Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Naila Kewalahan


__ADS_3

Kediaman Keanu dan Naila


"Nona, maaf ..." ucap Babysitter yang selama ini merawat Danish dan Danisha. Ia menghampiri Naila yang sedang duduk bersantai diruang tengah sambil menggendong Baby Keyla.


"Ya," sahut Naila sambil melemparkan sebuah senyuman hangat untuk wanita yang selama ini sudah berjasa besar pada keluarga kecilnya.


"Ehm ... begini, Nona Naila. Tadi pagi, saya mendapat kabar bahwa salah satu keluarga saya meninggal dunia," ucap Babysitter itu dengan wajah tertunduk. "Sebenarnya saya ingin minta izin untuk pulang hari ini. Mungkin dua-tiga hari lagi saya pasti akan kembali lagi," sambungnya.


"Aku turut bersedih, Mbak. Sekarang kamu pulanglah, biar nanti Pak Sopir yang akan mengantarkan kamu," sahut Naila.


"Tidak, Nona. Saya tidak ingin merepotkan. Biar nanti saya naik angkot saja," sahut Babysitter tersebut.


"Tidak apa, tidak merepotkan, kok."


Akhirnya Babysitter pun pamit, beberapa kali ia mengucapkan terima kasih kepada Naila karena sudah mengizinkan dirinya pulang ke kampung untuk beberapa hari.


"Terima kasih, Nona."


"Iya, sama-sama."


Sebelum mobil yang ditumpangi oleh wanita itu melaju, Naila sempat menyerahkan sebuah amplop berisi uang kepada Babysitter itu.


"Apa ini, Nona?!" tanya Babysitter itu dengan wajah heran menatap Naila.


"Itu untukmu, kami pasti akan sangat membutuhkannya," ucap Naila.


"Tapi, Nona," tolak Wanita itu dengan mata berkaca-kaca.


"Ambillah, jangan ditolak."


"Terima kasih banyak, Nona," sahutnya sembari menyimpan amplop itu kedalam tasnya.


"Bye, Danish! Bye, Danisha! Nanti Nanny balik lagi, kok!" ucap Babysitter itu dengan mata berkaca-kaca sembari melambaikan tangannya.


"Bye, Nanny!" sahut si Kembar serempak.

__ADS_1


Setelah mobil itu meninggalkan kediaman megah Keanu, Naila dan kedua anaknya pun segera kembali memasuki rumah mereka.


Naila mengirimkan pesan kepada Keanu soal Babysitternya yang mendadak pulang. Ia ingin Keanu mencarikan seseorang untuk membantunya menjaga si Kembar.


Di kantor Keanu.


"Bagaimana ini, Sid. Naila pasti sedang kerepotan dirumah dengan tiga anak sekaligus. Babysitter yang bertugas merawat Danish dan Danisha sedang pulang kampung. Dan mungkin ia akan kembali setelah beberapa hari lagi," tutur Keanu kepada Sid.


"Anda bisa mencari pengganti Babysitter itu untuk sementara," sahut Sid.


"Ehm, rasanya sulit, Sid. Danish dan Danisha sudah terbiasa dengan Babysitter-nya yang lama, dan mungkin susah untuk mereka dekat kepada Babysitter barunya."


. . .


"Danish, Danisha! Jangan rebutan! Kalian, 'kan udah punya mainan yang sama kenapa mesti rebutan lagi!" ucap Naila panik sambil menggendong Keyla yang sepertinya juga sedang rewel.


Bi Iyem dan Pelayan lain sudah mencoba menenangkan dan melerai si Kembar, tetapi sia-sia saja. Kedua bocah cilik itu sama sekali tidak menggubris mereka.


"Ya, Tuhan! Aku pusing!" keluh Naila sambil menenangkan Baby Keyla yang mulai gelisah di pelukannya.


Tepat disaat itu, Keanu baru saja tiba di kediamannya. Ia sengaja pulang cepat karena tahu, Naila pasti sangat kerepotan. Ia segera menghampiri Naila yang sedang menggendong Baby Keyla dengan wajah sendu.


"Lihatlah sendiri," jawab Naila lemas.


Keanu menggelengkan kepalanya ketika menyaksikan Danish dan Danisha yang sedang memperebutkan sebuah bola. Bola berwarna biru, yang sebenarnya milik Danish.


Lelaki itu berjalan menghampiri kedua anaknya dengan langkah gontai. Ia meraih bola berwarna pink yang tergeletak disamping sofa kemudian memperlihatkan bola itu kepada Danisha.


"Nisha sayang, ini bola milik Nisha. Warnanya cantik, persis seperti Nisha. Kalo yang itu punya Danish, dia cowok, cocoknya warna biru, ya?!" bujuk Keanu.


Danisha menggelengkan kepalanya dengan cepat, wajahnya cemberut. Ia meraih bola berwarna pink tersebut kemudian meleparkannya kearah Danish.


Danish menangis histeris dan sekarang bersahutan dengan suara tangis Baby Keyla. Rumah itu semakin heboh, Keanu dengan sepasang anak kembarnya yang sedang berebut mainan. Sedangkan Naila dengan putri kecilnya yang entah kenapa hari ini ikutan rewel sama seperti kakak kembarnya.


"Husssttt, Sayang ... tidak apa-apa, ada Mami disini, Keyla jangan nangis, ya ... cukup Kakak-kakak aja yang nangis, Keyla gak usah ngikutin mereka," bujuk Naila sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya mencoba menenangkan si Keyla kecil.

__ADS_1


Jangankan reda, tangis Keyla malah semakin keras terdengar. Membuat Naila tidak bisa mendengar suara yang lain, hanya suara tangis Bayi mungilnya.


Sedangkan Keanu juga dibuat pusing oleh kedua bocahnya. Ia meraih kedua anaknya kemudian membawanya duduk di sofa. Danish di sebelah kanan, sedangkan Danisha disebelah kiri.


"Ya, sudah. Sekarang ulurkan tangan kalian dan saling meminta maaf, ayo!" ucap Keanu.


Danish dan Danisha saling tatap kemudian mengulurkan tangan mereka. "Maaf ..." lirih keduanya.


"Nah, begitu donk! Itu baru anak kembarnya Daddy!" seru Keanu sembari melabuhkan ciuman hangat di puncak kepala keduanya.


"Daddy, temenin Nisha main, yuk!" bujuk Danisha dengan suara cadelnya.


Keanu menautkan kedua alisnya kemudian menganggukkan kepalanya walaupun ia ragu, permainan seperti apa yang di inginkan oleh Danisha.


"Sini, Daddy! Ikutin Danisha," ucapnya. Sedangkan Danish memilih bermain sendiri. Bermain dengan bola kesayangannya.


Ketika Keanu mengikuti langkah kecil Danisha, Tante Mira datang berkunjung. Ia sengaja datang ke kediaman Keanu setelah mendengar Babysitter si Kembar sedang pulang kampung dan ia tahu bahwa keponakannya itu pasti sedang kewalahan.


"Keyla kenapa, Nai?" tanya Tante Mira sembari meraih si kecil Keyla dari pelukan Naila.


"Entahlah, Tante. Seharian ini Keyla rewel aja," jawab Naila.


Tante Mira mencoba mengecek keadaan Baby Keyla. Dari suhu badannya hingga perutnya. Setelah Tante Mira mengecek perut Baby Keyla, ternyata si kecil itu sedang kembung.


"Nah, Nai. Baby Keyla ini sedang masuk angin, coba lihat perutnya," ucap Tante Mira.


Naila terdiam sejenak, ia bahkan sampai lupa memeriksa perut Baby-nya karena kewalahan dengan tiga bocah sekaligus. "Maafkan Naila, Naila lupa, Tante." lirihnya dengan wajah sendu.


Tante Mira hanya tersenyum kemudian meraih minyak telon dan mengusapkannya ke perut Baby Keyla. Tidak berselang lama setelah dioleskan minyak telon,


Bbruutt ... brrutt ....


Akhirnya angin yang memenuhi perut Baby Keyla pun keluar dan diapun mulai tenang kembali.


Naila dan Tante Mira tergelak mendengarnya. "Nah, 'kan! Dia tenang lagi," seru Tante Mira.

__ADS_1


"Terima kasih, Tante," ucap Naila sembari memeluk tubuh Tantenya dengan erat.


...***...


__ADS_2