Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 163 — Anggrek Matahari


__ADS_3

Xiong Bian segera mengumumkan kemenangan Xiao Rou, maka lengkap sudah para peserta yang lolos menuju perempat final.


Empat peserta tersebut diantaranya adalah Zhou Yuan, Liu Yuwen, Jiang Yifei, dan terakhir Xiao Rou. Babak perempat final akan dimulai beberapa menit setelahnya, bagaimana para peserta yang sudah bertanding harus beristirahat terlebih dahulu.


Sambil menunggu babak perempat final dimulai, Xiong Bian berdiri di atas panggung arena dan mengumumkan beberapa hal salah satunya adalah hadiah pemenang di turnamen ini.


"Karena kita telah masuk ke babak semi final maka aku akan memberitahukan hadiah besar di turnamen ini..." Xiong Bian memanggil beberapa panitia ke atas panggung, tampak mereka sedang mendorong sebuah meja dimana sehelai kain sedang menutupi sesuatu di atas meja tersebut. "Sebelum aku membukanya, terlebih dulu aku akan memberitahu bahwa yang menjadi pemenang hanyalah tiga orang di turnamen ini jadi mari kita lihat, hadiah apa yang akan diberikan bagi yang juara..."


Xiong Bian kemudian melepaskan kain yang menutupi meja tersebut, tampak ada beberapa barang berharga di sana salah satunya kantong kulit yang berisi koin emas.


Xiong Bian kemudiannya menjelaskan, dimulai dari mereka yang menjadi juara tiga, peserta itu akan mendapatkan uang sejumlah tiga ratus ribu keping emas beserta beberapa pil sumberdaya yang mampu meningkatkan kekuatannya.


Di juara kedua, peserta dihadiahi uang sekitar lima ratus ribu keping emas di tambah sebuah pusaka yang akan di dapatkan.


Para penonton tampak terkejut dengan hadiah tersebut, tidak ada yang berpikir hadiah turnamen ini akan bernilai setinggi ini.


Zhou Yuan juga sama terkejutnya, perhatian matanya kemudian tertuju melihat sebuah anggrek yang bersinar di atas meja tersebut.


"Tanaman itu, bukankah..." Zhou Yuan menahan nafasnya saat mengenali gambaran anggrek tersebut.


Bukan hanya Zhou Yuan yang menyadari nilai anggrek itu melainkan tiga kaisar dan Jiang Long. Mereka tampak terkejut, sama seperti yang lain, mereka juga baru mengetahui hadiahnya akan setinggi ini.


Xiong Bian tersenyum lebar melihat beberapa orang melirik pada tanaman anggrek yang bercahaya itu. "Seperti yang kalian lihat, tanaman yang bersinar ini adalah hadiah bagi peserta juara satu, selain mendapatkan satu juta keping emas, pemenang turnamen akan mendapatkan Anggrek Matahari."


Zhou Yuan terkejut, ia tentu sangat mengenali jenis anggrek yang disebutkan Xiong Bian.


Berbeda dengan Anggrek Bulan yang dapat meningkatkan kekuatan seorang pendekar dalam waktu singkat, Anggrek Matahari mempunyai manfaat yang bisa membentuk seratus lingkaran tenaga dalam bagi seorang pendekar yang mengonsumsinya.


Anggrek Matahari sangat langka di dunia persilatan, seperti Anggrek Bulan ia hanya tumbuh sekitar dua belas tahun sekali.

__ADS_1


"Aku harus juara di turnamen ini..." Zhou Yuan mengepalkan tangannya kali ini penuh antusias, dengan hadiah setinggi itu ia jadi termotivasi untuk memenangkan turnamen.


Xiao Rou, Yifei, serta Linxia juga ikut tergiur dengan Anggrek Matahari namun tidak ada dari ketiganya yang berharap bisa mendapatkannya.


Ketiganya menoleh ke arah Zhou Yuan, hanya ada satu kemungkinan yang mendapatkan bunga tersebut adalah Zhou Yuan jawabannya.


Setelah mengumumkan hadiah di turnamen ini, Xiong Bian mulai membicarakan hal lain di atas arena. Kali ini pria tua itu mempromosikan Akademi Empat Kekaisaran pada para penonton.


Meski akademi ini sangat diminati di seluruh Benua Daratan Utara namun masih banyak yang tidak mengetahui tentang akademi tersebut. Acara Turnamen ini sekaligus ajang promosi bagi mereka.


Zhou Yuan tidak tertarik dengan pidato yang dibicarakan Xiong Bian, matanya menyisir ke para penonton, Zhou Yuan kemudian baru sadar jumlah orang yang memakai mantel di turnamen ini telah bertambah dibandingkan sebelumnya.


Saking bertambahnya, jumlah mereka sangat mencolok disekitar penonton yang hadir. Hampir setengah kursi penonton telah diisi oleh mereka yang memakai mantel.


"Apa-apaan..." Zhou Yuan terkejut dengan situasi yang dilihatnya, firasatnya jadi lebih buruk dari sebelumnya.


Zhou Yuan tersadar lalu buru-buru merubah ekspresinya. Zhou Yuan batuk pelan. "Tidak ada, aku hanya terkejut melihat jumlah penonton jadi lebih banyak."


Yifei menyipitkan mata, merasa Zhou Yuan sedang menyembunyikan sesuatu tetapi ia tidak bertanya lebih jauh.


Zhou Yuan harus menutupi kecemasannya, ia khawatir gadis itu akan memikirkan sesuatu yang lain dan mengganggu konsentrasi bertarungnya. Lagipula Zhou Yuan hanya berfirasat saja.


Tidak lama kemudian, Xiong Bian di atas panggung akhirnya menyelesaikan pidatonya setelah tiga puluh menit berlalu. Pertandingan semi final segera akan dimulai kembali.


"Kurasa istirahat mereka sudah cukup, aku juga yakin kalian tidak sabar ingin melihat pertandingan turnamen ini jadi kita mulai saja sekarang..." Xiong Bian berbicara dengan penuh semangat pada para penonton.


"Pertandingan pertama di semifinal diisi oleh peserta Zhou Yuan melawan Liu Yuwen, keduanya mohon menaiki arena pertandingan."


Mendengar pertandingan tersebut para penonton bersorak, sebagian dari mereka sudah menunggu kejadian ini.

__ADS_1


Mereka sudah melihat bakat Zhou Yuan, meski tidak terkenal seperti peserta yang lain namun kemampuan Zhou Yuan berhasil mengejutkan semua orang di setiap kali pertandingannya.


Disisi lain para penonton berharap kali ini Yuwen menggunakan seluruh kemampuannya terutama ilmu pedangnya. Selama turnamen berlangsung, Liu Yuwen belum pernah sama sekali menggunakan kekuatan penuhnya.


'Sepertinya pertandingan kali ini sedikit lebih berat...' Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum mulai melangkah menaiki panggung arena.


Diseberangnya Liu Yuwen juga ikut naik, keduanya kemudian berdiri saling berhadapan.


"Sudah sejak lama aku ingin melihat kemampuanmu, kuharap kau bisa menghiburku..." Dengan terus terang Liu Yuwen memprovokasi Zhou Yuan.


"Kemampuanku biasa-biasa saja Saudara Liu, aku masih perlu meningkatkan kemampuanku lebih kuat lagi." Zhou Yuan menjawabnya sambil tersenyum tipis.


Jiang Long melihat pertandingan itu, meski mengetahui Zhou Yuan adalah peserta yang paling kuat di turnamen ini namun ia penasaran dengan kemampuan Zhou Yuan yang sebenarnya.


Xiong Bian berdiri diantara keduanya sebelum kemudian meniupkan peluit.


"Aku ingin lihat seberapa hebat kau dalam bermain tangan kosong." Liu Yuwen segera menyerang Zhou Yuan menggunakan ilmu pukulan dan tendangan.


Zhou Yuan bisa melihat Liu Yuwen tidak menggunakan kekuatan penuhnya, ia kemudian menyambut serangan pemuda itu dengan ilmu tangan kosong juga.


Sama dengan Liu Yuwen, Zhou Yuan juga tidak menggunakan seluruh kekuatannya.


Keduanya beradu belasan jurus sampai Liu Yuwen mengambil jarak dengannya. "Tidak buruk, pantas saja kau masuk ke babak semifinal."


"Tidak ada sebuah kebetulan dalam pertandingan, seseorang harus mengandalkan seluruh kemampuan mereka dalam bertarung."


Yuwen mendengus, ia tentu mengerti maksud ucapan Zhou Yuan. Yuwen kemudian mengalirkan tenaga dalam ke tangannya, seketika warna kulitnya berubah hitam mengkilap seperti logam.


Liu Yuwen melepaskan tinju logamnya dengan kuat, Zhou Yuan menggelengkan kepala pelan sebelum menangkap kepalan tangan Yuwen dengan mudah.

__ADS_1


__ADS_2