
"Yuan Gege, apa yang kau lakukan sebelumnya?" Yifei berjalan mendekati Zhou Yuan, teknik yang digunakan pemuda itu sebelumnya telah membuat gadis itu terkejut.
"Sebuah teknik yang bisa menyerap dan membalikan jurus lawan, aku baru mempelajarinya semalam." Jelas Zhou Yuan singkat.
Yifei terkejut, tidak menyangka ada teknik semacam itu di dunia persilatan.
Zhou Yuan kemudian menjelaskan secara detail kerja Teknik Pembalik yang sedang ia pelajari, meski Yifei terkagum dibuatnya namun gadis itu tidak berniat sampai mempelajarinya.
Zhou Yuan kemudian meminta agar Yifei menyerangnya kembali, meski ia sudah bisa melakukannya Zhou Yuan masih belum dikatakan menguasainya sepenuhnya.
Semakin kuat jurus seseorang maka semakin sulit Zhou Yuan membalikan jurus tersebut, Zhou Yuan ingin agar Yifei menyerangnya lebih serius lagi dari sebelumnya.
Yifei tidak bisa menolak, akhirnya selama beberapa hari berikutnya ia hanya menyerang Zhou Yuan.
Yifei menaikan tingkatan serangannya hingga harus menyerang menggunakan teknik api putih miliknya. Serangan-serangan itu akhirnya bisa dikembalikan oleh Zhou Yuan, latihan yang ditempa secara terus menerus membuatnya dengan cepat menguasainya.
Zhou Yuan berhenti sesudah tiga hari berlatih, ia cukup merasa puas dengan penguasaan Teknik Pembalik miliknya.
"Terimakasih telah membantuku, Fei'er, apa ada sesuatu yang ingin kau minta padaku?" Zhou Yuan mengelus pucuk kepala Yifei, merasa berhutang budi karena Yifei membantunya dalam berlatih.
"Kau bisa melakukan sesuatu yang membuatku bahagia?" Yifei mengetuk pipinya dengan jari telunjuknya. "Misalnya seperti yang kau lakukan saat beberapa hari yang lalu."
Zhou Yuan mengerutkan dahinya, "Aku tidak mengerti, apa yang membuatmu bisa bahagia beberapa hari lalu?"
Yifei mendengus kesal melihat Zhou Yuan tidak peka tetapi ia juga merasa malu untuk mengatakannya secara langsung.
"Seperti ini..." Yifei bergerak lalu mencium pipi Zhou Yuan.
Zhou Yuan akhirnya mengerti maksud gadis itu lalu tersenyum canggung, ia tidak menduga Yifei yang kala itu terlihat malu justru sangat bahagia di dalam hatinya. Zhou Yuan kemudian mengecup pipi Yifei kembali.
"Apakah seperti itu?" Tanya Zhou Yuan.
Yifei mengangguk pelan, untuk sekali lagi dia langsung memeluk Zhou Yuan dan menenggelamkan wajahnya di dada pemuda itu untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Zhou Yuan hanya tertawa kecil melihat tingkahnya, Yifei yang berperilaku seperti ini terlihat sangat menggemaskan dan lucu.
__ADS_1
***
Dihari berikutnya, Zhou Yuan dikejutkan pagi itu dengan kabar bahwa adiknya telah membuka Gerbang Dantian.
"Yin'er, kau sungguh telah membukanya..." Tanya Zhou Yao pada putrinya, wajahnya terlihat penuh kegembiraan.
"Ayah aku sungguh telah membuka Gerbang Dantian, tanyakan saja pada Ibu, semalam ibu telah membimbingku..." Yuyin menunjuk ibunya.
Zhou Yao menoleh pada istrinya yang langsung dijawabnya dengan anggukan pelan. "Yin'er memang telah berhasil, Suamiku."
Kebahagiaan Zhou Yao semakin meningkat, karena terlalu bahagianya dia bahkan langsung memeluk Lin Ruyue dan mencium pipi istrinya berulang kali.
"Suamiku, ada anak-anak disini." Lin Ruyue tersipu malu, dia segera menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangan.
Zhou Yuan tertawa kecil menyaksikan tingkah orang tuanya, kebahagiaan Ayahnya memang cukup ia maklumi karena di usia Yuyin, membuka Gerbang Dantian adalah sesuatu yang luar biasa terjadi.
Membuka Gerbang Dantian sangat sulit dilakukan untuk usia semuda mereka, sebab itu seseorang anak harus membutuhkan pembimbing dalam prosesnya seperti Yuyin yang diberi arahan oleh Lin Ruyue.
Zhou Yuan bisa dibilang pengecualian, saat usia tiga tahun dirinya telah membuka gerbang dantian, hal ini dikarenakan dia mempunyai pengalaman dikehidupan pertamanya.
"Bagaimana menurut Kakak, Yuyin hebat bukan?" Yuyin mendekati Zhou Yuan, terlihat riang.
Zhou Yuan tersenyum lalu mengelus kepala adiknya. "Yuyin hebat, Kakak bangga punya adik yang sangat berbakat."
Di usia yang hampir 7 tahun dan telah membuka gerbang dantian bisa dibilang merupakan pendekar yang jenius, umumnya rata-rata seseorang bisa membuka gerbang dantian di usia 12 tahunan ke atas.
Zhou Yuan merasa senang Yifei bisa membuka Gerbang Dantian, setidaknya ia bisa menurunkan semua teknik pedang yang ia pelajari pada adiknya setelah misi-misinya sudah selesai.
Atas keberhasilan Yuyin, Lin Ruyue membuat perayaan kecil-kecilan di kediamannya, dia memasak makanan yang manis cukup banyak khusus dibuatkan bagi putri kecilnya tersebut karena Yuyin memang menyukai makanan manis.
Kebahagiaan tampak terpancar dari Keluarga Zhou Yuan namun itu tidak berlangsung lama karena beberapa hari setelahnya Zhou Yuan harus pergi meninggalkan kediamannya untuk melanjutkan misinya kembali yaitu mencari 6 Buah Surgawi yang tersisa.
Para petinggi Keluarga Zhou termasuk Zhou Bing, Ayah, dan ibunya ikut mengantar Zhou Yuan dan Yifei sampai ke pintu gerbang.
Meski Lin Ruyue sudah diberitahu beberapa hari sebelumnya namun ia tetap menangis ketika hari perpisahan itu terjadi.
__ADS_1
Zhou Yuan tidak terlalu lama berada di kediamannya dan itu sama sekali belum cukup bagi Lin Ruyue, perempuan itu memeluk Zhou Yuan serat sambil meneteskan air matanya.
Ada kekhawatiran jelas bagi Lin Ruyue terutama ia takut Zhou Yuan tidak kembali lagi seperti dulu.
"Aku akan kembali Ibu, apapun caranya... Kemanapun nanti aku pergi dan sejuah mana aku berjalan, disini adalah tempat dimana diriku merasa pulang..." Zhou Yuan membalas pelukan ibunya, menyeka air matanya yang sempat keluar.
Membutuhkan waktu untuk Lin Ruyue rela melepaskan puteranya pergi.
"Dia sudah jadi anak yang hebat Istriku, dengan kekuatan Yuan'er yang sekarang akan sulit menemukan seseorang yang bisa membunuhnya." Zhou Yao menenangkan isterinya.
"Aku tahu suamiku, aku hanya khawatir pada Yuan'er..." Lin Ruyue menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.
Zhou Yuan tersenyum lalu mengatakan bahwa dirinya akan memberikan surat setiap waktu untuk menunjukkan kalau ia baik-baik saja. Setiap kota umumnya ada jasa pengirim surat, jasa ini memelihara banyak merpati penyampai surat, seseorang harus membayar beberapa perak untuk menggunakan jasa ini dalam setiap pengirimannya.
Yuyin adalah yang paling bereaksi kedua setelah ibunya, dibandingkan sedih gadis kecil itu justru terlihat ngambek pada kakaknya.
"Kau tidak ingin menyampaikan sesuatu pada Kakak, Yin'er?" Zhou Yuan menaikkan alis, Yuyin membuang wajahnya dan tidak melihatnya sedikitpun.
"Kakak tidak sayang aku, untuk apa aku menyampaikan sesuatu." Yuyin melipat tangannya di dada, memonyongkan bibirnya.
Zhou Yuan hampir tertawa, wajah adiknya yang merajuk terlihat menggemaskan sehingga Zhou Yuan mencubit pipinya dengan gemas.
"Kakak akan kembali dan membawakan banyak manisan untukmu, bagaimana, kau suka bukan?"
Wajah sebal Yuyin segera berubah cerah ketika menyinggung soal manisan, dia kembali menjulurkan jari kelingkingnya. "Kakak berjanji?"
Zhou Yuan mengangguk dan membalas jari kelingkingnya. "Iya, Kakak berjanji."
"Yuan'er, dunia persilatan saat ini sedang dalam situasi tidak stabil, selain masalah kriminal dan Buah Surgawi, para ras manusia binatang juga menyatakan perang pada tiga kekaisaran. Sebaiknya kau lebih berhati-hati." Zhou Bing mengingatkan.
Zhou Yuan mengangguk, tentu ia mengetahui tentang masalah Ras Manusia Binatang yang berniat memerangi tiga kekaisaran bersama Kaisar Matahari, namun saat ini ia tidak memfokuskan pikirannya ke sana karena lebih memilih mengurusi urusan yang mendesak terlebih dahulu seperti keberadaan Buah Surgawi.
Yifei memilih diam sambil menyaksikan Zhou Yuan berpamitan pada keluarganya, gadis itu tidak menyukai suasana perpisahan seperti ini.
Selepas berbicara dengan keluarganya Zhou Yuan dan Yifei akhirnya mulai melesat ke udara. Zhou Yuan sempat menatap keluarganya sekali lagi sebelum berangkat untuk melanjutkan misi mereka yang sempat tertunda.
__ADS_1