
Tetua Panah adalah orang pertama yang bergerak, dia membanting sebuah bola ke tanah, menciptakan kepulan asap yang begitu tebal.
Dari kepulan asap yang tercipta itu Tetua Pedang tiba-tiba keluar dan melesat ke arah Zhou Yuan sambil mengayunkan pedangnya.
Zhou Yuan menahan pedang itu dengan pedang kusanagi, keduanya kemudian bertukar serangan.
Tetua pedang mengerutkan dahi setelah beradu jurus dengan Zhou Yuan, selain pemuda didepannya memiliki keahlian pedang diatasnya pedang pusaka yang dipegang Zhou Yuan juga memiliki kualitas lebih tinggi darinya.
Dalam beberapa kali pertukaran serangan, pusaka Tetua Pedang mulai dipenuhi retakan halus. Tetua Pedang bergegas mengambil jarak dari Zhou Yuan khawatir pedangnya akan hancur jika terus berbenturan dengan pemuda itu.
Zhou Yuan tidak mengejar Tetua Pedang melainkan berbalik dan mengayunkan pedangnya ke udara kosong.
"Bukankah sudah kukatakan ilusimu tidak akan melabuhi penglihatanku!?" Zhou Yuan tersenyum sinis.
Beberapa detik kemudian Tetua Kampak memperlihatkan wujudnya, dia berdecak kesal melihat serangan diam-diamnya sudah diketahui oleh pemuda itu, Zhou Yuan kemudian mengayunkan pedangnya sementara Tetua Kampak tidak punya pilihan lain selain bertukar serangan.
Dalam lima kali benturan, Tetua Kampak merasakan tangannya terasa kebas setelah menahan ayunan pedang Zhou Yuan. 'Bagaimana dia bisa melepaskan tenaga sebesar dari tubuh yang kecilnya?'
Zhou Yuan tidak memberikan waktu Tetua Kampak itu bernafas, dia segera bergerak menghampiri dan berniat memberikan serangan terakhir untuknya namun sebelum dia mendekatinya, sebuah panah melesat didekatnya dan menancap ke tanah, menciptakan ledakan besar yang membuat Zhou Yuan terpaksa harus melompat mundur.
Zhou Yuan berdecak pelan, ia yakin ledakan api itu tidak membahayakan nyawanya tetapi Zhou Yuan tidak mau pakaiannya terbakar atau rambutnya menjadi botak karena ledakan tersebut.
Zhou Yuan terus mundur sampai akhirnya ia tiba-tiba merasakan seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi. Zhou Yuan kemudian menyadari semua anggota badannya telah dililit oleh benang besi.
"Tamat riwayatmu!"
Tetua Laba-laba tertawa lantang melihat Zhou Yuan sudah terjebak dalam benang besinya. "Aku ingin melihat, apakah kau akan sombong seperti sebelumnya setelah aku melakukan ini..."
Tetua Laba-laba kemudian melakukan perubahan jenis petir pada benangnya, karena benang tersebut terbuat dari besi sehingga dalam waktu cepat energi listrik yang kuat merambat ke arah Zhou Yuan yang sedang terlilit.
Tetua Laba-laba tertawa lantang karena yakin Zhou Yuan akan hangus terpanggang oleh elemen petirnya sampai akhirnya tawanya mulai mengecil dan berhenti ketika menyaksikan Zhou Yuan baik-baik saja.
__ADS_1
"Apa hanya sampai segini kekuatan kalian..." Meski terlilit benang dan tidak bisa bergerak Zhou Yuan terlihat masih tenang. "Kalau begitu kita akhiri semuanya disini."
Zhou Yuan kemudian mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya sebelum mengubahnya menjadi energi, tidak lama kemudian tubuh Zhou Yuan terselimuti elemen petir yang tegangannya jauh lebih besar dibandingkan Tetua Laba-laba melakukannya.
Karena benang besi itu tersambung dengan tangan Tetua Laba-laba, elemen petir Zhou Yuan segera berbalik merambatnya.
Tubuh Tetua Laba-laba bergetar hebat ketika listrik menyetrum kuat tubuhnya, kulitnya mulai hangus sebelum kemudian jatuh ke tanah dan tak lagi bernafas.
Zhou Yuan kemudian membebaskan dirinya dari benang besi itu usai Tetua Laba-laba tewas.
"Akan kubunuh kau hingga menjadi seribu bagian?!"
Tetua Kampak yang melihat Tetua Laba-laba terbunuh didepan matanya tiba-tiba langsung menyerang Zhou Yuan dengan mengayunkan kampak besarnya.
Zhou Yuan kali ini tidak menggunakan pedangnya, ia menahan ayunan kampak itu dengan kedua jarinya.
Jantung Tetua Kampak hampir berhenti sejenak, ia berusaha menarik kampaknya kembali namun selalu gagal, senjatanya seperti sudah menempel dijari Zhou Yuan.
Sebuah panah melesat tiba-tiba ke arah Zhou Yuan, kali ini Zhou Yuan tidak berencana menghindari panah tersebut, dengan tangannya ia menangkap anak panah itu lalu menembakkan kembali ke arah Tetua Kampak yang sedang berusaha berdiri.
Tetua Kampak tidak menduga Zhou Yuan akan membelokkan panah tersebut ke arahnya, dengan telak panah itu menembus tubuhnya dan meledakan tubuh Tetua Kampak dari dalam hingga tidak tersisa.
"Kau..."
Tetua Pedang yang menyaksikan kejadian itu semua sampai kesulitan bereaksi karena semuanya terjadi begitu cepat apalagi Zhou Yuan membunuh dua rekannya dengan cara yang tragis.
Zhou Yuan mendengus kesal, ia sama sekali tidak peduli dengan tindakannya, yang dipikirkan Zhou Yuan sekarang adalah bagaimana mereka harus terbunuh hari ini.
Zhou Yuan secara tiba-tiba memperpendek jarak antar ia dan Tetua Pedang itu sebelum menggunakan teknik pedangnya dengan serius.
Tetua pedang menyadari kekuatan Zhou Yuan yang sekarang telah meningkat lebih kuat, ia berniat mengambil jarak tetapi Zhou Yuan tidak membiarkan hal tersebut terjadi.
__ADS_1
"Kau pikir lag menjauh sesukamu!" Zhou Yuan mendengus kesal.
Zhou Yuan terus mengayunkan pedangnya membuat Tetua Pedang semakin kewalahan, dalam pertukaran belasan jurus pusaka yang dipegang Tetua Pedang semakin rusak.
"Gelombang Ombak!"
Zhou Yuan menggunakan teknik pedang elemen, ayunan pedang berikutnya lebih kuat beberapa kali lipat dari sebelumnya.
Tetua Pedang menahan serangan tersebut tetapi pusaka yang dipakainya seketika pecah berkeping-keping, sebelum Tetua Pedang bereaksi atas pusakanya Zhou Yuan sudah terlebih dulu menggunakan jurus yang sama dan mengarahkan pada lehernya.
Kali ini Tetua Pedang tidak bisa mengikuti gerakan pedang Zhou Yuan, ia juga tidak bisa menahan dengan senjatanya karena sudah rusak sehingga ayunan pedang tersebut memisahkan kepala dan tubuhnya.
Yang tersisa kini tinggal Tetua Panah yang berada jauh darinya, Zhou Yuan mengayunkan pedangnya pada Tetua Panah itu dengan menggunakan jurus pedangnya.
"Teknik Pedang Elemen — Alunan Gelombang Angin!"
Zhou Yuan melepaskan pisau angin ke arah Tetua Panah, pisau angin tersebut bergerak sangat cepat dan memotong semua yang dilaluinya.
Tetua Panah memejamkan mata karena tidak yakin bisa menghindar angin pisau tersebut apalagi menahannya. Saat dirinya berpikir akan mati seseorang muncul dihadapannya dan menahan pisau angin tersebut.
"Ketua Lian!"
Tetua Panah mengenal orang yang memblokir pisau angin tersebut sebagai pemimpin Organisasi Gunung Tengkorak, Lian Zhenghua.
"Tidak kuduga bahkan didalam mimpi sekalipun ada seseorang yang berani menyerang markasku seorang diri..." Lian Zhenghua menatap dingin Zhou Yuan.
Lian Zhenghua sedang tidak ada di markas ketika Zhou Yuan menyerang markasnya karena suatu urusan, dirinya tidak menduga ketika meninggalkan markas beberapa hari sesuatu yang besar telah terjadi pada organisasinya.
Lian Zhenghua melihat tiga jasad Tetuanya di dekat tubuh Zhou Yuan, hampir semuanya terbunuh dengan cara mengenaskan.
"Bisa menahan seranganku berarti kau adalah Pemimpin organisasi ini bukan?" Tanya Zhou Yuan pada Lian Zhenghua.
__ADS_1
Lian Zhenghua tidak menjawab, ia terlalu marah untuk membalas pertanyaan Zhou Yuan, tubuhnya bergetar hebat dan ia ingin sekali membunuh Zhou Yuan sekarang juga dan merubahnya menjadi potongan kecil.