Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Karena merasa Naila terlalu lama ditempat itu, akhirnya Adnan pun segera menyusulnya. Dari kejauhan, Adnan memperhatikan kebersamaan Nyonya Rita dan Naila yang sedang berbincang-bincang.


"Sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan? Kelihatannya mereka serius sekali," gumam Adnan seraya melangkahkan kakinya menghampiri kedua wanita itu.


"Ehem," Adnan berdehem ketika ia tiba ditempat itu. Dan hal itu membuat Naila dan Nyonya Rita sontak menoleh kepadanya.


"Ayo, Nai. Sebaiknya kita pulang," ajak Adnan sembari mengulurkan tangannya kepada Naila.


"Baiklah ...." Naila pun segera melangkahkan kakinya bersama Adnan meninggalkan Nyonya Rita ditempat itu.


"Apa wanita itu menyakitimu lagi, Naila?" tanya Adnan dengan tatapan serius menatap Naila.


"Tidak, Kak. Nyonya Rita hanya menceritakan masa lalu dirinya dan Tuan Rendra saja," sahut Naila sambil tersenyum.


"Baguslah kalau begitu. Aku hanya tidak ingin wanita itu menyakiti dirimu lagi, Naila. Karena selama ini wanita itu memang sangat jahat," tutur Adnan.


Sesampainya didepan mobilnya, Adnan bergegas membukakan pintu untuk Naila. Dan setelah Naila duduk manis disana, iapun segera melajukannya kembali, menuju kediaman Tante Mira.


"Sekarang, apa rencanamu selanjutnya, Naila? Apa kamu ingin kembali bersama Keanu?!" tanya Adnan sembari tersenyum kepada Naila.


Naila menautkan kedua alisnya. Ia bingung kenapa Adnan menanyakan hal itu kepadanya. "Aku tidak tahu, Kak. Aku bahkan tidak tahu apakah Tuan Keanu benar-benar serius dengan ucapannya. Atau, ia hanya mempermainkan diriku saja," ucap Naila.


Adnan memutar kemudinya. Kini tujuannya berubah, bukan lagi kediaman Tante Mira, melainkan sebuah Taman dipusat kota. Pada awalnya Naila tidak menyadari hal itu, akan tetapi setelah beberapa saat akhirnya iapun menyadarinya.


"Kak Adnan, bukankah kita ingin pulang? Tapi kok jalannya malah kesini?" tanya Naila dengan wajah heran memperhatikan jalan.


"Aku ingin mengajak kamu bersantai di Taman, Nai. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu," tutur Adnan sembari tersenyum hangat kepada Naila.


"Bicara apa, Kak? Disini kan bisa?" sambung Naila.


Adnan tidak menjawab pertanyaan Naila, ia masih tersenyum sambil sesekali melirik kearah Naila yang kebingungan.


"Lama-lama Kak Adnan kok jadi mirip Tuan Keanu, ya? Aneh gitu," batin Naila.


Setelah beberapa saat, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Adnan pun tiba di Taman itu. Dimana Keanu pernah mengajak Naila menikmati Sop Buah bersamanya disana.


Naila keluar dari mobil Adnan kemudian memperhatikan sekeliling taman itu. Tempat pertama yang ia lihat adalah sebuah kursi panjang, dimana ia dan Keanu pernah duduk disana.

__ADS_1


"Kemarilah, Nai. Kita santai dulu disana," ucap Adnan seraya meraih tangan Naila kemudian menuntunnya ke kursi panjang di taman itu.


"Naila, ada yang ingin aku bicarakan. Dan ini sangat penting bagiku. Walaupun mungkin ini sama sekali tidak penting bagimu," sambung Adnan sembari duduk disamping Naila.


"Kak Adnan bicara apasih?" Naila tersenyum kecut sambil menatap wajah Adnan.


Adnan mengembuskan napas panjang, kemudian kembali melemparkan senyuman kepada Naila. "Nai, aku mencintaimu ..."


Naila terkekeh pelan setelah mendengar ucapan Adnan yang terdengar lucu di telinganya. "Kakak kalau bercanda segitunya sama Naila," ucap Naila.


Namun ekspresi wajah Adnan sama sekali tidak berubah. Ia tetap menatap Naila dengan tatapan seriusnya.


"Aku serius Nai," sahut Adnan.


Seketika Naila terdiam. Ia membalas tatapan Adnan dengan wajah sendu. "Kak, bukankah Kakak tahu, Naila masih istri dari Tuan Keanu. Tuan Keanu bahkan tidak pernah mengatakan kata cerai kepada Naila," tutur Naila.


Adnan kemarin menghembuskan napas berat. "Apa kamu mencintai Keanu, Naila?"


Wajah Naila tertunduk. Ia bahkan tidak tahu bagaimana perasaannya kepada Keanu. Pernikahan mereka terjadi hanya karena keterpaksaan. Ia dan Keanu bahkan sama-sama tidak memiliki rasa ketika menikah.


"Naila tidak tahu, Kak. Dan Naila juga yakin, Tuan Keanu pun tidak memiliki perasaan apapun kepada Naila ketika kami menikah. Ia menikahi Naila hanya karena ingin bertanggung jawab atas perbuatannya saat itu," sahut Naila.


"Pikiran lah, Naila." sambung Adnan


.


.


.


Menjelang malam,


Naila terdiam di tepian tempat tidurnya sambil menatap jendela dengan tatapan kosong. Naila masih teringat akan kejadian tadi siang, dimana Adnan mengungkapkan rasa cintanya. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Adnan ternyata memiliki perasaan lain kepadanya. Naila kira, Adnan hanya menganggap dirinya sebagai Adik.


Disaat Naila masih mematung, Tante Mira masuk kedalam kamarnya.


"Nai," sapa Tante Mira

__ADS_1


Namun, Naila tetap tidak bergerak. Bahkan suara pintu yang terbuka pun tidak dapat membuyarkan lamunannya.


Tante Mira menggelengkan kepalanya sembari menghampiri Naila. Ia duduk disamping Naila kemudian memeluk tubuh mungilnya.


"Kenapa sih, Nai?" tanya Tante Mira.


Naila sontak terkejut mendapatkan pelukan yang begitu tiba-tiba dari Tante Mira. Ia tersenyum ketika mengetahui bahwa yang sedang memeluknya adalah Tante Mira.


"Astaga, Tante. Bikin Naila kaget aja!" seru Naila sembari membalas pelukan Tante Mira.


"Lagi mikirin apa sih, serius amat? Sampai-sampai Tante masuk aja kamu gak tau," tanya Tante Mira lagi.


Naila menatap wajah Tante Mira dengan tatapan serius. Dan sepertinya ia butuh pendapat dari Tantenya tersebut.


"Tante, Naila lagi bingung," ucap Naila.


"Bingung kenapa, coba katakan sama Tante, siapa tahu Tante bisa bantu," sahut Tante Mira.


"Tadi siang Kak Adnan mengatakan kalau dia ..." Naila menghentikan ucapannya. Entah mengapa ia merasa malu ketika ingin melanjutkan kata-katanya.


Tante Mira mengerutkan kedua alisnya sambil menatap Naila. "Adnan bilang apa?" tanya Tante Mira seolah-olah tidak mengerti. Padahal ia tahu apa yang dimaksudkan oleh keponakannya itu.


"Kak Adnan bilang kalau dia mencintai Naila, Tante ..." sambung Naila.


"Terus? Apa jawabanmu?" tanya Tante Mira.


"Tante, bukankah Naila masih istri dari Tuan Keanu walaupun cuma sebagai istri siri, tetapi dia tidak pernah mengatakan cerai kepada Naila, Tante," tutur Naila.


"Dan seandainya Keanu menceraikanmu, apa kamu bersedia menerima cinta Adnan?" tanya Tante Mira penuh selidik.


"Bagaimana, ya ... Naila memang kagum pada sosok Kak Adnan. Naila juga mengakui bahwa Kak Adnan itu sempurna untuk menjadi pasangan hidup, tetapi ... Naila hanya menganggapnya Kakak, Tante. Tidak lebih dari itu," tutur Naila.


"Kalau Keanu?" Tante Mira memperhatikan ekspresi wajah Naila saat itu. Ia ingin tahu bagaimana perasaan Naila yang sebenarnya terhadap lelaki itu.


"Walaupun diantara Naila dan Tuan Keanu tidak memiliki perasaan apa-apa, tapi kami punya ikatan yang sangat kuat, Tante. Bayi-bayi ini," tutur Naila,


Tante Mira pun terdiam sembari memperhatikan wajah Naila. Dan apa yang dikatakan oleh keponakannya itu adalah benar.

__ADS_1


...***...


__ADS_2