Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 279 — Siluman Beruang


__ADS_3

Zhou Yuan segera menciptakan lebih banyak bola api agar jarak pandangnya semakin luas, pemandangan di makam ini sangat gelap, Zhou Yuan hampir tidak bisa melihat apapun jika tidak ada bola api di sekitarnya.


Saat ruangan itu sudah dipenuhi bola-bola api yang mengambang, barulah Zhou Yuan bisa melihat beruang itu dengan lebih jelas.


Mata Zhou Yuan melebar, selain ukuran beruangnya yang mengejutkan, bentuk beruang itu tampak tidak lazim.


Di seluruh bulunya terdapat percikan listrik yang menyala, matanya merah, serta memiliki kuku-kuku yang tajam di tangan dan kakinya.


"Dia raja siluman!" Zhou Yuan bisa melihat beruang itu sudah menjadi siluman yang sudah tua bahkan telah berevolusi menjadi raja siluman.


Zhou Yuan merapatkan gigi, ia tidak menduga akan menghadapi lawan yang merepotkan.


Siluman beruang itu mengaum keras hingga suaranya menggema di seluruh lorong makam, dia menatap Zhou Yuan dengan buas, seperti ingin mencabik-cabik pemuda itu.


Zhou Yuan tersenyum tipis, sadar dirinya dianggap sebagai ancaman bagi siluman tersebut. Beruang itu kembali berlari ke arahnya dengan kecepatan yang mengejutkan, walupun tubuhnya besar namun dalam waktu hitungan detik ia sudah berada di depannya.


Zhou Yuan tidak tinggal diam, kali ini sudah sudah bersiap atas serangan siluman tersebut.


Zhou Yuan menghindari beberapa serangan awal cakar beruang itu sebelum menarik pedang Kusanagi dan melawannya balik.


Zhou Yuan memainkan pedangnya dengan lincah, gerakan kakinya cepat sehingga dalam waktu singkat beruang itu sudah mengalami beberapa luka tebasan dari depan maupun punggungnya.


Kecepatan pedang Zhou Yuan bukan sesuatu yang bisa dihindari oleh siluman beruang tersebut apalagi ia memiliki badan yang besar.


Zhou Yuan mengerutkan dahi setelah mendaratkan puluhan serangan, tebasan pedang Kusanagi yang tajam hanya berhasil membuat lawannya terluka ringan.


"Bagaimana dia memiliki kulit sekeras ini?" Zhou Yuan mengambil jarak dari beruang itu untuk melihat situasinya lebih jauh.


Pedang Kusanagi yang dipegangnya bukanlah pusaka biasa, ia bisa memotong besi seperti memotong tahu dengan mudah namun saat ini pedang itu tidak dapat menembus kulit beruang itu lebih dalam, hal ini membuat Zhou Yuan cukup bereaksi.

__ADS_1


Zhou Yuan memegang pedangnya lebih erat, mengalirkan tenaga dalam cukup besar, membuat warna pedang Kusanagi semakin diselimuti kegelapan sebelum kemudian ia menggunakan teknik pedangnya.


"Teknik Pedang Elemen — Alunan Gelombang Angin!"


Zhou Yuan mengayunkan pedangnya yang menciptakan pisau angin yang tajam, pisau angin itu bergerak cepat pada beruang tersebut.


Pisau angin itu berhasil memberikan luka yang lebar pada beruangnya namun tidak cukup dalam sampai melumpuhkannya.


"Kulitnya lebih keras dari dugaanku." Zhou Yuan mengerutkan dahinya.


Disisi lain siluman beruang itu mengaum marah karena Zhou Yuan karena telah melukainya cukup parah, membuat percikan listrik di sekitanya semakin besar dan menyala.


Beruang itu membuka mulut dengan lebar, percikan petir yang berada di sekujur tubuhnya tiba-tiba terpusat ke mulutnya, membuat sebuah bola energi petir yang berkekuatan tinggi.


Mata Zhou Yuan melebar, apalagi bola energi petir itu langsung ditembakkan ke arahnya. Zhou Yuan melompat cukup jauh untuk menghindari bola petir tersebut.


Bola petir itu mengenai lantai ruangan, menciptakan ledakan besar yang menggetarkan seisi makam.


Ada beberapa jenis siluman yang berevolusi salah satunya adalah siluman yang mempunyai elemen. Siluman jenis ini bisa menggunakan perubahan jenis seperti seorang pendekar, salah contohnya adalah siluman beruang di depan Zhou Yuan.


Beruang itu nyatanya tidak berhenti sampai di sana, ia kembali membuka mulutnya lagi, menciptakan energi bola petir lalu di tembakkan kedua kalinya ke arah Zhou Yuan.


Zhou Yuan berdecak pelan, kali ini ia tidak berencana menghindar, Zhou Yuan mempunyai ide lain.


Zhou Yuan menghunuskan pedangnya ke arah bola petir tersebut, seketika bola petir yang ditembakkan ke arahnya terhisap ke dalam pedang Kusanagi.


Zhou Yuan menggunakan teknik pembalik yang sebelumnya ia pelajari, ia kemudian mengayunkan pedangnya kembali, bola petir yang dihisap oleh pedangnya tiba-tiba muncul lagi tetapi kali ini ia menembak ke arah beruang tersebut.


Beruang itu mungkin tidak pernah berpikir serangannya akan dikembalikan kepada dirinya. Bola petir yang dilepaskan Zhou Yuan mengenai tubuh beruang itu dengan telak, sebuah ledakan besar kemudian tercipta.

__ADS_1


Zhou Yuan pikir ledakan itu cukup melumpuhkan lawannya namun ternyata dugaannya salah. Beruang itu masih baik-baik saja hanya luka yang diterimanya semakin parah.


Beruang itu mengaum kembali dengan suara yang lebih keras, tanda ia semakin murka pada lawannya, secara cepat ia berlari ke arah Zhou Yuan untuk membunuh pemuda itu.


"Elemental Es — Serpihan Es Abadi!"


Zhou Yuan menghentakkan kaki kanannya dengan kuat ke lantai, tak lama kemudian serpihan es muncul di bawah kakinya sebelum menyebar ke seluruh ruangan, dalam waktu singkat, lantai ruangan itu berubah menjadi lantai es yang mengkilap.


Beruang yang sedang berlari ke arah Zhou Yuan terpeleset ketika lantai ruangan menjadi licin.


Zhou Yuan memanfaatkan hal ini sebagai kesempatan. SPLASH! Ia menyarungkan pedangnya kembali sebelum berteleportasi tepat di hadapan beruang itu.


"Elemental Besi — Tinju Tangan Besi!"


Kepalan tangan Zhou Yuan sudah berubah mengkilap seperti besi, ia memukul perut beruang tersebut dengan keras, membuat tubuh beruang itu terlempar beberapa meter.


Sebelum beruang itu mengambil keseimbangannya kembali, Zhou Yuan sudah muncul di depannya dan memberikan pukulan lainnya. Membuat beruang itu terlempar ke sekian kalinya.


Kulit beruang itu memang keras sehingga bisa menahan benda tajam tapi dia tidak cukup kuat untuk menahan serangan pukulan yang kuat.


Pukulan Zhou Yuan tidaklah biasa, bagi beruang itu setiap pukulannya seperti gada besar yang menghantam badannya. Kekuatan fisik Zhou Yuan yang telah sempurna membuat serangan pukulannya demikian berbahaya.


Tubuh beruang itu terlempar kembali tetapi kali ini ia menghantam dinding ruangan dengan kuat.


Auman beruang itu tidak sekeras sebelumnya setelah beberapa tulangnya patah oleh tinju besi Zhou Yuan. Aumannya yang keras sudah berubah seperti suara ringkikan kambing yang akan disembelih.


"Aku tidak mau melakukan ini tapi kau memaksaku..."


Zhou Yuan muncul dihadapan beruang itu sebelum mengalirkan tenaga dalam yang besar pada kedua kepalan tangannya.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Zhou Yuan kemudian memberikan serangan tinju besi yang bertubi-tubi pada beruang yang sudah tidak berdaya itu. Setiap pukulannya berkekuatan dahsyat, dalam waktu singkat separuh tulang di tubuh beruang itu hancur.


Sebagai serangan terakhir Zhou Yuan membanting beruang itu ke lantai, meraih kepalanya sebelum memelintirnya dengan kuat, suara patah tulang terdengar keras. Beruang itu meraung terakhirnya kalinya sebelum ia berhenti bernafas.


__ADS_2