
Selain dalam bentuk penjelasan ketika mengajari Bailian, di waktu berlatihnya Zhou Yuan juga mempraktekkan beberapa gerakan pedang pada gadis berambut sebahu tersebut agar dia bisa cepat memahaminya.
Bailian memperhatikan sambil sesekali bertanya ketika ada yang tidak dimengerti, Zhou Yuan menjawab dengan sabar sampai gadis itu dapat bisa memahaminya.
"Nona Yun, sudah berapa lama anda belajar pedang?" Tanya Zhou Yuan.
"Sekitar tiga bulan yang lalu, Saudara Yuan..."
Zhou Yuan tersenyum tipis, dia sudah menebak daya serap gadis itu akan sangat baik.
Meski baru tiga bulan Bailian memegang pedang namun pencapaiannya sudah dikatakan berbakat dalam dunia persilatan.
Menurut Bailian, sebelum belajar pedang dirinya terlebih dahulu belajar memanah sampai ke tahap seorang ahli. Yun Feiyu ternyata menginginkan agar Bailian bisa menggunakan berbagai jenis senjata untuk memperkuat beladirinya.
Di dunia persilatan bukan hal aneh seorang guru mengajarkan muridnya seperti cara Yun Feiyu, ada beberapa dari mereka yang menginginkan muridnya bisa melakukan banyak keahlian dibandingkan hanya berbakat di salah satu bidang saja.
Hari mulai gelap dan empat matahari sudah terbenam dimasing-masing arah. Zhou Yuan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri latihan hari ini.
"Jika lelah anda bisa pergi ke belakang rumah ini, disana ada kolam air hangat untuk menghilangkan rasa penat..." Bailian memberitahu.
Zhou Yuan merasa bersemangat, pemandian air hangat adalah salah satu yang paling dia suka ketika menjalani kehidupan pertamanya bahkan hingga sampai sekarang. Zhou Yuan berterimakasih pada Bailian sebelum pergi ke kolam air hangat tersebut.
Ketika tiba dibelakang rumah, Zhou Yuan menemukan kolam air hangat yang dimaksud Bailian, ukurannya cukup lumayan untuk digunakan beberapa orang, kolam air hangat itu sepertinya terbentuk oleh alam secara alami.
Zhou Yuan mengerutkan dahi ketika tidak ada pagar atau pembatas yang menutupi pemandian air panas itu sehingga orang dari luar dapat melihatnya dengan jelas.
'Kalau dipikir-pikir hanya Bibi dan Nona Yun yang hidup disini, tentu saja mereka tidak membutuhkan pembatas atau khawatir ada yang mengintip.' Zhou Yuan menggaruk hidungnya.
__ADS_1
Tidak menunggu lama lagi Zhou Yuan mulai melepaskan seluruh pakaiannya dan segera berendam di kolam air hangat tersebut.
Zhou Yuan duduk pinggir kolam sambil bersandar dengan nyaman, ia mendesah pelan ketika tubuhnya terasa berelaksasi.
Zhou Yuan sangat menikmati air hangat tersebut, sudah sejak lama sekali ia tidak berendam seperti ini padahal di kediamannya di Keluarga Zhou, dirinya hampir setiap hari berendam di air hangat.
"Apa kabar dengan mereka, kuharap mereka tidak sedih ketika mendengar kabar aku sudah meninggal..." Zhou Yuan mendadak teringat dengan keluarganya, ia tidak bisa membayangkan isak tangis ibunya ketika diberitahu bahwa anaknya telah gugur di penyerangan akademi.
Zhou Yuan menghela nafas pelan, ia tidak berbuat apapun sekarang selain berharap dirinya bisa cepat kembali ke dunianya.
"Seribu hari ya..." Zhou Yuan tersenyum tipis ketika mengingat syarat yang dibutuhkan agar ia bisa kembali.
Mungkin karena terlalu nyaman berendam, Zhou Yuan memejamkan mata terlalu lama hingga sampai ia tertidur di sana. Zhou Yuan membuka mata kembali saat melihat langit sudah malam.
"Celaka..." Zhou Yuan terhenyak dari tidurnya, ia tidak berpikir dirinya akan tertidur di pemandian air panas.
Suara seseorang terdengar usai Zhou Yuan tersadar, karena air panas itu memunculkan kabut ia sempat tidak melihatnya. Butuh beberapa detik agar Zhou Yuan menyadari orang bersuara itu adalah Bailian yang tengah berendam tak jauh darinya.
"Nona Yun, apa yang kau lakukan disini?!" Zhou Yuan segera memalingkan wajah ketika menyadari Bailian berendam tanpa menggunakan busana.
"Aku sedang berendam, tubuhku terlalu lelah setelah berlatih seharian." Bailian menjawabnya dengan santai.
"Bukan itu maksudku Nona Yun, kenapa anda berendam saat aku ada disini?" Zhou Yuan mengumpat dalam hati, ia tidak bisa pergi begitu saja karena dirinya juga sedang telanjang. Zhou Yuan terus memalingkan wajahnya dari Bailian.
"Memang kenapa? Aku juga sering berendam bersama Nenek bahkan beberapa hari lalu aku ikut berendam bersama Nona Linxia."
Zhou Yuan hampir menepuk jidatnya. "Nona Yun itu jelas berbeda, aku adalah lelaki sementara kau perempuan, kau tidak seharusnya menyamakannya denganku."
__ADS_1
Bailian justru tampak kebingungan sampai memiringkan kepalanya. "Nenek selalu bilang bahwa didunia ini ada mahluk yang bernama laki-laki, memang laki-laki itu seperti apa?"
Kepanikan Zhou Yuan seketika menghilang mendengar pertanyaan tersebut, ia mematung dan mulutnya terasa terkunci.
Zhou Yuan jadi teringat bahwa sebelumnya Yun Feiyu menceritakan bahwa Bailian dibesarkan di tengah hutan semenjak ia masih bayi, mengingat tidak ada siapapun disini ada kemungkinan pengetahuan gadis itu terbatas.
Zhou Yuan mengumpat seribu kali dalam hatinya, ia menebak bahwa Yun Feiyu belum memberitahu tentang gender manusia pada gadis itu bahkan boleh jadi Bailian tidak mengetahui bahwa dirinya juga seorang perempuan.
Daripada mengajari pedang, Zhou Yuan seharusnya mengajarkan gadis itu tentang pengetahuan dasar-dasar kehidupan ini termasuk adanya dua gender laki-laki dan perempuan.
***
Selama tiga hari ke depan, Zhou Yuan tidak melatih Bailian tentang ilmu pedang, pemuda itu lebih menekankan pelajarannya ke wawasan dunia luar yang harus gadis itu ketahui.
Tidak hanya tidak mengetahui gender saja, nyatanya pengetahuan Bailian lebih minim dari Zhou Yuan duga. Linxia yang ikut membantu Zhou Yuan juga sampai menggelengkan kepala mengetahui pengetahuan Bailian tidak berbeda jauh dengan seorang anak usia 3 tahun.
"Aku tidak mengerti, kenapa seseorang harus berkata sesuatu yang tidak dalam kenyataannya?" Tanya Bailian bingung di salah satu pelajarannya.
Bailian baru mengetahui bahwa manusia mempunyai sifat berbohong, bagi gadis itu yang sewaktu kecil selalu jujur terasa tidak memahami tingkah manusia yang demikian.
Zhou Yuan dan Linxia saling pandang sebelum Linxia yang berbicara, "Terkadang kenyataan tidak selalu menyenangkan dan berpihak pada kita, kebohongan mempunyai sifat menutupi, meski berbohong adalah sifat yang salah namun di kasus tertentu berbohong bisa menjadi tindakan yang diharuskan."
Ada banyak hal yang Bailian tanyakan seperti kenapa manusia bisa jatuh cinta, kenapa manusia menikah, kenapa bisa mempunyai anak, dia juga bertanya kenapa manusia bisa berselingkuh dari pasangannya.
Zhou Yuan dan Linxia sempat kebingungan harus menjawab seperti apa namun dengan sabar mereka juga menjawab semua pertanyaan gadis itu sampai ia benar-benar memahami semuanya termasuk perbedaan gender.
Dihari keempat Bailian bisa dikatakan sudah memahami sebagian hal dan mengerti alasan kenapa Zhou Yuan dan dirinya tidak boleh berendam ditempat dan waktu yang sama.
__ADS_1
Zhou Yuan menghembuskan nafasnya lega setelah semuanya, ia tidak menduga mendidik seseorang akan begitu melelahkan sampai seperti ini.