Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 46 — Menghadapi Lawan


__ADS_3

Ketujuh anggota Salju Abadi berubah menjadi waspada melihat Zhou Yuan dapat menahan serangan jarum mereka. Tidak perlu melihat kekuatannya untuk menyadari Zhou Yuan adalah seorang pendekar juga.


"Anak muda, aku tidak tahu siapa dirimu tetapi jika kau tidak mau terluka, menyerah dan berlututlah!" Salah satu dari mereka berkata sambil mengancam, melihat Zhou Yuan masih begitu muda, ia berpikir Zhou Yuan akan ketakutan namun ternyata dugaannya salah.


Zhou Yuan justru tersenyum sinis. "Seharusnya aku yang berkata demikian pada kalian..."


Zhou Yuan tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka sebelum muncul di dekat salah satunya.


Ketujuh orang itu hanya berada di Alam Perunggu, penglihatan mereka tidak cukup cepat untuk bisa mengikuti pergerakan Zhou Yuan.


Segera Zhou Yuan memberikan pukulan ke arah perutnya, pukulan yang sama membuat salah satu dari mereka terpental hingga mengenai meja di belakangnya. Pendekar itu tidak lagi bergerak setelah mengalami cedera tulang yang cukup serius.


Zhou Yuan tidak membawa pedangnya saat ke acara pernikahan walikota, lagipula ia tidak pernah berpikir akan ada serangan disini.


Meski tanpa senjata, Zhou Yuan mempunyai kekuatan fisik yang amat mengerikan untuk seorang pendekar. Berkat latihannya mendalami Teknik Tulang Berlian selama beberapa tahun terakhir, tenaga fisiknya dapat membuat seorang pendekar Alam Perunggu mati dalam sekali pukulan.


Keenam anggota Salju Abadi yang tersisa sempat mematung melihat teman mereka tiba-tiba terpelanting begitu saja, Zhou Yuan nyatanya tidak membiarkan mereka pulih dari keterkejutan tersebut, ia segera menyerang empat pendekar Alam Perunggu di dekatnya.


Sama seperti yang pertama, empat anggota organisasi itu terbunuh dalam sekali pukulan, menyisakan dua orang lagi yang kini terjatuh lemas karena ketakutan.


Disisi lain Zhou Yuan justru tampak terkejut dengan tenaga fisiknya yang meningkat secara signifikan. "Sepertinya kekuatan tulangku juga ikut bertambah saat aku menerobos ke Alam Emas sebelumnya..."


Pandangan Zhou Yuan kemudian beralih ke dua pendekar Alam Perunggu yang tersisa, ia berlari ke arah keduanya dan siap melepaskan pukulan namun belasan jarum tiba-tiba muncul ke arahnya dengan kecepatan yang tinggi.


Zhou Yuan berdecak, ia tidak punya pilihan lain selain bergerak mundur. Kecepatan jarum yang dilepaskan sekarang sangat berbeda dibandingkan sebelumnya, menunjukkan penembaknya juga memiliki tingkatan kekuatan berbeda.

__ADS_1


Saat Zhou Yuan mengambil jarak, ia kemudian melihat ada 30 anggota Salju Abadi yang lain. Pukulan Zhou Yuan sebelumnya membuat perhatian mereka teralihkan ke arahnya.


Meski disebut penyerangan, nyatanya hampir tidak ada suara yang timbul di kediaman walikota. Ini karena anggota Salju Abadi bergerak secara diam-diam dan melumpuhkan lawannya dalam sekali serangan sehingga pukulan yang dilepaskan Zhou Yuan barusan dapat terdengar oleh anggota Salju Abadi yang lain.


Dua diantara orang-orang itu ada yang mencapai Alam Emas Tahap Awal, sisanya Alam Perak serta yang paling banyak adalah Alam Perunggu.


"Apa yang terjadi, kenapa kalian jadi seperti ini?"


Dua pendekar alam emas selaku yang melemparkan jarum pada Zhou Yuan sebelumnya bertanya kepada pendekar alam perunggu yang tersisa itu, tampak sekali mereka masih trauma melihat kekuatan Zhou Yuan.


Saat menuju kemari, dua pendekar alam emas itu sudah melihat lima rekannya telah tewas. Mereka tidak tahu apa yang terjadi namun melihat Zhou Yuan menghampiri anggotanya yang tersisa dengan nafsu membunuh. Pendekar alam emas itu langsung melepaskan jarum agar Zhou Yuan mengambil jarak.


"Kau mungkin tidak akan percaya tapi jangan remehkan anak muda itu, kekuatannya sangat mengerikan..." Ucap pendekar alam perunggu tersebut terbata-bata.


Pendekar alam emas itu mengerutkan dahi, ia melihat Zhou Yuan yang kini sedang memandang ke arahnya. Tampak anak muda itu tidak takut menghadapi tiga puluh orang lawannya bahkan sorot matanya masih menunjukkan nafsu membunuh.


"Melawan anak remaja saja kalian berdua sudah takut seperti ini, benar-benar lemah..." Gelak mereka yang disertai tawa mengejek.


Pendekar alam perunggu yang tersisa murka dan ingin memarahi temannya yang meremehkan Zhou Yuan, sebelum kata-katanya keluar sebuah pisau menancap di leher temannya.


Pendekar itu seketika tewas di tempat, darah mengalir deras di bagian lehernya. Belum mereka bereaksi ada pisau lain yang dilemparkan, dalam waktu singkat, lima diantara mereka tumbang ke tanah.


Anggota salju abadi menelan ludah dengan pelan sebelum menoleh ke arah Zhou Yuan karena pemuda itu adalah orang yang melempar pisaunya.


"Anak muda ini benar-benar berbahaya..." Gumam yang lain yang akhirnya baru tersadar.

__ADS_1


Anggota salju abadi segera mempersiapkan jarum disela-sela jari mereka sebelum melemparkan semuanya pada Zhou Yuan.


Menanggapi hal tersebut Zhou Yuan menghindari semuanya dengan mudah, di waktu bersamaan ia juga melepaskan pisau lempar di balik tangannya ke arah mereka.


Pisau lempar yang digunakan Zhou Yuan adalah pisau yang sama yang ia beli di toko Terang Bulan. Pisau itu disimpan dibalik lengan jubahnya, Zhou Yuan tidak menduga akan menggunakan disini.


Pisau yang dipakai Zhou Yuan mungkin pisau lempar berkualitas biasa namun setelah Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada setiap lemparannya, pisau itu bergerak cepat beberapa kali lipat serta mengarah pada leher-leher lawan-lawannya.


Dalam kurun singkat, Zhou Yuan berhasil membunuh lima lainnya menyisakan 20 orang yang tersisa.


Dua pendekar alam emas merasa tidak bisa tinggal diam saja atau akan ada banyak teman mereka yang mati. Keduanya bergerak ke arah Zhou Yuan berniat menghadapinya dari jarak dekat.


Zhou Yuan melepaskan pisau lemparnya pada dua pendekar alam emas itu namun semua pisaunya dapat di tangkap dengan mudah.


Pendekar alam emas memiliki reflek serta kemampuan bertarung yang lebih tinggi daripada alam perak atau alam perunggu. Membuatnya bisa melihat serangan pisau Zhou Yuan dengan baik.


Zhou Yuan tidak berkecil hati, ia berhenti melemparkan pisau tersebut lalu bergerak ke arah keduanya.


Pendekar alam emas itu sadar tidak bisa menyerang Zhou Yuan dari jarak jauh bahkan berisiko kepada anggota-anggota yang lainnya. Sehingga dia berpikir untuk menyerang Zhou Yuan dari jarak dekat sambil menggunakan ilmu tangan kosongnya.


Nyatanya Zhou Yuan dapat menyambut serangan pendekar alam emas itu dengan mudah, ia beradu serangan pukulan dan tendangan yang menunjukkan Zhou Yuan lebih unggul dari keduanya.


"Anak ini juga ahli tangan kosong-!" Kedua pendekar alam emas itu menjerit sekaligus mengumpat saat Zhou Yuan berhasil mendesak keduanya.


Zhou Yuan bertukar beberapa jurus dengan mereka yang menunjukkan kemampuannya di atas lawannya, Zhou Yuan menahan setiap serangan mereka sambil sesekali memberikan serangan balik yang sulit dihindari.

__ADS_1


Akibatnya beberapa tendangan dan pukulan mengenai kedua pendekar alam emas itu, keduanya menjerit tertahan saat merasakan pukulan Zhou Yuan, meski mempunyai organ yang lebih kuat tetapi tetap saja pukulan Zhou Yuan meretakkan beberapa tulang mereka.


__ADS_2