Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Dinner Romantis


__ADS_3

Wajah Naila merona karena malu. Ini pertama kalinya ia merasakan ada seseorang yang begitu memperhatikan dirinya.


"Terima kasih, Tuan," sahut Naila.


"Sama-sama."


Adnan tersenyum kemudian mengisi piring kosong dengan makanan yang baru saja ia masak. Satu untuk Naila dan satu lagi untuknya.


"Ini untukmu, Naila. Anggap saja kita sedang Dinner sekarang," ucap Adnan seraya meletakkan piring itu dihadapan Naila sambil tersenyum hangat.


Naila menatap piring yang sudah Adnan isi dengan makanan yang baru saja ia masak. Naila tidak tahu apa nama masakan itu namun, makanan itu terlihat sangat enak dan aromanya pun sangat menggugah selera.


"Ayo, Naila. Cicipilah ..." ucap Adnan sekali lagi.


Dengan malu-malu, Naila mencicipi makanan itu. Dan setelah mencicipinya, mata Naila membulat sempurna sambil tersenyum kepada Adnan.


"Bagaimana, Naila?" tanya Adnan dengan wajah serius menatap Naila. Ia benar-benar ingin tahu bagaimana pendapat gadis itu tentang masakannya.


"Enak sekali, Tuan!" sahut Naila seraya mengacungkan kedua ibu jari tangannya kepada Adnan.


"Syukurlah ..." Adnan tersenyum puas setelah mendengar pendapat Naila.


"Ayo, lanjutkan makannya!" sambung Adnan.


Adnan dan Naila pun menikmati Dinner mendadak ala mereka. Menu Dinner mereka malam ini adalah Pesto Chicken Bake, dada ayam yang juicy yang diberi topping pesto segar, Mozzarella leleh dan tomat diatasnya.


Selain enak, menu ini juga sehat dan mudah dibuat. Itulah sebabnya, Adnan memilih menu itu untuk makan malam mereka.


Setelah beberapa saat, makanan itupun ludes. Bahkan, Naila yang hanya cocok dengan selera kampung pun ternyata menyukainya.


Selesai makan malam, Adnan mengajak Naila bersantai di teras depan rumah. Naila menurut saja, walaupun sebenarnya ia merasa tidak enak jika ada yang melihat mereka berduaan. Ia takut mendapat komentar negatif tentang dirinya dan juga majikannya.

__ADS_1


"Nai, aku sudah tahu semua tentang masa lalu mu. Tante Mira sudah menceritakan semuanya kepadaku," ucap Adnan sembari memperhatikan ekspresi wajah Naila saat itu.


Naila menghembuskan napas panjang kemudian menundukkan kepalanya. "Maafkan saya, Tuan. Saya tidak berkata jujur pada anda sejak awal," sahut Naila.


"Tidak apa, Nai. Tapi ... bolehkah aku bertanya sesuatu yang bersifat pribadi padamu?" tanya Adnan


Naila sempat ragu tetapi akhirnya iapun menganggukkan kepalanya. "Ya, Tuan. Tanyakan saja," ucapnya


"Siapa nama majikan mu sebelumnya? Atau lebih tepatnya lagi, siapa nama Ayah dari bayi yang tengah kamu kandung sekarang?" tanya Adnan dengan nada yang sangat lembut agar Naila tidak semakin terluka karena pertanyaan yang ia lontarkan kepada gadis itu.


"Namanya ..." Naila sempat terdiam, "Tuan Keanu Armani Putra," sahut Naila.


Mata Adnan terbelalak ketika mendengar ucapan Naila, seolah ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar. "Keanu? Keanu Armani Putra pemilik Perusahaan Tekstil terbesar itu?!" seru Adnan seraya menatap Naila tajam.


"Ya, Tuan,"


Adnan mengacak rambutnya yang sudah tersisir rapi. "Astaga! Benar-benar tidak ku sangka ternyata lelaki itu begitu bejat!" gumam Adnan


"Ya, Tuhan! Besok malam lelaki bejat itu malah bersenang-senang bersama istri keduanya! Sedangkan ia tidak tahu bahwa istri pertamanya menjadi pelayan disini hanya sekedar untuk bertahan hidup. Aku benar-benar geram!" batin Adnan.


"Maafkan aku, Naila. Aku tidak bermaksud membuat mu bersedih," ucap Adnan seraya menyentuh kedua pundak Naila.


"Tidak apa-apa, Tuan. Saya malah lebih tenang sekarang, tak ada lagi yang saya sembunyikan dari kalian. Apalagi kalian bisa menerima keadaan saya yang seperti ini," sahut Naila.


Adnan tersenyum kemudian mengajak Naila berjalan bersamanya. "Sebaiknya aku antar kamu kembali ke kamarmu. Ini sudah larut malam," ucap Adnan


Akhirnya merekapun tiba didepan kamar Naila. Sebelum Adnan pamit, ia sempat mengajak Naila bicara sebentar disana. Adnan berdiri tepat dihadapan Naila. Lelaki itu tiba-tiba saja menyentuh pipinya seraya berucap.


"Tidurlah yang nyenyak, Nai. Jangan pernah bersedih lagi. Mulailah kehidupan baru bersama calon buah hatimu. Kalian pantas mendapatkan kebahagiaan. Dan aku berjanji akan selalu mendukungmu. Jika kamu membutuhkan sesuatu ataupun bantuan dariku, jangan pernah sungkan untuk mengatakannya, Ok?!" tutur Adnan seraya menarik kembali tangannya.


Naila mengangukkan kepalanya, "Ya, Tuan. Terimakasih," sahut Naila.

__ADS_1


Adnan pun pamit kemudian berjalan menuju kamarnya. Matanya sudah mengantuk dan esok ia harus kembali berkutat dengan pekerjaannya.


"Ehemm ...." Tante Mira berdehem sambil tersenyum menatap Adnan yang melewatinya begitu saja di ruang utama.


"Eh, Tante. Tante belum tidur?" tanya Adnan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Adnan tidak menyangka ternyata Tantenya berada diruangan itu. Dan ia yakin sekali Tante Mira sudah melihat apa yang ia lakukan terhadap Naila.


Tante Mira meraih tangan Adnan kemudian mengajaknya melangkah bersama menuju kamar mereka di lantai atas. "Adnan, apa kamu masih mencintai Naila?" tanya Tante Mira


Adnan kembali tersipu mendengar pertanyaan Tantenya. "Tapi Naila masih berstatus istri orang, Tante ..." sahut Adnan.


Tante Mira tersenyum kecut sambil memeluk Adnan. "Kalau jodoh tidak akan kemana, Adnan. Serahkan semuanya sama yang diatas."


Keesokan harinya


Melisa dan Keanu bersiap-siap menuju Restoran favorit mereka. Melisa mengenakan dress silver yang begitu cantik membalut tubuhnya. Sedangkan Keanu terlihat gagah dengan setelan kemeja berwarna hitam.


"Sayang, terimakasih atas Dinner nya, ya! Aku sangat senang!" seru Melisa sembari memeluk tubuh Keanu dengan erat.


"Iya, iya. Aku juga senang." Keanu membalas pelukan Melisa untuk beberapa saat kemudian melepaskannya lagi.


Sementara itu, Adnan dan anak buahnya sudah bersiap menyambut kedatangan tamu spesial mereka. Adnan sebenarnya sangat enggan menyambutnya. Apalagi setelah ia tahu bahwa Keanu adalah lelaki bejat yang sudah menghancurkan kehidupan Naila. Namun, ia tidak bisa mengelak karena Keanu dan Melisa adalah pelanggan setia Restoran itu. Dan sudah menjadi tugas Adnan melayani mereka secara langsung sama seperti biasanya, sesuai permintaan Keanu dan Melisa.


"Chef, mereka sudah tiba," ucap salah satu anak buah Adnan.


Adnan berserta anak buahnya bergegas mempersiapkan menu hidangan untuk Dinner spesial pasangan itu. Sedangkan Keanu dan Melisa sudah duduk manis di ruangan VIP yang sudah mereka pesan sebelumnya untuk menyambut Dinner romantis mereka malam ini.


Setelah beberapa menit, akhirnya Adnan dan beberapa anak buahnya selesai berkutat dengan berbagai macam menu hidangan. Adnan pun bersiap mengantarkan makanan itu ke ruangan VIP dimana Keanu dan Melisa sudah menunggu kehadirannya.


Adnan menarik napasnya dalam kemudian mengembuskannya secara perlahan sebelum ia melangkahkan kakinya menuju ruangan itu.


Adnan takut tidak bisa menahan emosinya saat menyaksikan kemesraan pasangan itu. Ia tidak ingin terjadi sesuatu diluar dugaan kemudian berimbas pada nama baik Restoran milik Tante Mira.

__ADS_1


...***...


__ADS_2