Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 76


__ADS_3

Akhirnya, hal yang paling di tunggu-tunggu pun tiba. Hasil tes DNA tersebut sudah keluar dan mereka sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana hasilnya. Seorang Dokter duduk tepat di hadapan Aditya, Helen dan Adriela sambil memperhatikan sebuah berkas yang ada di tangannya.


"Jadi, bagaimana hasilnya, Dokter?" tanya Aditya dengan wajah cemas menatap Dokter yang duduk di hadapannya dengan memegang hasil tes DNA tersebut.


Bukan hanya Aditya, Helen dan Adriela pun terlihat cemas. Jika Aditya dan Adriela berharap bayi itu bukanlah milik Aditya, berbeda dengan Helen. Wanita itu berharap bahwa bayi yang sedang berada di kandungannya adalah anak lelaki itu.


Sebelum menjawab pertanyaan Aditya, Dokter itu sempat melemparkan senyuman hangat kepada ketiga orang yang sedang duduk di hadapannya.


"Hasil tes ini mengatakan bahwa tidak ada kecocokan antara Tuan Aditya dengan bayi yang sedang di kandung oleh Nona Helen."


Pernyataan Dokter tersebut membuat Aditya dan Adriela bahagia bukan main. Pasangan itu repleks berpelukan tanpa mempedulikan bagaimana reaksi Helen saat itu.


"Tidak! Itu tidak mungkin. Aku yakin sekali anak ini adalah anakku bersama Aditya, Dok! Atau ... jangan-jangan kalian sudah bersekongkol dan merekayasa hasil tes ini, ya 'kan?!"


Dokter menggelengkan kepala, masih dengan senyuman hangat yang melekat di ujung bibirnya.


"Apa yang saya sampaikan kepada kalian, sesuai dengan tertulis disini, Nona Helen."


"Apa yang kamu pikirkan itu tidak benar, Helen. Kami tidak pernah bersekongkol. Lagi pula aku dan Dokter tidak pernah saling mengenal sebelumnya," tutur Aditya yang sedikit kesal setelah mendengar tuduhan Helen.


Perasaan Helen saat itu bercampur aduk menjadi satu. Kesal, marah, kecewa dan yang paling dominan dari rasa itu adalah rasa malu. Ia benar-benar merasa dipermalukan. 


Helen meraih tas miliknya, kemudian segera bangkit dari tempat duduk yang ada di ruangan itu dengan wajah kecewa. Tanpa bicara sepatah katapun, Helen melangkah dengan cepat meninggalkan ruangan praktek Dokter tersebut.


"Kak Helen, tunggu!"

__ADS_1


Adriela mencoba menyusul, tetapi ditahan oleh Aditya. Aditya menggelengkan kepalanya saat mereka saling bertatap mata.


"Biarkan dia, Driel. Semoga dengan seperti ini Helen bisa menyadari semua kesalahannya dan tidak akan mengulanginya lagi," ucap Aditya.


"Ya, semoga saja. Tapi aku merasa kasihan sama dia. Dia pasti sangat sedih sekarang ini."


. . .


Dengan wajah semringah, Aditya dan Adriela keluar dari ruangan Dokter. Mereka segera menemui Keyla dan Ardhan yang sudah menunggu kedatangan mereka.


"Bagaimana hasilnya?"


Keyla yang begitu penasaran, segera menghampiri pasangan itu. Aditya dan Adriela saling bertatap mata sambil melempar senyum satu sama lain, sebelum mereka menjawab pertanyaan Keyla.


"Menurutmu?" sahut Adriela.


"Menurutku hasilnya memuaskan, benar 'kan, Driel?" sela Ardhan.


Ardhan meletakkan tangannya ke pundak Keyla tanpa menoleh sedikitpun kepada gadis tomboy itu.


"Ya, tebakanmu benar, Dhan. Akhirnya kebenaran terungkap sudah dan Helen tidak bisa berkutik lagi. Aku harap ini terakhir kalinya Helen mengganggu hubunganku bersama Adriela."


"Ya. Kamu benar, Kak. Dan semoga tidak akan pernah ada lagi Helen-Helen lainnya, yang dapat menganggu kehidupan kita," sela Adriela.


"Ya, aku berjanji padamu."

__ADS_1


Aditya melabuhkan ciuman hangatnya di kening Adriela dan hal itu membuat Ardhan merasa sedikit kepanasan.


"E-ehem! Apa kalian lupa bahwa disini ada pasangan lain, selain kalian?"


"Ya, memangnya kenapa? Apa kamu iri?" tanya Aditya sambil terkekeh pelan.


"Ya, tentu saja aku iri. Aku juga ingin melakukan hal yang sama tapi sayangnya aku tidak bisa melakukannya," sahut Ardhan sembari melirik gadis tomboy yang berdiri di sampingnya.


Beberapa hari kemudian.


Acara pertunangan Aditya dan Adriela pun dilaksanakan secara besar-besaran di kediaman Adnan. Seluruh keluarga besar dari pihak Arumi dan Adnan pun berkumpul, begitupula keluarga besar dari pihak Aditya.


Tidak ketinggalan, keluarga besar Keanu dan Naila yang juga turut meramaikan acara pertunangan pasangan Aditya dan Adriela.


Keanu dan Naila, Danish dan Nazia dengan perutnya yang sudah membesar, Danisha dan Dokter Reyhan, serta si bontot Keyla yang sedang berdiri sendirian di salah satu sudut ruangan.


"Hei, Cantik. Apa kamu ingin terus berada disini sendirian? Apakah tidak ada keinginan untuk mencari keberadaanku kemudian menemaniku di sepanjang pesta ini?"


Keyla sontak terkejut dan segera menoleh ke arah asal suara. Ia melemparkan sebuah senyuman hangat setelah tau siapa yang sedang mengajaknya bicara.


"Kamu?" Keyla terkekeh pelan. "Bukan seperti itu, Dhan. Hanya saja aku tidak ingin mengganggumu. Aku yakin saat ini kamu pasti sibuk menyambut kedatangan keluarga besarmu, 'kan."


Ardhan menjatuhkan tubuhnya di samping Keyla. "Tidak juga. Sebaiknya temani aku, biar aku kenalkan sama teman-teman serta kerabat jauh dari pihak nenek Rahma. Mereka pasti ingin tahu siapa calon istriku."


Keyla sempat berpikir sejenak sebelum ia menganggukkan kepalanya. "Baiklah. Semoga saja mereka tidak shok setelah tahu siapa calon istrimu."

__ADS_1


"Tentu saja tidak. Calon istriku 'kan cantik. Ya ... maskipun dia sedikit berbeda dari gadis lain, tapi itulah yang membuat aku jatuh cinta," sahut Ardhan.


...***...


__ADS_2