
Sebagai peserta yang lolos, Zhou Yuan diberikan sebuah tempat tinggal sementara di Sekte Bambu Hijau sebelum kompetisi nanti akan dimulai.
Seorang murid membimbing Zhou Yuan dan Zhou Bing ke tempat tinggalnya, keduanya memasuki sekte lebih dalam lagi.
Dalam perjalanannya Zhou Yuan sempat melihat sekitar-sekitar sekte tersebut. Menurutnya sekte itu sangat mengagumkan dan terkesan asri dengan udara serta suasana hening disekitarnya.
Hampir di setiap sudut sekte Zhou Yuan melihat ada bambu yang tumbuh, mungkin alasan yang sama kenapa nama sekte itu disebut Sekte Bambu Hijau.
Sekte Bambu Hijau sangat luas, memiliki banyak bangunan yang semuanya terbuat dari bambu. Sekitar beberapa menit berjalan akhirnya Zhou Yuan dan kakeknya tiba di tempat tinggalnya di sekte ini.
"Semua peralatan rumah sudah lengkap di dalam termasuk makanannya, jika ada sesuatu yang dibutuhkan kalian bisa datang ke Vila Bambu." Murid itu kemudian berpamitan sesudah mengantarkan Zhou Yuan dan Zhou Bing.
Zhou Yuan segera memasuki kediamannya itu, ukurannya cukup besar untuk di tempati berdua, memiliki beberapa kamar dan ruangan di dalamnya.
"Sekte ini tidak main-main dalam menjamu para tamunya, berapa biaya yang mereka keluarkan untuk kompetisi ini..." Zhou Yuan bergumam pelan sambil melihat sekitarnya.
Kompetisi mencari Anggrek Bulan ini dimanfaatkan baik oleh Sekte Bambu Hijau sebagai promosi sektenya, mereka juga menggunakannya sebagai sarana memperkenalkan sekte tersebut pada dunia persilatan.
Zhou Yuan memilih salah satu kamar dari rumah tersebut sementara Kakeknya memilih di kamar yang lain.
"Akhirnya sampai juga..." Zhou Yuan langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidur, setelah menempuh perjalanan sekian lama akhirnya ia tiba ditujuan akhir.
Perjalanan pertama dirinya di kehidupan kedua ini terasa begitu panjang setelah banyak peristiwa yang terjadi.
Disisi lain dengan dirinya ikut keluar Zhou Yuan jadi mengerti situasi dunia persilatan sekarang, meski terkesan damai namun ada beberapa gejolak yang tak kasat mata dan siap meletus dalam beberapa waktu tahun ke depan.
Hari itu waktu masih sore, Zhou Yuan sempat menidurkan tubuhnya hingga ia terbangun di tengah malam. Sambil menunggu siang, Zhou Yuan memanfaatkan waktunya untuk berlatih Teknik Tulang Berlian.
Teknik Tulang Berlian Zhou Yuan sekarang sudah mencapai 90%, sedikit lagi untuk dirinya menyempurnakan teknik tersebut.
Zhou Yuan bisa merasakan bagaimana kehebatan kekuatan tulangnya setelah mencapai Alam Emas, tenaga fisiknya demikian mengagumkan bahkan sangat mengerikan.
Zhou Yuan tidak menunggu lagi lalu mulai bersila dan memejamkan mata, Zhou Yuan melakukan latihan penempaan tulang kembali.
__ADS_1
Perlahan-lahan keringat dingin mulai muncul di tubuh Zhou Yuan serta membasahi pakaiannya saat proses penempaan tulang terjadi, wajahnya terlihat menahan rasa sakit yang luar biasa.
Meski sudah bertahun-tahun melakukan pelatihan tulang ini, rasa sakit tidak akan menjadi terbiasa dirasakan seseorang.
Zhou Yuan terus menahan penderitanya sampai matahari terbit bahkan mulai terangkat ke langit. Tiba-tiba suara tulang patah terdengar keras, Zhou Yuan membuka mata untuk menemukan kualitas tulangnya telah meningkat signifikan.
Zhou Yuan telah menyempurnakan Teknik Tulang Berlian hingga seratus persen.
"Sudah kuduga, menyempurnakan penempaan tulang ini adalah langkah yang tepat dalam latihanku..." Zhou Yuan merasa antusias saat merasakan tenaga fisiknya menjadi kuat.
Zhou Yuan melakukan pergerakan kecil, mengayunkan tendangan atau memukul udara kosong, hasilnya tercipta pisau udara kecil saat tubuhnya digerakan cepat.
Zhou Yuan ingin mencoba kekuatan barunya lagi saat suara ketukan terdengar dari luar, Zhou Bing muncul dibaliknya.
"Yuan'er, Kakek akan pergi menemui Patriark Sekte, kau mau ikut?"
Zhou Yuan jadi teringat kalau alasan utama Zhou Bing ke Sekte Bambu Hijau bukan karena ingin mendaftarkannya ke kompetisi ini melainkan ia mempunyai urusan pribadi dengan patriark sekte tersebut.
Seketika pikiran Zhou Yuan jadi teringat tentang pertunangannya dengan anak Patriark itu.
Wajah Zhou Yuan memerah, merasa malu karena Kakeknya membaca pikirannya seperti buku.
Pada akhirnya Zhou Yuan tetap menolak ajakan Kakeknya itu, beralasan bahwa ia masih ingin istirahat disini lebih lama.
"Kalau begitu Kakek akan meninggalkanmu disini, jika kau bosan, kau bisa jalan-jalan disekitar sekte, ada banyak peserta lain yang melakukan serupa..."
Zhou Yuan mengangguk, "baik Kakek, Yuan akan memikirkannya."
Sekte Bambu Hijau memang terlalu indah untuk dijadikan sebuah sekte, andai mereka tidak menggunakannya dalam urusan beladiri, tempat sekte ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
Tidak mengherankan jika ada banyak peserta luar yang begitu takjub saat sampai disini, pemandangan serta suasananya mendukung seseorang untuk berelaksasi.
Selepas Kakeknya pergi, Zhou Yuan memilih membersihkan diri dan mengisi perutnya. Zhou Yuan sebenarnya ingin berlatih lagi namun karena semalam telah melakukan latihan yang membuat mentalnya kelelahan, akhirnya ia memilih istirahat terlebih dahulu.
__ADS_1
Zhou Yuan memanfaatkan waktu yang kosong itu untuk berjalan-jalan disekitar sekte seperti yang dikatakan kakeknya.
Ada jalan setapak yang menghubungkan satu tempat ke tempat lainnya di sekte ini, disisi kanan atau kirinya tertanam pohon bambu yang berjajar cukup tinggi.
Sesekali Zhou Yuan berpapasan dengan murid Sekte Bambu Hijau yang masih bertugas meladeni peserta yang baru mendaftar.
Kompetisi akan diadakan dua hari lagi, selama itu juga bakal ada peserta lain yang akan masuk dan memenuhi sekte. Karena sekte itu sangat luas, Zhou Yuan belum melihat dinding pembatasnya meski sudah berjalan-jalan beberapa menit.
Sekte Bambu Hijau adalah sekte terbesar di Kekaisaran Bulan, bukan karena wilayahnya saja yang luas tetapi karena kekuatan mereka juga sangat diperhitungkan didunia persilatan.
Terdapat tiga jagoan yang ada di sekte Bambu Hijau yang kini menjadi panatua sekte, tiga jagoan tersebut merupakan pendekar yang termasuk 10 jagoan terkuat di Kekaisaran Bulan seperti Xiao Fan.
"Hm, sebentar, dimana ini?"
Lamunan Zhou Yuan terpecah saat menyadari lingkungan disekitarnya menjadi berbeda serta terasa asing ketika ia terus melangkah.
Zhou Yuan tidak mau mengambil resiko lalu berputar balik tapi ia mendapati ada tiga persimpangan jalan dihadapannya. Zhou Yuan menggaruk kepala, jadi bingung karena tidak tau dari arah mana dia datang sebelumnya.
Zhou Yuan melihat sekitanya berharap ada seseorang namun yang ia dapati adalah kesendirian dan keheningan. Hal tersebut membuat Zhou Yuan berfirasat bahwa dirinya berada di lokasi yang salah.
Mengigit bibirnya, Zhou Yuan terpaksa mengambil salah satu arah dan berharap pilihannya itu benar menuju kembali ke penginapan.
Pilihan Zhou Yuan nyatanya salah namun ia menemukan sesuatu dari arah tersebut yaitu berupa air terjun.
"Aku tidak menyangka di sekte ini ada air terjun..." Zhou Yuan berdecak kagum melihat ketinggian air terjun tersebut yang sangat curam dilihat dari bawah.
"Siapa disana?"
Seseorang tiba-tiba menyahut suara Zhou Yuan, membuat anak muda itu menjadi waspada lalu menoleh ke sumber suara.
Mata Zhou Yuan melebar melihat ada seorang perempuan di dekat air terjun tersebut, masalahnya perempuan itu saat ini sedang berendam di sana tanpa busana. Keduanya saling bertatapan dengan emosi yang berbeda.
...****************...
__ADS_1
Boleh sedikit bertanya, bagaimana tanggapan kalian tentang cerita ini sampai eps ini? boleh jawab biar saya tahu....