
Seminggu Kemudian
Keanu sedang menikmati sarapan paginya. Tak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya pagi ini. Bahkan ketika Bi Iyem menyapa pun, Keanu hanya membalasnya dengan anggukan kepala.
Disaat ia sedang menikmati suapan terakhirnya, Melisa tiba di ruangan itu. Menyadari kehadiran Melisa, Keanu segera bangkit dan ingin meninggalkan tempat itu.
"Se'menjijikan itukah aku di matamu, Keanu?" ucap Melisa sembari menitikkan air matanya, ketika Keanu melewatinya.
Keanu menghentikan langkahnya kemudian berbalik menghadap Melisa. "Bayangkan saja jika posisi kita berbalik, Melisa. Aku yakin, kamu pasti akan tahu bagaimana perasaanku sekarang," sahut Keanu.
Melisa tersenyum sinis setelah mendengar jawaban Keanu. "Kamu ingin aku tahu bagaimana perasaanmu, Keanu? Apa kamu lupa bahwa kamu sudah pernah menyentuh Pelayan itu hingga akhirnya ia mengandung anakmu?! Apa kamu mengerti bagaimana perasaanku saat itu?!" kesal Melisa.
Keanu tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh Melisa, ia kembali melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Melisa diruangan itu. Tubuh Melisa merosot dan terduduk di lantai. Ia terisak disana sambil memeluk perutnya.
"Kamu benar-benar kejam, Keanu!" hardik Melisa.
Bi Iyem memperhatikan Melisa dari kejauhan. Dan sebagai sesama wanita, ia merasa Iba melihat keadaan Melisa saat itu. Wanita paruh baya itu menghampiri Melisa kemudian mencoba membantunya berdiri.
"Mari, Nona Melisa. Biar saya bantu," ucap Bi Iyem.
Melisa menepis tangan Bi Iyem yang sedang memegang tangannya dengan kasar. "Tidak usah, aku bisa sendiri!!! Kamu tahu, ini semua gara-gara gadis sialan itu! Awas saja, aku pasti akan bikin perhitungan dengannya!" sahut Melisa seraya melangkahkan kakinya kembali ke kamar.
Bi Iyem hanya bisa geleng-geleng kepala melihat prilaku Melisa yang tidak pernah berubah. "Ternyata cobaan didalam rumah tangganya, tidak mampu membuat ia sadar akan kesalahannya selama ini," gumam Bi Iyem.
Setelah mengambil tas dan ponselnya, Melisa bergegas keluar dan meminta sopir untuk mengantarkannya ke suatu tempat. Disepanjang perjalanan, Melisa terus saja menggerutu. Wajahnya menekuk dan ia terlihat sangat kesal.
Dan setelah beberapa saat, mobil yang ditumpangi oleh Melisa pun tiba ditempat tujuannya. Melisa bergegas keluar dan memasuki sebuah bengkel motor yang lumayan besar ditempat itu.
__ADS_1
"Mana Andre?" tanya Melisa kepada seorang laki-laki yang tengah memperbaiki motor milik pelanggan.
Lelaki itu menengadah kemudian tersenyum hangat ketika mengetahui siapa yang sedang berdiri disampingnya. Laki-laki itupun segera bangkit dan berjalan memasuki sebuah ruangan.
"Ndre, kekasihmu datang, tuh!" ucapnya kepada seorang laki-laki yang bernama Andre.
Andre mengerutkan kedua alisnya sambil menatap heran kepada sahabatnya itu. "Kekasih? Sejak kapan aku punya kekasih?" sahut Andre kepada sahabatnya sambil terkekeh pelan.
"Lihat aja tuh, diluar!" ucapnya sembari keluar dari ruangan itu dan disusul oleh Andre dibelakang.
Ketika Andre keluar dari ruangan itu, Melisa bergegas menghampirinya kemudian meraih tangan lelaki itu. "Ikuti aku, aku ingin bicara!" ucap Melisa.
Lelaki itu sempat terkejut. Apalagi saat Melisa tiba-tiba meraih tangannya dan membawanya kembali masuk kedalam ruangan itu. Setibanya disana, Melisa menghempaskan tangan Andre dengan kasar sambil menekuk wajahnya.
"Sekarang, puas kamu?! Rumah tanggaku dan Keanu sudah diambang kehancuran, itu semua gara-gara bayi sialan ini!" Melisa geram dan memukul-mukul perutnya.
"Apa yang kamu lakukan! Apa kamu sudah gila?" hardik Andre.
"Ya, aku sudah hampir gila! Dan ini semua gara-gara kamu!" ucap Melisa sembari mendorong tubuh Andre dengan kasar.
Andre menggelengkan kepalanya sambil terus menatap Melisa yang sekarang menangis histeris di ruangan itu. "Sudahlah, Melisa. Sebaiknya kita ke rumahku. Tidak enak bicara disini, nanti kedengaran anak buahku," bujuk Andre sembari mengajak Melisa untuk mengikutinya.
Melisa pun menurut saja. Ia mengikuti Andre menuju rumahnya yang terletak tepat dibelakang bengkel. Rumah yang cukup bagus walaupun tidak sebesar dan semewah milik Keanu.
Andre mempersilakan Melisa masuk dan duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Sebelum duduk di sofa itu, Melisa sempat memutar kedua bola matanya setelah memperhatikan sekeliling rumah milik Andre.
"Maafkan aku, karena tidak bisa menyediakan sofa mewah seperti milik Keanu," ucap Andre.
__ADS_1
"Sudahlah, jangan mengalihkan pembicaraan! Sekarang kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu kepadaku!" kesal Melisa.
Andre tersenyum kecut mendengar ucapan wanita keras kepala di depannya.
"Melisa, Melisa! Bukankah sejak dulu aku sudah ingin mempertanggung jawabkan semua perbuatanku kepadamu. Tapi, apa jawabanmu saat itu? 'Aku tidak sudi menikah dengan lelaki miskin dan penuh oli seperti dirimu!', apa kamu sudah lupa itu?" sahut Andre.
Ya, Andre hanyalah seorang pemilik bengkel motor yang ada didepan rumahnya. Walaupun ia bukan pengusaha sukses seperti Keanu, paling tidak hidupnya tidak pernah kekurangan. Kebutuhannya selalu tercukupi walau dengan wajah dan tubuh yang belepotan dengan oli.
"Diam! Bukan hal seperti itu yang aku maksud! Aku ingin kamu membantu mengembalikan keharmonisan rumah tanggaku dengan Keanu. Aku ingin kamu menyingkirkan gadis sialan yang sudah menjadi orang ketiga diantara kami. Kemudian bantu aku memanipulasi tentang bayi ini, bahwa bayi ini adalah milik Keanu dan bukan milikmu!" ucap Melisa sembari menatap kedua mata Andre dengan tatapan tajamnya.
Andre tergelak setelah mendengar permintaan aneh dari Melisa. "Astaga, Melisa! Sadarlah, aku tidak akan melakukan perbuatan bodoh itu walaupun kamu melaporkan aku ke Polisi sekalipun! Lagipula malam itu aku tidak sengaja melakukan itu padamu. Bukankah kamu tahu, kita sama-sama mabuk dan teman-teman bodohmu itu malah menjebakku dengan memasukkan aku kedalam kamar yang sedang kamu tempati," sahut Andre.
Melisa mendengus kesal. "Sudahlah, aku rasa percuma bicara padamu!" Melisa bangkit dan ingin meninggalkan tempat itu. Namun, sebelum Melisa melangkahkan kakinya, Andre meraih tangan Melisa kemudian memegangnya dengan erat.
"Ingat, Melisa! Jangan kau pernah sakiti bayi yang tidak bersalah itu! Jika kamu memang tidak menginginkannya, aku siap menerimanya dan merawatnya. Dan aku juga siap menerima mu, seandainya Keanu melepaskanmu," ucap Andre sambil menatap tajam kedua bola mata Melisa.
Melisa menghempaskan tangan Andre dengan kasar. "Jangan pernah bermimpi untuk hidup denganku, Andre! Kecuali kamu sudah kaya seperti Keanu!"
Melisa melenggang pergi meninggalkan Andre yang masih berdiri sambil menatap Melisa yang semakin menjauh. "Aku harap suatu saat nanti kamu berubah, Melisa! Demi anak kita," gumam Andre sembari mengusap wajahnya.
Melisa bergegas menuju mobilnya dan segera memerintahkan sopirnya untuk menuju kediaman orang tuanya.
"Pak, antar aku kerumah orang tuaku. Dan ingat, jangan pernah katakan pada Tuan Keanu bahwa aku mengunjungi tempat ini! Kalau kau berani mengatakannya, aku tidak akan segan-segan menendangmu walaupun kamu adalah sopir kesayangan Tuan Keanu!"
Tanpa disadari oleh Melisa, sopir yang mengemudikan mobilnya sudah diperintahkan oleh Keanu untuk mematai-matai Melisa dan melaporkan kemanapun ia pergi kepada Keanu.
"Baik, Nona!" sahut Sopir itu sembari menyeringai.
__ADS_1
...***...