Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Tuan Rendra Masih Kritis


__ADS_3

Sesampainya di Rumah Sakit, Keanu segera menuntun Naila menuju ruangan dimana Tuan Rendra dirawat. Dan ternyata disana sudah ada Sid dan Nyonya Rita.


Ini pertama kalinya Naila melihat Nyonya Rita sedekat ini. Begitupula Nyonya Rita, ini pertama kalinya ia melihat wajah cantik Naila yang begitu mirip dengan Ariana, Ibunya.


Jauh di lubuk hati Nyonya Rita yang paling dalam, rasa iri dan benci itu muncul kembali. Wajah cantik Naila mengingatkan dirinya dengan sosok Wanita yang hampir saja merebut Tuan Rendra darinya. Dan yang lebih menyakitkan lagi, kini malah Naila yang sudah berhasil merebut Keanu dari Melisa, anaknya.


Naila mencoba tersenyum kepada Nyonya Rita. Namun sepertinya wanita itu enggan membalas senyumannya.


"Bagaimana keadaan Tuan Rendra, Nyonya?!" tanya Keanu sembari menghampiri Nyonya Rita yang masih terdiam sambil memperhatikan Naila dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Seperti itulah, Nak. Dia masih tidak sadarkan diri. Bahkan Dokter pun tidak berani menjawab dengan pasti, apakah dia masih bisa bertahan," sahut Nyonya Rita dengan mata berkaca-kaca menatap Keanu.


"Bersabarlah, Nyonya dan teruslah berdoa untuk kesembuhan Tuan Rendra." Keanu menepuk pundak Nyonya Rita pelan.


Naila perlahan melangkah, menghampiri pintu ruangan Tuan Rendra. Dengan tatapan sendu, Naila memperhatikan Tuan Rendra dari balik kaca yang ada di pintu ruangan itu.


Tidak bisa ia pungkiri, sebenarnya ia sangat sedih melihat kondisi Tuan Rendra saat ini. Lelaki itu tergolek lemah diatas tempat tidurnya dengan berbagai peralatan medis yang menempel di tubuhnya. Apalagi saat ini Tuan Rendra masih berjuang antara hidup dan mati di ruangan itu.


Sementara itu,


"Tuan, kemarilah." Sid menghampiri Keanu kemudian mengajaknya menjauh dari ruangan itu. Keanu sempat bingung, tetapi ia masih bersedia mengikuti kemana Sid menuntunnya.


"Ada apa, Sid?!" tanya Keanu sembari mengerutkan kedua alisnya sambil menatap Sid.


"Begini, Tuan. Orang yang menabrak Tuan Rendra sudah diamankan oleh pihak berwajib. Namun, ...." Sid nampak ragu menceritakan hal itu kepada Keanu.

__ADS_1


"Kenapa, Sid? Ceritakan lah," ucap Keanu penasaran.


Sid menghembuskan napas berat, "Sebenarnya yang menabrak Tuan Rendra adalah Nona Melisa. Dan yang menjadi terget utamanya bukanlah Tuan Rendra, tetapi anda, Tuan," tutur Sid.


"Apa?! Melisa?! Apa kamu yakin dengan apa yang kamu ucapkan, Sid? Ja-jadi, Melisa ingin menyingkirkan aku, begitu?!" tanya Keanu seakan tidak percaya dengan ucapan Sid.


Sid pun mengangguk pelan. "Ya, Tuan. Sepertinya Nona Melisa menaruh dendam kepada anda. Mungkin ini ada hubungannya dengan perceraian kalian. Bukankah Nona Melisa memang menolak perceraian itu," ucap Sid.


Keanu pun menganggukkan kepalanya pelan. "Ya, kamu benar Sid. Mungkin itulah penyebab utama mengapa Melisa nekat melakukan hal bodoh itu. Tapi beruntung, targetnya bukan Naila. Aku tidak tahu, jika hal itu terjadi kepada Naila. Mungkin aku akan gila, Sid," sahut Keanu.


Sementara itu,


"Ternyata kamu yang bernama Naila! Heh, ternyata benar, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Dan itu juga berlaku pada Ibumu dan dirimu. Dulu Ibu mu yang menjadi perusak rumah tanggaku bersama Rendra Hermawan. Dan sekarang kamu yang menjadi duri di kehidupan anakku bersama Keanu. Apa kamu tidak malu menjadi perusak rumah tangga orang lain, Naila?! Percuma punya wajah cantik tetapi digunakan untuk menggoda suami orang lain!" hardik Nyonya Rita sembari mendorong tubuh Naila dan menatap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian.


Beruntung saat itu Naila masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya dengan berpegangan di tembok. Naila membalas tatapan Nyonya Rita sembari membenarkan posisi tubuhnya.


"Kamu, hhhh ...." Nyonya Rita benar-benar kesal. Ia menjauh dari Naila kemudian duduk di kursi tunggu sambil memalingkan wajahnya.


Tepat disaat itu, Keanu dan Sid tiba disana. Ia segera menghampiri Naila sembari tersenyum hangat. Nyonya Rita memperhatikan ekspresi wajah Keanu yang terlihat berseri-seri ketika menatap Naila. Dan hal itu membuat Nyonya Rita kembali meradang.


"Naila, duduklah dulu. Aku tidak ingin kamu kelelahan, kasihan nanti bayi-bayi kita," tutur Keanu sembari mengulurkan tangannya Naila.


Naila menyambut uluran tangan Keanu kemudian membiarkan lelaki itu menuntunnya menuju tempat duduk. Setelah Naila duduk manis, Keanu pun turut duduk disampingnya.


"Kita tunggu saja sebentar lagi, Naila. Semoga saja Tuan Rendra berhasil melewati masa kritisnya," tutur Keanu sembari mengusap punggung Naila dengan lembut.

__ADS_1


Melihat Keanu yang begitu perhatian kepada Naila, Nyonya Rita semakin kesal. Ia bangkit dari tempat duduknya dan berniat meninggalkan ruangan itu. Namun disaat bersamaan, Adnan dan Tante Mira tiba bersamaan di ruangan itu.


Nyonya Rita bergegas pergi dari ruangan itu setelah melihat kedatangan mereka. Ia sedikit trauma dengan wanita itu. Apalagi jika ia ingat Tante Mira menyerangnya dengan beringas. Hal itu membuatnya bergidik ngeri.


Ketika mereka berpapasan, Tante Mira sempat menatap sinis kepada Nyonya Rita. Sedangkan Nyonya Rita tidak berani membalas tatapan Tante Mira. Ia terus melangkahkan kakinya dengan tatapan fokus kedepan.


"Naila, Sayang!!!" Tante Mira menghampiri Naila kemudian duduk diantara Naila dan


Keanu. Tante Mira memeluk tubuh mungil Naila dan mencoba menghiburnya.


Keanu mendengus kesal. Ia sempat melirik kearah ruang kosong disamping Naila. Ternyata disana masih cukup untuk satu orang, tetapi Tante Mira malah memilih duduk diantara dirinya dan Naila.


Adnan terkekeh pelan menyaksikan Keanu yang menekuk wajahnya. Nampak jelas di wajahnya bahwa ia sangat kesal saat itu.


"Tente Mira memang nakal!" gumam Adnan sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.


"Kak Adnan, bukannya Kakak tadi pagi bekerja. Kok, bisa datang barengan sama Tante?" tanya Naila sembari menatap Adnan dengan wajah heran.


"Tante Mira segera menghubungi ponsel Kakak, setelah penculik itu membawamu pergi," sahut Adnan. Adnan melirik kearah Keanu, begitupula lelaki itu. Ia membalas tatapan Adnan dengan tatapan kesal karena sudah dikatakan penculik olehnya.


"Penculik! Awas saja, nanti kalau Naila benar-benar ku culik, baru nyaho kamu!" gumam Keanu sambil menekuk wajahnya.


"Kak Adnan, jangan berkata seperti itu. Tuan Keanu tidak menculik Naila. Dia hanya ingin Naila secepatnya tiba ditempat ini," tutur Naila.


"Iya, iya! Kakak hanya bercanda," sahut Adnan.

__ADS_1


...***...


Aduh, maaf Reader UP nya terlambat banget. 🙏🙏🙏


__ADS_2