
"Aduh, apaan dulu, ya? Gula, terigu atau margarin? Ish, aku pusing!" gumam Keyla sambil menatap bahan-bahan kue yang ada di atas meja dengan wajah bingung.
Rencananya hari ini Keyla ingin belajar membuat kue. Kue yang akan ia persembahkan untuk sang suami tercinta setelah pulang bekerja nanti.
"Ehm, sebentar!"
Keyla meraih ponselnya kemudian memainkan sebuah video cara membuat kue bolu yang enak dan anti gagal. Dengan sangat serius, Keyla mengikuti tata cara yang dijelaskan oleh seseorang di video.
Mulai dari bahan-bahan apa saja yang harus dimasukkan, berapa lama me-mixer adonan itu hingga mengembang kemudian memasukkannya ke dalam oven.
Terlihat mudah untuk seseorang yang sudah terbiasa melakukannya, tetapi untuk seorang Keyla yang terbiasa berhadapan dengan motor sport serta beberapa kunci dan obeng, hal itu benar-benar rumit dan menyusahkan.
Wajahnya belepotan dengan tepung terigu yang beterbangan. Belum lagi saat margarin yang sudah ia lelehkan, tiba-tiba saja tumpah dan mengenai celemeknya. Semua itu benar-benar penuh dengan perjuangan bagi seorang Keyla.
"Huft! Semoga gak bantet!" gumam Keyla sembari memasukkan adonan kue siap panggang ke dalam oven.
Dengan sabar, Keyla menunggu kuenya matang sambil duduk di meja makan. Hingga akhirnya ovennya pun berbunyi pertanda kue buatan Keyla sudah bisa dinikmati.
Tepat di saat itu mobil yang dikemudikan oleh Ardhan tiba di halaman rumah sederhana milik Ardhan dan Keyla. Lelaki itu bergegas masuk ke dalam rumahnya. Hal pertama yang ingin ia temui adalah istri kesayangannya.
"Keyla sayang, kamu dimana? Aku sudah pulang," panggil Ardhan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Keyla.
Mendengar suara Ardhan yang sedang memanggilnya, Keyla pun bergegas melepaskan celemeknya dan melemparkan benda itu ke sembarang arah. Keyla segera berlari kecil menuju asal suara.
"Masss!!! Ehh ...."
Keyla yang hampir saja mendekati Ardhan tiba-tiba terpeleset. Beruntung Ardhan gesit dan berhasil menangkap tubuh Keyla yang hampir terjatuh.
"Aduh, Keyla sayang. Hati-hati," ucap Ardhan sambil memperhatikan penampilan Keyla saat itu.
__ADS_1
"Licin, Mas. Mungkin sandalku kena lelehan margarin yang tadi tumpah."
Ardhan terkekeh pelan sambil memperhatikan wajah Keyla yang masih belepotan dengan tepung terigu.
"Keyla sayang, kamu ngapain?" tanya Ardhan sembari meraih wajah Keyla dan menatapnya lekat. Perlahan Ardhan meraih sapu tangan miliknya kemudian membersihkan wajah Keyla yang belepotan.
"Ehm, terima kasih, Mas ... oh ya, aku bikin sesuatu untuk kita. Karena ini adalah perdana untukku, maka Mas harus maklumi jika ada kesalahan dalam pembuatannya," ucap Keyla sembari menarik tangan Ardhan setelah lelaki itu selesai membersihkan wajahnya.
"Apaan sih, aku tidak mengerti."
Walaupun Ardhan tidak mengerti apa maksud istrinya itu, tetapi ia menurut saja dan mengikuti kemana Keyla menuntunnya.
"Ikuti aja, Mas."
Setibanya di dapur, Ardhan membulatkan matanya karena tempat terfavoritnya kini menjadi super duper berantakan.
Keyla menuntun Ardhan duduk di salah satu kursi. Setelah Ardhan duduk disana, Keyla pun segera mengambil kuenya yang sudah matang. Tanpa Keyla duga, kue buatannya ternyata gagal. Bentuknya terlihat aneh dan entah bagaimana dengan rasanya.
"Lihatlah, ini kue pertamaku. Tadinya aku ingin membuatnya untuk kita, tapi sepertinya kue ini gagal."
Keyla meletakan kue gagal itu di tengah-tengah meja makan dengan wajah sendu. Ia sedih karena ternyata usahanya sia-sia. Keyla menjatuhkan dirinya ke salah satu kursi dan duduk disana sambil menatap sedih kue buatannya tersebut.
"Maafkan aku," lirih Keyla dengan mata berkaca-kaca.
"Eh, jangan sedih, Keyla sayang. Cepat ambil pisaunya, biar aku cicipi," ucap Ardhan dengan penuh semangat.
"Benarkah? Kamu ingin mencicipinya?"
"Ya!" Ardhan mengangguk dengan cepat.
__ADS_1
"Baiklah, sebentar."
Keyla yang tadinya lemas, kini kembali bersemangat. Ia bergegas bangkit dari tempat duduknya kemudian mengambil piring, garpu serta pisau untuk memotong kuenya.
"Ini, Mas." Keyla menyerahkan piring, garpu serta pisau tersebut kepada Ardhan dan segera disambut oleh lelaki itu dengan wajah semringah. Setelah itu, Keyla pun kembali duduk di tempatnya semula.
"Ok, kita potong kuenya, ya!"
Perlahan Ardhan memotong kuenya kemudian meletakkan potongan kue tersebut ke atas piring. Tanpa pikir panjang, Ardhan pun segera mencicipinya.
Keyla menatap Ardhan dengan tatapan serius. Ia takut sekaligus penasaran tentang pendapat Ardhan soal kue pertamanya.
"Bagaimana, Mas?"
"Ehm ...." Ardhan masih mengunyah dan merasakan cita rasa kue tersebut di lidahnya. "Kalau menurutku tidak terlalu buruk untuk seorang pemula, Sayang. Coba kamu cicipi ini."
Ardhan memotong satu lagi untuk Keyla kemudian menyuapinya.
"Cobalah."
Keyla membuka mulutnya kemudian menyambut kue tersebut ke dalam mulutnya. Setelah kue itu masuk ke dalam mulutnya, ia pun segera mengunyahnya. Namun, baru saja beberapa kali ia mengunyah kue tersebut, tiba-tiba saja Keyla jatuh dari kursinya.
Ardhan panik dan segera menghampiri Keyla yang jatuh tak sadarkan diri di bawah kursinya.
"Key, keyla!"
Ardhan panik dan segera mengangkat tubuh lemas Keyla menuju kamarnya.
"Astaga, Key! Kamu kenapa? Jangan bilang bahwa kamu keracunan sama kuemu sendiri, ya!" panik Ardhan seraya meletakkan tubuh lemah Keyla ke atas tempat tidur mereka.
__ADS_1
...***...