
Dalam penyerangan ke Kota Hana, Organisasi Salju Abadi hanya mengirim 30 anggotanya yang telah mencapai tingkatan alam emas.
Dua belas diantaranya adalah pendekar alam emas tahap awal, sepuluh alam emas tahap menengah dan delapan sisanya merupakan puncak pendekar alam emas.
Delapan puncak pendekar alam emas itu adalah pendekar yang ada dihadapan Zhou Bing sekarang, mereka ditugaskan oleh Tetua Ketiga untuk menangkap walikota hidup-hidup.
Meski tidak menduga saat penangkapan walikota tersebut mereka bertemu dengan sosok pendekar kuat seperti Zhou Bing, mereka tidak gentar justru merasa antusias.
Delapan pendekar emas itu sudah merasa bosan karena beberapa waktu belakangan ini mereka harus menaklukkan kota kecil yang menurut mereka hal tersebut adalah sangat mudah dan tidak ada tantangan.
Bertemu dengan Zhou Bing membuat mereka merasa bersemangat, tentu saja mereka sadar tidak bisa mengalahkan Zhou Bing sendiri tetapi jika kedelapannya bergerak, mereka setidaknya bisa menandinginya atau bahkan mengalahkannya.
Hanya satu diantara mereka yang mengerti situasinya lebih jelas, ia mencegah ketujuh rekannya agar tidak menyerang Zhou Bing dengan gegabah. Mereka sungguh tidak bisa melihat batas kekuatan Zhou Bing yang sekarang melepaskan aura kuat di tubuhnya.
"Kalau kau tidak mau melawan Kakek tua itu, mending kau pulang dan tidur, kau mempermalukan organisasi kita saja..." Balas rekannya sambil tersenyum sinis.
Pendekar yang cemas itu mengepalkan tangannya keras, ia sadar tidak bisa mencegah teman-temannya itu bertindak apalagi setelahnya mereka langsung bergerak menyerang Zhou Bing.
Zhou Bing tidak tinggal diam, ketika mereka berniat menyerangnya ia sudah bergerak terlebih dahulu dan mengayunkan pedangnya ke arah mereka.
Tujuh melawan satu, Zhou Bing memainkan pedangnya dengan lincah, gerakan pedangnya sulit di tebak oleh lawan dan memiliki gerakan bervariasi yang rumit.
Walau teknik pedang Keluarga Zhou tidak sehebat teknik pedang air klan Xiao namun jika teknik itu dilakukan di tangan orang yang tepat, teknik pedang Keluarga Zhou sangat mematikan.
Tampak jelas setelah bertukar beberapa serangan, Zhou Bing mengungguli ke-tujuh lawannya bahkan membuat mereka terpojok.
Pendekar yang sebelumnya merasa cemas merasa tidak bisa tinggal diam saja, ia ikut bergerak membantu rekan-rekannya berharap kertelibatannya itu akan berdampak lebih ke pertarungan tersebut tetapi nyatanya Zhou Bing masih tetap di atas angin.
Zhou Bing mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya cukup besar sebelum melepaskan serangan yang lebih kuat lagi. Tidak berselang lama hingga salah satu dari mereka akhirnya ada yang tewas usai Zhou Bing menusukkan pedang ke arah jantungnya.
__ADS_1
Menyaksikan itu membuat 7 rekannya terkejut dan segera mengambil jarak.
"Sial-! Dia lebih kuat yang kita kira!"
"Jika kita tidak berhati-hati maka kita lah yang akan terbunuh."
Ketujuh pendekar salju abadi akhirnya sadar Zhou Bing memiliki kekuatan di luar kemampuan mereka walau mengeroyok sekalipun.
"Pemimpin Keluarga Zhou, kami akan memberi keringanan kepadamu, jika kau pergi sekarang maka kelompok kami tidak akan membawa masalah ini lebih jauh tetapi jika kau masih ingin bertarung, kau akan jadi buronan organisasi kami..." Salah satu dari mereka mempunyai cara tersendiri dalam menghadapi lawannya yaitu dengan mengancamnya.
Zhou Bing mengerutkan dahi, sedikit tidak mengerti pola pikir lawannya. "Disini aku yang mengungguli kalian, kenapa kalian yang mengancam. Organisasi kalian? Sayang sekali aku tidak pernah takut."
"Oh, benarkah begitu..." Salat satu dari mereka menjawab sambil tersenyum sinis. "Kau tidak takut dengan organisasi kami, Organisasi Salju Abadi."
Zhou Bing tidak bisa menyembunyikan wajah keterkejutannya, begitu juga dengan walikota serta para pengawalnya. Mereka sadar, tidak ada alasan untuk orang itu berbicara berbohong.
"Salju Abadi! Bukankah organisasi kalian sudah menghilang?"
Zhou Bing memegang pedangnya lebih erat, kini ia bisa mengingat jelas pakaian dan topeng yang dikenakan lawannya. Untuk seseorang yang hidup seratus tahun lebih, Zhou Bing jelas mengenal organisasi tersebut.
Seperti yang dikatakan mereka, Keluarga Zhou tidak bisa melawan organisasi salju abadi, organisasi itu terlalu kuat bahkan untuk keluarga bangsawan besar sekalipun.
Zhou Bing menatap 7 orang lawannya, pandangannya sedikit berbeda tetapi sorot matanya masih dipenuhi niat bertarung.
"Hm, kalau begitu aku akan membunuh kalian semua, bukankah jika kalian mati disini maka tidak yang mengetahui Keluarga Zhou terlibat?" Zhou Bing tersenyum lebar.
Ketujuh pendekar salju abadi seketika terkejut, "Kau, t-tidak seperti itu kau bertindak pada kami."
"Kenapa tidak jika aku bisa melakukannya..." Zhou Bing tidak menunggu balasan dari mereka, ia kali ini maju terlebih dahulu dan memainkan pedangnya kembali.
__ADS_1
Ketujuh pendekar salju abadi mengutuk keras, berdelapan saja mereka sudah kalah melawan Zhou Bing apalagi dengan hanya tujuh orang.
Zhou Bing meningkatkan kecepatan dan daya serangannya, kali ini permainan pedangnya dipenuhi niat membunuh yang kuat sementara lawan-lawannya hanya bisa bertahan menghadapi teknik-teknik Zhou Bing bahkan kewalahan.
Tiga menit berlalu Zhou Bing membunuh tiga orang lagi dan menyisakan 4 anggota salju abadi yang tersisa. Zhou Bing berniat membunuh mereka namun sebuah rantai tiba-tiba datang dan terbang ke arahnya.
Zhou Bing menahan serangan rantai tersebut namun tetap saja tubuhnya terpukul mundur beberapa langkah, Zhou Bing menoleh pada pelakunya dan saat itulah ia melihat seseorang bertopeng lain muncul sambil menatapnya dengan tatapan pembunuh.
"Tetua Ketiga!"
Empat pendekar salju abadi itu segera berlutut saat menyadari yang menolong mereka adalah Tetua mereka.
"Aku sudah mencarimu kemana-mana ternyata kau ada disini," Tetua Ketiga menatap Zhou Bing dengan dingin.
Zhou Bing masih terlihat tenang sambil mengamati situasinya lebih jauh, ia sedikit menaikan alisnya saat melihat Tetua Ketiga itu memancarkan aura kuat ditubuhnya yang hampir sama dengan dirinya.
Tetua Ketiga melihat empat jasad bawahannya yang kini sudah tewas, terbunuhnya mereka membuatnya ingin membunuh Zhou Bing sekarang juga.
Puncak pendekar alam emas sangat berharga bagi organisasi salju abadi, kehilangan mereka dapat melemahkan kekuatan organisasi tersebut.
Tanpa basa-basi Tetua Ketiga mengeluarkan rantai yang melilit tubuhnya, tampak di ujung dua rantai tersebut ada besi kerucut yang tajam, seseorang yang mengenainya bisa tertembus rantai itu jika tidak hati-hati.
Tetua Ketiga tiba-tiba melemparkan ujung rantainya, Zhou Bing yang melihat hal tersebut segera menangkisnya dengan pedangnya namun hal tersebut membuat ia mundur satu langkah
Zhou Bing mengerutkan dahi saat merasakan hantaman kekuatan rantai tersebut, jika bukan karena pusakanya sangat kokoh mungkin ia tidak akan sanggup menahan ujung rantai tersebut.
Meski berada di ruang tertutup nyatanya Tetua Ketiga mampu leluasa memainkan rantainya.
Zhou Bing menahan setiap serangan tersebut sambil berusaha memperpendek jarak antara keduanya, mereka saling bertukar serangan menunjukkan keduanya sama-sama berada di tingkatan Alam Kristal.
__ADS_1
.