
"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut-ribut di rumahku?!" tanya Tante Mira seraya menghampiri mereka kemudian berdiri disamping Adnan.
Keanu tersenyum sinis menyambut kedatangan Tante Mira. "Katakan yang sejujurnya, Nyonya Mira. Apa maksudmu menyembunyikan Naila? Aku yakin sekali Nyonya pasti sudah tahu bahwa Naila adalah istriku," ketus Keanu.
Tante Mira mengerutkan alisnya, "Istri kamu bilang? Apa kamu lupa, Keanu? Kamu sudah menyia-nyiakan dirinya selama ini. Dan sekarang, dengan mudahnya kamu meminta dirinya untuk kembali lagi kepadamu. Untuk apa? Menyakitinya lagi?" sahut Tante Mira.
Keanu terdiam sejenak, ia tahu bahwa selama ini ia sudah melakukan kesalahan besar karena sudah menyia-nyiakan istri pertamanya. Wajahnya sendu, terlihat jelas penyesalan itu diraut wajahnya.
"Maafkan aku, Nyonya Mira. Aku tahu, aku salah. Namun, tidak bisakah aku memperbaiki semua kesalahanku?" lirih Keanu sembari membalas tatapan Tante Mira dengan tatapan sendu.
Adnan semakin kesal mendengar penuturan Keanu, sudah beberapa kali lelaki itu membuang napas kasar. Bahkan tangannya pun terlihat mengepal sempurna. Ingin sekali ia meluncurkan tinjunya ke wajah Keanu. Namun, Tante Mira terus menahannya.
"Tapi biar bagaimanapun Naila adalah istriku, Nyonya Mira. Aku masih berhak atas dirinya," sambung Keanu. Berharap Tante Mira bersedia menyerahkan kembali Naila kepadanya.
Sekarang giliran Tante Mira yang melemparkan senyuman sinis kepada lelaki itu. "Dia hanya istri siri yang sama sekali tidak kamu nafkahi, Keanu? Apa kamu sudah lupa akan hal itu? Lagipula aku lebih berhak atas Naila!" sahut Tante Mira dengan nada tegas. Ia
Keanu bingung, ia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Tante Mira. "Apa maksudmu, Nyonya Mira? Apa hak mu atas diri Naila?" tanya Keanu.
"Naila adalah keponakanku, Keanu! Anak dari Adik perempuanku, Ariana." jawab Tante Mira lantang.
Keanu membulatkan matanya ketika mendengar penuturan Tante Mira. Ia tidak menyangka ternyata Naila adalah keponakan Tante Mira. "Benarkah itu? T-tapi bagaimana bisa Naila ...?" ucap Keanu yang kebingungan.
Tante Mira menghampiri Keanu kemudian menatap lekat kedua bola mata lelaki itu. "Ya, Tuhan mempertemukan kami dengan cara yang cukup menyedihkan, Keanu. Aku menemukan keponakanku dengan kondisi yang mengenaskan. Luntang-lantung dijalan tanpa pegangan dan yang lebih menyedihkan lagi ia tengah berbadan dua akibat kecerobohan lelaki yang sama sekali tidak bertanggung jawab atas dirinya!" geram Tante Mira.
Keanu tertunduk. Ia bahkan tidak bisa menahan air matanya untuk tidak meluncur dari kedua pelupuk matanya. "Maafkan aku, Nyonya Mira! Maafkan aku ..." lirihnya.
"Kamu tau, Keanu. Naila masih sangat trauma dengan kejadian yang telah menimpa dirinya. Ia bahkan tidak ingin bertemu denganmu lagi. Dan didalam sana, Naila ketakutan! Ia takut akan dirimu, ia tidak ingin disakiti lagi olehmu. Jadi kumohon, pergilah! Jangan ganggu Naila untuk saat ini. Dan berdoa saja, semoga Tuhan membuka hatinya dan bersedia memaafkan dirimu," tutur Tante Mira.
__ADS_1
"Tidak bisakah aku menemuinya sebentar saja, Nyonya Mira? Izinkan aku meminta maaf padanya," lirih Keanu lagi.
Tante Mira menghembuskan napas berat. Tiba-tiba saja rasa bencinya kepada Keanu berubah menjadi iba tatkala melihat kedalam mata lelaki itu. Tante Mira merasa Keanu tulus mengatakan hal itu dan tidak ada maksud lain.
"Baiklah, tapi jangan berharap lebih. Aku tidak tahu apakah Naila bersedia ditemui olehmu," sahut Tante Mira.
"Tapi, Tante!" sela Adnan. Ia kecewa mendengar keputusan Tante Mira yang memberikan izin kepada lelaki itu untuk menemui Naila.
Tante Mira menepuk pundak Adnan pelan. "Tidak apa, Adnan. Kita beri ia kesempatan dan jika Naila tidak bisa menerimanya, maka ..." Tante Mira mengangkat kedua bahunya. Seakan ia menyerahkan semua keputusan itu kepada Naila.
Adnan masih terlihat kesal. Namun, ia menurut saja apapun keputusan Tantenya itu. Tante Mira menuntun Keanu masuk kedalam rumahnya dan menuju kamar Naila. Ternyata Naila benar-benar ketakutan, ia bahkan bersembunyi disamping tempat tidurnya dengan tubuh gemetar. Naila menutup mata dan telinganya dengan kedua tangan.
Hingga akhirnya mereka tiba didepan kamar Naila yang terkunci rapat. Tante Mira mempersilakan Keanu untuk mengetuk pintu kamar gadis itu.
Tok, tok, tok!"
Mendengar suara Keanu didepan pintu kamarnya, Naila semakin ketakutan. Ia berteriak-teriak memerintahkan lelaki itu untuk pergi.
"Pergi, Tuan Keanu! Aku tidak ingin melihatmu lagi, aku tidak ingin disakiti lagi olehmu! Cukup sudah kamu buat aku hancur, Tuan! Apa penderitaan ku selama ini masih kurang untukmu?!" teriak Naila seraya melemparkan barang-barangnya kearah pintu kamar.
"Kau dengar itu, Keanu?! Sekarang pergi dari sini! Ia tidak ingin bertemu denganmu," ucap Adnan dengan setengah berbisik.
Adnan menarik tangan Keanu dengan kasar kemudian membawanya menjauh dari kamar Naila.
"Sudah, lepaskan aku! Aku bisa berjalan sendiri!" Keanu menghentak tangannya dari tangan Adnan kemudian merapikan lengan kemejanya seraya melangkah pergi dari rumah itu.
Adnan tersenyum puas, akhirnya lelaki itu pergi dengan penuh kekecewaan. Sedangkan Tante Mira mencoba menenangkan Naila yang masih ketakutan didalam kamarnya.
__ADS_1
"Naila sayang, bukalah. Ini Tante," ucap Tante Mira sembari mengetuk pintu kamar Naila.
"Tidak! Naila tidak mau! Naila tidak ingin bertemu Tuan itu lagi," sahut Naila, terdengar jelas dari suaranya yang bergetar bahwa ia sedang ketakutan.
"Dia sudah pergi, Nai. Tante tidak bohong," sahut Tante Mira lirih.
Setelah beberapa saat, pintu kamar Naila pun terbuka. Nampak gadis itu dengan wajah kusut menatap Tante Mira.
Tante Mira memperhatikan kamar Naila yang berantakan. Barang-barang dikamar itu berserakan di lantai. Bahkan bantal dan guling pun ikut melayang karena dilempar oleh Naila.
"Maafkan Tante, Naila. Tante tidak bermaksud menakutimu. Hanya saja, Tante merasa iba ketika lelaki itu menangis, memohon untuk bertemu denganmu," tutur Tante Mira.
Tante Mira menuntun Naila duduk di tepi tempat tidurnya kemudian meraih tubuh mungil Naila kedalam pelukannya.
"Jangan biarkan lelaki itu menemui Naila lagi, Tante. Naila takut," lirih Naila sambil terisak didalam pelukan Tante Mira.
"Ya, ya! Maafkan Tante, Tante berjanji tidak akan mengizinkannya lagi," sahut Tante Mira.
Sementara itu,
Di perjalanan pulang menuju kediamannya, Keanu hanya terdiam. Bahkan ketika Sid mengajaknya bicara pun, Keanu sama sekali tidak menggubrisnya. Ia masih teringat kata-kata Naila yang begitu membekas di hatinya.
"Aku memang sangat keterlaluan, Naila. Maafkan aku ..." gumam Keanu.
Sid turut bersedih. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ia sadar, semua itu memang kesalahan Tuan Keanu.
Maaf ya readers, baru bisa UP sekarang 🙏🙏🙏
__ADS_1
...***...