Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 298 — Kemenangan dan Kehilangan


__ADS_3

Dalam peperangan, sering kali mereka yang menang akan berpesta untuk merayakannya namun kenyataannya rasa kehilangan serta suara tangis lebih keras daripada suara sorak kebahagiaan.


Meski Zhou Yuan ikut campur dalam peperangan itu dan mempengaruhi situasinya, keadaan tidak akan pernah berubah bahwa pasti ada kematian diantara dua belah pihak.


Setidaknya jumlah korban di pihak pasukan pemerintahan jauh lebih sedikit dibandingkan pasukan organisasi yang hampir semuanya terbunuh.


Padang rumput hijau yang dijadikan sebagai lokasi perang itu kini telah berubah warna menjadi merah karena banyak darah dimana-mana.


Setelah peperangan berakhir dan pasukan pemerintahan memenangkannya, mereka mulai membersihkan pertempuran itu dengan menguburkan mayat-mayat.


Pasukan pemerintahan akan di pisah dan dikubur secara terhormat dibandingkan pasukan organisasi. Barang-barang yang dimiliki para kriminal itu baik berupa pusaka, sumberdaya, dan uang akan diambil untuk dijadikan sebagai rampasan perang.


Setidaknya membutuhkan waktu dua hari hingga jasad-jasad itu terkubur secara seluruhnya, dengan demikian peperangan besar itu berakhir dengan kekalahan telak pasukan organisasi.


Setelah urusan di lokasi perang selesai, pasukan pemerintahan kembali ke klan Xiao, hampir di perjalanan tidak ada yang berbicara karena mereka masih dalam keadaan duka cita.


Zhou Yuan menyadari hal tersebut, Xiao Fan dan Jiang Long yang ingin berbicara dengannya menjadi banyak diam ketika saudara, teman, dan kerabat mereka meninggal di peperangan itu.


"Sejak dulu hingga sekarang, peperangan hanya meninggalkan luka dan kesedihan..."


Ingrid mengomentari suasana sedih tersebut sambil menggelengkan kepalanya perlahan. Gadis itu muncul dari pedangnya yang kini disematkan di pinggang Zhou Yuan.


"Terkadang kita harus mengorbankan kedamaian untuk mendapatkan kedamaian, mengorbankan kebebasan untuk mendapatkan kebebasan. Meski dunia cukup lucu tetapi terkadang kehidupan dapat dipahami dengan cara-cara sederhana." Zhou Yuan mengomentari pernyataan Ingrid.


"Itu yang tidak kupahami dari manusia, cara berpikir mereka terlalu rumit dan terkadang... Sangat konyol." Ingrid mengangkat bahunya.


Zhou Yuan tersenyum tipis, tidak membalas pernyataan gadis itu lebih lanjut.


Tak lama kemudian rombongan perang tiba di klan Xiao, kedatangan mereka menandakan hasil yang baik dari kembalinya banyak pasukan yang selamat.

__ADS_1


Pengurus-pengurus dari klan Xiao menyambut pendekar-pendekar yang telah berperang itu dengan ramah, memberikan mereka tempat istirahat dan makan.


Meski suasana sedih masih menyelimuti, Zhou Yuan diberikan sebuah ruangan khusus di klan Xiao.


Walau semua orang tidak mengenal identitas Zhou Yuan namun mereka sudah melihat kemampuan pemuda itu di medan peperangan. Semua yang melihat aksi Zhou Yuan sepakat bahwa pemuda itu jauh lebih menakutkan daripada para kriminal itu sendiri.


Zhou Yuan tidak keluar dari ruangannya selama tiga hari sampai suasana sedih di Klan Xiao akhirnya sedikit menghilang, disisi yang sama selama tiga hari tersebut Zhou Yuan sedang melakukan meditasi.


"Ini menakjubkan, ada kemungkinan aku bisa membuka meridian kesembilan tidak lama lagi..." Zhou Yuan membuka mata setelah sekian lama dan merasa semangat dengan hasil meditasi tersebut.


Pertarungan Zhou Yuan dan Huang Zhan nyatanya membuat pemuda itu mendapatkan pencerahan dalam seni beladirinya.


"Tunggu apa lagi, kau harus berlatih sekarang. Jika kekuatanmu meningkat maka kekuatanku juga akan semakin bertambah kuat." Ingrid yang mendengar kabar itu ternyata ikutan senang.


Zhou Yuan menggeleng, sebenarnya mudah saja ia berlatih sekarang namun ada yang membuatnya tidak bisa melakukan hal tersebut.


Alasan Zhou Yuan ikut ke klan Xiao karena ada hal yang ingin dirinya dapatkan.


"Senior Xiao..." Zhou Yuan memberikan hormatnya.


"Maaf Yuan'er, aku baru mendatangimu hari ini, ada banyak pekerjaan setelah peperangan telah selesai."


Zhou Yuan tersenyum sambil menggeleng pelan, dirinya cukup paham mengenai situasi klan Xiao yang sedang dalam masa berkabung.


Selain itu Zhou Yuan mendengar dari ruangannya kalau pendekar-pendekar yang berpartisipasi dalam perang sudah kembali ke tempat asal mereka.


Jiang Long memberikan kompensasi besar bagi pendekar-pendekar itu berupa uang dan sumberdaya sebagai hadiah karena mereka telah membantu pemerintahan untuk memberantas para kriminal itu.


Xiao Fan kemudian mengutarakan niatnya mengetuk ruangan Zhou Yuan karena ingin pemuda itu menghadiri rapat klan Xiao yang diadakan tak lama lagi.

__ADS_1


"Para petinggi klan Xiao sudah melihat kemampuanmu yang sangat tinggi jadi mereka berpikir untuk melibatkanmu dalam pertemuan itu, mereka sepertinya khawatir kau akan tersinggung jika tidak diajak rapat." Xiao Fan tersenyum tipis.


Zhou Yuan mengelus dagunya, ia sebenarnya ingin berbicara dengan Xiao Fan secara empat mata tetapi setelah dipikir ulang, ia juga sepertinya harus mengikuti rapat itu untuk mendapatkan informasi dunia persilatan saat ini.


Zhou Yuan akhirnya mengangguk menyetujui, Xiao Fan kemudian mengajaknya ke aula utama pemerintah klan Xiao karena di sanalah rapat itu akan dilaksanakan.


Ketika keduanya sampai, semua petinggi klan Xiao, perwakilan sekte, serta Jiang Long sudah ada di sana. Terdapat meja bundar yang lebar di tengah ruangan itu dengan para tamu duduk di kursi yang berjajar disekelilingnya.


Zhou Yuan menarik salah satu kursi yang tersisa sementara Xiao Fan duduk di sampingnya. Saat Zhou Yuan sampai semua perhatian tertuju pada pemuda itu, beberapa melihatnya ketakutan sementara lainnya segan dan menghormati.


"Karena semuanya sudah berkumpul kita akan mulai rapatnya sekarang..." Jiang Long yang memimpin pertemuan itu, menatap ke arah Zhou Yuan yang dibalas anggukan oleh pemuda tersebut.


Sepanjang rapat berlangsung, Zhou Yuan memilih diam dan mendengarkan pembahasan yang lain sambil mencerna situasinya.


Rapat itu membahas tentang langkah yang akan diambil pemerintahan sesudah peperangan sebab mereka tidak menduga dalam peperangan besar itu, dua pilar Kuil Awan Langit yaitu Huang Zhang dan Mou Yu akan terbunuh.


Berbeda dengan kriminal tingkat tinggi dari kekaisaran lain seperti Pedang Iblis, Huang Zhang dan Mou Yu sangat terkenal di Kekaisaran Bulan sejak sekian lama karena kejahatan serta teror mereka.


Memenangkan perang ini adalah hal lain sementara membunuh keduanya merupakan cerita yang berbeda. Membunuh Huang Zhang dan Mou Yu jauh lebih sulit dilakukan.


Sudah tidak terhitung nyawa telah diambil oleh Huang Zhang dan juga Mou Yu, kematian keduanya adalah kabar baik bagi pemerintahan karena dengan begitu kekuatan Kuil Awan Langit akan melemah.


"Kurasa pemikiran itu kurang tepat..." Di salah satu diskusi Xiao Fan tiba-tiba menyela percakapan. "Kuil Awan Langit memang telah kehilangan dua pilarnya tapi saat ini mereka juga sudah semakin kuat."


"Tetua Fan, bisakah anda menjelaskannya yang anda katakan?" Seorang Tetua bertanya.


"Kalian sudah melihat sendiri bukan bagaimana Kuil Awan Langit mendapatkan bantuan kriminal Alam Cahaya tingkat tinggi dari kekaisaran lain. Ada kemungkinan mereka juga masih mempunyai kriminal di tingkatan itu atau bahkan jauh lebih kuat."


Pendekar Alam Cahaya dengan 7 meridian yang terbuka sangatlah langka, di Kekaisaran Bulan saja hanya bisa dihitung dengan jari.

__ADS_1


Xiao Fan tidak memahami bagaimana Kuil Awan Langit mendapatkan kriminal di tingkatan tersebut yang pasti jika tidak ada Zhou Yuan saat itu maka alur peperangan akan mudah di tebak dengan pasukan pemerintahan yang kalah.


__ADS_2