
Zhou Yuan menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia sebenarnya tidak ingin menggunakan kekuatan tulangnya tetapi situasinya memaksanya melakukan demikian.
Zhou Yuan khawatir Kakeknya akan melihat kekuatan fisiknya yang begitu besar, ia mungkin masih bisa menunjukkan sebagian kemampuan pada kakeknya tetapi tidak dengan tenaga fisiknya.
Jika Zhou Bing mengetahui tentang kekuatan fisik Zhou Yuan yang sekarang maka ia akan dicurigai, bagaimanapun kekuatan fisik tidak bisa diraih kecuali berlatih sementara latihan yang Zhou Yuan lakukan selama ini berasal dari kehidupan pertamanya.
Zhou Yuan kemudian mengambil batu permata dari pemimpin babi hutan tersebut, ukurannya jauh lebih besar dari permata babi hutan umumnya. Zhou Yuan mengemasinya di kantong kulit yang berbeda.
Saat Zhou Yuan hendak pergi ke lokasi lain, ia melihat Kakeknya datang dan menghampirinya.
"Kakek!" Zhou Yuan memberikan hormatnya untuk menyembunyikan rasa keterkejutan diwajahnya.
"Yuan'er, sudah Kakek duga itu dirimu..." Zhou Bing sebelumnya mendengar suara keras di tengah hutan seperti pertarungan, perkiraannya benar bahwa hal tersebut adalah ulah cucunya. "Kakek buru-buru kesini takut kau kenapa-napa, Kakek pikir kamu-..."
Zhou Bing tiba-tiba mematung dan menghentikan ucapannya saat pandangannya jatuh ke jasad seekor babi hutan tak jauh dari Zhou Yuan berdiri. Siluman babi hutan itu lebih besar dari yang ditemui sebelum-sebelumnya dan memiliki ukuran seekor gajah dewasa.
"Yuan'er, apakah kau yang membunuhnya?" Zhou Bing menelan ludahnya.
Zhou Yuan menggaruk pipinya dengan perasaan canggung, ia ingin berbohong tetapi sulit menyembunyikan fakta yang terlihat. "Iya Kakek."
Zhou Bing menahan nafas, sulit menyembunyikan keterkejutan di wajahnya. 'Yuan'er... Sebenarnya seberapa besar kemampuanmu?'
Meski Zhou Bing sudah menduga Zhou Yuan masih menyembunyikan kekuatannya namun ia tidak menyangka dugaannya itu masih dikategorikan meremehkannya. Zhou Bing sepertinya tidak akan terkejut lagi kalau-kalau Zhou Yuan menunjukkan sesuatu yang lebih hebat dari ini.
Zhou Bing juga melihat ada dua kantong kulit digantung di pinggang Zhou Yuan, ia yakin kantong kulit yang penuh itu berisi permata siluman yang didapatkan cucunya dalam membasmi kelompok babi hutan.
Zhou Bing saja tidak sebanyak itu mendapatkannya, ini menunjukkan Zhou Yuan lebih cepat menghabisi para siluman tersebut dibandingkan dirinya.
__ADS_1
Alasan Zhou Bing menghampiri Zhou Yuan juga karena ingin memberitahukan bahwa pemburuan siluman ini telah selesai. Zhou Bing telah memastikan dalam radius tertentu tidak ada lagi siluman disekitar desa ini, ia telah memburu mereka semuanya dan para warga desa bisa bebas beraktivitas kembali.
Zhou Bing mengajak Zhou Yuan untuk kembali ke desa, langit mulai gelap hari ini. Ketika keduanya sampai di pintu desa, Zhou Yuan dan Zhou Bing dikejutkan dengan banyak warga desa yang menyambutnya.
Kabar bahwa ada dua pendekar yang bakal mengatasi siluman sudah terdengar oleh seluruh warga desa, hal itu membuat mereka menjadi senang dan menunggu kedatangan Zhou Bing dan Zhou Yuan untuk mendengar kabar hasilnya.
Zhou Bing tersenyum kikuk sementara Zhou Yuan berlindung dibalik tubuh Kakeknya ketika para warga mengerumuni keduanya, Zhou Yuan tidak mau terinjak-injak oleh mereka.
Zhou Bing tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan dari warga desa karena dapat memicu keributan yang tidak perlu, sebaliknya ia terus melangkah menuju kediaman Kepala Desa.
"Ketua Zhou, syukurlah anda kembali dengan selamat..." Mengetahui Zhou Bing dan Zhou Yuan telah kembali, Kepala Desa menyambutnya dengan hangat.
Kepala Desa menyuruh para warga untuk tenang sebentar, ia akan memberitahukan situasinya pada mereka nanti.
Zhou Bing diajak duduk pada salah satu ruangan, ia kemudian menceritakan hasil pemburuan siluman tersebut, secara lebih jelas kini desa telah kembali aman.
"Tidak perlu, aku kesini hanya menjalankan tugasku sebagai seseorang yang memiliki kemampuan lebih. Kau tidak perlu membayar apapun pada kami." Zhou Bing menolak pemberian Kepala Desa.
Zhou Bing tidak mau merepotkan desa yang sedang dalam kelaparan, lagipula mereka memiliki bekal yang cukup untuk perbekalan perjalannya nanti.
Kepala Desa tidak memaksa lebih jauh, ia kemudian memanggil bawahannya untuk mengabari bahwa para siluman telah hilang dan kini warga desa boleh beraktivitas lagi.
Ada banyak kebun serta pertanian yang belum mereka ambil hasilnya, kedatangan para siluman itu membuat panen mereka harus tertunda.
Dengan begini Kepala Desa yakin kondisi rakyatnya akan segera pulih kembali dan tidak kelaparan lagi.
Menyadari bahwa Zhou Bing dan Zhou Yuan akan bermalam di desanya, Kepala Desa menyiapkan kamar kosong untuk keduanya agar mereka bisa beristirahat.
__ADS_1
Zhou Bing kemudian mengatakan bahwa besok ada kemungkinan ia akan pergi dari desa ini, karena urusannya selesai Zhou Bing tidak punya waktu untuk menunda perjalanan mereka kembali.
Zhou Bing juga menjelaskan bahwa ia akan mengirimkan surat pada Keluarga Zhou untuk mengirimkan bantuan makanan pada desa ini. Hal itu bisa sedikit membantu desa tersebut dari kelaparan.
Kepala Desa semakin senang menerima bantuan dari Zhou Bing, ia bahkan hendak bersujud kalau Zhou Bing tidak mencegahnya.
Keesokan harinya saat sepasang kakek dan cucu itu pergi, Kepala Desa mengantarkannya sampai pintu gerbang. Para warga desa juga ikut mengantar keduanya karena mereka sudah menganggap Zhou Yuan dan Zhou Bing pahlawan.
"Yuan'er, bagaimana perasaanmu setelah menolong orang lain?" Ketika keduanya sudah jauh dari desa, Zhou Bing bertanya pada cucunya.
"Aku bahagia bisa membantu mereka Kakek." Jawab Zhou Yuan.
"Benar, itulah yang kita dapatkan, kebahagiaan..." Zhou Bing mengelus kepala Zhou Yuan dengan lembut. "Itu juga adalah bayaran mereka kepada kita sebagai orang yang menolongnya."
"Bayaran mereka?"
Zhou Bing mengangguk. "Ya, bayaran mereka. Intinya mereka membayar kita bukan dengan uang tetapi dengan kebahagiaan yang kita rasakan sekarang. Di dunia ini mungkin uang cukup berharga tetapi menurut Kakek, kebahagiaan lebih berharga daripada uang."
"Tetapi kebahagiaan tidak bisa membeli makanan?" Zhou Yuan tidak sependapat dengan Kakeknya.
"Benar, tapi mereka yang makan belum tentu bahagia, tapi ini bukan masalah antara makanan dan kebahagiaan Yuan'er, ini masalah kita untuk mencari kebahagiaan."
"Kakek, Yuan tidak mengerti?" Zhou Yuan menggaruk hidungnya, ia tidak paham kemana arah mana Zhou Bing berbicara.
"Kebahagiaan seseorang berbeda-beda tergantung dari cara sudut pandang mereka dalam memahami kebahagiaan..." Zhou Bing melanjutkan. "Ada yang diberi satu perunggu dia sudah bahagia, ada juga yang diberi seribu keping emas dia masih kekurangan. Ukuran kebahagiaan bukan terletak pada jumlah koin uang yang diberi tetapi persepsi dari orang yang diberinya, seperti yang kakek katakan, semakin kecil ukuran kebahagiaan seseorang maka semakin bahagia orang itu."
Zhou Yuan mendengar itu terdiam, ia sepertinya mengerti kemana arah ucapan Kakeknya berjalan.
__ADS_1