
Zhou Yuan menoleh pada Hong Sha yang ia pikir adalah pemimpin kelompok dari mereka namun saat ia melihatnya, Zhou Yuan menemukan Hong Sha sudah jauh darinya dan berusaha untuk kabur.
Zhou Yuan menggelengkan kepala pelan, dia tidak berniat kelompok kriminal seperti mereka lolos darinya atau akan ada korban jiwa dimasa depan, meski sudah jauh Zhou Yuan tetap mengejar Hong Sha dengan cara terbang.
Nafas Hong Sha memburu dan jantungnya berdetak lebih cepat, saat Hantu Pedang dan lainnya menyibukkan Zhou Yuan ia sudah terlebih dulu kabur.
Hong Sha sadar ia sendirian tidak akan menang melawan Zhou Yuan, Hong Sha berharap Hantu Pedang bisa menahan Zhou Yuan sementara waktu setidaknya sampai ia meninggalkan Kota Hanma atau mendapatkan tempat persembunyian.
Hong Sha terus berlari sekuat yang ia bisa saat tiba-tiba seseorang mendarat di hadapannya dengan kecepatan yang tinggi.
Nafas Hong Sha tertahan dan segera mengambil jarak dengan orang itu, matanya melebar saat menemukan bahwa orang tersebut adalah Zhou Yuan.
Jantung Hong Sha berdetak lebih cepat dan perasaan takut menyelimuti hatinya. Hong Sha langsung mengambil posisi berlutut dan menjatuhkan senjatanya.
"Aku kalah, aku menyerah, tolong jangan bunuh aku!" Hong Sha mulai memohon.
Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia tidak menduga Hong Sha akan langsung bertindak demikian, awalnya Zhou Yuan pikir pemimpin kelompok mereka akan melakukan perlawanan sampai akhir namun ternyata dugaannya terlalu jauh.
'Dia takut kematian, ya...' Zhou Yuan tersenyum dingin.
Menjadi seorang pendekar maka setiap harinya dipenuhi oleh macam bahaya yang dapat merenggut nyawa sehingga siapapun yang menjalani profesi ini umumnya sudah siap mati namun tentu ada beberapa pengecualian dari mereka yang takut kematian contohnya Hong Sha ini.
Walaupun telah menjadi pendekar Alam Cahaya, menghabisi banyak orang yang tidak bersalah namun tetap dihadapkan dengan kematian secara langsung, ia menjadi takut dan pengecut.
"Kau ingin hidup, tidak perlu khawatir selama kau menjawab apa yang aku tanyakan, mungkin akan berbaik hati mengampuni nyawamu." Zhou Yuan tersenyum lebar.
Hong Sha yang berpikir dia akan mati disini mendadak suasana hatinya menjadi cerah saat ada harapan untuk hidup.
"Aku akan menjawab apa yang pendekar tanyakan selama itu bisa menyelamatkan nyawaku."
Andai saat ini Hantu Pedang, Setan Kembar dan lainnya masih hidup mungkin mereka akan terkejut sampai muntah darah melihat sikap Hong Sha yang mengiba.
"Bagus, dimulai dari pertanyaan sederhana, kutebak kalian semua berasal dari Aliansi Kuil Awan Langit?"
__ADS_1
Hong Sha tampak ragu menjawab tetapi dengan paksa ia mengangguk membenarkan, Hong Sha mengatakan bahwa dirinya adalah tangan kanan Huang Zhang.
"Huang Zhang? Ah kebetulan aku mempunyai dendam dengannya dimasa lalu..." Zhou Yuan tersenyum tipis ketika mengingat akhir hidupnya di kehidupan pertama. "Sekarang pertanyaan yang lebih serius, dimana markas organisasi kalian berada sekarang?"
Dikehidupan ini Zhou Yuan berniat menghancurkan Organisasi Kuil Awan Langit jika situasinya memungkinkan, hanya saja dia tidak mengetahui lokasi markas mereka berada.
Wajah Hong Sha mendadak menjadi pucat, pertanyaan Zhou Yuan sama saja dengan mengambil nyawanya. Jika Ia memberitahu markas Kuil Awan Langit maka andai ia masih hidup sekalipun dirinya akan diburu oleh organisasinya.
Zhou Yuan berdecak kesal, ia tidak mempunyai waktu bernegosiasi jadi langsung menempelkan pedang kusanagi ke arah leher Hong Sha.
Hong Sha segera menjawab dan mengatakan bahwa markas Organisasi Kuil Awan Langit sangat banyak dan tidak semua ia mengetahuinya, belum lagi markas Kuil Awan Langit akan berpindah-pindah tempat setiap sesekali waktu.
Zhou Yuan kemudian mengeluarkan peta dari cincin ruang dan memberikan pada Hong Sha, "Kau beri tanda dimana lokasi markas Kuil Awan Langit berada, aku ingin mengetahuinya."
"Tapi... Untuk apa pendekar?" Hong Sha bertanya dengan ragu.
"Tulis saja cepat sebelum aku berubah pikiran dan mengambil nyawamu."
Hong Sha mengumpat dalam hatinya tetapi dihadapan dengan kekuatan Zhou Yuan ia merasa tidak berdaya. Hong Sha tidak punya pilihan lain dan mulai memberi tanda silang pada peta itu.
Zhou Yuan mengelus dagunya, ia melihat lokasi yang ditandai di peta itu, walaupun mengetahui keberadaan markas mereka tetapi setiap lokasi yang ditandai sangat jauh meski terbang sekalipun.
'Kuil Awan Langit sudah ada sejak seratus tahun yang lalu, tentu saja mereka mempunyai banyak markas...' Zhou Yuan menghela nafas pelan, beberapa dari markas tersebut bahkan berada di luar Kekaisaran Bulan.
Kuil Awan Langit dimusuhi banyak kalangan, demi menghindari bocornya informasi maka mereka membuat banyak markas dan berpindah-pindah setiap waktu.
"Bolehkah aku pergi sekarang?" Tanya Hong Sha memastikan.
"Tunggu dulu, ada beberapa pertanyaan lagi mengenai kalian dan kulihat kau mempunyai jabatan tinggi di sana. Sekarang ceritakan semua kekuatan Kuil Awan Langit seluruhnya?"
Hong Sha menelan ludah, "Tapi Pendekar, itu..."
Zhou Yuan berdecak lalu melepaskan sedikit aura pembunuhnya, "Kau hanya diberi dua pilihan, menjawab atau kepalamu terpenggal hari ini!"
__ADS_1
Seluruh bulu Hong Sha merinding hebat lalu mengumpat dalam hati, ia lagi-lagi tidak berkutik dan mau tidak mau ia harus menjawabnya.
***
Jiang Yifei mendominasi pertarungan saat ia melawan belasan pendekar Alam Kristal itu, dengan kekuatannya yang sekarang ia memang mampu menandingi lawannya tetapi tidak untuk mengalahkan mereka semua.
Nafas Jiang Yifei mulai tidak beraturan ketika tenaga dalamnya sudah terkuras lebih dari separuhnya, teknik api putih yang digunakannya sekarang memang membutuhkan tenaga dalam yang lebih besar dari sebelumnya.
"Yuan Gege, kenapa kau lama sekali..." Yifei mengigit bibirnya.
Yifei ditugasi untuk menahan belasan pendekar Alam Kristal itu sementara waktu, sudah sepuluh menit berlalu namun tidak ada tanda-tanda Zhou Yuan akan kesini.
Disisi lain saat Yifei sedang memikirkan situasi dirinya, kondisi belasan pendekar Alam Kristal itu tidak dalam kondisi yang baik.
Walaupun tidak ada dari mereka mati namun hampir semuanya sudah terluka.
Api putih yang dilepaskan Yifei sangat berbeda dengan api pada umumnya terutama suhu panas yang dipancarkannya, membuat hampir belasan pendekar Alam Kristal tersebut mengalami luka bakar yang serius setiap mengenai serangannya.
Yifei membuat jirah api yang menyelimuti tubuhnya sebagai pertahanan, hal ini membuat lawan-lawannya tidak dapat menyerang Yifei dari jarak dekat sehingga mereka menggunakan serangan jarak jauh.
Masalahnya Yifei juga dapat menyerang mereka dengan menembakkan bola api, hal ini membuat belasan pendekar Alam Kristal itu kewalahan menghadapi gadis itu.
"Kita tidak menang melawannya, lebih baik kita lari dan pergi dari sini!"
"Apa kalian takut hanya karena melawan seorang gadis kecil, dia sendiri dan kita belasan, dimana letak harga diri lelaki kalian!"
Para pendekar Alam Kristal itu saling mendebat, mereka sudah ditugaskan Hong Sha untuk membantu tetapi nyatanya tidak berkutik melawan satu orang gadis di depannya. Harga diri mereka merasa terluka ketika menghadapi gadis itu meski menyadari Yifei memiliki kekuatan lebih tinggi dari mereka.
"Dia memang kuat tapi aku yakin tidak lama lagi tenaga dalamnya akan habis, jika kalian ingin pergi maka jangan salahkan aku yang membeberkan berita kalau kalian kalah oleh seorang gadis." Salah satu dari mereka yang enggan kabur mendengus keras pada mereka yang ingin lari.
Saat mereka masih berdebat, Zhou Yuan tiba-tiba turun dari langit dan mendarat di samping Yifei, melihat belasan Alam Kristal itu belum kabur membuat Zhou Yuan bernafas lega.
"Yuan Gege..." Yifei merasa senang Zhou Yuan akhirnya kembali.
__ADS_1
"Maaf harus menunggu sedikit lama, ada urusan yang harus aku lakukan terlebih dahulu." Zhou Yuan mengelus kepala Yifei dengan lembut.
Pandangan Zhou Yuan kemudian terarah pada belasan Alam Kristal itu yang kini menatapnya dengan wajah pucat sebelum tersenyum lebar. "Kebetulan kalian belum lari, jangan khawatir aku akan mengakhiri ini dengan cepat."