Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 212 — Gunung Tengkorak II


__ADS_3

Anggota Gunung Tengkorak terpana melihat kejadian tersebut, panah-panah yang dilepaskan mereka sama sekali tidak ada yang melukai targetnya.


"Dia memakai baju pelindung?"


"Tidak mungkin?! Aku tadi mengarahkan panahku pada lehernya tapi tetap saja tak berhasil menembus kulitnya! Apa kau berpikir dia memakai baju pelindung di lehernya?"


"Aku tidak tahu, yang pasti kulitnya sepertinya sangat keras."


Meski tidak berhasil melukai Zhou Yuan, Anggota Gunung Tengkorak kembali mencoba melepaskan serangan panah lagi tetapi seperti serangan pertama, panah-panah itu terpental usai mengenai tubuhnya.


Mereka mencoba beberapa kali dan hasilnya tetap nihil, tidak ada anak panah yang bisa menembus kulit pemuda itu.


"Kalian boleh mencoba sepuasnya tetapi hasilnya tetap akan sama..." Zhou Yuan tertawa mengejek melihat tingkah pasukan Gunung Tengkorak.


Anggota Gunung Tengkorak jadi terpancing dan tersulut emosi, menyadari serangan jarak jauh tidak berhasil melumpuhkannya, puluhan Anggota Gunung Tengkorak mulai mengeluarkan senjata mereka dan bergerak menyerbu Zhou Yuan.


Tawa Zhou Yuan menghilang digantikan senyuman dingin, saat jarak dirinya dan puluhan lawannya dekat ia kemudian melepaskan aura pembunuh yang pekat, membuat mereka kesulitan bernafas serta lutut mereka terasa lemas.


Zhou Yuan mengambil kesempatan itu untuk mulai menghabisi mereka satu persatu, pedang kusanagi yang memiliki ketajaman luar biasa dapat memotong lawannya dalam sekali serangan.


Dalam hitungan beberapa detik Zhou Yuan telah menghabisi belasan dari mereka. Anggota Gunung Tengkorak yang didekat Zhou Yuan berkeringat dingin dan berusaha untuk kabur namun aura pembunuhnya membuat tubuh mereka terasa lemas.


Tentu saja pasukan Gunung Tengkorak tidak menduga Zhou Yuan yang terlihat seperti pemuda belasan tahun telah memiliki aura pembunuh yang begitu kelam.


Zhou Yuan terus mengayunkan pedangnya, tidak membutuhkan waktu lama hingga anggota Gunung Tengkorak yang sebelumnya berniat menyerbunya kini telah dihabisi olehnya.


Pandangan anggota Gunung Tengkorak yang lain menelan ludah, tatapan mereka dipenuhi ketakutan yang luar biasa melihat Zhou Yuan apalagi aura pembunuh yang dilepaskannya.


"Kenapa diam saja, kalian tidak ingin menyerangku..." Zhou Yuan mengayunkan pedangnya untuk membersihkan darah yang menempel. "Jika kalian tidak maju, maka aku yang akan bergerak!"

__ADS_1


Zhou Yuan tidak menunggu lagi dan mulai berlari ke arah lawannya dengan kecepatan yang tinggi, pedang kusanagi kembali terayun, menghabisi anggota Gunung Tengkorak yang ada didekatnya.


Meski mereka adalah pendekar yang melatih teknik pembunuh namun rata-rata kekuatan Anggota Gunung Tengkorak hanya memiliki kekuatan di alam emas ke bawah.


Mereka boleh mencoba lari atau menyerang tetapi nasib mereka akan tetap sama, Zhou Yuan mampu menghabisi mereka dalam sekali tebasan.


Perasaan Zhou Yuan tidak bergeming saat membunuh puluhan Anggota Gunung Tengkorak meski beberapa dari mereka ada yang seorang perempuan.


Zhou Yuan mengetahui semua dari mereka telah menghabisi nyawa orang tidak bersalah, membiarkan mereka hidup justru akan memakan korban jiwa.


Zhou Yuan terus membantai anggota Gunung Tengkorak saat tiba-tiba sebuah panah melesat ke arahnya.


Anak panah itu bergerak lebih cepat di bandingkan anak panah sebelumnya serta dilapisi tenaga dalam yang besar. Zhou Yuan mengayunkan pedangnya ke anak panah itu untuk menghancurkannya namun saat pedang kusanagi menyentuhnya, sesuatu terjadi.


DUARR!!


Zhou Yuan mengerutkan dahi, sebelum ia mencerna situasinya beberapa anak panah yang lain sudah bermunculan dan menembak ke arahnya.


Zhou Yuan tidak lagi menahan anak panah itu melainkan menghindari dengan gerakan seminimal mungkin. Anak panah yang dihindari Zhou Yuan menancap di tanah, menimbulkan ledakan api lainnya.


Serangan panah itu membuat Zhou Yuan terus bergerak mundur hingga meninggalkan jarak antara Zhou Yuan dan anggota Gunung Tengkorak.


Setelah lumayan jauh barulah serangan ledakan panah itu berhenti, Zhou Yuan tetap tenang dan saat itu barulah ia menemukan seseorang yang memanahnya.


"Kemampuan tidak buruk juga..." Pemanah itu tersenyum tipis, menggunakan tenaga dalam pada suaranya agar terdengar Zhou Yuan yang berjarak jauh darinya.


"Dilihat dari kemampuanmu kau sepertinya memiliki jabatan penting disini, mungkinkah kau adalah salah satu dari empat Tetua Gunung Tengkorak?" Tebak Zhou Yuan.


"Kau mengetahuinya, berarti memang ada mata-mata di organisasiku..." Tetua pemanah itu menggeleng kepala. "Aku tidak tahu siapa kau, tapi melihat tindakanmu barusan aku tak bisa membiarkanmu pergi, kau harus mati disini!"

__ADS_1


Zhou Yuan tersenyum tipis, "Kau tenang saja, aku tidak akan pergi karena tujuanku kesini untuk menghancurkan organisasi kalian..."


Tetua pemanah mengerutkan dahi, baru kali ini ada seseorang yang begitu percaya diri menyerang markas pembunuh tanpa memiliki keraguan sedikitpun apalagi orang yang menyerang itu begitu terlihat muda.


'Dia terlihat muda tapi memiliki kekuatan yang tinggi, dari kemampuannya barusan, kekuatannya mungkin berada di puncak Alam Kristal...' Tetua pemanah mencoba mengukur kekuatan Zhou Yuan karena tidak berhasil membaca tingkatan pemuda itu.


Saat lawannya sedang berpikir, Zhou Yuan mengambil kesempatan itu untuk memperpendek jarak antara ia dan lawannya sambil melepaskan gelombang pedang.


Menyadari niat Zhou Yuan, Tetua panah kembali menembakkan anak panah lainnya, Ia tidak ahli bertarung dalam jarak sehingga bukan lawan Zhou Yuan jika bertarung secara langsung.


Tetua panah terus melepaskan anak panah sambil bergerak menjauh namun kecepatan berlari Zhou Yuan nyatanya diluar dugaannya. Dalam waktu singkat Zhou Yuan telah berhasil memperkecil jarak antar keduanya.


Jarak mereka semakin dekat, saat tinggal beberapa meter lagi dengan lawannya Zhou Yuan dikejutkan dengan sebuah energi pedang kuat mengarah padanya.


Energi pedang itu memiliki daya hancur yang tinggi, Zhou Yuan percaya diri dengan kekuatan pedang kusanagi, dia mengangkat pedangnya untuk menahan energi pedang tersebut.


Energi pedang itu memang tidak bisa melukai Zhou Yuan namun cukup untuk membuat Tetua pemanah memberi waktu untuk mengambil jarak dengannya.


Tetua pemanah mundur cukup lebar dan memastikan Zhou Yuan tidak menggapainya dengan mudah.


"Kau seharusnya tidak gegabah meski dia terlihat begitu muda?" Seseorang lain muncul dan berdiri di dekat Tetua Pemanah.


"Aku tahu, lagipula siapa yang menyangka dia memiliki kekuatan di alam cahaya!" Tetua Pemanah itu mendengus pada orang itu yang merupakan Tetua lain di Gunung Tengkorak.


Disisi lain Zhou Yuan memperhatikan orang yang baru datang tersebut, seperti Tetua Pemanah, dia berada ditingkatan yang sama namun keahlian mereka berbeda, orang yang melepaskan energi pedang sebelumnya memiliki senjata berupa pedang.


"Aku asumsikan kau juga Tetua disini, dua muncul berarti tinggal dua Tetua lagi, aku tidak keberatan menunggu kalian semua ke sini..." Zhou Yuan tersenyum lebar, kedatangan Tetua Pedang tetap membuatnya masih tenang.


*Tahukah anda bahwa hanya dengan Like saja, kalian sudah mendukung Author loh... Jangan lupa like dan Votenya.

__ADS_1


__ADS_2