
"Kenapa hujan sesering ini?" Zhou Yuan menghela nafas saat satu tetesan air hujan menyentuh wajahnya.
Tiga hari setelah Zhou Yuan berpisah dengan Jian Chen, ia kemudian melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda menuju Kekaisaran Bulan.
Tidak berselang lama ia meninggalkan kota, Zhou Yuan harus menghadapi sesuatu yang diluar kendalinya yaitu cuaca. Zhou Yuan harus mendarat beberapa kali untuk berteduh sebelum memulai perjalanannya ketika hujan reda.
Tempat Zhou Yuan saat ini memang sedang memasuki musim penghujan sehingga setiap harinya akan terjadi hujan selama beberapa jam.
Di hari ketiga semenjak ia meninggalkan kota, Zhou Yuan harus kembali mencari tempat berteduh ketika tetesan demi tetesan mulai mengenai tubuhnya.
Zhou Yuan tidak bisa terbang dalam keadaan hujan karena akan mengurangi jarak pandangnya, tidak punya pilihan ia harus mencari tempat berteduh.
Sebelum hujan menjadi deras, pandangan Zhou Yuan kemudian tertuju ke dermaga kapal yang sedang berlabuh.
Di dermaga itu terdapat beberapa kapal yang berlabuh, dari kapal yang ukurannya kecil, menengah, besar, serta kapal yang mewah.
Saat ini Zhou Yuan memang harus melewati jalur sungai yang panjang untuk pergi ke Kekaisaran Bulan, Zhou Yuan bisa saja melintasi sungai itu dengan cepat dengan cara terbang namun karena tidak lama lagi akan hujan ia memilih turun di sekitar dermaga itu.
Zhou Yuan kemudian mendarat setelah tidak ada yang melihat dirinya terbang, ia lalu menghampiri salah satu kapal dan membeli tiket untuk menaikinya.
Zhou Yuan berencana menaiki kapal untuk perjalanannya sementara waktu ketika hujan masih turun, ia juga sengaja menumpangi kapal besar yang biasanya mempunyai fasilitas yang lebih lengkap.
Saat ia menaiki kapal yang paling besar, ada banyak penumpang selain dirinya dan rata-rata mereka adalah pedagang.
Kapal besar yang Zhou Yuan tumpangi setidaknya bisa menampung dua ratus orangan termasuk hewan dan barang berat lainnya. Kapal besar seperti ini biasanya digunakan untuk pelayaran yang jauh.
"Apa disini bisa menyewa kamar?" Tanya Zhou Yuan pada salah satu kru kapal.
__ADS_1
"Ada tuan muda, jika anda ingin menyewa kamar maka ada tarif lain yang harus dibayar, harga mungkin sedikit mahal tapi itu termasuk makan dan lainnya."
Zhou Yuan mengangguk lalu memberikan satu koin emas pada pekerja kapal itu. "Aku menyewa satu kamar, kembaliannya kau bisa mengambilnya."
Pekerja kapal itu mengangguk dan berterimakasih, ia kemudian membawa Zhou Yuan ke salah satu kamar di kapal ini.
Ruangan kamar mereka nyatanya cukup luas, lengkap dengan tempat tidur dan buah-buahan yang sudah disimpan di sana.
"Untuk makan kami akan menghidangkannya setengah jam setelah kapal berlayar, Tuan muda bisa makan buah-buahan sambil menunggu, nanti ada pelayan yang akan mengetuk kamar Tuan muda dan membawa napan makanan..."
Zhou Yuan mengangguk, setelah terbang beberapa hari Zhou Yuan memang belum makan sama sekali, meski dia tidak lapar karena fisik dan tenaga dalamnya yang besar Zhou Yuan tetap merasa ada yang kurang dalam tubuhnya.
Beberapa menit kemudian kapal yang ditumpangi Zhou Yuan mulai berlayar.
Sambil menunggu makanan tiba, Zhou Yuan menghabiskan waktunya di kamarnya untuk beristirahat dan sedikit bersantai. Zhou Yuan kemudian teringat dengan batu roh yang diberikan Jian Chen sebelum mengeluarkannya.
"Hm, apa benar batu ini memiliki khasiat bagi pendekar, selain warna dan teksturnya, dia tidak berbeda jauh dengan batu biasa..." Zhou Yuan menggaruk kepala melihat batu roh itu.
Zhou Yuan menggenggam salah satu batu roh di tangan kanannya sebelum kemudian menyerap energi batu itu ke dalam tubuhnya.
Mata Zhou Yuan lebar setelah beberapa detik merasakan khasiat batu roh itu. "Ini... Bagaimana ada benda ajaib seperti ini di dunia persilatan?!"
Zhou Yuan terkejut, walupun hanya sebentar ia menyerap khasiat batu roh itu namun ia merasakan energi yang terkandung di dalam batu itu sangat berbeda jauh lebih murni dan melimpah dibandingkan memakan pil sumberdaya.
Zhou Yuan mulai menyerap batu roh itu ke dalam tubuhnya kembali, energi dari batu roh mulai mengalir ke setiap pembuluh darahnya sebelum menyebar ke seluruh tubuh.
Batu roh itu terus mengecil ketika semakin berkurang energi yang ada didalamnya hingga akhirnya ia pecah berkeping-keping ketika energi yang terkandungnya habis.
__ADS_1
Zhou Yuan tersenyum lebar, dengan hanya satu batu roh saja Zhou Yuan mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam beladirinya apalagi ia menyerap batu roh itu seluruhnya.
Zhou Yuan ingin berlatih lagi namun ketukan di pintu kamarnya membuatnya terganggu, ketukan itu berasal dari pelayan yang sedang membawakan makanan yang ia tunggu sebelumnya.
"Terimakasih, kau bisa mengambil ini..." Zhou Yuan melemparkan koin emas pada pelayan wanita itu sebagai sebuah tip baginya.
Pelayan itu terkejut karena Zhou Yuan memberikan koin emas padanya, sebelumnya tidak ada penumpang yang memberikan uang sebesar itu.
Setelah pelayan itu pergi, Zhou Yuan tidak melanjutkan berlatih melainkan mengisi perutnya terlebih dahulu.
Dari luar samar-samar ia mendengar hujan deras tengah turun bersama suara guntur yang memekakkan telinga. Kapal yang ditumpangi Zhou Yuan berombang-ambing cukup kencang akibat hujan deras tersebut.
Zhou Yuan bersyukur karena ia memilih berteduh di kapal ini terlebih dahulu atau kalau tidak, ia harus menghadapi hujan deras ini.
"Kuharap hujan ini bisa lebih reda dengan cepat..." Zhou Yuan merasakan tidak hanya hujan itu deras ia juga disertai angin yang kencang.
***
Hujan deras seperti badai sebelumnya akhirnya berhenti setelah tiga jam mengguyur tanpa henti. Ketika cahaya matahari mulai muncul disela-sela awan yang mendung Zhou Yuan akhirnya keluar dari kamar dan pergi ke anjungan kapal.
Zhou Yuan bisa melihat para kru kapal tampak kelelahan setelah melewati hujan angin sebelumnya, mereka sibuk untuk menyeimbangkan kapal agar tetap berada di jalur sungai yang seharusnya.
Zhou Yuan menarik nafas yang dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan, udara setelah hujan adalah udara yang paling ia sukai karena teras menyegarkan.
Melihat cuaca sudah mulai membaik, Zhou Yuan berniat angkat kaki dari kapal itu dengan terbang di udara, baru Zhou Yuan hendak melakukannya tiba-tiba suara lonceng kapal terdengar begitu nyaring.
"Perompak! Ada perombakan di sebelah barat!"
__ADS_1
Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia melihat ke salah satu arah lalu menemukan empat kapal asing sedang menuju ke arah kapalnya. Kapal itu berukuran sedang dan bisa menampung sekitar puluhan orang.
"Perompak? Di saat setelah badai seperti ini?" Zhou Yuan menaikan satu alisnya dengan keheranan.