Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 135 — Kandidat Juara


__ADS_3

Pandangan Zhou Yuan terarah pada rombongan yang baru memasuki lantai lima dan menempati meja restoran tak jauh dari kursinya.


Rombongan itu berisi dua laki-laki dan satu wanita, satu diantara laki-laki itu berusia 40 tahunan sementara sisanya masih berumur belasan tahun.


"Guru, aku tidak yakin kami akan bertanding disana, jika dibandingkan peserta yang lain kekuatan kami terlalu jauh..." Seorang gadis dari rombongan itu sedikit mengeluh pada laki-laki berusia 40 tahun yang sepertinya adalah gurunya.


"Kau jangan pesimis seperti itu Lulu, lihat, Feng Lan saja tidak seperti itu."


Gadis yang dipanggil Lulu memasang wajah kusut, mungkin dirinya memang jenius di sektenya namun jika disandingkan dengan jenius di akademi, ia bukanlah apa-apa.


"Guru benar Lulu, kau terlalu pesimis pada kemampuanmu, anggap saja kita mengikuti turnamen ini untuk menambah pengalaman..." Feng Lan, peserta turnamen seperti Lulu, memberikan semangat pada gadis itu.


Lulu menghela nafas lalu memaksakan tersenyum.


"Menurut Guru, siapa yang akan juara di turnamen nanti?" Feng Lan mengubah pembicaraan ke topik yang lebih menarik.


Walaupun Feng Lan dan gadis bernama Lulu itu adalah peserta turnamen namun mereka yakin tidak akan menang apalagi sampai juara. Ini bukan karena mereka pesimis tetapi realistis karena berdasarkan perhitungan dan data.


"Hm, guru sudah mendengar kandidat-kandidat yang akan menjadi juara, mereka semua memang pendekar muda yang berbakat. Liu Yuwen ada kemungkinan bisa jadi juara." Tebak gurunya itu.


"Liu Yuwen, oh murid nomor 1 di akademi itu bukan guru? Dia memang berbakat terutama keahlian pedang apinya." Feng Lan mengangguk-angguk, ikut setuju. "Tapi guru jangan remehkan Zuo Lang, dia bisa mengalahkan banyak peserta dengan peledak gelembungnya."


Guru itu mengangguk, dia juga pernah mendengar Zuo Lang yang berasal dari Kekaisaran Bumi, karena kemampuannya yang unik rumor Zuo Lang sudah tersebar sebelum turnamen di mulai.


"Gadis yang berambut merah itu juga harus diperhitungkan, rumor mengatakan bahwa ia adalah kandidat yang bisa mengalahkan Yuwen." Lulu yang perasaannya mulai membaik, ikut berpendapat juga.


"Gadis berambut merah? Hm, aku juga pernah mendengar rumornya namun kupikir itu terlalu berlebihan, meski keahliannya tinggi namun jika disandingkan Yuwen mungkin dia masih perlu berlatih." Feng Lan menggelengkan kepala pelan.


"Masih banyak peserta yang hebat di sana, misalnya peserta Song Bai yang terkenal dengan kecepatannya seperti kilat, Jiang Yifei, seorang gadis yang mempunyai keahlian perubahan jenis api biru, dan Gong Yubu, tidak ada yang pernah bertahan oleh gada laki-laki gendut itu. semua peserta itu ada kemungkinan jadi juara di nanti, ingat turnamen ini mencakup seluruh Benua Daratan Utara yang luas..." Guru dari dua remaja itu mengingatkan bahwa situasi di lapangan boleh jadi berbeda.

__ADS_1


Zhou Yuan, Yifei serta Jiang Long dapat mendengar obrolan mereka dengan jelas.


Zhou Yuan yakin gadis berambut merah yang tadi dibahas oleh mereka adalah Xiao Rou, tidak ada gadis berambut merah kecuali gadis itu di akademi.


Sudah lama sekali ia tak bertemu gadis itu, terakhir ketika usia Xiao Rou masih 13 tahun. Mengingat wajahnya, Zhou Yuan yakin akan ada banyak perubahan ketika ia bertemu kembali dengannya.


'Hm, mungkin nanti aku akan mencarinya...' Zhou Yuan mengelus dagunya.


Disisi lain Zhou Yuan sedikit bereaksi ternyata sudah banyak kabar bahkan sebelum para peserta daftar salah satunya Jiang Yifei, Zhou Yuan tidak mengetahui bahwa gadis itu akan terkenal bahkan sampai diperbatasan kekaisaran.


"Sepertinya turnamen generasi sekarang memiliki banyak pendekar yang berbakat, kalian berdua harus banyak berlatih ketika di akademi nanti..." Jiang Long yang ikut mendengar rombongan itu menghela nafas.


Yifei mengangguk, dia merasa tertantang ketika mendengar banyak peserta hebat disana sementara Zhou Yuan tampak biasa saja.


Zhou Yuan yakin, seberbakat apapun mereka tidak ada yang melebihi pendekar alam emas semata. Zhou Yuan menghela nafas, sejujurnya ia merasa seperti melanggar peraturan karena batas usia turnamen tersebut sampai 20 tahun sementara Zhou Yuan, meski berumur 15 tahun namun usia aslinya sekarang sudah lebih dari 50 tahun.


Lamunan Zhou Yuan terpecah ketika makanan yang di pesan Jiang Long datang, bukan hanya satu pelayan saja yang mendatangi melainkan sepuluh orang sekaligus, masing-masing pelayan membawa napan makanan dimana aromanya sangat menggugah selera.


Jiang Long menjilat bibirnya ketika semua makanan sudah dihilangkan, kini makanan itu sedikit penuh dan berdesakan di meja.


Tidak menunggu waktu lagi mereka langsung makan, Jiang Long menyantap makanan dengan begitu lahap sementara Zhou Yuan makan seperlunya.


Yifei memakan makanan yang terbuat dari sayur untuk menjaga berat badannya agar tetap stabil. Sebenarnya gadis itu tidak terlalu memikirkan ini tetapi berbeda kasusnya ketika sudah bertemu Zhou Yuan.


***


"Kita akan pergi ke akademi dan langsung daftar ke sana, Uh, perutku terlalu kenyang..." Jiang Long mengelus perutnya yang dari awal memang sudah buncit.


Zhou Yuan tertawa kecil sementara Yifei menggelengkan kepala melihat kelakuan pamannya.

__ADS_1


Rombongan Zhou Yuan kembali menaiki elang putih yang sebelumnya sempat dijaga oleh pendekar dari restoran. Menurut Jiang Long, mereka tidak perlu mendaki gunung untuk ke Akademi seperti peserta pada umumnya, Jiang Long berencana untuk mendarat di atas puncak gunung.


Salah satu keistimewaan elang putih memang bisa terbang diketinggian yang cukup tinggi dibandingkan siluman elang biasa.


Jiang Long kembali mengendalikan siluman elang, ketiganya melesat tinggi menuju ke atas langit.


"Ini..."


Ketika elang Zhou Yuan menembus awan, ia menemukan Akademi Empat Kekaisaran yang ukurannya jauh lebih besar dari yang ia duga bahkan lebih besar dari Istana Kekaisaran.


Puncak gunung tersebut ternyata memiliki luas yang cukup besar, seseorang sepertinya bisa membuat kota kecil di sana.


Bukan hanya luasnya saja tetapi akademi tersebut juga memiliki pemandangan yang indah terutama adalah hamparan awan sejauh mata memandang mereka.


Yifei juga tak kalah takjubnya, ia belum pernah melihat keindahan atas langit seperti ini sehingga gadis itu mematung dengan terpana.


Jiang Long kemudian mendaratkan elangnya di salah satu lapangan yang terlihat, disana juga ia melihat sedang ada antrian di gerbang akademi yang kemungkinan mereka adalah peserta turnamen yang akan mendaftar.


Kemunculan rombongan Zhou Yuan yang datang dari langit mengejutkan bukan hanya dari para pendaftar saja melainkan panitia turnamen.


Yang menjadi perhatian adalah siluman yang ditunggangi mereka, beberapa dari pengantri itu mungkin pernah mendengar elang putih dan kelangkaannya namun kali ini mereka melihatnya secara langsung.


"Permisi Tuan, kurasa anda berasal dari Keluarga Kekaisaran?" Seorang panitia akademi langsung menghampiri rombongan Zhou Yuan yang baru mendarat.


Jiang Long mengangguk, ia mengerti alasan panitia itu bisa menebaknya karena hanya mereka di kalangan atas saja yang mempunyai elang putih seperti ini khususnya adalah keluarga kekaisaran.


Panitia itu kemudian menyuruh agar rombongan Zhou Yuan langsung masuk tanpa mengantri terlebih dahulu sebab mereka adalah peserta yang diundang oleh akademi secara langsung.


Berbeda dengan peserta lainnya dimana harus membayar mahal jika ingin daftar turnamen, Zhou Yuan dan Yifei bisa dibilang pengecualian.

__ADS_1


Akademi memberikan kuota gratis pada empat Keluarga Kekaisaran dan mengundangnya mereka untuk berpartisipasi di turnamen ini, kebetulan Keluarga Jiang memberikan kuota gratis itu pada Zhou Yuan dan Jiang Yifei.


__ADS_2