Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Ngidam Ala Naila


__ADS_3

Maaf ya, Reader ... Author kangen sama keluarga Naila. Jadi, Author mau nengokin bumil dulu, ya ... 😄😄😄


Di kediaman Keanu


Keanu sangat cemas, sekarang Istri mungilnya susah makan dan jika mau makan pun, makanannya sangat pilih-pilih. Selain itu, Naila juga mengalami morning sickness yang begitu menyiksanya. Tiap pagi Keanu pasti menemani wanita itu bertapa didalam kamar mandi.


"Bagaimana, sudah enakan sekarang?" tanya Keanu sembari mengelus punggung Naila dengan lembut. Naila pun mengangguk kemudian Keanu menuntunnya kembali ke kamar mereka.


"Sekarang kamu istirahat saja ya, Sayang. Nanti aku minta Bi Iyem buatkan sarapan untukmu. Kamu mau sarapan apa?" tanya Keanu sembari merapikan rambut Naila yang terlihat acak-acakan.


Naila menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku tidak ingin sarapan disini, Hubby. Bisa ajak aku cari makan diluar?" pinta Naila sambil memelas kepada Keanu.


"Tapi janji, tidak akan minta yang aneh-aneh lagi, ya! Jangan seperti kemarin, aku tidak mau kalau harus bolak balik kamar mandi lagi," ucap Keanu sambil menekuk wajahnya menatap Naila.


Ya, kemarin dengan alasan yang sama, Naila minta dibelikan ceker setan super duper pedas. Setelah pesanannya selesai dibuat, ternyata ia malah meminta Keanu yang memakannya. Keanu ingin menolak, tetapi aura wajah Naila langsung berubah. Matanya berkaca-kaca dan kristal bening itu siap meluncur dari pelupuk matanya. Dengan sangat terpaksa, Keanu pun bersedia menikmatinya.


"Ya, aku janji!" Naila mengacungkan dua jari ke samping wajahnya sambil tersenyum manja.


Mau tidak mau, Keanu pun setuju dan segera mengajak Naila jalan-jalan mencari makanan yang ingin Naila makan. Tidak ketinggalan, si kembar pun ikut meramaikan perjalanan mereka kali ini.


Naila terus menempel kepada Keanu. Ia terus mengendus-endus aroma tubuh Keanu yang kini menjadi candu untuknya. Eits, jangan salah. Bukan aroma maskulin dari lelaki itu yang membuat Naila tergila-gila. Namun, sebaliknya. Naila tergila-gila pada aroma manis stroberi yang kini menjadi parfum wajib untuk Keanu.


Indera penciuman Naila yang sangat sensitif membuat ia membenci Keanu dengan aroma maskulin nya. Dengan sangat terpaksa, akhirnya Keanu putar haluan, ia menyingkirkan parfum maskulin nya kemudian merubahnya dengan parfum beraroma manis dari buah-buahan.


"Kamu manis sekali, Hubby! seru Naila yang masih menempel seperti perangko di tubuhnya.


"Manis seperti buah stroberi, ya kan? Kenapa tidak sekalian saja aku luluran sama buah stroberi," sahut Keanu dengan wajah dingin membalas menatap Naila.


Naila hanya bisa terkekeh sambil terus menciumi aroma manis dari tubuh Keanu.


"Eh, Daddy, Daddy! Itu apa? Danisha baru lihat itu," ucap Danisha dengan suara cadelnya. Bocah perempuan itu menunjuk pada sebuah Becak yang terparkir dipinggir jalan.


Naila dan Keanu sontak menoleh kearah yang ditunjuk oleh Danisha. "Owh, itu namanya Becak. Kenapa, Danisha suka? Nanti Daddy beli itu Becak dan biarkan Om Sid yang menjadi Tukang Becak untuk kalian," sahut Keanu asal sambil terkekeh.


Sid memutarkan bola matanya tanpa sepengetahuan Keanu. Sedangkan Danish dan Danisha malah kegirangan mendengar ucapan sang Daddy.

__ADS_1


"Danish dan Danisha mau!!!" ucap Kedua Bocah kembar itu serempak.


Naila pun sepertinya setuju. Ia tersenyum lebar kemudian menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Ya, aku setuju. Namun, yang jadi Tukang Becak nya bukan Om Sid, tapi Daddy! Bagaimana, Sayang?" tanya Naila kepada kedua anaknya.


"Setuju!" jawab si Kembar.


"Eh, eh! Aku cuma bercanda lho tadi," sahut Keanu dengan wajah cemas.


Sedangkan Sid terkekeh didepan sambil fokus melajukan mobilnya. Keanu sadar jika Sid sedang menertawakan dirinya. Ia kesal kemudian menepuk jok didepannya, dimana Sid sedang duduk disana.


"Senang ya kamu, Sid!" kesal Keanu.


"Ayolah, Dad! Ya, ya ..." rengek si Kembar pada Keanu.


Keanu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya, ya! Baiklah!" Keanu membuang napas berat. "Tapi kita cari makan dulu buat Mami. Bukankah kita jalan-jalan buat nyari makanan enak untuk Mami?!" sahut Keanu.


"Oke!" sahut Danish dan Danisha.


Sid masih berkeliling menyusuri jalan. Namun, masih belum ada yang menarik perhatian Naila. Hingga akhirnya mata Naila tertuju pada seorang Kakek-Kakek yang sedang mendorong gerobak.


Hatinya terenyuh ketika melihat Kakek yang sudah tua, tetapi masih semangat berjuang mencari nafkah.


Naila bergegas keluar dari mobil tanpa menunggu Sid membukakan pintu untuknya. Keanu dan Sid kebingungan melihat Naila berlari kecil menuju seorang Kakek-Kakek.


"Kakek jualan apa?" tanya Naila seraya menghampiri Kakek itu. Kakek itu menghentikan langkanya kemudian berbalik menatap Naila. Wajah tua Kakek itu terlihat sangat lelah namun ia tetap memberikan senyuman terbaiknya untuk Naila.


"Ketoprak, Neng. Neng mau beli?" tanya Kakek itu.


"Ehm, boleh. Naila coba satu porsi ya, Kek." sahut Naila.


Sementara itu, Keanu mengernyitkan dahinya sambil menatap istrinya dari dalam mobil.


"Kamu lihat dia, Sid? Entah apa lagi yang akan dia lakukan untuk mengerjaiku kali ini," ucap Keanu tanpa mengalihkan perhatiannya kepada sang Istri.


Kakek itu menyerahkan seporsi ketoprak pesanan Naila sambil tersenyum hangat. Begitupula Naila, ia membalas senyuman Kakek itu sembari meraih pesanannya.

__ADS_1


"Sebentar ya, Kek."


Naila membawa ketoprak itu kepada Keanu dan mempersilakan lelaki itu untuk mencicipinya.


"Benarkan, pasti aku yang menjadi tester untuk makanan yang ia beli!" kesal Keanu.


Naila hanya tersenyum sambil memperhatikan reaksi Keanu. "Tenang Hubby, Aku sudah biasa dengan makanan yang seperti ini. Tidak akan membuat kamu sakit perut, kok. Aku janji! Benarkan, Kak sid?" Naila melirik Sid yang sejak tadi mengulum senyum.


Sid pun menganggukkan kepalanya.


"Tuh kan, Kak Sid aja tau." sambung Naila.


"Awas ya kamu, Sid!" hardik Keanu.


Keanu mencoba mencicipi makanan itu dengan wajah cemas. Ia takut kejadian kemarin kembali terulang. Namun, setelah ia mencicipinya, ternyata rasanya lumayan enak.


"Bagaimana?" tanya Naila


"Lumayan," sahut Keanu.


"Begini, kita beli saja semua dagangan Kakek itu, Hubby. Aku kasian aja lihatnya. Nanti ketopraknya kita bagi-bagi aja sama pekerja di rumah, gimana?!" Naila kembali memelas.


Naila begitu tahu kelemahan Keanu. Lelaki itu tidak akan berkutik kalau ia mengeluarkan jurus andalannya, yaitu memelas.


"Baiklah," Keanu menghembuskan napas panjang. "Sid, borong dagangan Kakek itu kemudian bagikan ke pekerja di rumahku. Kamu juga boleh ambil kalau kamu mau," ucap Keanu.


"Baik, Tuan."


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Sid kembali dengan banyak bawaan di tangannya. Naila tersenyum puas apalagi ketika melihat reaksi Kakek itu. Lelaki tua itu tiada hentinya berterima kasih sembari mendoakan Naila agar lahirannya lancar.


"Terima kasih, Kek." Naila dan kedua anaknya melambaikan tangan kepada Kakek itu sebelum mobil yang mereka tumpangi meluncur kembali menuju kediaman mereka.


Namun, ditengah perjalanan Naila kembali teringat akan becak itu. "Lho, bukannya kita mau naik becak?!"


"Arrrgh!!!" Keanu kesal bukan main. Padahal ia berdoa agar Naila melupakan permintaan konyolnya.

__ADS_1


...***...


Besok kita lanjutin cerita Adnan sama Arumi, ya ... 😘😘😘


__ADS_2