Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 51 — Belati Pisau


__ADS_3

Zhou Yuan merapatkan gigi, tidak ada cara lain selain ia harus menghadapi mereka. Anggota salju abadi terlalu keras kepala, mereka sungguh tidak memperhitungkan kekuatan lawannya meski diluar jangkauan mereka sekalipun.


"Teknik Pedang Air — Tebasan Tetesan Hujan!"


Ketika mereka berlari ke arahnya, Zhou Yuan melepaskan jurus kedua dari Teknik Pedang Air yang mengeluarkan pisau angin yang tajam.


Pisau angin tersebut bergerak dengan kecepatan yang lumayan, anggota salju abadi yang tidak menduga Zhou Yuan dapat melepaskan serangan jarak jauh tidak bisa menghindarinya.


Alhasil lima orang dari mereka segera tewas usai pisau angin melewati tubuhnya, membuat mereka terpotong menjadi dua bagian.


Zhou Yuan menggunakan teknik tersebut sebagai peringatan agar mereka tidak berani bergerak lebih jauh namun pada akhirnya hasilnya tetap tidak berubah, mereka tetap bergerak maju dan ingin menyerangnya.


Alih-alih ketakutan, anggota salju abadi yang lain semakin menjadi ketika Zhou Yuan lebih banyak membunuh rekan mereka.


.


Zhou Yuan berdecak kesal, saat ia berpikir harus melawan puluhan dari mereka lagi dengan tenaga dalam yang dimilikinya sekarang, sebuah belati tiba-tiba terbang di arah belakangnya dengan kecepatan yang mengejutkan.


Zhou Yuan tidak dapat menghindari belati tersebut tetapi punya waktu untuk menahannya dengan pedangnya, biarpun begitu, ia tetap mundur satu langkah menahan belati tersebut.


Zhou Yuan mengerutkan dahi, saat menahan belati tersebut ia bisa merasakan kekuatan orang yang melemparnya memiliki kemampuan diatasnya, setidaknya berada di Alam Kristal.


"Tampan, kau hebat juga bisa menyadari belatiku?"


Suara merdu dan lembut terdengar di telinga Zhou Yuan, ketika melihat ke belakang Zhou Yuan mendapati ada seorang gadis melangkah ke arahnya.


Gadis itu tampak muda seperti gadis berusia 20-an tahun tetapi Zhou Yuan sadar apa yang dilihatnya merupakan ilusi, berkat pengalamannya di kehidupan pertama, dalam sekali lihat ia menyadari usia gadis itu hampir sama tuanya dengan kakeknya bahkan boleh jadi lebih.

__ADS_1


Zhou Yuan meningkatkan kewaspadaannya apalagi saat melihat aura kekuatan yang dipancarkan perempuan tersebut sungguh sangat luar biasa.


"Tetua Keempat!"


Disisi lain, anggota salju abadi yang hendak menyerang Zhou Yuan berhenti ketika melihat atasan mereka, Xian Li.


Anggota salju abadi memberikan hormatnya pada perempuan itu sembari menyembunyikan wajah mereka yang pucat, meski kedatangannya untuk membantu pihak mereka tetapi tidak ada yang merasa senang dengan kedatangannya.


Mereka yang sudah lama bergabung di organisasi akan mengetahui sifat gadis itu, Xian Li mungkin terlihat seperti wanita yang lemah lembut namun sikap aslinya lebih kejam dari siapapun di organisasi salju abadi.


Zhou Yuan semakin menggenggam pedangnya lebih erat melihat reaksi anggota-anggota salju abadi itu, ia sadar status perempuan di depannya sangat tinggi di kelompok mereka.


"Harus kuakui aku sangat terkesan melihat bakatmu, tidak pernah dalam sejarah ada seorang anak muda memiliki kemampuan sepertimu di dunia persilatan." Xian Li menjilat bibirnya. "Sayang sekali setelah apa yang kau perbuat pada kelompokku, aku harus membunuhmu disini."


Xian Li kembali mengeluarkan belati dibalik lengan gaunnya, kini ada dua di setiap tangannya. "Biasanya hatiku sangat tidak tega melukai apalagi membunuh orang tampan sepertimu, tapi untuk saat ini aku harus menikam perasaanku, biarpun menyakitkan aku harus melakukannya."


Selepas berkata demikian, Xian Li segera berlari mendekati Zhou Yuan dan memperpendek jarak antar keduanya.


"Instingmu lumayan yang bagus, tampan. Aku menyukainya..."


Xian Li memainkan kedua belatinya dengan gerakan tubuh yang lincah sementara Zhou Yuan menahan setiap serangan gadis tersebut dengan seluruh konsentrasinya.


Zhou Yuan merapatkan giginya, dalam beberapa kali senjatanya beradu Zhou Yuan sadar ia tidak akan bisa menang melawan gadis itu apalagi tenaga dalam yang ia miliki tinggal sedikit setelah melawan puluhan musuhnya.


Kenyataan paling pahitnya adalah ia melihat Xian Li belum menggunakan seluruh kemampuannya, gadis itu sepertinya bisa membunuhnya dengan mudah jika serius.


"Menarik, sungguh menarik..." Xian Li tidak bisa menyembunyikan wajah antusiasnya. "Kau benar-benar lebih mengagumkan dari dugaanku."

__ADS_1


Xian Li merasa takjub melihat kemampuan Zhou Yuan yang bisa menebak setiap serangannya dengan akurat, alasan Xian Li tidak langsung membunuh Zhou Yuan karena mengetes kemampuan anak muda tersebut, tidak ia duga, kemampuannya lebih dari ekspektasinya.


Zhou Yuan memang menggunakan seluruh kemampuan serta kekuatannya untuk menahan setiap serangan gadis itu berbeda dengan Xian Li yang masih bermain-main dengannya.


"Jika terus seperti ini aku bisa-bisa akan terbunuh lebih cepat..." Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada senjatanya sebelum memainkan teknik pedang air, ia berniat ikut menyerang daripada terus bertahan.


Permainan pedang Zhou Yuan yang berbeda bukan hanya mengejutkan Xian Li tetapi anggota salju abadi yang menontonnya.


"Teknik pedang lentur tingkat tinggi, tidak salah lagi itu adalah teknik pedang air."


"Jadi dia berasal dari klan Xiao, aku tidak menyangka mereka memiliki seorang jenius hebat, dia bahkan bisa memainkan teknik klannya sampai tahap seperti ini..."


Gerakan pedang Zhou Yuan yang lentur dan sangat rumit dibaca berhasil membuat Xian Li tidak menyerangnya lebih jauh. Xian Li harus akui Zhou Yuan sangat ahli dalam bertarung jarak dekat, andai kekuatannya berada di level yang sama, Xian Li tidak yakin bisa menang dari Zhou Yuan.


Xian Li mengambil jarak dengan Zhou Yuan, ia masih terlihat tenang dan memandang Zhou Yuan dengan penuh ketertarikan.


"Kau membuat jantungku jadi berdebar, tampan." Xian Li tertawa kecil. "Sudah lama sekali aku tidak menemukan lawan yang membuat perasaanku berubah seperti ini." Ia kemudian menjilat belatinya dengan lidahnya. "Aku semakin tertarik ingin memilikimu, aku tidak akan membunuhmu, tapi kau harus pergi bersamaku!"


Mendengar itu Zhou Yuan merinding hebat, meski tidak ada kata-kata ancaman keluar dari mulut gadis itu namun instingnya mengatakan Xian Li adalah perempuan yang berbahaya.


"Apa-apaan wanita ini, apa dia mempunyai kelainan jiwa..."


Nyatanya bukan hanya Zhou Yuan saja yang merinding, anggota salju abadi yang lain juga ikut merasakan yang sama.


"Gawat, kalau Tetua Keempat bertindak jadi seperti ini, anak muda itu benar-benar dalam masalah besar. Jika aku jadi dia, mungkin aku langsung bunuh diri sekarang."


Semua anggota salju abadi sudah mengetahui jika Xian Li sudah tertarik pada lawannya, dia tidak akan membunuhnya melainkan melakukan sesuatu yang lebih kejam dari pembunuhan.

__ADS_1


Sebelum Zhou Yuan menjawab ujaran gadis itu, Xian Li kemudian mengeluarkan semua belati di balik gaunnya, ternyata bukan hanya satu, melainkan ada belasan belati.


Ketika belati itu hendak dijatuhkan ke tanah oleh Xian Li, ternyata hal itu tidak terjadi, belati yang dilepaskan jadi melayang dan terbang sesuai kehendak Xian Li.


__ADS_2