
Ketua penyamun terkejut dengan kemunculan Zhou Yuan yang tiba-tiba, ia segera melompat mundur dan mengambil jarak dengan Zhou Yuan.
Ketua penyamun melihat goloknya yang kini sudah rusak, merasa tidak percaya dengan yang terjadi. Meski bukan pusaka namun golok ketua penyamun tersebut memiliki kualitas yang baik.
Pandangan Ketua penyamun terhadap Zhou Yuan berubah menjadi kewaspadaan. Satu hal yang ia pikirkan, pemuda di depannya adalah seorang pendekar.
"Siapa kau, apa urusanmu datang kesini?" Seru Ketua penyamun.
"Urusanku? Aku hanya seseorang yang lewat, kebetulan aku melihat aksi kalian pada desa ini..." Zhou Yuan melihat ke sekitarnya kemudian pandangnya jatuh ke arah penduduk desa. "Bagaimana kalau kalian membebaskan mereka, mungkin aku akan membiarkan kalian hidup."
Ketua penyamun mendengus, ia memberi instruksi pada lima bawahannya untuk menyerang Zhou Yuan.
Kelima penyamun maju dan mengayunkan goloknya, menghadapi hal tersebut Zhou Yuan tidak berusaha menghindar, dia membiarkan golok itu menyentuh tubuhnya.
Trang!
Golok-golok yang hendak melukai Zhou Yuan seketika hancur berkeping-keping saat bersentuhan dengan kulitnya. Sebelum kelima penyamun itu bereaksi Zhou Yuan sudah memberikan pukulan kepada mereka.
Satu pukulan cukup membuat mereka kehilangan nyawa, dalam waktu singkat Zhou Yuan membunuh kelima penyamun itu.
Para penyamun berjumlah sekitar 40 orangan dan hampir semuanya adalah pendekar yang berada di Alam Perunggu. Hanya Ketua mereka yang merupakan pendekar Alam Perak.
Dengan kekuatannya fisiknya yang sekarang, tidak membutuhkan pedang untuk mengalahkan mereka.
Ketua penyamun menelan ludah, ia sendiri tidak yakin bisa berbuat seperti yang Zhou Yuan lakukan. Para bawahannya menjadi ketakutan, beberapa mereka langsung menyandera gadis yang hendak mereka bawa sebelumnya.
"Berhenti! Jika kau mau penduduk desa ini selamat, menyerah lalu berlututlah!" Ketua penyamun berteriak mengancam.
Zhou Yuan tersenyum sinis, ia justru balik mengancam Ketua penyamun itu. "Kau boleh melakukan apa yang kau mau pada mereka, tapi sebagai gantinya kau harus bersiap resiko yang akan kuperbuat selanjutnya kepada kalian."
"Kau pikir aku takut pada ancamanmu?!"
"Oh, kau boleh mencobanya, kuyakin nyawamu akan melayang..." Zhou Yuan tersenyum dingin.
Ketua penyamun mengigit bibirnya, ia mengancam Zhou Yuan berharap pemuda itu akan menyerah namun tidak menduga Zhou Yuan justru malah balik mengancamnya.
Ketua penyamun tidak bodoh, dalam sekali lihat saja kekuatan Zhou Yuan jauh di atas kemampuannya. Kelompok yang dibawanya tidak cukup untuk mengalahkan pemuda itu.
Melihat Ketua penyamun itu sepertinya sudah tidak berani lagi, Zhou Yuan berkata pada yang lain. "Bagus, jika kalian mau selamat pergilah sekarang sebelum aku berubah pikiran dan membunuh kalian semua."
Ketua penyamun merapatkan gigi, merasa tidak terima dengan penghinaan ini, dengan berat hati ia memberikan instruksi pada lainnya untuk pergi meninggalkan desa tersebut.
__ADS_1
"Tuan pendekar, terimakasih berkat bantuan darimu kami bisa terbebas dari kejahatan mereka." Kepala desa menunduk hormat pada Zhou Yuan setelah para penyamun itu sudah pergi.
"Kita tunda dulu soal ini, untuk sekarang kita padamkan api-api yang membakar rumah kalian."
Zhou Yuan sebenarnya ingin membunuh para penyamun itu namun situasinya tidak tepat. Zhou Yuan harus mementingkan keselamatan penduduk di atas yang lain, dia bisa saja mengejar mereka sekarang namun rumah yang dibakar penyamun itu semakin meluas ke rumah sekitarnya.
Zhou Yuan bersama penduduk desa yang lain membantu memadamkan kebakaran itu. Membutuhkan satu jam dengan bantuan Zhou Yuan bisa memadamkan kebakaran tersebut.
"Terimakasih pendekar, kami sangat berhutang budi padamu."
Zhou Yuan mengangguk pelan, saat ini ia duduk di meja dengan beberapa masakan sudah tersaji di depannya. Penduduk desa menjamunya dengan hangat.
"Ehm, ngomong-ngomong kenapa mereka menyerang desa kalian, sampai harus membakar seperti ini..." Zhou Yuan sempat mendengar tentang pajak yang ditagih Ketua penyamun itu.
Kepala desa menghela nafas pelan, ia kemudian menjelaskan tentang para penyamun tersebut.
Singkatnya para penyamun itu sudah mendatangi desa mereka sejak empat bulan yang lalu. Penyamun itu tidak langsung menyerang penduduk desa melainkan memeras harta benda mereka dengan membayar pajak setiap minggunya.
Desa ini mempunyai pertanian dan perkebunan yang baik tapi tidak dengan penghasilan uang. Dalam empat bulan saja mereka sudah tidak sanggup membayar pajak yang dikemukakan para penyamun tersebut apalagi mereka menagih dengan biaya tarif yang tinggi.
Hasilnya ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, para penyamun marah dan membakar rumah-rumah penduduk desa seperti sebelumnya.
"Kenapa kalian tidak meminta tolong pada serikat?"
Kepala desa menjelaskan bahwa jumlah anggota penyamun yang Zhou Yuan hadapi sebelumnya belum seberapa. Anggota mereka sangat banyak sampai berjumlah ratusan orang.
Kepala desa kemudian teringat dengan kekuatan Zhou Yuan yang membuat para penyamun itu tidak berdaya, ia lalu meminta tolong padanya. Penduduk desa juga berpendapat serupa.
"Tenanglah, aku juga bagian dari serikat pahlawan. Aku akan menerima misi kalian..." Zhou Yuan mengangguk pelan sebelum menyantap makanan.
Kepala desa dan penduduk yang lain merasa lega, setidaknya mereka bisa tenang dengan keberadaan Zhou Yuan di desa ini.
Malam sudah tiba, Kepala desa membawa Zhou Yuan ke tempat tinggalnya agar pemuda itu bisa berisitirahat di sana. Malam itu Zhou Yuan memilih tidur, sudah tiga hari ini ia berbaring di atas tanah yang keras dan dingin, hingga merasa rindu dengan tempatnya tidurnya yang empuk.
Keesokan harinya saat Zhou Yuan baru membersihkan diri, tiba-tiba ada dua pemuda datang ke rumah Kepala Desa dengan tergesa-gesa.
"Apa yang terjadi, apa yang kalian lihat sebenarnya?" Kepala desa bertanya pada dua pemuda itu.
"Kepala desa, para penyamun itu, mereka kembali kesini dengan jumlah yang banyak."
Zhou Yuan yang mendengar itu mengerutkan dahi, rencananya hari ini ia akan mencari markas penyamun itu namun tidak menduga mereka akan datang kesini.
__ADS_1
***
Zhou Yuan dan Kepala desa keluar dari pintu gerbang desa untuk menemukan para penyamun sudah datang dengan jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya.
Zhou Yuan memerintahkan penduduk yang lain agar jangan ikut campur ketika menghadapi para penyamun ini. Zhou Yuan lebih bebas menghadapi mereka sendiri.
"Anak muda, kekuatanmu mungkin tinggi tetapi kau tidak akan menang jika kami semua bergerak maju. Jika kau tidak mau mati, letakan senjatamu mungkin aku akan membiarkanmu hidup!" Ketua penyamun berkata lantang.
Ketua penyamun begitu dendam atas perbuatan Zhou Yuan sebelumnya, ia mengumpulkan seluruh bawahannya yang mencapai dua ratusan orangan lalu kembali ke desa itu untuk membunuh Zhou Yuan.
"Bagaimana mungkin kau tau akan bakal mati..." Zhou Yuan tertawa kecil, sama sekali tidak takut dengan jumlah lawannya.
Zhou Yuan kemudian membisikan pada Kepala desa agar jangan ada yang membantunya. Pertempuran pasti terjadi, akan ada banyak jasad dari pertempuran ini.
Wajah Kepala desa menjadi pucat mendengar itu sebelum buru-buru mengangguk, ia kemudian masuk ke dalam desa dan menutup gerbangnya.
Pandangan Zhou Yuan lalu menoleh lagi ke arah para penyamun, tatapannya menjadi dingin.
"Kau tidak perlu mengancam lagi, kita langsung selesaikan saja disini." Zhou Yuan menarik pedang pusaka ayahnya. "Mau satu-satu atau semua sekaligus, aku siap melawan kalian."
Ekspresi Ketua penyamun menjadi buruk, ia berharap Zhou Yuan takut dengan jumlah kelompoknya mengingat usianya yang masih terlihat muda. Melihat Zhou Yuan masih berani melawannya membuat susana Ketua penyamun itu menjadi semakin buruk.
"Kau yang memintaku untuk membuat kuburanmu disini. Semuanya, serang dia bersamaan!" Seru Ketua penyamun.
Bertepatan dengan teriakan ketua mereka, ratusan anggota penyamun segera bergerak menyerbu Zhou Yuan.
Zhou Yuan tersenyum dingin, ia mengalirkan tenaga dalam pada pusakanya sebelum melakukan teknik pedang.
"Pedang Lima Elemen — Kilatan Cahaya!"
Saat para penyamun itu sudah di dekatnya, Zhou Yuan bergerak cepat seperti kilat sambil menebas musuh-musuhnya. Para penyamun itu tidak bisa melihat kecepatan Zhou Yuan saat tiba-tiba kepala mereka sudah terlepas dari tempatnya.
Dalam waktu satu kedipan mata, Zhou Yuan sudah membunuh tujuh penyamun di dekatnya. Membuat para penyamun lain ragu untuk bergerak maju.
Zhou Yuan tidak ada menunggu keraguan mereka, ia langsung bergerak maju menyerang yang lain.
Pedang Zhou Yuan bergerak lincah dalam menghadapi lawannya dan setiap kali pedangnya terayun, maka ada nyawa yang menghilang.
Ketua penyamun yang hendak ikut menyerang Zhou Yuan langsung menghentikan langkahnya, di matanya ia melihat Zhou Yuan begitu mudah membantai bawahannya hanya dalam sekali tebasan.
Zhou Yuan membunuh begitu cepat hampir di setiap detik dirinya bergerak, dalam waktu setengah menit, sudah tiga puluh orang yang tewas di pedang Zhou Yuan.
__ADS_1
...****************...
*Hm, masih banyak yang lupa sampai bab ini ada yang belum like... Meski hanya sederhana, Like juga sebagai bentuk dukungan kalian pada Author, apalagi yang lebih dari itu. Terimakasih...