Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 120 — Penyerangan Istana II


__ADS_3

Zhou Yuan menenangkan perasannya agar kembali tenang meski sedang dikelilingi musuh, Jiang Yifei sebaliknya merasa ketakutan namun tidak berlangsung lama karena setelah Zhou Yuan ada di dekatnya, gadis itu bisa lebih siap menanggapi situasi.


Zhou Yuan menancapkan pedangnya ke tanah lalu mulai mengalirkan tenaga dalam pada kedua telapak tangannya.


"Aku tidak menyangka akan mencoba teknik ini dalam waktu dekat..." Zhou Yuan menarik nafas yang dalam lalu pandangan matanya mendadak menjadi bersinar. "Naga Cahaya..."


Dalam waktu singkat Zhou Yuan menyerap seluruh cahaya disekelilingnya sejarak sepuluh meter, semua pandangan lawan yang mengelilinginya seketika tidak bisa melihat, mata mereka seperti tertutupi kabut hitam yang kelam.


Jiang Yifei juga bereaksi serupa, cahaya yang diserap Zhou Yuan membuat lingkungan sekitarnya lebih gelap dari pekatnya malam. Hal tersebut membuat gadis itu panik namun Zhou Yuan menepuk pundaknya agar ia tenang.


Saat lawan sedang terkejut dan mencari tahu apa yang terjadi, Zhou Yuan tidak menunggu dan berdiam diri, dia mengambil pedang yang ditancapkan ke tanah sebelumnya lalu bergerak ke arah lawannya dan menghabisi mereka dengan cepat.


Zhou Yuan tidak bisa mempertahankan penyerapan cahaya ini dalam waktu kurang dari 8 detik, biarpun durasinya sangat sebentar namun cukup bagi Zhou Yuan untuk menghabisi setengah penyusup yang mengelilinginya.


Ketika cahaya kembali semula, para penyusup itu hanya mendapati rekan mereka sudah tidak bernyawa dengan cara mengenaskan.


Para penyusup menelan ludah serta berkeringat dingin, mereka tidak mengetahui apa terjadi pada rekan mereka tetapi melihat Zhou Yuan sudah berdiri dengan pedangnya yang meneteskan darah, cukup membuat penyusup yang tersisa ketakutan.


Para penyusup berniat berbalik dan melarikan diri namun Zhou Yuan tidak membiarkan itu terjadi, ia mengayunkan pedangnya pada udara kosong, seketika pisau angin tercipta dan meluncur ke arah mereka dengan kecepatan yang tinggi.


Para penyusup tersebut tidak menduga Zhou Yuan bisa melepaskan serangan jarak jauh sehingga mereka terlambat menghindari pisau angin tersebut. Serangan Zhou Yuan seketika membunuh mereka sekaligus.


Jiang Yifei menahan nafas, kekuatan Zhou Yuan benar-benar telah mengejutkannya.

__ADS_1


Gadis itu awalnya berpikir ia sudah mendekati kemampuan Zhou Yuan setelah mengalami perkembangan besar beberapa hari ini akibat bertanding dengan pemuda itu, namun setelah melihat kejadian sekarang, Jiang Yifei mulai berpikir ulang, ia bisa merasakan ada jarak yang berbeda antara ia dengan Zhou Yuan.


Jiang Yifei merasa kalau Zhou Yuan sepertinya tidak sulit untuk membunuhnya jika bertarung dengan serius.


"Tuan Putri, kita harus bergegas pergi sekarang, tempat ini sudah tidak aman lagi!" Zhou Yuan mengulurkan tangannya pada gadis itu.


Jiang Yifei melihat sekeliling, tampak ragu melakukannya, ia masih tidak percaya ada sekelompok orang yang berani berbuat jahat ditempat tinggalnya ini.


"Tuan Putri, aku tahu ini sangat sulit untuk dipahami oleh anda, aku pun juga demikian, namun saat ini bukan saatnya kita memikirkan itu. Pertama-tama kita harus keluar dari sini." Zhou Yuan masih mengulurkan tangannya.


Melihat Zhou Yuan yang masih bersikap tenang di situasi seperti itu, akhirnya Jiang Yifei menerima uluran tangannya.


Zhou Yuan kemudian membawa Jiang Yifei keluar dari kediamannya. Baru mereka membuka pintu, keduanya langsung dikejutkan dengan situasi di depannya.


Didepan mata Zhou Yuan dan Jiang Yifei, keduanya melihat situasi istana yang dipenuhi kekacauan dan banyak pertarungan.


Pertarungan tersebut melibatkan antara prajurit istana dengan pendekar yang memakai jubah serba hitam.


Dari dua kubu, Zhou Yuan melihat pihak pendekar yang memakai jubah hitam lebih banyak jumlahnya dibandingkan para prajurit istana. Hal tersebut berdampak pada situasi peperangan yang didominasi oleh pihak pendekar berjubah hitam.


"Guru, kita harus menolong mereka..."


Perhatikan Jiang Yifei tertuju ke arah para pelayan istana yang berlarian. Mereka yang tidak menguasai beladiri tetap diincar oleh kelompok penyerang itu dan tidak segan untuk melukainya.

__ADS_1


Zhou Yuan mengangguk, ia sebenarnya ingin melihat situasinya lebih jauh saat ini namun ia sadar, bukan waktunya untuk dirinya menganalisis situasi.


Ketika Zhou Yuan baru melangkah, tiba-tiba belasan jarum meluncur ke arahnya dengan kecepatan yang tinggi.


Zhou Yuan mengangkat pusakanya dan menangkis jarum-jarum itu dengan pedangnya. Zhou Yuan mengerutkan dahi saat mengenali jarum tersebut.


"Jarum ini... Tidak mungkin, kenapa senjata Salju Abadi ada disini?!" Zhou Yuan memungut salah satu jarum, ia tidak mungkin lupa dengan jarum organisasi tersebut.


Zhou Yuan kemudian menoleh ke arah si penembak jarum tersebut, terdapat 20 orang yang berdiri di atas genteng.


"Jadi penyerangan ini ulah Salju Abadi, aku tidak percaya mereka akan melakukan tindakan senekat ini..." Zhou Yuan menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas.


Saat Zhou Yuan masih tengah berpikir, anggota Salju Abadi yang menyerangnya terkejut ketika pemuda itu dapat menghindari serangan jarum mereka dengan mudah padahal sebelumnya mereka yakin Zhou Yuan tidak melihatnya.


"Orang yang dibelakang laki-laki itu adalah wanita yang kita cari, kita harus menangkapnya!" salah satu dari mereka berbisik saat melihat Jiang Yifei.


Tanpa menunggu, dua puluhan anggota organisasi itu kemudian menyerang Zhou Yuan, dua belas diantara mereka adalah petarung jarak dekat, membawa pedang atau tombak sementara delapan lainnya adalah petarung jarak jauh dengan melemparkan jarum beracunnya.


Zhou Yuan menyambut 12 pendekar itu dengan keahlian pedangnya, biarpun melawan 12 orang sekaligus, ia tetap mengungguli mereka dengan mudah.


Zhou Yuan sebenarnya sedang kesal karena jarum-jarum yang dilemparkan anggota Salju Abadi membuat perhatiannya harus terbagi. Dia takut ada salah satu jarum yang meluncur ke arah Jiang Yifei.


Jika tidak ada jarum-jarum itu, mungkin Zhou Yuan sudah membunuh beberapa dari 12 orang lawannya dengan mudah.

__ADS_1


__ADS_2