
"Tuan, sebaiknya anda pergi dari sini," usir salah seorang Security kepada Keanu yang masih berdiri didepan pagar rumah Tante Mira.
"Tidak bisakah aku menemui istriku sebentar saja?" bujuk Keanu.
Security itu menggelengkan kepalanya sambil mendorong tubuh keanu pelan. "Maaf tidak bisa, Tuan. Ini adalah perintah langsung dari Nyonya Mira," sahut Security tersebut.
Kini tatapan Keanu tertuju pada wanita paruh baya yang masih berdiri didepan rumahnya sambil menatapnya dengan tatapan sendu.
"Nyonya Mira," lirih Keanu
Karena merasa iba, Tante Mira pun berjalan menghampiri Keanu yang masih dihadang oleh para Security.
"Keanu," sapa Tante Mira.
Wanita itu memerintahkan para Security untuk segera kembali ketempat mereka hanya dengan menggunakan isyarat tangan. Para Security itupun membungkuk hormat kepada Tante Mira sebelum mereka meninggalkan tempat itu.
"Nyonya Mira, izinkan aku menemui Naila sebentar saja," lirih Keanu dengan wajah memelas.
Tante Mira menghembuskan napas berat kemudian menepuk pundak lelaki menyedihkan itu perlahan. "Keanu, seandainya aku bisa, aku pasti akan membantumu. Tapi untuk kali ini, aku benar-benar tidak bisa membantumu, Keanu. Naila masih tidak bisa menerima kehadiranmu. Apa kamu lihat ekspresinya tadi ketika melihatmu? Dia ketakutan, Keanu. Rasa sakit yang kalian torehkan kepada gadis itu terlalu dalam dan sangat membekas di hatinya," tutur Tante Mira dengan tatapan sendu menatap Keanu.
"Aku sudah hancur, Nyonya Mira. Aku sudah mendapatkan karma atas prilaku ku selama ini kepada Naila. Setelah Naila pergi, sekarang aku dikhianati oleh Melisa," ucap Keanu sambil terisak.
"Aku tidak tahu harus bilang apa, Keanu. Namun, sebagai Tantenya Naila, aku pasti ingin yang terbaik untuknya. Dan kuharap suatu saat nanti Naila akan membuka hatinya dan memaafkan semua kesalahanmu," sahut Tante Mira.
Keanu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Bibirnya bergetar, terlihat jelas ia mencoba menahan tangisnya. Tante Mira bahkan tidak tega melihat kondisi Keanu yang begitu menyedihkan. Kondisi matanya yang sembab, menunjukkan bahwa lelaki itu sudah berkali-kali mengeluarkan air matanya hari ini.
"Maafkan aku, Keanu. Sebaiknya kamu kembali dan tenangkan pikiranmu," ucap Tante Mira.
"Baiklah, Nyonya. Terimakasih atas waktunya." Keanu berbalik setelah Nyonya Mira menganggukkan kepalanya. Lelaki itu melangkah gontai menuju mobilnya dan segera melajukannya.
Setelah Keanu pergi, Tante Mira bergegas menuju kamar Naila dan mencoba menenangkan keponakannya itu kembali.
__ADS_1
"Naila sayang, bolehkah Tante masuk?" tanya Tante Mira seraya mengetuk pintu kamar Naila.
Tante Mira meletakkan telinganya di daun pintu dan mencoba mendengarkan suara di ruangan itu. Kamar itu terdengar hening, tak ada suara apapun didalam. Bahkan isak tangis gadis itupun tak terdengar sama sekali.
"Nai?!" Tante Mira memanggil nama keponakannya itu sekali lagi. Namun, masih sama. Tidak ada jawaban dari kamar itu.
Tante Mira meraih gagang pintu dan mencoba membukanya. Ternyata pintu itu tidak dikunci. Perlahan Tante Mira masuk kedalam kamar Naila dan mencari keberadaannya.
"Naila, kamu dimana?!" tanya Tante Mira sambil memeriksa seluruh ruangan kamar.
Tante Mira mencari keberadaan Naila hingga kebawah tempat tidur. Namun, ia tetap tidak menemukan dimana keponakannya itu berada.
Dan kini hanya satu ruangan yang belum ia periksa, yaitu kamar mandi. Perlahan Tante Mira mendekati ruangan itu dan membuka pintunya. Ia masuk kedalam sambil mengedarkan pandangannya dari sudut satu ke sudut lain di ruangan itu.
Hingga akhirnya ia menemukan Naila tengah duduk bersandar disamping Bath Up sambil menutup rapat mata dan telinganya. Pantas saja Naila tidak menyahut panggilan Tante Mira, karena saat itu ia sama sekali tidak dapat mendengar panggilan dari Tantenya.
Tante Mira menghampiri Naila kemudian meraih tubuh mungil itu kedalam pelukannya. "Naila, sekarang sudah aman. Lelaki itu sudah pergi," ucap Tante Mira sambil mengelus punggung Naila.
Tante Mira mengerutkan alisnya, "Apa itu?"
"Tapi, mungkin ini akan menyusahkan Tante," lirih Naila.
Tante Mira menatap heran kepada Naila. Namun senyuman itu masih setia mengambang dari wajahnya. "Katakanlah, Naila. Selama Tante bisa, Tante akan lakukan apapun untukmu," sahut Tante Mira.
"Bawa Naila sejauh mungkin dari sini, Tante. Naila ingin pergi jauh, sejauh-jauhnya agar Tuan Keanu tidak bisa menemui Naila lagi," pinta Naila.
Tante Mira terdiam sejenak kemudian menatap Naila dengan tatapan seriusnya. "Apa kamu yakin, Naila?" tanya Tante Mira.
"Ya, Naila sangat yakin, Tante."
"Sebaiknya kita bicarakan ini di kamarmu. Agar kita lebih nyaman membicarakannya," ucap Tante Mira seraya mengajak Naila bangkit dan melangkah bersamanya menuju kamar Naila.
__ADS_1
Setibanya didalam kamar Naila, Tante Mira menuntun Naila ketempat tidurnya dan mendudukkan keponakannya itu disana.
"Ok, Naila. Sekarang jelaskan padaku tentang keinginanmu tadi?" ucap Tante Mira sambil menatap tajam kedua bola mata keponakannya itu.
"Naila ingin pergi jauh, Tante. Jauh dari Tuan Keanu dan memulai hidup baru bersama anak-anak Naila. Naila tidak ingin lelaki itu menemui Naila lagi kemudian mengambil kedua anak Naila, Naila tidak mau, Tante!" tutur Naila dengan wajah sendu.
"Baiklah, nanti Tante pikirkan lagi. Tante harus meminta pendapat Adnan juga soal ini. Siapa tahu dia bisa memberikan masukan kepada Tante," jawab Tante Mira.
Naila pun menganggukkan kepalanya pelan sambil mengembangkan senyuman kepada Tante Mira. "Terimakasih, Tante. Naila sayang Tante," ucap Naila seraya memeluk tubuh Tante Mira dengan erat.
"Tante juga sayang kamu, Naila." Tante Mira membalas pelukan Naila seraya menciumi puncak kepalanya berkali-kali.
Sementara itu,
Keanu melajukan mobilnya sambil menangis. Sudah berkali-kali ia mengusap air matanya yang sudah tidak dapat ia tahan. Mulutnya pun terus menggerutu. Menggerutui nasib sial yang telah menimpanya bertubi-tubi.
Belum kelar satu masalah, sekarang timbul lagi masalah baru. Dan hal itu membuat Keanu semakin down.
Lelaki itu terus melajukan mobilnya menuju kediamannya. Ia sama sekali tidak ingin menemani Melisa yang masih dirawat di Rumah Sakit.
Ketika ia tiba di kediamannya, tujuan utama Keanu adalah ruangan pribadinya. Ia mengeluarkan semua kekesalannya di ruangan itu.
Semua benda yang tersusun rapi di ruangan itu, dilempar oleh Keanu. Setelah puas mengobrak-abrik ruangan pribadinya, Keanu duduk di pojokan sambil memeluk lututnya.
"Oh Tuhan, berilah aku kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahanku," lirihnya.
Ketika Keanu hancur di tempat itu, Melisa pun merasakan sakit yang sama. Ia tahu nasibnya sudah berada di ujung tanduk. Dan sebentar lagi ia akan diusir dari kehidupan Keanu. Laki-laki yang benar-benar ia cintai.
"Mel, Apa Keanu tidak akan menemanimu malam ini?" Tanya Nyonya Rita sambil melihat kearah luar dan berharap suami dari putrinya tersebut tiba ditempat itu.
"Keanu barusan bilang, dia ingin bertemu dengan rekan bisnisnya malam ini. Dan untuk malam ini ia tidak bisa menemani Melisa, Bu," tutur Melisa dengan wajah tertunduk.
__ADS_1
...***...