Majikanku, Suamiku

Majikanku, Suamiku
Bab 34


__ADS_3

Malam pun tiba.


Aditya sedang bersiap-siap. Malam ini ia ingin menemui Nazia untuk meminta maaf langsung kepada wanita itu. Di saat ia sedang bersiap, sang Ibu masuk kedalam kamarnya.


"Nak,"


Aditya yang sedang merapikan kemejanya sempat melirik Bu Radia kemudian tersenyum.


"Masuklah, Bu."


Perlahan Bu Radia masuk dan menghampiri Aditya yang masih berdiri didepan cermin.


"Kamu keren sekali, Nak. Mau kemana?"


"Ke kediaman Tuan Keanu, Aditya ingin bertemu dengan Nazia dan meminta maaf atas semua kesalahan yang Adit lakukan kepadanya, Bu."


Bu Radia tersenyum kemudian mengelus pundak Aditya dengan lembut. "Ibu senang mendengarnya, Dit. Semoga Nazia bisa memaafkanmu ya, Nak."


Setelah selesai berpakaian, Aditya pun pamit kepada kedua orang tuanya. Sebelum menuju ke kediaman Tuan Keanu, Aditya mampir ke rumah sederhana milik Bi Narti.


Tok ... tok ... tok ...


"Ya, sebentar."


Terdengar suara Bi Narti dari dalam rumah dan tidak berselang lama, pintu pun terbuka. Bi Narti membulatkan matanya setelah mengetahui siapa yang menjadi tamunya malam ini.


"Aditya? Mau apalagi kamu kesini?" tanya Bi Narti dengan nada kesal.


Aditya menghembuskan napas panjang kemudian menyunggingkan sebuah senyuman buat Bi Narti.


"Bolehkah saya masuk, Bu?"


Bi Narti nampak berpikir, tetapi tak lama kemudian wanita paruh baya itupun segera membukakan pintu rumahnya dengan lebar dan mempersilakan Aditya untuk masuk kedalam rumahnya.


"Masuklah,"


Aditya pun masuk kemudian duduk di kursi kayu yang ada di ruangan itu, setelah Bi Narti mempersilakannya.


"Ada apa, Dit? Apa kamu masih belum puas mempermalukan keluarga kami?" ucap Bi Narti sambil menatap tajam Aditya.


"Bukan, Bu! Malah sebaliknya, saya kesini ingin meminta maaf kepada Ibu atas semua kesalahan yang sudah saya lakukan."

__ADS_1


Aditya memelas menatap Bi Narti. Ia sangat berharap wanita paruh baya itu bersedia memaafkannya.


"Kesalahan terbesarmu kepada Nazia, Dit. Dialah orang yang kamu sudah kamu sakiti dan kamu permalukan," tegas Bi Narti.


"Ya, Bu. Saya tahu. Hari ini saya memang berencana menemui Nazia di kediaman suaminya, Tuan Danish, dan meminta maaf kepadanya. Namun, sebelum saya meminta maaf pada Nazia, saya ingin meminta maaf kepada Anda, Bu Narti. Maukan Ibu memaafkan semua kesalahan saya?" tanya Aditya dengan mata berkaca-kaca menatap wajah keriput Bi Narti.


Bi Narti menatap mata Aditya dan ia tahu bahwa lelaki itu tulus mengucapkannya. Lelaki itu benar-benar menyesali perbuatannya. Bi Narti menghela napas panjang kemudian berucap.


"Ya, Dit. Ibu memaafkanmu," jawab Bi Narti.


Aditya begitu bahagia mendengar jawaban Bi Narti. Ia menghampiri wanita paruh baya tersebut kemudian berjongkok di hadapannya.


"Terima kasih, Bu Narti! Terima kasih banyak!" ucap Aditya sambil mencium punggung lengan Bi Narti berkali-kali.


"Sama-sama, Nak." Bi Narti mengusap lembut puncak kepala Aditya.


"Jadi, setelah ini kamu mau ke tempat Nazia, ya?" tanya Bi Narti.


"Ya, Bu."


"Ibu titip salam ya, Nak. Katakan sama Nazia kalau Ibu kangen sama dia," ucap Bi Narti dengan mata berkaca-kaca.


"Ya, Bu. Nanti Adit sampaikan."


Setelah mendapatkan maaf dari Bi Narti, Aditya pun segera pamit. Ia segera melajukan mobilnya menuju kediaman Tuan Keanu, dimana Danish dan Nazia sudah menunggu kedatangannya.


"Huftt!!!"


Nazia membuang napas berat berkali-kali dan hal itu membuat Danish terkekeh pelan.


"Kamu gugup?"


"Ya. Nazia takut tidak bisa menahan emosi Nazia ketika behadapan dengan lelaki menyebalkan itu, Mas. Nazia sudah terlanjur sebal dengannya," kesal Nazia.


Danish merengkuh pundak Nazia dan menyandarkan kepala wanita itu ke pundaknya.


"Tenang saja, Nazia sayang. Aku berani jamin, Aditya sudah berubah dan sikapnya sudah tidak se'menyebalkan dulu," ucapnya.


Tepat disaat itu Naila tiba di ruangan itu dengan wajah cemas. Danish dan Nazia memperhatikan wajah wanita itu kemudian bertanya.


"Mami kenapa? Ada masalah?" tanya Danish.

__ADS_1


"Itu Adekmu, Keyla. Kok dia gak datang-datang, katanya udah dekat, tapi kok belum kelihatan juga batang hidungnya," keluh Naila.


"Memangnya dia kemana?"


"Biasa, ngapelin cowoknya yang super cool itu," jawab Naila kesal.


Danish terkekeh pelan. "Kerumah Ardhan lagi?"


"Ya, kemana lagi kalo bukan ke tempat kekasih hatinya itu. Keyla ini ya, anaknya memang susah dibilangin. Sudah tau si Ardhan cuek bebek gitu, masih aja dikejar-kejar, kayak yang gak ada cowok lain aja," gerutu Naila sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.


Sementara itu di perjalanan menuju kediaman Tuan Keanu.


Dari kejauhan Aditya melihat seorang gadis sedang menendang-nendang motornya sambil mengumpat kasar. Karena tempat itu gelap dan sunyi, Aditya pun segera menepikan mobilnya. Ia berniat membantu gadis itu.


"Motornya kenapa, Mbak?"


"Huft! Ini, bannya meletus begitu saja. Mungkin terkena paku atau sejenisnya, entahlah." jawabnya.


Danish memperhatikan wajah gadis itu dengan seksama dan sepertinya ia tidak asing dengan wajah cantik itu.


"Keyla Armani Putra?" tanya Aditya.


Keyla menoleh kepada lelaki itu kemudian terkekeh pelan setelah mengetahui siapa yang sedang berada di hadapannya.


"Kak Aditya?! Wah, kebetulan sekali! Bantuin Keyla donk, Kak. Hari ini Keyka apes banget, udah ban meleduk, ponsel lowbat, Mami menggerutu dan setelah ini apa lagi," keluhnya sembari menendang ban motor kesayangannya.


"Baiklah. Mari, kuantar pulang. Kebetulan aku memang ingin berkunjung ke kediamanmu,"


"Ok, terima kasih."


Dengan cepat, Keyla masuk kedalam mobil Aditya dan meninggalkan motor kesayangannya di tempat itu.


"Bagaimana dengan motormu?" tanya Aditya.


"Nanti aku minta Pak Ahmad yang ambil," jawabnya.


"Oh,"


Setelah mengucapkan hal itu, Aditya pun segera melajukan mobilnya menuju kediaman Tuan Keanu bersama Keyla.


...***...

__ADS_1


__ADS_2