
"Oh ya, Kak Arumi, hari minggu yang akan datang, kami akan merayakan ulang tahun Danish dan Danisha, datang ya, Kak! Bawa Dede Ardhan, jangan lupa, lo!" ucap Naila.
"Benarkah? Wah ... pasti seru, nih! Ngomong-ngomong apa temannya?" tanya Arumi.
"Danisha minta ulang tahunnya kali ini, bertema Prince dan Princess negeri dongeng. Tahun kemarin, 'kan udah pake tema superhero. Danisha sampai ngambek seharian gara-gara gak bisa pake gaun Princess kesayangannya," tutur Naila sambil terkekeh.
"Ah ya, Tante ingat. Keanu sampe kewalahan menenangkan gadis itu," sela Tante Mira.
Tidak berselang lama, keluarlah dua mahluk cantik dari kamar Danisha. Adnan yang berhasil menjadi tumbal Danisha yang kedua.
"Taddaaa ...!!!" seru Keanu sembari memperlihatkan Adnan yang nampak cantik persis seperti dirinya.
"Apapun demi kamu, Danisha sayang! Om bahkan rela jadi kelinci percobaanmu," ucap Adnan sambil menggelitik perut mungil Danisha.
Danisha tergelak dengan suara mungilnya dan hal itu terdengar sangat lucu.
Ketiga wanita yang ada diruangan itupun kembali tergelak melihat pemandangan langka didepan mata mereka.
"Sebaiknya kalian berselfi dulu, biar jadi kenang-kenangan," ucap Tante Mira sambil menahan tawanya.
"Betul itu!" sambung Naila
"Iya, Dad! Betul!" lanjut Danish dan Danisha.
Mau tidak mau, kedua makhluk cantik itupun berselfie ria bersama anak dan istri mereka.
Selesai acara berselfi ria, Adnan mengajak Arumi duduk di sofa kemudian iapun duduk disamping istrinya itu.
"Sayang, aku terlihat cantik, 'kan?" goda Adnan sambil mengedipkan matanya kepada Arumi.
__ADS_1
"Ya ampun, Mas. Arumi jadi pengen nambah lagi yang kayak Danisha, biar rumah kita makin rame," ucap Arumi sambil bersandar dibahu kekar Adnan.
Rupanya ucapan Arumi terdengar sampai ke telinga Keanu. Lelaki itu tersenyum sembari memperhatikan pasangan yang sedang dimabuk cinta tersebut.
"Tambah lagi aja, Arumi. Biar rame, kalau perlu tiga anak seperti Danisha. Biar rame nya gak nanggung," ucap Keanu sambil tergelak.
"Wah, bisa berabe kalau ada tiga bocah seperti Danisha, Hubby. Satu Danisha aja udah kayak puluhan bocah dirumah ini, apalagi kalau tiga!" sahut Naila sambil membuatkan matanya, membayangkan ada tiga Danisha kecil dirumah mereka.
Arumi dan Adnan hanya bisa terkekeh mendengar ucapan pasangan itu.
Sore menjelang, Adnan dan Arumi pun pamit kepada Naila dan Keanu. Begitupula Tante Mira, iapun ingin kembali ke kediamannya.
"Oh ya, Naila sayang! Besok Tante kemari lagi buat nemenin kamu jaga si Kembar," ucap Tante Mira.
"Oh, terima kasih, Tante. Tante memang yang terbaik!" ucap Naila sembari memeluk tubuh Tantenya itu.
Ketiga orang itupun pamit, dengan tujuan mereka masing-masing.
"Sayang, aku mandi dulu, ya! Sudah gerah banget nih," ucap Adnan sembari masuk kedalam kamar mandi.
"Ya, nanti gantian ya, Mas," sahut Arumi sembari meletakkan Baby Ardhan keatas tempat tidurnya.
Arumi merasa sangat lelah, ia duduk di tepian tempat tidurnya sambil menatap wajah tampan Baby Ardhan. Namun, tiba-tiba matanya tertuju pada ponsel Adnan yang tergeletak diatas nakas.
Rasa penasaran akan isi ponsel itupun kembali merajai hatinya. Ia ingin tahu bagaimana perasaan Adnan yang sebenarnya terhadap Naila. Ia masih belum yakin seratus persen bahwa Suaminya itu sudah berhasil melupakan Naila.
Perlahan, Arumi mengeser tubuhnya mendekati nakas tersebut. Ia mengulurkan tangan kearah ponsel, tetapi belum sempat ia raih benda itu, ia kembali teringat akan kesalahan fatalnya saat itu, dimana Adnan marah besar kepadanya.
"Tidak! Tidak boleh!" gumam Arumi sembari menarik kembali tangannya. "Aku takut Mas adnan marah padaku gara-gara aku mengulangi kesalahan yang sama," sambungnya.
__ADS_1
Untuk beberapa saat, Arumi masih bisa menahan rasa penasarannya. Namun, rasa penasarannya ternyata lebih besar daripada rasa takutnya. Ia memberanikan diri meraih ponsel itu kemudian mulai memeriksanya.
Ya, masih seperti dulu. Ponsel milik Adnan tidak pernah memiliki kode apapun untuk membukanya. Jadi dengan mudah Arumi menjelajahi isi ponsel tersebut. Hal pertama yang ingin dia lihat adalah isi galeri di ponsel suaminya itu.
Dulu, ia melihat ada banyak foto Naila yang tersimpan. Dan sekarang ia begitu penasaran, apakah Adnan masih menyimpan foto tersebut.
Ada beberapa folder didalam galeri tersebut. Dan yang mencuri perhatian Arumi adalah sebuah folder yang diberi nama 'My Love' oleh Adnan. Tangan Arumi bergetar dan jantungnya berdetak dengan cepat. Ia mencoba menguatkan hatinya agar ia siap, jika apa yang ia lihat disana adalah kenyataan pahit yang akan ia terima.
"Huft!" Arumi menghela napas panjang dan mulai meng-klik folder tersebut. Dalam hitungan detik, foto-foto pun bermunculan disana. Arumi membulatkan matanya dan matanya pun mulai berkaca-kaca.
Ternyata foto-foto yang terpampang di folder tersebut adalah foto dirinya dengan berbagai gaya. Foto sejak ia masih single, hingga sekarang. Dari yang terlihat sangat cantik, bahkan ketika ia terlihat sangat berantakan, dengan rambut yang ia sanggul secara sembarang dan wajah polos tanpa make up sedikitpun.
"Ya Tuhan, kapan ia ambil foto ini?!" gumam Arumi dengan wajah memerah karena malu.
Setelah puas menjelajahi folder tersebut, ia kembali menelusuri folder lainnya. Sekarang giliran folder yang diberi nama 'My Family'. Arumi kembali mengecek isi folder tersebut dan ternyata disana masih ada beberapa foto Naila, tetapi bukan foto Naila sendiri. Ada Keanu, si Kembar Danish dan Danisha, Tante Mira dan juga foto yang baru saja mereka ambil di kediaman Keanu tadi siang.
"Hmm, syukurlah ..." gumam Arumi sambil tersenyum menatap layar ponsel Adnan.
Tanpa ia sadari, lelaki itu sudah berada tepat di hadapannya. Namun, karena sedang asik memperhatikan foto-foto di ponsel tersebut, Arumi tidak menyadari keberadaan Suaminya.
Adnan tersenyum kemudian menjatuhkan dirinya tepat disamping Arumi. Arumi terkejut bukan main, seketika wajahnya memucat ketika sadar bahwa Adnan sudah duduk disampingnya.
"Ma-maafkan aku, Mas!" lirih Arumi terbata-bata.
Adnan meraih ponselnya dari tangan Arumi kemudian merengkuh tubuh istrinya itu.
"Arumi sayang, percayalah padaku. Di hatiku hanya ada kamu dan Ardhan. Aku memang menyayangi Naila dan anak-anaknya, tapi sekarang hanya sebatas Adik dan ponakan-ponakanku. Tidak apa-apa, 'kan?" tanya Adnan.
Arumi pun menganggukkan kepalanya dengan cepat. Ia segera memeluk tubuh Adnan yang tercium sangat wangi karena lelaki itu baru saja selesai melakukan ritual mandinya.
__ADS_1
Adnan meraih wajah Arumi kemudian melabuhkan sebuah kecupan hangat di bibir wanita itu semakin dalam dan semakin dalam ...
...***...