
Yifei sebenarnya sangat senang berjalan berdua seperti ini bersama Zhou Yuan namun tetap saja ia tidak nyaman ketika banyak perhatian tertuju ke arahnya.
"Saudara Yuan, sepertinya aku harus kembali ke penginapan..." Yifei berdecak melihat banyak murid akademi terus memandangnya.
Zhou Yuan mengangguk, ia mengelus kepala gadis itu dengan lembut dan memintanya berhati-hati, Yifei kemudian berpamitan dan pergi darinya.
"Ini jadi lebih baik..." Zhou Yuan juga sebenarnya tidak terlalu nyaman ketika ada banyak pasang mata tertuju ke arah Yifei apalagi beberapa dari mereka memandang gadis itu dengan niatan yang salah.
Zhou Yuan tidak larut dalam pikirannya terlalu lama, ia kembali melanjutkan perjalanannya untuk melihat-lihat akademi.
Semakin lama dirinya berjalan semakin banyak murid akademi yang ia temui. Murid akademi memiliki seragam yang berbeda baik dari warna maupun bahan pakaiannya.
Karena Akademi dibangun di atas gunung, membuat suhu disini lumayan dingin. Sebab hal tersebut hampir semua murid akademi memakai pakaian yang tebal.
Zhou Yuan sendiri tidak terlalu terpengaruh pada suhu dingin tersebut karena teknik penempaan fisiknya yang telah sempurna. Suhu dingin di atas gunung tidak akan membuatnya menggigil kedinginan bahkan jika tidak memakai pakaian apapun.
Jalan yang dilalui Zhou Yuan sekarang sedang menuju ke penginapan-penginapan para peserta turnamen yang berasal dari berbagai kekaisaran.
Penginapan mereka tampak berbeda dengan penginapan yang disinggahi Zhou Yuan, lebih jelasnya penginapan yang ditinggalinya cenderung lebih besar dibandingkan penginapan peserta lain.
"Hm, apa yang terjadi?"
Saat Zhou Yuan sedang berjalan, ia mengerutkan dahi ketika melihat ada kerumunan murid akademi sedang berkumpul di salah satu penginapan peserta.
Zhou Yuan mendekati para murid itu untuk mengetahui apa yang sebenarnya mereka lihat, saat itulah Zhou Yuan menyadari bahwa mereka sedang menonton seorang pendekar lelaki muda yang sedang latihan.
Orang itu tengah melakukan suatu teknik yang unik, Zhou Yuan menaikan alisnya saat orang tersebut mengeluarkan gelembung dari mulutnya menggunakan alat khusus.
__ADS_1
Ketika alat khusus tersebut ditiup, gelembung yang muncul tidak berbentuk bulat seperti pada umumnya melainkan membentuk seekor burung.
Zhou Yuan terpana melihatnya begitu juga dengan murid akademi yang lain, burung yang dibentuk gelembung itu mulai bergerak dan mengepakkan sayapnya seperti burung sungguhan.
"Mendengar dan melihatnya secara langsung jelas demikian berbeda, aku tidak menduga akan bertemu dengan Zuo Lang, sang gelembung peledak..."
"Benar, aku baru menyaksikan kemampuan gelembungnya yang terkenal itu, dia sepertinya bisa membentuk apapun dengan teknik gelembung airnya..."
"Ini belum seberapa, seperti gelarnya, selain membuat gelembung dia juga dapat mengubah gelembung itu menjadi sebuah ledakan yang tidak berbeda jauh dengan bom peledak..."
Para murid akademi yang didekat Zhou Yuan berdecak kagum, mereka sepertinya memang sangat mengagumi kemampuan pemuda yang bernama Zuo Lang itu.
Zhou Yuan jadi teringat nama Zou Lang pernah terdengar ketika dirinya makan di salah satu restoran Kota Lily, pemuda yang sama merupakan salah satu yang disebut-sebut sebagai kandidat juara di turnamen ini.
Awalnya Zhou Yuan merasa turnamen ini akan berjalan terlalu mudah baginya namun menyaksikan banyak generasi muda yang memiliki kemampuan yang unik serta berbeda-beda membuat Zhou Yuan jadi tertarik untuk mengikuti turnamen tersebut.
Baru kali ini ia menyaksikan bagaimana sebuah gelembung bisa dirubah menjadi sebuah jurus yang hebat. Hal ini membuat Zhou Yuan menyadari betapa kecilnya wawasannya mengenai dunia persilatan yang luas.
Zhou Yuan kembali melanjutkan jalan-jalannya setelah menyaksikan aksi Zuo Lang yang dapat memanipulasi gelembung.
Tidak jauh dari tempat Zuo Lang, Zhou Yuan bertemu situasi serupa, ada banyak murid akademi yang berkumpul namun kali ini mereka sedang menonton sebuah pertandingan di salah satu halaman penginapan peserta.
Pertandingan itu merupakan latihan tanding antara dua orang yang berasal dari satu perguruan jika dilihat dari pakaiannya yang sama, satu sisi adalah seorang perempuan sementara sisi lainnya merupakan laki-laki.
Zhou Yuan melihat sisi perempuan itu memiliki tampilan yang menarik perhatian terutama parasnya yang begitu manis namun ditutupi sebuah cadar tipis. Meski tidak secantik Yifei namun tetap saja ia amat menarik perhatian murid laki-laki di sana.
Disisi lain, pemuda yang dilawan gadis itu juga tak jauh menarik perhatian apalagi melihat lengan besi yang tersarung di kedua tangannya.
__ADS_1
Tidak menunggu waktu, keduanya beradu serangan. Gadis bercadar itu melepaskan selendang merah yang melilit gaunnya sebelum mengendalikan dan menyerang pemuda tangan besi itu dengan selendangnya.
Pemuda yang dilawan gadis itu juga tak tinggal diam, tangan besi yang di pakainya mulai berubah warna menjadi kemerahan serta mengeluarkan asap panas.
Keduanya bertukar jurus namun tidak bertarung dengan serius, terlihat mereka hanya sedang melakukan latihan tanding seperti biasa.
"Sekte Bulan Merah dari dulu hingga sekarang memang mengagumkan, mereka mengirimkan kedua jenius di sekte itu, Yin Ruo dan Long Sha, turnamen ini pasti dimenangkan mereka." Salah satu murid yang menonton berpendapat ketika melihat kedua peserta tersebut saling bertarung.
"Yin Ruo dan Long Sha katamu? Ah, aku juga pernah mendengar rumor tentang keduanya, jadi gadis itu yang sering disebut-sebut sebagai gadis selendang merah... dan laki-laki yang dilawannya sebagai tangan besi... Ini pertama kali aku melihat wajah keduanya secara langsung seperti ini tapi harus kuakui kemampuan mereka mengesankan..." Murid lainnya berdecak kagum.
Zhou Yuan mendengar obrolan para murid itu, ia pernah mendengar sekte Bulan Merah yang dikatakan mereka.
Sekte Bulan Merah adalah sekte yang berasal dari Kekaisaran Bintang, setahunya organisasi tersebut merupakan salah satu organisasi yang berpengaruh penting di kekaisarannya.
Selain karena merupakan sekte besar, sekte mereka juga banyak melahirkan murid-murid yang berbakat contohnya adalah Yin Ruo dan Long Sha ini.
Keduanya sudah berumur 18 tahun namun telah mencapai alam emas tahap 2. Di dunia persilatan, hal tersebut sangat langka ditemukan.
Zhou Yuan tidak melihat pertarungan keduanya lebih lama setelah melihat kekuatan mereka. Meski keduanya kuat, namun Zhou Yuan sudah menemukan gambaran untuk bisa mengalahkan Yin Ruo maupun Long Sha andai ia melawan salah satunya.
Zhou Yuan melanjutkan langkahnya lagi, kejadian yang sama terulang dan semakin banyak yang ia tahu tentang kemampuan lawannya di turnamen nanti.
Dia sedikit menyesalkan karena Yifei tidak ikut dengannya hari ini, mungkin gadis itu akan banyak mengambil pelajaran setelah menyaksikan kemampuan lawan-lawannya.
Satu hal yang Zhou Yuan sadari setelah berjalan-jalan menelusuri akademi, hampir setiap peserta turnamen sudah terkenal dan memiliki gelar mereka masing-masing.
Bahkan Yifei juga tak kalah populer dengan yang lain, gadis itu telah memiliki gelar hebat dan mempunyai julukan sebagai peri api biru.
__ADS_1
Zhou Yuan tersenyum canggung, sepertinya hanya dirinya saja yang tidak terkenal dan tidak mempunyai gelar apapun.