Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 93 — Sisik Naga Emas


__ADS_3

Di serikat pahlawan memang ada sistem peringkat untuk menunjukkan identitasnya dalam menjalani seorang pahlawan. Dimulai dari pahlawan kelas E, D, C , B, A, dan terakhir S dimana E adalah peringkat terendah sementara S merupakan kelas pahlawan paling tinggi.


Peringkat ini bisa berubah tergantung pada kontribusi pendekar pada serikat bukan dari tinggi kekuatannya, semakin banyak misi yang diselesaikan sang pahlawan maka semakin bisa untuk dirinya naik kelas.


Misi juga sebenarnya memiliki tingkatan kesulitan tersendiri, sama seperti peringkat pahlawan, kesulitan misi di bagi 6 yaitu misi tingkat E yang paling mudah hingga misi tersulit yang merupakan tingkat S.


Misi tingkatan E biasanya berisi pekerjaan ringan seperti mencari hewan peliharaan yang hilang, ternak yang kabur atau sejenisnya.


Sementara misi tingkatan S merupakan misi berbahaya, contohnya adalah suruhan untuk mencari buronan pendekar tingkat tinggi, menghancurkan sarang organisasi kriminal, membunuh siluman ratusan tahun dan sebagainya.


Misi tingkatan S jarang di ambil oleh anggota serikat pahlawan karena menyelesaikannya butuh kekuatan seorang pendekar Alam Cahaya.


Biarpun sangat sulit dan berbahaya namun uang yang didapat andai berhasil juga sangat besar.


Dengan adanya serikat pahlawan, para pendekar yang menganggur dapat dengan mudah mencari pekerjaan dan mendapatkan uang dari misi yang mereka kerjakan.


Belum lagi mereka yang telah menginjak pahlawan kelas B biasanya sudah mempunyai gelar di dunia persilatan, terkenal serta dihormati.


Serikat pahlawan juga diterapkan di tiga kekaisaran lain dan bisa dibilang semua sistemnya hampir sama.


Tidak hanya Kekaisaran Bulan saja, pemerintahan kekaisaran lain juga berharap dengan adanya serikat pahlawan angka kejahatan jadi menurun.


Zhou Bing kemudian mengajak Zhou Yuan pulang setelah mendaftar, Zhou Yuan langsung bertanya alasan kenapa dirinya harus gabung ke serikat pahlawan.


"Yuan'er, Kakek berharap kau bisa berkontribusi banyak membasmi organisasi kriminal dengan gabung serikat, atau setidaknya kau bisa membantu orang lain dengan kekuatanmu..." Zhou Bing menjawabnya saat keduanya sudah masuk dalam kereta.


Setelah mengetahui Zhou Yuan memiliki Tubuh Raja Langit, Zhou Bing menyadari takdir cucunya tidak akan biasa di masa depan.


Alasan utama Zhou Bing mendaftarkan nama Zhou Yuan ke serikat karena ingin cucunya termotivasi untuk menjadi pahlawan yang sesungguhnya.


Tidak menutup kemungkinan dengan tubuh khususnya Zhou Yuan akan menjadi pendekar terkuat di dunia persilatan, terbukti dalam usianya saat ini, peningkatan kekuatan cucunya itu sudah melebihi dari batas manusia normal.


Zhou Yuan tidak bertanya lagi, ia tidak keberatan dengan keputusan Kakeknya karena tujuan hidupnya di kehidupan kedua ini memang ingin menghancurkan semua organisasi kriminal apalagi organisasi yang telah membunuhnya.


***


Zhou Yuan kembali ke dalam kamarnya sesudah pergi bersama Zhou Bing, ia melihat lencana di tangannya sambil tersenyum tipis sebelum kemudian menyimpan di balik jubahnya.


Zhou Yuan membuka Kitab Tubuh Raja Langit sebelum mulai membuka halaman baru dan membacanya.


Setelah berhasil menyempurnakan teknik penempaan fisik Zhou Yuan masih perlu berlatih karena menurutnya kekuatannya sekarang masih belum cukup untuk melawan para organisasi.


Biarpun Zhou Yuan meningkat kuat dengan pesat selama melakukan latihan tertutup, ia sebenarnya masih berharap bisa lebih kuat lagi, setidaknya sampai kekuatannya mencapai di kehidupan pertamanya.


Buku Kitab Raja Langit memandu Zhou Yuan secara bertahap menjadi pendekar yang berbeda dengan kekuatan di kehidupan pertamanya.


Dulu Zhou Yuan selalu memfokuskan pada latihan pedang tetapi sekarang ia memikirkan pelatihan lain yang berguna untuknya salah satunya adalah teknik yang ia temukan dihalaman berikutnya kitab ini.


"Teknik Sisik Naga Emas ini... Sepertinya sangat berguna, aku akan melatih ini terlebih dahulu..."


Zhou Yuan menemukan sebuah teknik yang mampu mengeraskan kulitnya agar tidak mudah ditembus oleh benda tajam atau sejenisnya, teknik itu dinamai teknik Sisik Naga Emas.


Mengikuti arahan dan petunjuk dari kitab itu, Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada seluruh kulitnya, secara perlahan-lahan kulit Zhou Yuan mulai terbentuk kilasan cahaya yang membentuk sisik emas.

__ADS_1


Kilasan sisik cahaya itu hanya terlihat sesaat sebelum meredup dan menghilang. Zhou Yuan harus berkosentrasi agar bisa memunculkan kilasan sisik cahaya itu lagi.


Setelah beberapa saat berlatih akhirnya Zhou Yuan memahami cara menggunakan teknik tersebut. Zhou Yuan terus belajar hingga empat hari ke depan hingga akhirnya ia bisa menguasai teknik itu sepenuhnya.


"Hm, jika kekuatannya seperti ini pedang biasa atau senjata pusaka kelas tiga tidak bisa menembus kulitku, teknik ini benar-benar menarik..." Zhou Yuan bergumam saat menilai kekuatan teknik yang di pakainya.


Mengaktifkan teknik Sisik Naga Emas memerlukan tenaga dalam yang tidak sedikit, teknik ini hampir sama persis dengan perisai tenaga dalam yang biasanya digunakan pendekar dalam melindungi tubuh, yang membedakan Sisik Naga Emas sangat kuat dan melindungi tubuh Zhou Yuan seluruhnya.


"Teknik yang diajarkan di kitab ini semuanya adalah teknik tingkat tinggi, baru beberapa halaman saja aku sudah dibuat takjub apalagi membaca sampai akhir..."


Zhou Yuan merasa kagum pada pencipta kitab ini, Zhou Jiangnam. Ia yakin perkataan Kakeknya bukan cerita belaka mengenai Zhou Jiangnam yang merupakan pendekar terkuat di seluruh Benua Daratan Utara.


Di hari berikutnya, Zhou Yuan di panggil oleh ayahnya ke aula utama. Kini status Zhou Yao sudah berubah menjadi Ketua Keluarga sehingga membuat status Zhou Yuan ikut naik sebagai putranya.


"Yuan'er, kudengar kau mempunyai hubungan khusus dengan Kaisar Bulan?" Tanya Zhou Yao.


Zhou Yuan terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengakuinya, di kota Hana ia bertemu Kaisar Bulan, Jiang Qisha secara tidak sengaja dan menolong cucunya yang terkena racun.


Jiang Qisha begitu berhutang budi padanya waktu itu dan memberikan giok emas sebagai hadiah darinya menyelamatkan cucunya.


"Yuan'er, sebenarnya ayah ingin memberikan tugas padamu mengenai Kaisar Jiang ini..." Zhou Yao kemudian menjelaskan bahwa ia ingin Zhou Yuan pergi ke ibukota untuk mengirimkan sebuah surat pada Yang Mulia Kaisar.


"Ayah, bukankah lebih cepat menggunakan merpati pengirim pesan?" Tanya Zhou Yuan setelah mendengar permintaan ayahnya.


"Ayah juga berpikir demikian tetapi surat yang ayah kirimkan sangat penting..."


Merpati pesan adalah alat yang digunakan untuk mengirim surat di Benua Daratan Utara, biarpun bergerak sangat cepat namun merpati pesan mempunyai kekurangan yaitu mudah di tangkap oleh orang lain.


Bukan hal aneh sebuah surat tidak sampai pada tujuannya karena ada orang yang menyabotase surat itu ketika di perjalanan. Apalagi merpati sangat mudah di pancing dengan makanan sehingga orang biasa pun bisa memburunya.


"Ini..." Zhou Yuan menahan nafasnya. " Ini surat dari Yang Mulia?"


Zhou Yao mengangguk, "Benar, Yang Mulia mengundangmu langsung ke istana Yuan'er, dia mengirimkan surat pada ayah untuk diberikannya kepadamu."


Zhou Yao tersenyum senang dalam hatinya, ia tidak mengerti bagaimana putranya bisa memiliki hubungan dengan Kaisar Bulan namun yang pasti ini merupakan kabar baik bagi keluarganya.


"Sekalian kau diundang ke sana, Ayah memberikan tugas padamu mengirimkan surat rahasia Ayah ke ibukota." Tambah Zhou Yao setelahnya.


Zhou Yuan mengangguk dan menerima tugas dari ayahnya, tidak ada alasan baginya menolak tugas tersebut. Lagipula cepat atau lambat Zhou Yuan memang akan pergi dari kediamannya selama beberapa waktu untuk menyelesaikan misi-misi dari serikat pahlawan.


Zhou Yao menjelaskan bahwa kemungkinan Zhou Yuan akan pergi sendiri dalam perjalanan ini. Zhou Yuan tidak masalah dengan itu justru merasa senang, ia bisa bisa bebas di tugas ini.


Karena perjalanan ke ibukota lumayan jauh, Zhou Yuan membutuhkan persiapan yang matang. Zhou Yuan menaiki kuda dalam perjalanan ini dan membawa dua pedang di pinggangnya, pedang dari ayahnya dan pedang kusanagi.


Biarpun tugas ini sangat mudah, Zhou Yuan tetap harus mempersiapkan segala hal. Dia tidak mau ada situasi yang berada diluar kendalinya.


Zhou Yuan berpamitan dengan orang tua serta kakeknya, Zhou Yuyin menangis sedih setelah mengetahui kakaknya akan pergi dan meninggalkannya selama beberapa waktu.


Gadis kecil itu bahkan tidak mau melepaskan pelukannya pada Zhou Yuan saat berpisah, baru setelah diiming-imingi hadiah tangisannya berhenti.


"Kakak janji akan beri Yuyin hadiah ketika pulang?" Zhou Yuyin mengulurkan jari kelingkingnya.


"Kakak janji, Kakak akan memberikan hadiah banyak untukmu." Zhou Yuan mengelus gadis kecil itu.

__ADS_1


Zhou Yuan kemudian menaiki kuda dan melambaikan tangan pada keluarganya terakhir kali, setelahnya ia memacu kudanya meninggalkan Kota Riva.


"Yao'er, apa kau yakin tidak berterus terang kenapa kau mengutus Yuan'er ke sana?" Zhou Bing bertanya setelah tersisa hanya mereka berdua.


"Ini untuk kebaikan Yuan'er, bukankah Ayah mengatakan bahwa lebih baik Yuan'er berkembang secara sendirinya."


Zhou Bing menggaruk kepala, ia tidak bisa menjawabnya dan berharap Zhou Yuan baik-baik saja ketika sampai di istana Kekaisaran.


***


Tiga hari berlalu setelah meninggalkan Kota Riva, Zhou Yuan melakukan perjalanan dengan lancar. Selama tiga hari tersebut Zhou Yuan belum menemukan tempat persinggahan sementara atau sebagainya sehingga ia harus bermalam di tempat alam terbuka.


Zhou Yuan saat ini sedang menyalakan api unggun di tengah malam yang gelap, tepat di atas perapiannya ada daging rusa yang ia bakar sebelumnya.


"Ini jadi sedikit bernostalgia..." Zhou Yuan jadi teringat dengan kehidupan pertamanya yang berkelana sendiri seperti ini dan sering kali tidur beratapkan langit.


Zhou Yuan kemudian membentangkan peta yang diberikan ayahnya sebelum berangkat. Peta yang bergambarkan seluruh wilayah di Kekaisaran Bulan.


Peta yang sama digunakan Zhou Yuan untuk menuju Ibukota Kekaisaran saat ini.


"Hm, seharusnya besok sore aku akan menemukan sebuah desa jika tidak ada yang menghambat, aku akan berhenti di sana untuk mengisi kebutuhan makananku..." Zhou Yuan menutup peta itu sambil menghela nafas panjang.


Keesokan harinya Zhou Yuan kembali melanjutkan perjalanannya, di saat matahari mulai tumbang di kaki barat barulah ia menemukan desa yang dimaksud peta tersebut.


Zhou Yuan langsung mempercepat lari kudanya, ia ingin segera berisitirahat di sana sekaligus mengisi perutnya.


Selama tiga hari ini Zhou Yuan hanya memakan daging yang hambar hasil dari buruannya, ia sedikit menyesal tidak membawa bumbu dalam perjalanan ini agar bisa menikmati makanan lebih enak.


Zhou Yuan begitu antusias menuju desa itu namun saat ia beberapa meter didekatnya, ia merasa ada yang janggal di desa tersebut apalagi setelah melihat ada asap tebal bersumber dari sana.


"Apa itu kebakaran..." Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia yakin asap setebal itu biasanya berasal dari kebakaran yang besar.


Masalahnya kebakaran tersebut tidak berada pada satu lokasi saja melainkan lima tempat sekaligus. Zhou Yuan semakin cepat memacunya kudanya untuk melihat apa yang terjadi.


"Sepertinya ini tidak beres..." Zhou Yuan turun dari kudanya sesudah beberapa langkah di dalam desa, ia mendapati desa itu sedang dalam masalah yang besar.


Zhou Yuan naik ke salah satu atap rumah untuk melihat situasinya lebih jelas.


Dari atas Zhou Yuan menemukan ada kelompok yang sepertinya adalah penyamun yang menyerang desa ini dan sedang membakar rumah-rumah penduduk. Semua warga dikumpulkan di satu lokasi, tampak kondisi mereka tidaklah baik, beberapa ada yang menangis sementara sebagian lainnya ketakutan.


"Ini adalah balasan karena kalian berani tidak membayar pajak pada kami, sebagai gantinya aku akan membawa gadis-gadis muda kalian bersama kelompokku. Lima rumah ini adalah peringatan dan jika minggu depan kalian masih tidak punya uang lagi. Aku tidak akan segan mengambil nyawa kalian." Seru salah satu mereka yang merupakan Ketua penyamun dari kelompok tersebut.


"Tuan, kami sudah memberikan banyak harta padamu, jangan bawa gadis-gadis kami... Uang pajak kalian terlalu besar untuk kami bayar setiap minggu." Kepala desa memohon.


"Memangnya aku peduli! Salahkan diri kalian yang tidak becus mencari uang!" Ketua penyamun itu mendengus kesal lalu menoleh pada anak buahnya. "Ayo, bawa gadis-gadis itu, aku tidak punya waktu disini terus."


Kepala Desa tidak menyerah, ia menghadang langkah Ketua penyamun berkali-kali sambil terus memohon agar anak-anak mereka tidak dibawa.


Hal itu membuat Ketua Penyamun kesal, ia mengayunkan goloknya ke arah leher Kepala desa untuk mengakhiri nyawanya.


Kepala Desa terkejut, ia tidak menyangka Ketua penyamun akan menyerangnya, ia memejamkan mata karena tidak berani melihat ayunan golok itu.


Satu detik lagi golok tersebut menyentuh leher Kepala Desa, Zhou Yuan sudah muncul di dekatnya dan menahan golok itu dengan punggung tangannya yang kini sudah berubah kulitnya menjadi sisik-sisik cahaya keemasan.

__ADS_1


Tidak hanya tidak berhasil menggores kulit Zhou Yuan, golok itu justru mengalami retakan halus.


"Hm, lebih kuat dari yang aku duga..." Zhou Yuan mengayunkan tangannya yang menahan golok tersebut. Teknik Sisik Naga Emas benar-benar melindunginya.


__ADS_2