yuan sejak awal memang mengincar Tetua organisasi terakhirnya.
Kemarahan menyelimuti perasaan Lian Zhenghua, ia menatap Zhou Yuan dengan tatapan kebencian. Empat Tetua yang selama ini ia latih kini mati didepan matanya sungguh membuat hati Zhenghua terluka.
"Aku tidak membiarkanmu hidup, kau harus mati ditanganku!"
Lian Zhenghua kemudian mengalirkan tenaga dalam pada dua pedangnya lalu menyilangkan dua pedang itu. Tak lama kemudian pedang tersebut bersinar terang dan tubuh Lian Zhenghua secara perlahan mulai terpecah menjadi dua belas tubuh.
Zhou Yuan menyipitkan mata, ia mengetahui sebelas diantara mereka hanya sebuah ilusi namun Zhou Yuan tidak berhasil membedakan dimana diantaranya yang asli.
Menyadari reaksi Zhou Yuan, Lian Zhenghua tersenyum. "Kenapa diam, apa kau takut?"
"Takut?" Zhou Yuan menaikan alisnya. "Jelaskan kenapa aku harus takut, andai mereka asli sekalipun kau belum tentu bisa mengalahkanku."
Zhou Yuan sebenarnya sedikit berdecak kagum di dalam hatinya, harus dirinya akui teknik ilusi Lian Zhenghua gunakan merupakan ilusi tingkat tinggi yang ia temui karena baik indra penglihatan, penciuman, atau pendengaran, tidak dapat membedakan mereka.
Lian Zhenghua menggenggam pedangnya lebih erat, tanpa banyak bicara ia dan sebelas tubuhnya mulai bergerak ke arah Zhou Yuan dan menyerangnya secara bersamaan.
Zhou Yuan menghindari setiap serangan yang datang tanpa kesulitan sedikitpun, biarpun Bayangan Lian Zhenghua mengepung dirinya dari berbagai arah tetapi dengan kelincahannya Zhou Yuan mampu menghindari semua serangannya.
Lian Zhenghua merapatkan giginya, tidak hanya kuat tetapi Zhou Yuan juga memiliki kecepatan refleks yang tinggi, bayangan tubuhnya pun tidak ada yang berhasil melukai Zhou Yuan meski pemuda itu dikepung sekalipun.
Zhou Yuan terus menghindar selama beberapa waktu sebelum akhirnya ia bergerak dan menebaskan pedangnya ke arah salah satu dari mereka.
Bayangan Lian Zhenghua yang terkena serangan pedang tersebut tidak bisa menghindar sehingga bayangan itu berubah menjadi debu.
Zhou Yuan terus mengurangi jumlah mereka, tidak membutuhkan waktu lama hingga 11 bayangan Lian Zhenghua habis dan kini tinggal satu yang tersisa yaitu tubuh Lian Zhenghua yang asli.
__ADS_1
Lian Zhenghua berdecak kesal, ia tidak menduga Zhou Yuan memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari perkiraannya.
Saat Lian Zhenghua ingin menggunakan jurus lainnya, Zhou Yuan sudah terlebih dahulu melakukannya.
"Teknik Pedang Elemen — Bayangan Halilintar!"
Zhou Yuan menggunakan teknik yang sama dengan Lian Zhenghua yaitu tubuhnya terpecah menjadi 12 tubuh.
"Bukankah teknikmu sudah basi, menggunakan cara yang sama dengan musuhmu, ilusi seperti ini tidak akan mempan kepadaku!"
"Ilusi? Kau boleh mencobanya..." Zhou Yuan tersenyum sinis sebelum menyerang Lian Zhenghua dengan 12 tubuhnya.
Awalnya Lian Zhenghua tersenyum dan siap menghancurkan bayangan Zhou Yuan tetapi setelah melihat bayangan itu memotong udara disekitarnya, dirinya menyadari ada sesuatu yang salah.
Butuh waktu beberapa saat untuk pria tua itu menyadarinya, Jantung Zhenghua berhenti sejenak saat menyadari 12 tubuh Zhou Yuan merupakan tubuh asli dan tidak ada diantara mereka yang merupakan ilusi.
Lian Zhenghua sulit mengatur ketenangannya apalagi ketika ia mulai diserang dari berbagai arah oleh 12 tubuh Zhou Yuan.
Dua belas tubuh Zhou Yuan kembali menyatu setelah lima detik ia menggunakan tekniknya, hal tersebut memberi waktu Lian Zhenghua untuk mengambil jarak dengannya.
Lian Zhenghua mengatur nafasnya sebelum menghentikan pendarahan ditubuhnya yang kini dipenuhi luka tebasan pedang, meski bukan luka yang serius namun luka tersebut lumayan dalam dan ini akan berpengaruh pada pertarungan ke depannya.
"Bagaimana, bagaimana kau bisa melakukan itu?" Lian Zhenghua tidak menahan rasa penasarannya.
Zhou Yuan tersenyum tipis, tidak langsung menjawabnya, pandangannya tertuju ke salah satu arah, "Sepertinya kau kedatangan seorang tamu?"
Selepas Zhou Yuan berkata demikian kemudian belasan jarum bergerak cepat mengarah padanya. Zhou Yuan segera mengayunkan pedangnya untuk menangkis setiap jarum tersebut lalu kemudian menoleh ke arah sang pelempar jarum tersebut.
__ADS_1
Orang yang melemparkan jarum itu adalah seorang gadis yang berusia belasan tahun serta memiliki paras yang manis. Zhou Yuan akan berpikir demikian hanya saja ia mengenal gadis tersebut yang usianya lebih tua dari nenek-nenek.
"Pemuda tampan, sepertinya kekuatanmu tidak buruk juga hingga bisa menyadari hawa keberadaanku?" Gadis itu tersenyum lebar.
"Nona Lin ternyata kau sudah datang, bukankah seharusnya kau akan kesini satu atau dua hari lagi, kenapa begitu cepat dari jadwal yang seharusnya?" Tanya Zhou Yuan, memiringkan kepalanya.
Gadis yang melemparkan jarum pada Zhou Yuan adalah Lin Ran yang merupakan pemimpin dari Organisasi Salju Abadi. Kekuatan Lin Ran berada di Alam Cahaya dengan 6 meridian yang terbuka.
"Anak muda, kau ternyata megenalku, harus kuakui aku cukup tersanjung mendengarnya karena tidak menduga kecantikanku akan terkenal sampai kekaisaran sebelah..." Lin Ran tertawa kecil yang terlihat seperti gadis yang manis.
"Tentu saja Nona Lin, alasanku menyerang Gunung Tengkorak karena berkaitan dengan kedatanganmu, bisa dibilang kau adalah kandidat yang harus aku bunuh juga."
Lian Zhenghua mengerutkan dahi, tidak menduga Zhou Yuan sudah mengetahui tentang kedatangan tamu dari Kekaisaran Bulan, pria tua itu baru mengetahui Organisasi Bayangan Malam mempunyai keahlian dalam mengumpulkan Informasi.
Senyumannya Lin Ran perlahan pudar dan tatapan berubah menjadi dingin setelah Zhou Yuan berkata demikian.
Ia melompat ke sisi samping Lian Zhenghua dan memberikan beberapa pil padanya. "Ketua Lian, sebaiknya anda sembuhkan luka terlebih dahulu, masalah pemuda ini biar aku yang mencoba melawannya, kuharap dia cukup menghiburku..."
"Kekuatan pedangnya lebih tinggi daripadaku, sebaiknya kau harus hati-hati pada serangan jarak dekatnya." Lian Zhenghua mengingatkan.
"Aku tahu, aku ingin lihat seberapa kuat dia melawan jarum beracunku!"
Lin Ran kemudian mengeluarkan jarum disela jari-jarinya sebelum menembakkan ke arah Zhou Yuan dari jarak jauh.
Zhou Yuan menangkis jarum itu dengan gerakan seminimal mungkin sementara beberapa darinya menghindar. Zhou Yuan cukup berhati-hati dengan jarum Lin Ran, selain karena ketajamannya yang dapat menembus tubuh seseorang, jarum itu mengandung racun yang mematikan.
Zhou Yuan terus menghindar sebelum ia bergerak dan mencoba berlari ke arah Lin Ran. Zhou Yuan sadar, Lin Ran sangat lemah jika bertarung dalam jarak dekat.
__ADS_1
Menyadari Zhou Yuan bergerak ke arahnya, Lin Ran tidak tinggal diam, dia mengeluarkan jarum lainnya tetapi kali ini jarum itu berbeda.
Jarum tersebut lebih kecil dari jarum sebelumnya terutama ukurannya yang seperti sehelai rambut. Seseorang akan kesulitan melihatnya dengan jelas jika tidak memperhatikannya dengan teliti. Lin Ran kemudian melemparkan jarum tipis itu, kecepatan tembakannya dua kali lipat dibandingkan jarum sebelumnya.