Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 92


__ADS_3

"Ish, Mami mah selalu begitu. Sudah, sini kasih Key babynya. Biar Key yang jagain," ucap Key sembari mengulurkan tangannya meminta Baby Raisha yang masih berada di pangkuan Naila.


"Baiklah, tapi hati-hati ya, Key. Itu tubuhnya masih sangat lemah, jangan di apa-apain."


"Ya ampun, Mami. Keyla udah tahu, kok."


Setelah Naila memberikan Baby Raisha kepada Keyla, Keyla pun segera pergi meninggalkan ruangan itu dengan mengajak serta Baby Raisha. 


"Sebenarnya ada apa, Mih?" tanya Danisha.


Naila menghampiri Danisha dan sekarang ia duduk tepat di sampingnya. Naila meraih tangan anak perempuannya itu kemudian menatapnya dengan lekat.


"Sha, jujurlah pada Mami, sebenarnya apa yang terjadi padamu?"


Danisha kembali tersenyum ketika membalas tatapan Naila. Sekarang Danisha tahu bahwa Maminya sudah mulai curiga kepadanya.


"Nisha baik-baik saja kok, Mih. Serius! Dan soal Baby Raisha, entah mengapa sejak pertama Nisha melihatnya, Nisha seperti jatuh cinta dan ingin merawatnya," tutur Danisha.


Naila masih tidak percaya, ia terus menatap tajam kedua bola mata Danisha dan ia tahu bahwa putrinya itu sedang berbohong.


"Nisha, Mami adalah Ibumu. Kamu tidak akan pernah bisa membohongi naluri seorang Ibu dan Mami bisa melihat kebohongan di matamu," tegas Naila.


Danisha terdiam dan kini raut wajahnya mulai berubah menjadi sendu. Kepalanya tertunduk dan kedua tangannya saling bertaut satu sama lain.


"Sebenarnya ... huft!" Danisha membuang napas berat.


"Ceritakanlah."


Naila memberi semangat dengan menggenggam erat kedua tangan Danisha yang terasa sangat dingin.

__ADS_1


"Sebenarnya Nisha divonis oleh Dokter tidak bisa memiliki keturunan. Ada masalah pada rahimku yang membuat sel telur Danisha sulit untuk di buahi. Nisha sudah mencoba berobat kemana-mana, baik secara medis maupun non medis, tetapi hasilnya masih sama. Belum ada perubahan," tutur Danisha sambil tersenyum getir menatap Naila.


Naila nampak shok mendengar berita buruk itu. "Ya Tuhan, anakku! Kenapa kamu tidak pernah menceritakan hal ini kepada Mami?"


Danisha melebarkan senyumnya. "Danisha tidak ingin kalian ikut cemas. Cukup Danisha dan Mas Rey yang tahu ini."


"Jadi kedua mertuamu pun tidak tahu masalah ini?" tanya Naila terlihat sangat panik.


Danisha menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, Mih."


Naila tidak bisa membendung air matanya lagi. Ia terisak kemudian memeluk tubuh Danisha dengan erat.


"Ya, Tuhan. Semoga Dokter itu salah! Aku yakin, Danishaku baik-baik saja," gumam Naila disela isak tangisnya.


Tak ada air mata yang terlihat di wajah cantik Danisha. Ia begitu tegar dan ia pun sudah bisa menerima bagaimanapun keadaan dirinya.


"Doakan Danisha kuat ya, Mih."


Tak terasa, sore pun menjelang.


Rey menepati janjinya, ia pulang lebih awal dan segera menjemput Danisha serta Baby Raisha di kediaman Tuan Keanu. Begitupula Ardhan, lelaki itu segera menjemput sang istri setelah selesai bekerja.


"Maaf, jika Keyla merepotkan ya, Mih," ucap Ardhan kepada Naila sambil menyunggingkan sebuah senyuman.


"Tidak masalah, Nak Ardhan. Mami sudah terbiasa direpotkan oleh istrimu ini," jawab Naila sambil terkekeh.


Setelah berpamitan kepada Naila dan juga Keanu, pasangan Keyla dan Ardhan pun segera kembali ke kediaman mereka.


"Sepi lagi," keluh Naila setelah kedua anak dan menantunya pulang ke rumah mereka masing-masing.

__ADS_1


"Kita buat baby lagi aja, biar rumah kita rame," goda Keanu sembari menuntun Naila memasuki kediaman mereka.


"Memangnya masih kuat? Apa gak takut encoknya kumat," sahut Naila sambil tertawa lepas.


"Kuatlah, masa enggak!" kesal Keanu sambil menekuk wajahnya.


Dua hari kemudian.


Keyla dan Ardhan sudah berada di negara tetangga yang kebetulan sedang mengadakan acara pertandingan balap motor kelas dunia tersebut. Dengan sangat antusias, Keyla memperhatikan pertandingan itu. Begitupula Ardhan, walaupun sebenarnya dunia balap bukanlah dunianya, tetapi ia tetap menikmatinya.


"Seru kan, Mas!" ucap Keyla sambil tersenyum lebar kepada Ardhan.


"Ya, tentu saja seru, Keyla sayang. Apa kamu tahu seberapa dalam kocek yang harus aku keluarkan untuk semua ini?" sahut Ardhan sambil tersenyum kecut.


"Ih, Mas kok gitu. Ini 'kan permintaan Baby kita juga," jawab Keyla.


"Iya, iya!" Ardhan merengkuh pundak Keyla kemudian melabuhkan ciuman hangatnya di puncak kepala wanita itu.


Setelah beberapa saat, pertandingan itupun selesai. Ternyata Pembalap kesayangan Keyla kembali menjadi juaranya. Setelah acara selesai, Keyla mengajak Ardhan menghampiri Pembalap tersebut untuk minta tanda tangan serta foto banteng.


"Akkh! Akhirnya aku mendapatkan tanda tangannya, Mas!!!" pekik Keyla'


"Sudah puas, 'kan?"


"Sebenarnya belum, Mas. Padahal aku ingin sekali melihat Mas Ardhan balapan sama dia dan kalau bisa Mas Ardhan harus menang!"


"Hhh, ya ... aku yakin sekali aku akan menang melawannya tetapi garis finishnya di akhirat," jawab Ardhan dengan wajah kesal menatap Keyla.


"Ih, jangan bilang begitu donk, Mas Ardhan. Ngeri dengernya."

__ADS_1


...***...


__ADS_2