Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 60


__ADS_3

"Key, kemarilah!" panggil Danisha yang sedang duduk di ruang utama bersama seluruh keluarganya.


Keyla yang ingin berlalu, terpaksa harus berhenti sebentar dan duduk di samping Danisha.


"Apaan sih, Kak?"


"Coba lihat!"


Danisha memperlihatkan foto koleksi gaun bridesmaid dari layar ponselnya kepada Keyla. Gadis itu meliriknya sebentar dan sepertinya ia tidak tertarik.


"Cantik-cantik bukan, Key. Kamu mau yang kayak gimana? Cepat pilih, sebelum foto-fotonya Kakak kirim kembali ke Desaignernya. Semua sudah memilih, tinggal kamu yang belum. Yuk, pilih!" ajak Danisha sambil tersenyum kepada sang Adik.


"Terserah Kakak aja, deh. Yang penting nyaman di pakenya," jawab Keyla.


"Loh, loh! Kok begitu?!"


Keyla bangkit dari tempat duduknya kemudian meninggalkan tempat itu. Sedangkan Danisha hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan ketika menyaksikan adik perempuannya itu melenggang pergi. Keyla melangkah menuju halaman depan, dimana ia memarkirkan motor kesayangannya.


Baru saja gadis itu tiba di halaman depan, ia melihat sosok lelaki yang selama ini ia kejar-kejar, Ardhan. Lelaki itu duduk di atas sebuah motor sport sambil tersenyum hangat kepadanya.


Brumm ... brummm ...


"Mau temani aku mencoba motor baruku?!" ucap Ardhan sembari menepuk motor barunya.


Keyla tersenyum kecut dan menghampiri lelaki itu. Ia menyilangkan tangan ke dada sambil menatap remeh kepada Ardhan yang kini terlihat semringah.


"Sejak kapan kamu suka sama motor, Es Batu?"

__ADS_1


"Sejak aku sadar bahwa aku jatuh cinta padamu," jawabnya.


Keyla memutarkan bola matanya kemudian berjalan menjauhi lelaki itu. Ekspresi wajah Ardhan sempat terlihat sendu karena ia pikir Keyla tidak tertarik dengan tawarannya.


Ternyata ia salah. Gadis itu menghampiri motornya kemudian memasang helm. Ia menghidupkan mesin motornya dan mendekati Ardhan.


"Kita balapan, jika aku kalah maka aku berjanji akan menjadi Keyla yang dulu lagi, Keyla bodoh yang akan terus mengejarmu sampai akhir hayatku," ucap Keyla sambil tersenyum sinis.


Ardhan tersenyum getir. Ia tahu itu sangat mustahil karena dalam seumur hidupnya, ini adalah pertama kali ia menyentuh benda yang bernama motor tersebut. Itupun karena terpaksa, demi merayu sang gadis tomboy yang sedang marah padanya.


"Baiklah, aku terima!" sahut Ardhan mantap.


Ardhan menaikan retsleting jaketnya dengan benar kemudian memasang helm, untuk melindungi kepalanya. Keyla melesat pergi jauh di depannya, sedangkan Ardhan mengikutinya dari belakang dengan kikuk.


"Balapan? Mengalahkan gadis itu? Yang benar saja! Lihatlah aku, jangankan memacu motor ini dengan cepat, tubuhku saja masih kikuk dengan benda konyol ini," gumam Ardhan sambil tersenyum kecut.


"Kamu tidak akan pernah menang melawanku, Es Batu! Sebab itulah aku berani menantangmu. Lagipula aku pun tidak ingin kembali menjadi Keyla bodoh yang bersedia mengejar-ngejar cintamu," gumam Keyla sambil menyeringai licik.


Setibanya di tempat itu, Keyla menghentikan motornya begitupula Ardhan. Walaupun terlihat canggung, paling tidak lelaki itu masih bisa menaklukan benda beroda dua tersebut.


Keyl kembali melemparkan senyaman kepada lelaki itu kemudian mengedarkan pandangannya di arena balap mini tersebut.


"Satu putaran. Jika kamu menang, aku akan kembali padamu."


"Ya, aku pasti menang!" jawab Ardhan yakin.


"Dalam mimpimu," ucap Keyla sambil menunjukkan jari tengahnya kepada lelaki itu.

__ADS_1


Ardhan hanya bisa tersenyum melihat tingkah gadis tomboynya itu. Ia tidak menyangka bahwa ia sangat merindukan tingkah polah gadis itu. Padahal sebelum menyadari perasaannya, Ardhan benar-benar ilfil melihat kelakuan Keyla selama ini.


"Kita lihat saja!" tantang Ardhan.


Keyla menekuk wajahnya, ia kembali menghidupkan mesin motornya dan bersiap memacu benda tersebut. Begitupula Ardhan, ia meletakkan motornya disamping Keyla dan bersiap pada posisinya.


"Satu ... dua ... tiga!!!"


Pada hitungan ketiga, Keyla melesat jauh meninggalkan Ardhan di belakang. Ardhan yang masih kikuk tetap berusaha memacu motornya, di luar batas keberaniannya.


"Ya, Tuhan ... aku tidak akan mati hari ini, 'kan?" gumam Ardhan dengan wajah pucat.


"Makan debuku, Es batu!" gumam Keyla sambil terus menaikkan kecepatan motornya.


Hingga akhirnya Keyla tiba di tempat pertama mereka memulai 'Start'. Gadis itu tersenyum puas sambil mengangkat kedua tangannya ke udara. Ia sangat senang karena lelaki itu tidak berhasil mengalahkannya. Itu artinya, dia tidak perlu menjadi Keyla yang bodoh lagi.


"Wu huuu!!!" teriak Keyla.


Keyla menunggu kedatangannya Ardhan. Namun, detik berganti detik dan akhirnya berganti menit. Es Batu tersebut tak juga menampakkan batang hidungnya. Keyla menautkan kedua alisnya, ia kembali menghidupkan mesin motornya dan berniat mencari keberadaan lelaki itu.


"Kemana dia? Apa dia sudah pulang?" gumam Keyla sambil melajukan motornya.


Hingga akhirnya ia menemukan Ardhan tergeletak di tanah bersama motornya tak jauh dari tempat mereka memulai 'Start'.


"Ardhan!!!" pekik Keyla dengan wajah pucat.


...***...

__ADS_1


__ADS_2