
"Kau ingin membantai keluargaku..." Zhou Yuan memandang Tianhai dingin sebelum mengalirkan tenaga dalam pada pedang esnya lalu melepaskan gelombang energi yang dahsyat ke salah satu bangunan, membuat bangunan itu meledak dan hancur berkeping-keping. "Kau boleh mencobanya dan kupastikan, Keluarga Ling akan lenyap hari ini..."
Lutut Ling Fuyan terasa lemas hingga akhirnya jatuh terduduk, kekuatan yang dilepaskan Zhou Yuan saat ini lebih mengerikan dari sebelumnya.
Ling Fuyan mengumpat dalam hatinya, jika mengetahui Zhou Yuan mempunyai kekuatan setinggi ini mungkin ia akan berpikir dua kali untuk bersiasat menyerang Keluarga Zhou.
Para Tetua serta penjaga yang tersisa menjadi ketakutan, mereka kini memandang Zhou Yuan seperti monster yang bisa membantai mereka kapan saja.
Tianhai berekspresi kusut dan merasa bertanggung jawab atas semua ini, dia segera menghampiri Zhou Yuan dan memberikan hormatnya. "Tuan Pendekar, mohon maaf atas bicaraku barusan, aku telah melakukan kesalahan..."
Tianhai sadar jika Zhou Yuan menginginkannya mungkin pemuda itu bisa melenyapkan keluarganya semudh membalikkan telapak tangan. Tianhai terlambat menyadari kalau Zhou Yuan adalah sosok yang sebaiknya tidak ia singgung bahkan untuk orang sekelasnya sekalipun.
Tianhai amat menyesal dan khawatir keluarganya akan dibunuh oleh Zhou Yuan. "Pendekar bisa membunuhku asal jangan membunuh yang lain, Keluarga Ling dipimpin oleh orang serakah sepertiku, anda bisa membunuhku sebagai kesalahan yang Keluarga Ling perbuat..."
Zhou Yuan berdecak pelan lalu menarik aura pembunuhnya kembali, "Lupakan, kali ini aku akan memaafkan kalian tetapi jika kalian melakukan perbuatan yang sama dimasa depan, sebaiknya khawatirkan Keluargamu yang akan binasa..."
Tianhai mengangguk. "Terimakasih atas kerendahan hati Pendekar, aku berjanji tidak akan berbuat kesalahan seperti ini lagi."
Zhou Yuan mendengus lalu tubuhnya mulai melayang di udara, membuat siapapun yang melihatnya menahan nafas serta terkejut.
Sebelum Zhou Yuan melesat pergi, ia sempat menyampaikan peringatan pada Keluarga Ling. "Ini adalah peringatan pertama dan terakhir, jangan sampai aku mendengar kalian memeras keluarga bangsawan lain atau semuanya tidak akan berakhir seperti ini."
Zhou Yuan melirik mereka lagi sebelum kemudian melesat terbang di udara, melihat Zhou Yuan pergi Tianhai dan Keluarga Ling yang lain bernafas lega.
"Pemimpin, apa yang harus kita lakukan terhadap pendekar itu, menyeledikinya?" Salah satu Tetua menghampiri Tianhai dan bertanya.
Tianhai menghela nafas cukup panjang, awalnya ia merasa cukup percaya diri pada kemampuan dan kekuatan Keluarga Ling namun setelah bertemu dengan Zhou Yuan, ia berpikir ulang dan menyadari begitu kecilnya pandangannya menilai dunia persilatan.
"Tidak, kita tidak boleh menyinggungnya lagi..." Tianhai melirik bangunan yang dihancurkan Zhou Yuan sebelumnya. "Daripada itu, mulai sekarang kita akan mengembalikan uang yang dikumpulkan dari hasil pajak paksa dari keluarga bangsawan lain. Keluarga Ling akan menutup diri selama beberapa minggu ke depan."
Para Tetua tidak membantah, mereka sudah merasakan aura pembunuh Zhou Yuan dan seumur hidup mereka baru melihat ada seseorang yang mempunyai aura pembunuh hingga sepekat itu.
Tianhai juga juga memerintahkan pada para Tetuanya agar menutup semua yang terjadi hari ini dan melupakannya termasuk keberadaan identitas Zhou Yuan.
__ADS_1
Tianhai kali ini hanya berharap untuk tidak menyinggung Zhou Yuan kembali.
***
Zhou Yuan terbang dengan kecepatan tinggi dan saat dirinya tiba di kediamannya, matahari mulai terlihat diujung cakrawala. Zhou Yuan mempercepat laju terbangnya sebelum kemudian mendarat di kamarnya dengan melewati jendela tanpa siapapun yang mengetahui.
Bertepatan dirinya tiba dikamar, Zhou Yuan mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang dari luar.
Zhou Yuan membuka pintunya dan menemukan Lin Ruyue datang ke kamarnya.
"Apa Ibu mengganggumu Yuan'er?" Lin Ruyue tersenyum lembut, menatap anaknya dengan perasaan penuh kasih sayang.
"Tidak Ibu, aku baru saja terbangun."
"Hm, apa yang terjadi dengan pakaianmu?" Lin Ruyue menatap jubah Zhou Yuan.
"Ah, ini... Semalam aku melakukan latihan Ibu." Zhou Yuan menggaruk pipinya.
Setelah melakukan pertarungan di Keluarga Ling, pakaian Zhou Yuan sedikit kusut dan jauh dari kata rapih, jadi wajar saja Lin Ruyue dengan cepat menyadarinya.
Zhou Yuan tidak mungkin melupakannya, gadis kecil tersebut adalah adiknya, Zhou Yuyin.
"Ah, Yin'er sudah dari semalam ingin bertemu denganmu, tadi pagi-pagi dia merujuk Ibu agar pergi ke kamarmu." Lin Ruyue menyadari tatapan Zhou Yuan, mengelus pucuk kepala Yuyin.
Zhou Yuan mengeluarkan sesuatu dibalik jubahnya lalu berjongkok agar tingginya sama dengan gadis kecil itu.
"Yin'er, apa kau mau ini?" Zhou Yuan mengeluarkan sebuah kalung yang di dalamnya terdapat berlian berwarna hijau yang bersinar dengan indah.
Mata Zhou Yuyin melebar melihat kalung itu, dan dengan sedikit malu-malu dia mengambilnya dari telapak tangan Kakaknya.
Yuyin tampak senang dan sepertinya ia menyukai kalung yang diberikan Zhou Yuan padanya.
"Yin'er, apa yang harus kau ucapkan pada Kakakmu?" Lin Ruyue tersenyum lembut.
__ADS_1
"Terimakasih Kakak." Gadis kecil itu tersenyum malu-malu.
Zhou Yuan tertawa kecil sebelum kemudian mengelus kepala Yuyin dengan lembut, sudah tiga tahun berlalu ia tidak bertemu dengan adiknya tersebut.
Yuyin tampak banyak berubah, dia sudah jadi gadis kecil manis dan juga imut, Zhou Yuan bisa melihat andai nanti adiknya sudah tumbuh besar dia akan menjadi gadis yang cantik seperti ibunya.
Zhou Yuan masih merasa canggung bertemu adiknya setelah sekian lama jadi untuk memperbaikinya ia akan berlatih ringan dengan Yuyin.
"Setelah kau pergi ke Ibukota, Yin'er banyak berlatih dan ingin menjadi seperti kakaknya." Jelas Lin Ruyue setelah mendengar Zhou Yuan akan berlatih bersama adiknya. "Dia masih belum bisa membuka gerbang dantian, tetapi kemampuannya sudah lumayan bagus..."
Zhou Yuan tersenyum dan mengangguk pelan. "Aku mengerti Ibu, aku akan berlatih dengannya nanti."
Lin Ruyue kemudian mengatakan bahwa sarapan pagi mereka sudah dihidangkan, Zhou Yuan diminta agar ikut makan bersama karena mereka sekeluarga sudah lama tidak berkumpul.
Zhou Yuan mengangguk namun ia tidak dulu pergi, Zhou Yuan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Di meja makan hanya ada tiga orang yang berkumpul karena Zhou Yao saat itu sudah berkerja untuk mengurusi kepemimpinannya di Keluarga Zhou.
Semenjak Zhou Yao menduduki Ketua Keluarga, ia memang lebih sibuk dan terkadang bisa tertidur di tempat kerjanya.
Lin Ruyue banyak bertanya di meja makan kepada Zhou Yuan sementara Yuyin masih malu-malu bertemu Kakaknya.
Usai sarapan Zhou Yuan menemani adiknya yang berlatih, gadis itu digurui Zhou Bing selama tiga tahun terakhir dan juga mendalami ilmu pedang.
Saat Yuyin menunjukkan kemampuan pedangnya, Zhou Yuan sedikit terkejut dengan kemampuan pedang adiknya yang ternyata diluar dugaannya.
'Yin'er, sudah memahami ilmu pedang setingkat ini diusia hampir tujuh tahun, apa ini artinya dia jenius dalam ilmu pedang juga?' Batin Zhou Yuan dalam hatinya.
.
.
.
__ADS_1
Saya cuma ingin mengucapkan terimakasih kepada @Avatar yang telah memberi gifs koin. Yang lainnya juga, terimakasih karena memberikan banyak dukungan selama ini.