Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 66


__ADS_3

Malam itu pun tiba, dimana keluarga Arumi dan Adnan sudah bersiap-siap menuju kediaman keluarga Keanu.


"Ayo Adriela, cepat!" panggil Arumi dengan setengah berteriak. Meneriaki Adriela yang masih berada di dalam rumah mereka.


"Ya, sebentar, Mah!" balas Adriela dari dalam rumah sembari berlari menuju halaman depan dimana Ayah dan Ibunya sudah menunggu disana.


"Hhh, lama!" gerutu Ardhan yang sudah terlihat sangat tampan dengan setelan jas berwarna silver.


"Duh, yang udah ngebet pengen ketemu calonnya," goda Adriela sembari memasuki mobil.


"Huh, bukan urusanmu," sahut Ardhan.


Setelah semuanya siap, merekapun segera berangkat menuju kediaman Keanu. Di sepanjang perjalanan Adriela terus saja menggoda Ardhan hingga Kakaknya itu merasa kesal.


Tidak berselang lama, mereka pun tiba di kediaman Keanu. Ternyata Keanu dan Naila sudah menunggu kedatangan mereka. Pasangan itu menyambut kedatangan keluarga Adnan dengan sebuah senyuman hangat.


"Selamat datang, Adnan. Senang bertemu denganmu lagi," ucap Keanu sembari memeluk tubuh lelaki itu.


"Terima kasih, Keanu."


"Ayo, ayo semua! Mari masuk," ajak Naila sambil menuntun Arumi dan yang lainnya memasuki kediaman mereka. Naila menuntun mereka menuju ruang utama, ruangan yang akan menjadi saksi lamaran Ardhan kepada Keyla.


Dengan dibantu oleh para pelayan yang bekerja di kediaman Keanu, Adriela membawa seserahan untuk Keyla.


Setibanya di ruang utama, Naila pun mempersilakan keluarga Adnan duduk di sana sambil menunggu Keyla yang masih bersiap di dalam kamarnya bersama Danisha. Danisha bahkan rela berkunjung ke kediaman orang tuanya hanya untuk menyaksikan malam bersejarah Keyla dan Ardhan.


"Apa keputusanmu sudah bulat, Key?" tanya Danisha yang kini sedang merias wajah Keyla.


Keyla menghembuskan napas berat dan wajahnya pun masih terlihat bimbang. "Semoga saja ya, Kak. Keyla pun berharap pilihan Keyla saat ini adalah pilihan yang tepat untuk Keyla."

__ADS_1


Keyla menghentikan aktivitasnya kemudian menatap Keyla lekat. "Kamu masih mencintainya?"


"Masih, tapi entahlah."


"Aneh," sahut Danisha.


Setelah beberapa saat, Keyla pun sudah siap dan Danisha segera menuntun adik bontotnya itu menuju ruang utama. Dimana seluruh keluarganya sudah berkumpul disana. Mungkin acara lamaran yang dilakukan oleh Ardhan adalah acara lamaran sederhana yang hanya dihadiri oleh keluarga terdekat mereka. Mengingat Keyla masih belum memberikan jawaban yang pasti soal lamaran Ardhan.


Setibanya di ruangan itu, orang pertama yang di lihat Keyla adalah lelaki tampan dengan setelan jas berwarna silver yang kini juga sedang menatapnya sambil tersenyum hangat.


"Ardhan terlihat tampan ya, Key!" bisik Danisha di samping telinga Keyla.


"Ish, Kakak! Jangan bilang Kakak ingin menjadi sainganku, ya!" balasnya.


Danisha terkekeh pelan sembari mencubit lengan gadis cantik yang tengah mengenakan gaun indah berwarna putih tersebut.


"Idih, Kakak 'kan sudah jadi milik Dokter Rey seutuhnya, mana mungkin bisa menjadi sainganmu."


Keyla duduk diantara Naila dan Danisha dan tepat berseberangan dengan Ardhan yang tidak henti menatapnya.


"Lihat, Kak! Keyla cantik sekali ya," goda Adriela yang sejak tadi mulutnya tidak pernah diam.


Ardhan tidak menjawab karena memang saat ini mata dan pikirannya hanya fokus pada sosok gadis cantik yang sedang duduk tepat di depannya.


Setelah melewati berbagai serangkaian acara penyambutan, akhirnya bagian yang paling menegangkan pun tiba. Dimana Ardhan mengutarakan maksud kedatangannya kepada seluruh keluarga besar Keyla.


"Jika Tuhan mengizinkan, saya ingin menjadikan putri kesayangan Om Keanu dan Tante Naila sebagai istri saya. Menemani setiap langkah dan perjuangan saya, menjadi penyejuk hati saya dikala gundah dan menjadi penasihat saat saya melakukan kesalahan. Sekiranya Om dan Tante menyetujuinya, saya ingin melamar Keyla dan melanjutkan hubungan kami kejenjang pernikahan."


Keanu dan Naila salah melempar senyum kemudian menatap Keyla yang sejak tadi hanya terdiam dalam pikirannya sendiri.

__ADS_1


"Om dan Tante sangat mendukung niat baikmu, Ardhan. Tetapi semua keputusan kami serahkan kepada Keyla. Kami sebagai orang tua Keyla, mendukung apapun keputusan yang dibuat oleh putri kami," jawab Keanu dengan wajah semringah.


"Bagaimana Keyla sayang?" tanya Naila sembari merengkuh pundak Keyla dan mengusapnya.


Keyla menghembuskan napas panjang.


"Ya, aku menerimanya."


Jawaban Keyla membuat semua orang yang ada yang ada di ruangan itu bahagia. Mereka sangat puas mendengar jawaban yang meluncur dari bibir gadis itu. Arumi bahkan tidak bisa menahan rasa bahagianya. Ia menghampiri Keyla kemudian memeluk tubuh gadis itu dengan mata berkaca-kaca.


"Terima kasih, Keyla."


"Sama-sama, Tante," jawab Keyla sembari membalas pelukan Arumi.


"Ayo, Kak! Jangan bengong saja! Mana cincinnya?!" ucap Adriela sembari menepuk pundak Ardhan yang masih mematung.


Ardhan masih shok mendengar jawaban dari Keyla. Padahal ia begitu pesimis gadis itu mau menerima lamarannya. Namun, dengan hanya bermodal nekat, Ardhan memberanikan diri mengutarakan keinginannya itu.


"Ah, iya! Hampir saja aku lupa."


Ardhan meraih sebuah kotak perhiasan kecil yang ia simpan di dalam saku jas. Ardhan menghampiri Keyla yang masih memasang wajah datar kemudian membuka kotak perhiasan tersebut. Ardhan mengambil salah satu cincin yang ia beli khusus untuk Keyla dari kotak perhiasan tersebut Kemudian memasangkannya ke jari manis gadis itu dengan tangan gemetar.


Semua orang bertepuk tangan ketika Ardhan berhasil menyematkan cincin cantik itu ke jari manis Keyla kemudian giliran Keyla yang memasangkan cincin ke jari manis Ardhan.


"Keyla, senyum donk!" ucap Adriela yang ingin mengambil foto pasangan itu dari kamera ponselnya.


Keyla pun menyunggingkan sebuah senyuman sambil menatap ke arah kamera.


"Sippp! Kalian memang benar-benar serasi," ucap Adriela lagi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2