Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 70 — Kelompok Bertudung


__ADS_3

Zhou Yuan ikut makan setelah dua adik seperguruan Linxia menawarkan ayam panggang kepadanya. Setelah sarapan, mereka melanjutkan perjalanan kembali, kali ini tujuannya adalah mencari kelompok Mei dan Ran.


Zhou Yuan tidak banyak bicara ketika dua gadis itu ikut gabung dalam perjalanannya, Mei dan Ran memiliki sifat yang periang, tidak cocok bagi Zhou Yuan yang cenderung pribadi pendiam dan sedikit berbicara.


Disisi yang berbeda Zhou Yuan sedikit merasa aneh pada Linxia, gadis itu tampak seperti sengaja menghindari kontak mata dengannya.


Bahkan pagi ini tidak ada obrolan di antara keduanya padahal sebelum-sebelumnya setidaknya ada satu atau dua ucapan yang biasanya sudah terjalin.


Zhou Yuan tidak mengetahui bahwa saat ini pikiran Linxia masih terbayang kejadian tidur semalam, ia berharap Zhou Yuan tidak mengingat peristiwa tersebut apalagi sampai membahasnya.


"Jadi kalian berpisah di lokasi ini?" Tanya Linxia yang segera diangguki dua gadis itu.


Setelah beberapa jam bergerak, keempatnya akhirnya tiba di lokasi dimana Mei dan Ran berpencar dengan kelompoknya.


Linxia menoleh ke sekitarnya untuk melihat apakah ada petunjuk yang bisa digunakan acuan pencarian mereka, Zhou Yuan juga bertindak serupa.


Membutuhkan waktu beberapa saat hingga yang dicari akhirnya ketemu, sebuah jejak kaki yang tidak terlalu lama tercipta dan jejaknya seperti bukan berasal dari satu orang melainkan beberapa orang.


Linxia pastikan bahwa jejak tersebut berasal dari kelompok adik seperguruannya apalagi Mei mengatakan bahwa ia mengenali salah satu jejak tersebut.


"Jika arahnya benar maka kelompok kalian bisa jadi pergi ke sebelah barat, kita akan bergerak ke sana sampai-..."


Linxia ingin menyelesaikan ucapannya ketika Zhou Yuan tiba-tiba menyuruhnya diam dengan isyarat tangan.


Ekspresi Linxia menjadi waspada melihat Zhou Yuan yang tiba-tiba memasang wajah serius, jelas laki-laki itu sedang menyadari sesuatu dari jauh. Mei dan Ran juga bereaksi serupa.


Linxia memasang penglihatan lebih tajam begitu juga dengan pendengarannya namun ia tidak melihat atau mendengar sesuatu di sekitarnya, padahal suasana saat ini lagi sunyi.


Zhou Yuan disisi lain justru sedang mendengar sesuatu dari salah satu arah, indra pendengarannya yang sejak awal memang peka terhadap sekitar bisa mendengar lebih baik dibandingkan orang lain.


"Ada seseorang yang menuju kemari, aku akan melihatnya sebentar, kalian tunggu disini..." Setelah Zhou Yuan berkata demikian ia langsung pergi, tidak membiarkan Linxia menjawabnya.

__ADS_1


***


"Ini... Kenapa mereka bisa mengetahui keberadaanku ada disini?!"


Zhou Yuan melompat ke atas pohon yang paling tinggi agar pandangannya menjadi luas. Dari jarak yang sangat jauh, kini ia melihat ada kelompok yang berjumlah 18 orang sedang menuju ke arahnya.


Zhou Yuan mengenal kelompok tersebut sebagai peserta yang memakai tudung sebelumnya, awalnya mereka berjumlah dua puluh orang tetapi Zhou Yuan membunuh dua diantara mereka saat insiden babi hutan itu.


Saat itu memang ada yang berhasil lolos tetapi seharusnya tidak ada yang mengetahui sekarang ia ada disini.


Zhou Yuan sudah mengintrogasi salah satu yang ia bunuh sebelumnya mengenai informasi mengenai kelompok tersebut. Jelas-jelas mereka bukan peserta biasa.


Setahu Zhou Yuan, kelompok itu adalah orang-orang yang berasal sebuah organisasi yang menyamar, tidak mengetahui apa tujuan mereka menyusup kesini tapi Zhou Yuan berspekulasi bahwa hal ini berkaitan dengan tumbuhnya Anggrek Bulan.


Kelompok mereka semuanya adalah pendekar Alam Emas, sepuluh diantara mereka di tahap Awal, delapan di Tahap Menengah, dan tiga di Tahap Puncak.


Zhou Yuan mengigit bibirnya sebelum berbalik dan kembali ke tempat Linxia berada, tanpa ingin menyembunyikannya Zhou Yuan menceritakan semuanya.


Gadis itu sadar, melawan tiga Alam Emas saja ia sudah putus asa apalagi delapan belas orang. Mei dan Ran juga tidak menyembunyikan kecemasannya, tidak menyangka akan bertemu situasi seperti ini.


"Penjelasannya bisa lain kali tetapi kalian jangan khawatir soal masalah ini..." Zhou Yuan tidak berniat memberitahu lebih detail, ia meminta Linxia dan dua adik seperguruannya untuk pergi sementara ia akan mengalihkan perhatian mereka.


"Apa kau sudah gila, kau akan mati di tangan mereka." Linxia terkejut dengan rencana Zhou Yuan dan menolaknya.


"Sejak awal tujuan mereka yang sebenarnya adalah aku karena telah membunuh dua rekan mereka. Jika kalian terus bersamaku justru kalian akan terbawa masalah ini..."


Linxia mengigit bibirnya, sebenarnya ia juga tidak bisa berbuat apa-apa meski menolak ide Zhou Yuan tetapi tetap saja ia tidak mau laki-laki itu melakukan tindakan yang tidak berbeda jauh dengan bunuh diri.


"Tenang saja, aku mempunyai kecepatan lari yang lumayan, jika mereka mengejarku akan kupastikan mereka akan menyesalinya." Zhou Yuan bisa menebak kecemasan Linxia.


Linxia memandang Zhou Yuan beberapa saat, ia sebenarnya ingin ikut bersama lelaki itu tetapi takut menjadi beban apalagi ia harus membawa Mei dan Ran dengan selamat.

__ADS_1


Linxia kemudian melepaskan kalung di lehernya, kalung berwarna emas dengan giok merah yang menggantung. "Kalau begitu ambil kalung ini, kau bisa mencariku jika kau mengalirkan tenaga dalam pada kalung tersebut."


Zhou Yuan tidak punya waktu untuk berpikir, ia menerima kalung itu dan menyimpannya di balik jubah.


Sebelum pergi Linxia sempat mengatakan sesuatu pada Zhou Yuan. "Jangan mati, aku akan menunggu kabar darimu..."


Setelah itu Linxia, Mei dan Ran pergi meninggalkan Zhou Yuan, laki-laki itu melihat punggung ketiga gadis itu dari kejauhan sebelum akhirnya menghilang.


Tak lama Linxia pergi kelompok bertudung itu akhirnya sampai. Mereka menemukan Zhou Yuan yang sudah menatap mereka seolah sedang menunggu kedatangannya.


"Jadi kau yang membunuh adikku?!" Ucap salah satu dari mereka, kekuatannya paling tinggi dibandingkan yang lain dan ia adalah pemimpin dari kelompok bertudung itu.


Zhou Yuan menaikan alis. "Aku tidak tahu yang mana adikmu, tapi kau benar aku membunuh dua anggotamu..."


"Kau... Beraninya membunuh adikku?!" Pemimpin itu menjadi murka, wajahnya memerah padam.


Adik yang dimaksud pemimpin itu adalah orang yang dikejar Zhou Yuan saat mereka hendak kabur, namun ia tidak selamat karena Zhou Yuan memiliki kecepatan yang cukup untuk mengejarnya.


"Hm, kenapa kau marah..." Zhou Yuan memasang wajah tidak berdosa. "Dia berniat membunuhku dan aku harus diam begitu saja, yang benar saja..."


Pemimpin kelompok itu mengepalkan tangannya keras, geram sekaligus kesal dengan ucapan anak remaja tersebut.


"Anak ini benar-benar bisa berbicara tanpa memiliki sopan santun." Pemimpin itu menoleh ke arah bawahannya, memberi instruksi. "Tangkap dia..."


Dalam sekejap bawahan-bawahannya segera bergerak ke arah Zhou Yuan dengan memancarkan nafsu membunuh yang kuat.


Zhou Yuan tidak naif, dengan kekuatannya yang sekarang ia tidak mungkin bisa melawan 18 orang Alam Emas sekaligus apalagi beberapa diantara mereka memiliki tingkatan kekuatan yang jauh di atasnya.


Biarpun begitu Zhou Yuan mempunyai cara tersendiri agar lolos dari mereka.


Zhou Yuan menarik nafas yang dalam sebelum mengalirkan tenaga dalam pada mulutnya lalu merubahnya menjadi energi. Zhou Yuan kemudian menyemburkan lautan api di mulutnya yang cukup besar dan luas.

__ADS_1


"Elemental Api — Hembusan Nafas Api!"


__ADS_2