Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 99 — Aura Pembunuh


__ADS_3

Di saat Zhou Yuan bertarung melawan seluruh anggota Semut Hitam, Huang Li dan Qiyao bergerak menyusup ke dalam markas organisasi lebih jauh.


Kedua gadis kembar itu terkejut melihat Zhou Yuan dikepung oleh banyak orang dan mereka lebih terkejut lagi ketika Zhou Yuan berhasil mengungguli lawan-lawannya.


"Kakak, ternyata dia sekuat ini?" Huang Qiyao menelan ludah, ia bisa melihat perlahan-lahan anggota Semut Hitam tumbang di pedang Zhou Yuan.


Huang Li terdiam, yang dia perhatikan adalah ekspresi Zhou Yuan yang sepertinya tidak mempunyai rasa bersalah sesudah membunuh sebanyak itu.


'Siapa sebenarnya dia, aku baru pertama kali melihat seseorang yang begitu tenang setelah membunuh sebanyak ini?' Batin Huang Li terpaku.


"Kakak, kurasa kita harus bergegas menyusup selagi Saudara Yuan menjadi pusat perhatian."


Perkataan Qiyao menyadarkan Huang Li yang masih termangu, ia mengangguk lalu masuk ke pintu bawah tanah markas organisasi.


Tidak ada penjagaan di sana karena semua perhatian mereka sedang tertuju pada Zhou Yuan, bisa dibilang markas Organisasi Semut Hitam terlalu kacau untuk berpikir ada penyusup lain selain Zhou Yuan.


***


Pendekar Alam Emas yang menyerang Zhou Yuan terbatuk-batuk ketika bertukar serangan tapak, dia tidak menduga Zhou Yuan akan mengalirkan tenaga dalam sebesar itu dalam adu serangan tersebut.


Hal tersebut membuatnya mengalami luka dalam yang cukup serius.


"Dari kekuatanmu, sepertinya kau adalah salah satu dari lima jenderal yang ada di organisasi ini bukan?" Zhou Yuan tersenyum lebar.


Jendral Semut Hitam mengumpat, jika Zhou Yuan sekuat ini ia tidak akan berani menyerang tanpa gegabah. Jenderal itu sulit percaya Zhou Yuan yang terlihat muda memiliki kekuatan yang tinggi.


"Suruh jenderal yang lain datang kesini, dia adalah lawan yang tangguh!" Jenderal Semut Hitam kemudian menatap Zhou Yuan dengan dingin. "Akan kupastikan kau tidak akan keluar hidup-hidup dari sini."


Zhou Yuan tertawa kecil lalu melepaskan pisau angin ke arah jenderal itu.


Ekspresi Jenderal Semut Hitam menjadi tegang, ia buru-buru mengeluarkan dua pedang pendeknya untuk menahan pisau angin tersebut, tubuhnya segera terdorong beberapa meter dan kedua tangan yang menahan serangan tersebut bergetar hebat.

__ADS_1


"Siapa kau sebenarnya? Apa urusanmu datang kemari?" Jenderal Semut Hitam merasakan ada perbedaan kekuatan yang jauh antara ia dan lawannya.


Selama ini Organisasi Semut Hitam berusaha untuk tidak menyinggung sosok pendekar apalagi pendekar tingkat tinggi seperti Zhou Yuan sebab itu mereka hanya menyerang penduduk lemah.


"Aku tidak mempunyai urusan dengan kalian tetapi keberadaan kalian cukup mengusik yang lain. Organisasi seperti kalian tidak pantas dibiarkan hidup terlalu lama atau akan ada banyak korban yang terjadi di masa depan..."


Zhou Yuan berkata seperti itu untuk dirinya dikehidupan pertama, dia tidak ingin ikut campur dunia persilatan tetapi karena keserakahan para organisasi kriminal membuatnya mau tak mau harus jadi korban mereka.


Tidak menunggu lagi Zhou Yuan maju mendekati jenderal itu yang kini sudah tidak memiliki niat bertarung lagi. Dengan permainan pedangnya Zhou Yuan berhasil mendesaknya dalam waktu singkat.


Zhou Yuan mengayunkan pedangnya ingin mengakhiri hidup jenderal tersebut namun dari dua arah berbeda muncul empat jenderal lain yang datang dan membantunya.


Empat jenderal itu berusaha menyibukkan Zhou Yuan serta memisahkan antara ia dan jenderal pertama. Zhou Yuan dengan tenang menyambut serangan mereka tanpa kesulitan sedikitpun.


Sesudah terpisah jarak, empat jenderal itu mundur dan mendekati jenderal pertama. Ketiganya terkejut melihat kondisinya.


"Dia terlalu kuat, kita harus bekerjasama untuk melawannya." Jenderal pertama berkata dengan lemas karena mengalami pendarahan yang tidak ringan, ia segera memulihkan dirinya dengan tenaga dalam.


Salah satu jenderal kemudian memberi anggota Semut Hitam yang lain untuk menyerbu Zhou Yuan.


Kini semua anggota mereka sudah berkumpul di satu lokasi sehingga jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya, Zhou Yuan melihat sekitanya, jumlah mereka mencapai ratusan orang.


"Kalian akan menyerbuku lagi, mungkin nasib kalian akan sama dengan mereka..." Zhou Yuan tersenyum mengejek lalu menunjuk dengan pedangnya ke arah jasad anggota Semut Hitam yang sudah berserakan dimana-mana. "Kalau kalian maju, percayalah, aku bisa menghabisi kalian semua jika sekarang aku mau."


Mendengar itu anggota Semut Hitam menjadi ragu, mereka bisa melihat Zhou Yuan masih dalam kondisi prima dan tidak ada tanda-tanda dirinya sedang kelelahan.


"Dasar tidak berguna!" Salah satu Jenderal mengumpat melihat reaksi anak buahnya.


"Jangan salahkan mereka, bagaimanapun nyawa lebih penting dari apapun." Zhou Yuan menggeleng pelan. "Daripada itu, kenapa kalian tidak langsung maju dan menyerangku."


Zhou Yuan kemudian memberi tanda dengan jarinya.

__ADS_1


Keempat jenderal itu mengumpat, mereka terpancing emosinya dan langsung bergerak menyerang Zhou Yuan bersamaan.


Jenderal pertama ingin mencegah mereka mengingat kekuatan Zhou Yuan namun sudah terlambat.


Zhou Yuan tersenyum sinis, ia menghindari setiap serangan keempat jenderal itu sambil sesekali menyerang balik.


Kedua belah pihak beradu serangan dengan sengit yang menunjukkan Zhou Yuan lebih unggul dari lawannya.


Jenderal pertama menjadi panik, ia bisa melihat Zhou Yuan masih belum menggunakan kekuatan penuhnya. Jenderal pertama ikut gabung dalam pertarungan berharap bisa menekan Zhou Yuan dengan keterlibatannya namun semua itu jauh dari harapannya.


"Apa hanya segini batas kemampuan kalian berlima, kalau begitu kita akhiri saja semua disini."


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pedangnya sebelum menggunakan Teknik Pedang Lima Elemen.


"Jurus pertama... Gelombang Ombak!"


Ayunan pedang Zhou Yuan selanjutnya sangat kuat dan cepat, dua jenderal yang paling dekat dengannya hanya bisa menerima nasih ketika pedang Zhou Yuan melewati tubuh mereka dan membelahnya menjadi dua bagian.


Tiga jenderal yang lain termasuk Jenderal Pertama memucat, mereka sungguh tidak bisa melihat ayunan pedang Zhou Yuan.


Zhou Yuan ingin membunuh tiga sisanya namun tubuhnya tiba-tiba merasakan sensasi misterius membuatnya jadi mematung sesaat. Mata Zhou Yuan melebar saat mengetahui sensasi tersebut.


'Kenapa bisa, bukankah ini..." Zhou Yuan terkejut ketika ada aura merah kehitaman yang kini terbentuk di tubuhnya. 'tidak salah lagi, ini adalah aura pembunuh...'


Zhou Yuan tidak menduga di usianya yang masih belasan tahun ia sudah membentuk yang namanya Aura Pembunuh padahal di kehidupan pertama dirinya tidak memiliki aura tersebut.


Aura Pembunuh terbentuk dari seseorang yang telah banyak membunuh orang lain, minimal mereka akan terbentuk secara alami ketika telah menghabisi seribu nyawa.


Zhou Yuan memang sudah banyak membunuh di kehidupan kedua ini tapi ia yakin tidak sampai seribu orang.


Tiga jenderal yang melihat Zhou Yuan tiba-tiba mematung segera mengambil kesempatan untuk menjaga jarak. Ketiganya sadar ada yang berbeda dengan tubuh Zhou Yuan sekarang.

__ADS_1


__ADS_2