Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 230 — Tiba Di Kekaisaran Bulan


__ADS_3

Zhou Yuan menyipitkan mata, berusaha mencari sesuatu di jarak pandangannya, wajahnya terlihat cemas karena tidak berhasil menemukan yang dicari.


"Dimana daratannya, apa jangan-jangan peta ini salah..." Zhou Yuan mengigit bibirnya, ia sedang melintasi lautan sejak beberapa jam yang lalu tetapi tidak menemukan daratan.


Berkat petunjuk peta yang dibuat Huang Li, Zhou Yuan mengharuskan untuk terbang di laut yang sedang di lewatinya, ketika nanti dia ada di seberang daratan maka dirinya akan tiba diperbatasan Kekaisaran Bulan.


Zhou Yuan tidak masalah jika melewati laut, hutan, atau sejenisnya, masalahnya tenaga dalam yang berada di tubuhnya mulai menipis sementara tidak ada tanda-tanda daratan akan muncul di hadapan matanya.


Zhou Yuan terus terbang dengan wajah sedikit gusar, jika tenaga dalamnya habis disini maka mau tidak mau ia harus melanjutkan perjalannya dengan berenang di tengah lautan.


"Ah, itu dia?!"


Saat Zhou Yuan berpikir ia harus berenang ke seberang, di depan matanya daratan yang dicari akhirnya ketemu.


Wajah Zhou Yuan seketika berubah menjadi cerah, ia segera menaikan kecepatan terbangnya agar bisa sampai pada daratan tersebut tepak waktu.


Daratan yang ada di depan Zhou Yuan merupakan perbatasan Kekaisaran Bulan, dalam artian lain dirinya sudah sampai ke kekaisarannya.


Membutuhkan waktu sebulan lebih bagi Zhou Yuan untuk terbang dari Kekaisaran Bintang hingga sampai ke Kekaisaran Bulan, tentu saja waktu tersebut dihitung termasuk saat ia berhenti atau berisitirahat.


Zhou Yuan akhirnya tiba di daratan, saat ia hendak mendarat dan mengisi tenaga dalamnya kembali, pandangan Zhou Yuan tertuju ke arah seseorang yang sepertinya sedang dikejar oleh sekelompok orang.


Zhou Yuan melihat semuanya di udara, seseorang yang dikejar oleh kelompok itu merupakan seorang gadis yang masih muda, dia tampak sudah kelelahan terlihat dari nafasnya yang tidak teratur.


Berbeda dengan kondisi gadis itu, kelompok yang mengejarnya justru dalam kondisi prima, setiap dari mereka membawa senjata golok dan siap untuk membunuh gadis itu.


Jarak antar keduanya semakin dekat, kecepatan lari gadis itu perlahan melambat karena kondisinya yang memang sudah mencapai batasnya. Menyadari dirinya tidak bisa lolos dari sekelompok orang itu, gadis itu menarik pedang di pinggangnya lalu mulai berputar arah.


Mata Zhou Yuan menyipit ketika melihat gerakan gadis itu yang tidak terasa asing baginya. Sesaat kemudian ia menyadari siapa gadis yang sedang dikejar tersebut.


"Kenapa dia ada disini?" Zhou Yuan mengerutkan dahi, tidak menunggu lebih lama dia turun dan membantu gadis itu.

__ADS_1


***


Xi Jinxue adalah seorang gadis yang berasal dari Keluarga Bangsawan Xi, dia merupakan putri kedua dari Ketua Keluarga dan merupakan adik dari Xi Yan.


Tidak banyak orang yang mengetahui nama Xi Jinxue karena bakatnya yang dianggap biasa, padahal menurut Zhou Yuan, bakat Xi Jinxue dikatakan bagus hanya saja tertutupi oleh bakat kakaknya yang dikatakan jenius beladiri termuda.


Keluarga Bangsawan Xi merupakan Keluarga Bangsawan besar serta terkuat kedua di Kekaisaran Bulan setelah Keluarga Kekaisaran Jiang.


Pemimpin keluarga mereka yaitu Xi Kai menduduki sepuluh jagoan terhebat di Kekaisaran Bulan, hal tersebut membuat keluarga mereka terkenal dan cukup disegani.


Karena perintah dari ayahnya, Xi Jinxue harus meninggalkan kediamannya dengan membawa suatu benda, karena suatu alasan ia tidak menduga dalam misinya itu ia akan dikejar oleh sekelompok orang yang menginginkan benda tersebut.


Xi Jinxue sudah berusaha mencoba membela diri dengan teknik yang ia pelajari, hal itu berhasil menumbangkan beberapa orang yang mengejarnya namun karena jumlah mereka yang terlalu banyak, akhirnya gadis itu memilih berlari.


Xi Jinxue tidak mengetahui sudah berapa lama ia dikejar, dia juga tidak mengetahui ada dimana sekarang, yang ada dipikirannya saat ini adalah terus kabur dari kejaran kelompok tersebut.


Ketika tenaga dalamnya tinggal beberapa lagi serta jarak ia dan lawannya semakin mendekat, Xi Jinxue mengigit bibir dan berputar arah untuk menyerang mereka.


Dengan teknik pedang yang ia kuasai, Xi Jinxue bergerak lincah menyerang lawan-lawannya, gerakan pedangnya amat cepat dan ketika orang-orang menyadarinya, lima diantara mereka sudah tumbang.


"Gadis ini masih berbahaya meski dia sudah kelelahan, kita harus menggunakan formasi untuk melawannya!" Seru salah seorang di kelompok tersebut.


Xi Jinxue mulai di serang dari berbagai sisi, dia bisa menghindar serta menangkis beberapa serangan tetapi sebagian lainnya telak mengenai tubuhnya.


Xi Jinxue mendapat luka di bagian bahu dan perutnya cukup dalam, nafasnya sudah terputus-putus dan tubuhnya sudah hampir mencapai batasnya.


"Ayah, Ibu, maafkan Xue'er, sepertinya aku akan mati disini..." Xi Jinxue mengigit bibirnya.


Xi Jinxue menggunakan segenap kekuatannya untuk melawan orang yang mengepungnya, dibandingkan melawan, lebih tepatnya gadis itu hanya berusaha bertahan sebisa mungkin.


"Mati kau gadis kecil!" Tiba-tiba sebuah pedang terhunus ke arah Xi Jinxue.

__ADS_1


Gadis itu terlambat menyadari, ia memejamkan mata karena sadar tidak bisa menghindarinya.


"Nona Xi, coba bertahan sedikit lagi..."


Suara seseorang terdengar di telinga Xi Jinxue dengan nada yang lembut, Xi Jinxue kemudian membuka mata dan mendapati pedang yang terhunus ke arah tubuhnya kini di tahan oleh orang yang bersuara itu.


Mulut Xi Jinxue terbuka lebar, "Kau, bagaimana kau bisa?"


"Kita lanjutkan bicaranya setelah mengatasi mereka terlebih dahulu..." Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum memberikan tendangan pada orang yang menghunuskan pedang itu.


Gerakan kaki Zhou Yuan yang cepat tidak bisa dihindari orang tersebut sehingga tendangannya mengenai tubuhnya dengan telak, ia terhempas ke belakang cukup jauh hingga terhenti ketika menabrak pohon, seketika orang itu berhenti bernafas.


Xi Jinxue terkejut, dia ingin berkata sesuatu pada lelaki itu tetapi sadar situasinya tidak memungkinkan untuk bertanya.


Zhou Yuan dan Xi Jinxue saling memunggungi sementara kelompok orang yang mengepungnya menjadi waspada ketika melihat kedatangan Zhou Yuan yang tiba-tiba.


"Serang mereka bersama-sama!" Seru salah salah satu dari mereka.


Zhou Yuan dan Xi Jinxue melawan anggota kelompok itu yang tersisa, Zhou Yuan menggunakan teknik tendangannya sementara Xi Jinxue memakai teknik pedangnya.


Keduanya belah pihak bertarung cukup sengit , tendangan Zhou Yuan yang amat cepat serta sangat sulit dilihat apalagi dihindari lawannya, dalam sekali tendangan maka ada orang yang terhempas ke belakang.


Kelompok kriminal tersebut terlambat menyadari Zhou Yuan memiliki kekuatan yang berada di jangkauan kekuatan mereka, ketika tersadar, kelompok mereka sudah tersisa belasan lagi.


Serangan Xi Jinxue juga tak kalah mematikan, dengan teknik pedangnya ia mampu menghabisi beberapa nyawa kelompok orang itu.


"Gawat! Mereka bukan tandingan kita, semuanya, lari-!"


Menyadari mereka tidak akan menang melawan Zhou Yuan, kelompok itu segera berbalik dan melarikan diri, yang tersisa dari mereka hanya beberapa orang lagi.


Zhou Yuan bisa saja mengejar mereka namun tiba-tiba Xi Jinxue kehilangan kesadarannya, Zhou Yuan segera cepat menangkap tubuh gadis itu sebelum menyentuh tanah.

__ADS_1


__ADS_2