Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 77


__ADS_3

Seperti keinginan Arumi sebelumnya, bahwa ia ingin pernikahan kedua anaknya dilaksanakan secara bersamaan. Dan sekarang keinginannya pun menjadi kenyataan, pernikahan Ardhan dan Adriela dilaksanakan secara bersamaan di sebuah taman yang sudah mereka sewa sebelumnya.


Dua buah pelaminan megah berdiri kokoh di tengah-tengah taman. Pelaminan milik pasangan Ardhan dan Keyla dan satunya lagi milik pasangan Aditya dan Adriela.


"Sudahlah, Arumi. Jangan menangis lagi."


Naila mengelus punggung Arumi yang sejak tadi terus saja menangis haru.


"Aku bahagia sekaligus sedih, Nai. Aku bahagia karena akhirnya anak-anakku akan memiliki keluarga baru. Dan sedihnya ... kini rumah kami akan terasa sangat sepi karena hanya tinggal aku dan Mas Adnan disana," ucap Arumi di sela isak tangisnya.


Naila tersenyum kemudian memeluk Arumi. "Seperti itulah hidup, Arumi. Bukan hanya kamu, kami pun sama. Setelah Nazia melahirkan, Danish dan keluarga kecilnya akan segera pindah ke rumah baru mereka. Danisha juga, bahkan ia lebih dulu pindah mengikuti suaminya. Dan sekarang giliran Keyla, ia juga akan tinggal bersama Ardhan. Tinggallah aku dan Keanu di rumah sebesar itu," tutur Naila.


Arumi menyeka air matanya kemudian mencoba tersenyum kepada Naila.


"Tidak usah sedih, bikin aja lagi. Siapa tahu dikasih lagi si mahluk mungil, ya 'kan."


Naila tergelak setelah mengucapkan hal itu sedangkan Arumi menekuk wajahnya.


"Ih, kamu ini, Nai. Kebangetan," sahut Arumi.


Sementara itu di salah satu pelaminan.


"Kamu terlihat cantik sekali, Key."


"Ya, iyalah. Aku 'kan memang cantik. Kamunya aja yang baru nyadar sekarang. Kemarin-kemarin kamu kemana aja," jawab Keyla sambil mengulum senyum.


Ardhan meraih tangan Keyla kemudian menggenggamnya dengan erat.


"Apa kamu sudah siap menyambut malam pertama kita, Key?"


Mata Keyla membulat sempurna saat menatap lelaki yang kini sudah sah menjadi suaminya.


"Jangan ganas-ganas, ya. Gini-gini aku takut bayanginnya, loh," sahut Keyla.


Ardhan terkekeh pelan. "Eh, ternyata gadis tomboyku ada takutnya juga, ya."


"Janji lo, ya. Jangan ganas-ganas. Aku takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padamu. Aku takut refleks kemudian memukul dan menendangmu, bagaimana?"


Ardhan tertawa lepas mendengar ucapan Keyla."Ya, Sayang. Aku berjanji, aku akan melakukannya dengan lembut. Percayalah padaku." Ardhan melabuhkan sebuah ciuman ke puncak tangan Keyla yang sejak tadi ia genggam.


"Selamat ya, Dhan, Key. Akhirnya kalian sah menjadi pasangan suami istri."


Seorang laki-laki tampan menghampiri mereka sambil tersenyum hangat. Ia mengulurkan tangannya kepada Ardhan dan Keyla secara bergantian.

__ADS_1


"Mike!" pekik Keyla.


"Ah, aku senang sekali, Mike. Karena kamu sudah bersedia meluangkan waktumu hanya untuk menghadiri acara pernikahan kami." Keyla menyambut uluran tangan Mike kemudian membalas senyuman hangat yang dilemparkan oleh Mike.


"Ya, tentu saja, Key. Aku ingin melihat betapa cantiknya dirimu saat mengenakan gaun pengantin, ya ... walaupun bukan aku yang menjadi pendampingmu." Mike melirik Ardhan dan mencoba menggoda lelaki itu.


"Hah! Sudahlah, Mike. Mending cari saja yang lain, tidak usah mengganggu gadis tomboy-ku lagi. Karena dia sudah sah menjadi milikku," sahut Ardhan sambil tersenyum puas menatap lelaki blasteran itu.


Tiba-tiba saja terdengar keributan ditengah-tengah pesta. Semua orang terlihat berkerumun dan Keyla sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi.


"Apa yang terjadi?"


"Entahlah, aku tidak tahu."


Naila menghampiri Keyla dengan wajah panik. Wanita itu melangkahkan kakinya dengan cepat saat menaiki pelaminan Keyla dan Ardhan.


"Ada apa, Mih?" tanya Keyla.


"Key, maafin Mami. Mami harus segera menyusul Kak Danish ke Rumah Sakit karena Kak Nazia akan segera melahirkan."


"Apa!" pekik Keyla sembari menutup mulutnya dengan kedua tangan dan matanya terlihat berkaca-kaca.


"Ya, Nak. Maafkan Mami, Mami tidak tahu harus memilih siapa di antara kalian berdua. Karena bagi Mami, kalian sama-sama penting," lirih Naila.


"Pergilah, Mih. Keyla akan baik-baik saja disini. Lagipula Kak Nazia jauh lebih membutuhkan Mami dari pada Keyla."


"Maafkan Mami, Key."


"Tidak apa-apa, Mih. Cepat gih, jemput keponakan pertama Keyla."


"Ya."


Sekarang Naila menghadap ke arah Ardhan yang masih berdiri di samping Keyla.


"Nak Ardhan, Mami titip si bontotnya Mami, ya," ucap Naila.


"Baik, Mih."


Setelah berpamitan kepada pasangan pengantin tersebut, Naila kembali meminta izin kepada Arumi dan Adnan yang kini resmi menjadi besannya.


"Pergilah, Nai. Doakan Keyla dan Adriela cepat tekdung ya, soalnya aku juga sudah tidak sabar ingin menimang cucu," ucap Arumi.


"Ya, semoga secepatnya kita mendapatkan cucu dari si tomboy itu dan buat Adriela juga. Sudah dulu ya, Arumi, Kak Adnan. Keanu sudah menungguku di mobil," sahut Naila sembari berlari kecil menuju tempat parkir.

__ADS_1


. . .


Oee ... oee ... oee ....


Terdengar suara tangis seorang bayi yang begitu nyaring dari dalam ruangan bersalin. Naila dan Keanu tidak hentinya mengucap syukur karena akhirnya cucu pertama mereka lahir dengan selamat.


Tidak berselang lama, seorang Dokter yang menangani kelahiran cucu pertama Tuan Keanu keluar dari ruangan tersebut. Ia menghampiri Keanu dan Naila dengan wajah berseri-seri.


"Selamat ya, Tuan dan Nyonya Keanu. Cucu kembar Anda lahir dengan selamat tanpa kurang apapun," ucap Dokter.


"Oh, syukurlah. Ngomong-ngomong jenis kelaminnya apa, Dok? Selama ini Nazia dan Danish menyembunyikannya dari kami. Katanya untuk kejutan," tanya Naila dengan sangat antusias.


"Mereka kembar pengantin, Nyonya. Satu bayi perempuan dan satu bayi laki-laki. Keduanya lahir secara normal karena tidak ada kendala apapun selama proses persalinan berlangsung."


"Bolehkah kami menjenguknya?"


"Tentu saja, Nyonya."


Setelah mendapatkan izin dari Dokter, Keanu dan Naila pun segera menjenguk Nazia di ruangan itu. Nazia masih tergolek lemah di atas tempat tidur pasien. Ia tersenyum hangat menyambut kedatangan mertuanya. Begitupula Danish, dengan wajah semringah ia menghampiri Naila kemudian memperlihatkan bayi mungilnya kepada Sang Mami.


"Mih, coba lihat. Bayi perempuan Danish cantik sekali, 'kan?"


"Ya, Nak. Dia cantik sekali!"


. . .


Setelah acara pernikahan mereka selesai, Keyla dan Ardhan pun bergegas ke Rumah Sakit untuk menjenguk keponakan pertama mereka.


Kedatangan pasangan pengantin baru tersebut membuat ruangan itu semakin ramai. Apalagi Keyla menjadi sasaran empuk kedua Kakaknya, Danish dan Danisha.


"Hayo loh, Key! Malam pertama itu menakutkan dan rasanya sangat mengerikan! Kalau kamu tidak percaya, tanya aja Kak Nazia," goda Danisha sambil tertawa pelan.


"Ih, Kakak 'kan begitu!" kesal Keyla.


"Serius loh, Kakak Nazia aja sampai pingsan," goda Danish yang tidak mau kalah.


Wajah Keyla pucat pasi dan hampir saja ia membatalkan niatnya untuk melewati malam pertama bersama Ardhan.


"Jangan dipercaya, Key. Kakak-kakakmu bohong. Mereka hanya menakutimu saja, buktinya Kak Nazia dan Kak Danisha baik-baik saja," sela Nazia yang tidak tega melihat ekspresi ketakutan Keyla saat itu.


"Beneran Kak, tidak apa-apa?"


"Serius, Key. Mereka hanya menggodamu saja."

__ADS_1


"Huft! Syukurlah kalau begitu."


...***...


__ADS_2