Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 218 — Gunung Tengkorak VIII


__ADS_3

Zhou Yuan melepaskan energi pedang yang berwarna hitam pekat, energi itu melesat cepat ke arah targetnya.


Lin Ran yang menyadari serangan Zhou Yuan tersebut segera menghindarinya, jarak dirinya dan Zhou Yuan yang cukup jauh membuat ia memiliki waktu untuk menghindar.


Lin Ran menahan nafas, ia bisa merasakan serangan energi itu memiliki daya hancur yang mengerikan. Lin Ran baru bernafas lega karena bisa menghindari serangan tersebut namun di saat yang sama Zhou Yuan sudah beberapa langkah lagi didekatnya.


Zhou Yuan segera mencengkram leher gadis itu sebelum mengangkatnya ke atas, Lin Ran meronta keras dan berusaha lepas namun tenaga Zhou Yuan lebih besar dari dugaannya.


"Sudah dari dulu aku ingin melakukan seperti ini padamu..." Zhou Yuan tersenyum dingin. "Organisasi yang kau buat telah banyak menjatuhkan korban jiwa, jika aku membiarkanmu pergi bukankah aku membiarkan banyak pembunuhan terjadi."


Zhou Yuan masih teringat tentang penyerangan organisasi Salju Abadi di kota Hana yang menyerang kediaman walikota. Jika saja saat itu tidak ada Jiang Qisha yang membantu mungkin akan ada banyak korban jiwa di lokasi tersebut.


Lin Ran ingin berkata sesuatu namun tidak bisa, jangankan untuk berbicara, bernafas pun ia mulai kesulitan.


Lin Ran berusaha melepaskan jarumnya ke tubuh Zhou Yuan sekuat tenaga namun jarum itu terpental ketika mengenai tubuhnya. Zhou Yuan mengeraskan kulitnya dengan sisik naga.


Zhou Yuan menggeleng kepala pelan, ia mengangkat pedangnya lalu menusukkan pedang kusanagi ke arah jantung gadis itu. Seketika tubuh Lin Ran berhenti memberontak dan jatuh ke tanah ketika Zhou Yuan melepaskan cekikan lehernya.


"Organisasi Salju Abadi tidak akan hidup lagi setelah kehilangan pemimpin mereka..." Zhou Yuan menghela nafas sambil memandang Lin Ran yang kini sudah tidak bernyawa.


Melihat dua pendekar tingkat tinggi telah tewas ditangan Zhou Yuan, anggota Gunung Tengkorak yang tersisa segera melarikan diri dari markas. Yang terpikirkan mereka saat ini adalah secepatnya menyelamatkan nyawa.


Zhou Yuan yang menyadari hal tersebut mendengus pelan. "Kau pikir aku akan membiarkan kalian hidup, jangan bermimpi!"


Zhou Yuan segera bergerak cepat mengejar anggota Gunung Tengkorak, pedang Kusanagi kembali terayun, mencabut nyawa anggota organisasi yang lain.


Zhou Yuan tidak bisa membiarkan mereka hidup atau akan ada banyak pembunuhan yang terjadi di masa depan, dia menghabisi mereka dengan cepat, dari setiap detiknya maka ada satu orang tewas ditangannya.


Walupun Zhou Yuan berniat menghabisi semua anggota Gunung Tengkorak namun kenyataannya ia sulit melakukan hal tersebut. Jumlah mereka yang terlalu banyak membuat Zhou Yuan hanya bisa menghabisi separuhnya.


Zhou Yuan menghela nafas memandang para pembunuh itu pergi meninggalkan markas, Zhou Yuan tidak mengejarnya melainkan berbalik dan menelusuri markas mereka terlebih dahulu.

__ADS_1


Markas Organisasi Gunung Tengkorak lumayan cukup luas karena mereka menampung delapan ratus orangan, di sana juga ada beberapa bangunan serta ruang bawah tanah yang tersembunyi.


Zhou Yuan menelusuri bangunan itu satu persatu, dibangun yang paling besar ia kemudian menemukan gudang senjata dari Organisasi Gunung Tengkorak.


"Mereka juga mempunyai senjata seperti ini? Aku tidak menduganya..."


Zhou Yuan menemukan senjata unik di gudang senjata tersebut yang memiliki bentuk seperti kelopak bunga, sepengetahuan Zhou Yuan senjata itu disebut suriken, senjata jarak jauh yang mematikan.


Selain suriken ada banyak senjata lainnya seperti pedang, panah, tombak, atau sejenisnya. Zhou Yuan segera menyimpan semua senjata itu ke dalam cincin ruangnya dan berniat akan memberikannya pada Organisasi Bayangan Malam.


Selain ada gudang persenjataan, Zhou Yuan juga menemukan gudang harta yang letaknya lebih tersembunyi, gudang itu berisi puluhan ribu koin emas, perhiasan, atau batu mulia.


"Sudah berapa lama mereka mengumpulkan harta sebanyak ini?" Zhou Yuan terpana, meski tidak sebanyak gudang Feiyu tetapi tetap saja tumpukan koin emas di depannya tergolong besar.


Zhou Yuan akhirnya tiba memeriksa ruangan bawah tanah yang ada disekitar markas, ketika ia baru melangkah memasukinya, Zhou Yuan merasakan ada hawa kehidupan didalamnya.


Saat Zhou Yuan sampai di dasar ruangan bawah tanah, ia menemukan banyak sel penjara di sana begitu juga para tahanan dibaliknya.


Mereka melihat Zhou Yuan namun hanya sekilas, para tahanan itu tidak berusaha meminta tolong karena berpikir Zhou Yuan adalah bagian dari Organisasi Gunung Tengkorak.


'Mereka juga telah menculik banyak orang, ternyata keputusanku untuk menghancurkan mereka memang pilihan yang tepat...'


Zhou Yuan kemudian mengayunkan jarinya untuk memotong jeruji yang menahan para tahan itu.


"Kini kalian sudah bebas, pergilah dari markas ini dan cari kehidupan kalian masing-masing." Zhou Yuan mengeluarkan ribuan koin emas. "Ambil yang kalian butuhkan sebagai kompensasi."


Para tahanan itu terkejut, mereka akhirnya sadar Zhou Yuan adalah seseorang yang ingin membebaskan mereka.


"Terimakasih pendekar!" Para tahanan itu berkata serempak.


Para tahanan kemudian mulai mengambil koin emas itu, beberapa dari mereka mengambil secukupnya sementara sebagian lainnya mengambil dengan jumlah besar.

__ADS_1


Zhou Yuan menggelengkan kepala, ia tidak menyalahkan mereka yang mengambil banyak koin emas, Zhou Yuan hanya mengatakan agar mereka berhati-hati.


Sesudah membebaskan para tahanan Zhou Yuan kemudian meninggalkan markas itu bersama para tahanan yang lain karena mereka mengikutinya.


Pada tahanan itu khawatir ada anggota organisasi yang masih tersisa sehingga mendekat ke arah Zhou Yuan karena dirasa pemuda itu bisa melindungi mereka.


Ketika Zhou Yuan meninggalkan markas, ia menemukan Xu Miao, Huang Li, Qiyao, beserta 6 Tetua Organisasi Bayangan Malam sudah menunggunya di luar.


Tidak hanya 9 Tetua yang hadir, seluruh pasukan Organisasi Bayangan Malam juga berdiri di belakangnya, lengkap dengan seragam hitam mereka yang memakai tudung dan menggunakan topeng.


"Apa Nona Miao sudah berhasil menangani anggota Gunung Tengkorak yang kabur?"


Sebelumnya Zhou Yuan sudah memberi instruksi pada Organisasi Bayangan Malam agar mengepung sekitar markas Gunung Tengkorak agar tidak ada yang lolos dari mereka.


Xu Miao tersenyum canggung sebelum mengangguk. "Tidak ada dari mereka yang berada di alam cahaya sehingga kami bisa menghabisi mereka dengan mudah."


Xu Miao melirik para tahanan yang berada dibelakang Zhou Yuan, mereka tampak ketakutan seperti sudah melihat sesuatu yang mengerikan.


"Saudara Yuan, sepertinya anda sudah membereskan semuanya?" Xu Miao bertanya.


"Aku sudah menghabisi pemimpin Gunung Tengkorak dan pemimpin Salju Abadi di dalam, sebaiknya kalian tidak masuk ke dalam markas itu karena kuyakin kalian tidak akan menginginkannya."


Xu Miao tampak tidak mengerti ucapan Zhou Yuan tetapi ia akan menuruti perintahnya. Sebenarnya Xu Miao lebih terkejut karena Zhou Yuan telah berhasil menghabisi pemimpin organisasi mereka.


'Dia bisa menghabisi pemimpin Gunung Tengkorak dalam waktu singkat, sebenarnya siapa Saudara Yuan ini...' batin Xu Miao yang semakin penasaran dengan Zhou Yuan.


Xu Miao hanya bisa bersyukur karena Zhou Yuan kini telah bergabung dengan organisasinya. Ia sempat menyesal dulu pernah berniat menghabisi pemuda itu.


"Nona Miao, apa kau mendengar penjelasanku?" Zhou Yuan mengerutkan dahi melihat Xu Miao menatap wajahnya tanpa berkedip.


Xu Miao menjadi salah tingkah, ia batuk pelan. "Maaf, tadi aku sedang memikirkan sesuatu."

__ADS_1


Zhou Yuan kemudian menjelaskan orang dibelakangnya adalah para tahanan Gunung Tengkorak yang ia bebaskan sebelumnya. Dia ingin Xu Miao mengantarkan mereka ke kota kembali.


"Tidak masalah Saudara Yuan, biar aku dan lainnya yang akan melakukannya." Xu Miao mengangguk pelan.


__ADS_2