
Melisa sudah tiba di halaman orang tuanya. Ia memerintahkan Sopir yang mengantarkannya untuk pulang lebih dulu. Setelah Sopir itu pulang, Melisa pun bergegas masuk kedalam rumah orang tuanya. Namun, baru beberapa langkah Melisa memasuki rumah itu, tiba-tiba saja ia menghentikan langkahnya.
Melisa mematung di tempatnya berdiri sambil memasang telinganya dengan baik. Ia mencoba mendengarkan suara keributan yang tengah terjadi diruang tengah. Ya, Ayah dan Ibunya tengah bertengkar hebat.
"Ya, ampun! Masalah apa lagi ini?!" gumam Melisa.
Melisa ragu meneruskan langkahnya. Ia ingin berbalik dan kembali ke kediaman Keanu. Namun rasanya tidak mungkin, apalagi sekarang terdengar jelas, sang Ibu tengah menangis histeris diruangan itu.
Perlahan Melisa melangkahkan kakinya menuju ruangan itu dan apa yang ada dalam pikirkan ternyata benar. Sang Ibu tengah menangis di sofa dan penampilannya pun terlihat acak-acakan tidak seperti biasanya.
"Bu, Ibu kenapa?!" pekik Melisa sembari berlari kecil menghampiri Nyonya Rita dan memeluknya..
"Malisa ... " lirih Nyonya Rita
"Kamu lihatlah keadaan kami sekarang, Mel. Kami sudah hancur! Ayahmu sudah bangkrut, harta-harta berharga kami sudah habis. Bahkan rumah inipun terancam akan disita oleh bank, jika Ayahmu tidak bisa membayar utang-utangnya," tutur Nyonya Rita sembari memeluk tubuh Melisa.
"Apa?!" pekik Melisa,
Tanpa ia sadari, airmata kembali mengalir dari kedua matanya. Ia tidak percaya nasib orang tuanya akan menjadi seperti ini.
"Melisa, Ibu mohon! Mintalah bantuan kepada Keanu, Ibu yakin ia pasti bisa membantu Ayahmu membayarkan semua utang-utangnya di Bank!" pinta Nyonya Rita sembari menangkupkan kedua tangannya kepada Melisa.
Melisa terdiam. Namun, airmata itu terus meluncur begitu saja dari kedua sudut bola matanya.
"Ya, Tuhan! Bagaimana ini? Rumah tanggaku dengan Keanu bahkan sudah diambang kehancuran. Dan sekarang Ibu malah memintaku memohon kepada Keanu agar ia sudi menolong Ayah untuk membayarkan utang-utangnya?!" batin Melisa.
Melihat Melisa yang terdiam tanpa ekspresi apapun, Nyonya Rita kesal. Ia menggoyang-goyangkan tubuh Melisa sambil terus memperhatikan anak semata wayangnya itu.
"Mel! Melisa! Kamu dengar perkataan Ibu tidak, sih?!" kesal Nyonya Rita sembari menyeka air matanya.
__ADS_1
"Ah ya, Bu! Nanti Melisa coba membujuk Keanu agar ia bersedia membantu Ayah. Tapi, Melisa tidak berani menjamin bahwa Keanu pasti menyetujuinya ya, Bu. Soalnya Ibu tahu sendiri 'kan bagaimana sifat Keanu itu," lirih Melisa.
Nyonya Rita tertunduk lesu setelah mendengar penuturan Melisa. Ia tidak menyangka bahwa Keanu pun tidak bisa ia harapkan seratus persen.
"Bagaimana nasib kami jika Keanu tidak bersedia membantu kami, Melisa? Kami akan menjadi orang miskin, dan aku tidak mau itu terjadi! Apa yang akan dikatakan oleh teman-temanku? Aku akan menjadi gosip terpanas mereka sepanjang waktu!" tangis Nyonya Rita kembali pecah.
Tuan Rendra yang hanya terdiam, akhirnya membuka suaranya setelah mendengar ucapan sang Istri yang begitu mengganggu pendengarannya.
"Sudah cukup, Rita! Hanya itu yang kamu khawatirkan, teman-temanmu! Sekarang apa kamu lihat, bagaimana sifat teman-teman sosialita mu yang selalu kamu sanjung-sanjung itu?! Mereka bahkan tertawa lantang ketika kamu jatuh! Sedangkan disaat kamu berada di puncak, kamu di puji-puji bagaikan seorang Ratu. Teman macam apa itu?!" geram Tuan Rendra seraya bertolak pinggang didepan Nyonya Rita dan Melisa yang tengah duduk berpelukan.
Tiba-tiba Melisa melepaskan pelukannya kemudian berdiri didepan sang Ayah dengan wajah kesal.
"Ayah juga sama! Sebenarnya apa yang Ayah lakukan di kantor, hingga perusahaan sebesar itu bisa mengalami kerugian besar?! Apa jangan-jangan Ayah beristri lagi? Sama seperti yang ayah lakukan dulu? Atau ... Ayah kembali lagi bersama wanita jal*ng itu?! Iya?!" hardik Melisa.
Tuan Rendra sangat marah mendengar ucapan Melisa. Dan tanpa ia sadari tangannya pun melayang.
Plakkk!!!
"Jaga kata-katamu, Melisa! Kamu memang anak yang tidak tahu diuntung! Sudah dibesarkan selayaknya anak sendiri, tapi inikah balasanmu terhadapku?!" geram Tuan Rendra.
Setelah mengatakan hal itu, Tuan Rendra segera pergi dari ruangan itu. Sedangkan Melisa masih terdiam sambil memikirkan kata-kata sang Ayah yang sempat membuatnya kebingungan.
"Selayaknya anak sendiri? Sebenarnya apa yang Ayah maksud?!" gumam Melisa sembari mengelus pipinya yang sakit akibat tamparan sang Ayah.
Nyonya Rita begitu panik. Ia tidak menyangka Tuan Rendra akan mengatakan hal itu kepada Melisa. "Mel, jangan pikirkan kata-kata Ayahmu. Ayahmu sedang frustrasi dengan keadaannya dan tidak bisa mengontrol apa yang ia ucapkan," ucap Nyonya Rita.
"Tapi, Bu! Kata-kata Ayah barusan seolah-olah mengatakan bahwa aku bukanlah anak kandungnya?!" tutur Melisa.
Nyonya Rita segera meraih tubuh Melisa kemudian kembali memeluknya dengan erat. "Tidak, Sayang! Kenapa kamu berpikiran seperti itu? Ayahmu hanya termakan emosinya saja! Ibu yakin Ayah tidak bermaksud mengatakan hal seperti itu padamu," bujuk Nyonya Rita.
__ADS_1
Walaupun Melisa masih sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Tuan Rendra kepadanya. Namun, ia mencoba percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ibunya.
Sementara itu dilain tempat,
"Sid, bawa aku ketempat ini!" ucap Keanu sembari menyerahkan ponselnya kepada Sid.
Sid meraih ponsel milik Big Bossnya itu dan melihat sebuah pesan serlok yang dibagikan oleh Sopir pribadi Tuan Keanu. Ia memperhatikan tempat itu secara seksama. Dan setelah merasa yakin dan tahu dimana lokasi itu berada, iapun menganggukkan kepala dengan cepat.
"Baik, Tuan!" sahut Sid.
Keanu dan Sid bergegas menuju tempat dimana mobilnya terparkir. Setibanya disana, merekapun segera masuk kedalam mobil dan melaju ketempat yang akan mereka tuju.
"Sebenarnya ada hubungan apa dia dengan lelaki itu? Pak Ahmad bilang mereka sepertinya sudah kenal lama," tutur Keanu sembari menatap jalanan yang sudah mulai ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor.
"Entahlah, Tuan. Semoga saja laki-laki itu mau berkata jujur tanpa harus dipaksa," sahut Sid yang masih fokus mengemudikan mobilnya.
Setelah beberapa saat, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Sid pun tiba didepan bengkel milik Andre.
Semua anak buah Andre membulatkan matanya ketika melihat sebuah mobil mewah berhenti didepan bengkel mereka. Mereka heran untuk apa mobil mewah itu berhenti ditempat mereka. Sedangkan tempat itu bukanlah sebuah bengkel mobil, melainkan hanya sebuah bengkel motor sederhana milik Andre.
"Boss, sepertinya anda kedatangan tamu tak diundang lainnya," ucap salah satu anak buah Andre.
Andre sudah memiliki firasat tentang kedatangan Keanu. Ia segera kembali ke rumahnya untuk membersihkan tangannya yang masih belepotan dengan oli kemudian mengganti pakaian kotornya dengan pakaian yang lebih bersih.
Setelah itu, iapun segera kembali ke bengkelnya untuk menemui tamu tak diundangnya.
"Boleh saya bertemu dengan pemilik bengkel ini?!" tanya Sid kepada salah satu anak buah Andre. Sedangkan Keanu masih menunggu didalam mobilnya sembari memperhatikan tempat itu.
"Ya, saya sendiri," sahut Andre sembari mengulurkan tangannya kepada Sid.
__ADS_1
...***...